Tangisan Bumi
Tangisan Bumi
Oleh: Idrus Fhadli
Disini ia terpaku termenung
Sendiri tiada kawan
Sang planet merah tampaknya
Tak hirau padanya
Terdiam tergugu
Tangisi ratapi diri
Sang kembaran tampaknya
Perhatikan diri sendiri
Tampak gurat sesal diwajahnya
Akan keindahan anugrah dari sang kuasa
Rasakan pedih sakitnya tersiksa
Ulah tingkah sang manusia
Dahulu semasa muda
Diri cantik indah bertahta
Tiada duga semasa tua
Kerut keriput tampak merona
Berat beban terpikul
Tubuh kian renta tak tertata
Manusia kini terbata
Harap ampun pada sang kuasa
Kini ia makin tua
Hancur tinggal s’buah harapan
Sang serakah kini merana
Karna sang bunda tak lagi berwarna
Kopi 15
28 September 2006
22:02
Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.
Related posts:




