Browse > Home / Social Politics / Kejamnya Dunia; Eksploitasi Kekurangan Orang Lain Demi Menangguk Untung

| Subscribe via RSS

Kejamnya Dunia; Eksploitasi Kekurangan Orang Lain Demi Menangguk Untung

February 12th, 2007 Posted in Social Politics

Oleh: Idrus Fhadli

Kejamnya Dunia, adalah salah satu acara yang ditayangkan oleh sebuah stasiun televisi swasta di negeri ini. Dan mungkin anda adalah salah satu pemirsa yang sering menontonnya. Tayangan ini memaparkan kehidupan orang – orang yang memiliki kekurangan tertentu baik dari segi fisik maupun mental, baik itu bawaan lahir, kecelakaan, maupun karena disengaja-santet misalnya. Bahkan beberapa dari mereka dapat dikatakan dalam kondisi yang sangat menyedihkan dan sanggup membuat hati ini terhenyak.

Pada beberapa episode, ditayangkan orang – orang dengan kekurangan dari segi fisik. Ada yang memiliki kelainan bentuk tubuh, bentuk muka, dan kelainan – kelainan lain. Dan pada episode lain ditayangkan orang – orang dengan kekurangan dari segi mental atau dengan bahasa kasarnya, -maaf-”gila”.

Memang, kekurangan dan kelainan orang – orang yang menjadi “peran utama” dalam tayangan ini mampu membangkitkan rasa iba dan kasihan pada mereka yang menontonnya dan bahkan tidak menutup kemungkinan ada yang menangis karenanya. Dan entah sadar entah tidak, kekurangan mereka telah dieksploitasi oleh orang – orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak berperikemanusiaan. Mengapa saya katakan begini? Sebab, tujuan utama dari pembuatan tayangan Kejamnya Dunia ini tidak memiliki dasar yang jelas. Mengapa tidak memiliki dasar yang jelas? Sekali lagi, sebab, hanya menayangkan kisah sedih dari orang – orang yang “tidak biasa” ini dengan tidak diikuti tindakan mengurangi penderitaan mereka dan untuk apa acara tersebut dibuat entah untuk hiburan semata ataukah dengan niat yang tulus dan mulia untuk membantu mereka.

Untuk mengorek informasi orang – orang yang “tidak biasa” ini, pihak produksi pastilah mengeluarkan “sesuatu” (entah apa bentuknya dan berapa jumlahnya) untuk membuka mulut dan memperoleh izin baik dari yang bersangkutan maupun dari pihak keluaganya. Sebab, bila tidak begitu, kecil kemungkinan orang – orang tersebut merelakan kekurangan pada dirinya atau kerabatnya dieksploitasi demi keuntungan orang lain.

Saya bukannya tidak setuju dengan adanya acara ini, justru saya sangat mendukungnya karena acara ini mampu memupuk rasa toleransi dan keinginan untuk tolong menolong sesama dengan tidak memandang kekurangan yang ada pada orang lain. Tapi, saya hanya mengharapkan agar kiranya orang – orang yang “tidak biasa” ini dibantu kehidupannya baik moril maupun materiil.



Creative Commons License Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.

Related posts:

  1. Orang-orangan sawahnya Avantasia
  2. Menanti revolusi dunia perfilman Indonesia
  3. Dunia khayalan, dunia si…
  4. Psikologi Dunia Maya
  5. Sudah Begitu Terpurukkah Moral Bangsa Ini?

Leave a Reply

You can use plurk smilies syntax, for example: (LOL), (tears), (ROFL), etc.