Browse > Home / Poems / Harapan

| Subscribe via RSS

Harapan

February 19th, 2007 Posted in Poems

Oleh: Idrus Fhadli

Kemarin kudengar mereka yang berdoa
Haru biru menghadap sang maha kuasa
Tangis air mata bercampur tetes keringat
Hanya untuk secercah harapan

Kemarin kulihat mereka yang menghamba
Menghinakan diri yang tak seharusnya
Timbulkan iba orang yang melintas
Demi sedikit belas kasihan

Kemarin kubertemu seorang kaya
Yang harta bukan masalah
Namun tak tampak cerah di wajah
Slalu harap mentari memerah

Kemarin kudengar kata sang bijak
Tentang hidup bersahaja
Selalu menunduk kebawah
Lihat keatas hanya tuk semangat

Dan hari ini kutatap diriku
Ultimatum pada sang harap
Untuk melepas sauh
Dan pergi jauh

Karena hidup bukan tuk berharap…

Kopi 15
18 Februari 2007
19:35



Creative Commons License Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.

Related posts:

  1. Puisi Negeriku – Sebuah Satir dan Harapan untuk Masa Depan

Leave a Reply

You can use plurk smilies syntax, for example: (LOL), (tears), (ROFL), etc.