Harapan
Oleh: Idrus Fhadli
Kemarin kudengar mereka yang berdoa
Haru biru menghadap sang maha kuasa
Tangis air mata bercampur tetes keringat
Hanya untuk secercah harapan
Kemarin kulihat mereka yang menghamba
Menghinakan diri yang tak seharusnya
Timbulkan iba orang yang melintas
Demi sedikit belas kasihan
Kemarin kubertemu seorang kaya
Yang harta bukan masalah
Namun tak tampak cerah di wajah
Slalu harap mentari memerah
Kemarin kudengar kata sang bijak
Tentang hidup bersahaja
Selalu menunduk kebawah
Lihat keatas hanya tuk semangat
Dan hari ini kutatap diriku
Ultimatum pada sang harap
Untuk melepas sauh
Dan pergi jauh
Karena hidup bukan tuk berharap…
Kopi 15
18 Februari 2007
19:35
Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.
Related posts:




