Browse > Home / Archive: February 2007

| Subscribe via RSS

Spider Player – pemutar musik ringan, simpel namun powerful

February 19th, 2007 | No Comments | Posted in Windows and Proprietary

Oleh: Idrus Fhadli

Beberapa waktu lalu gw menjelajahi dunia maya dengan maksud mencari software2 terbaru. Setelah meloncat – loncat dari satu situs download ke situs download lainnya, gw nemuin player musik alternatif yang tentunya juga gratisan, namanya Spider Player. Langsung aja gw download tu program. Ukuran filenya ga gede2 amat, cuma 2,08 Megabytes. Untung warnet yg gw tumpangin koneksinya lumayan kenceng, jadinya ga makan waktu lama.

Sesampainya di kosan gw instal si laba – laba ini, trus gw jalanin. Kesan pertama gw make program ini adalah “ringan dan simpel”. Namun ternyata dibalik sifat low-profilenya ternyata program ini memiliki fitur2 tambahan yang bisa dikatakan lengkap. Mulai dari dukungan file yang luas (*.mp3, *.ogg, *.wma, *.wav, *.m3u, dll), equalizer, CD-ripper, encoder, efek suara, editor lirik, skin dan bahasa yang bisa digonta – ganti, dll).

Setelah gw obok2 lebih jauh, ternyata si laba – laba ini menggunakan engine BASS. Sebuah engine pemutar musik yang tangguh dan tentu saja lagi2 bersifat FREEWARE.

Ngomong2 soal bahasa, pas gw ngedownloadnya, belum tersedia terjemahan bahasa Indonesianya. Ya udah gw translate tu program ke bahasa Indonesia trus gw kirim ke tim developmentnya. Alhamdulillah sekarang file terjemahan Indonesianya udah tersedia di situsnya untuk didownload. Berikut link downloadnya: http://spider-player.com/lang/Indonesian.ini

Bagi yang tertarik buat menjajal player musik ringan dan simpel namun powerful ini dapat download di http://spider-player.com/

NOTE: Gunakanlah software2 yang bersifat gratis baik FREEWARE maupun OPEN SOURCE guna menekan tingkat pembajakan di negara kita tercinta ini yang kian hari kian menjadi – jadi.

Oh… Cinta

February 12th, 2007 | No Comments | Posted in Poems

Oleh: Idrus Fhadli

Terbayang…
Senyum indah dirimu
Belai sayang kasihmu
Manis madu duniamu
Saat kau datang dan mendekapku erat
Oh… Cinta
Teruslah terangi jiwaku

Terbayang…
Sakit tamparanmu
Jahat tatapanmu
Pahit rasamu
Saat kau jauh dan menelantarkanku
Oh… Cinta
Kau pergelap matahariku

Datang dan pergimu
Berbuntut suka dan duka
Terlantun nyanyian sang batin
Yang harap kau s’lalu ada
Dan damaikan dunia
Oh… Cinta
Teruslah kau ada

Kehangatan tulusmu
Berikan rasa bahagia
Terjerit terperih sang benci
Tak henti harap kau mati
Kuasanya tiada arti
Oh… Cinta
Terbangkanlah jauh sang benci

Kopi 15
27 September 2006
05:21

Sang Kesunyian Malam

February 12th, 2007 | No Comments | Posted in Poems

Oleh: Idrus Fhadli

Wahai engkau sang kesunyian malam
Peluklah aku
Remukkan s’gala kemarahanku
Hancurkan gundahku
Sapukan risauku

Wahai engkau sang kesunyian malam
Dengarkanlah ceritaku
Tentang dunia yang kian kelabu
Tentang diriku yang lebam membiru
Karna cinta yang terpuruk

Wahai engkau sang kesunyian malam
Bisikkanlah aku
S’gala rahasia kehidupan
S’gala tipu daya dunia
S’gala keterpurukan manusia

Wahai engkau sang kesunyian malam
Dekaplah aku
Berikan aku secercah harapan
Akan cinta yang tersimpan
Nun jauh terpendam

Kopi 15
26 September 2006
23:26

Bunga

February 12th, 2007 | No Comments | Posted in Poems


Bunga

Oleh: Idrus Fhadli

Saat menusia bahagia
Karna terangnya dunia
Kau sang bunga
Turut menemani

Saat manusia dimabuk cinta
Terasa manisnya kehidupan
Kau sang bunga
Yang menjadi lambang

Saat manusia dirudung duka
Gelap dunia terasa
Kau sang bunga
Setia menghibur

Kaulah sang bunga
Sang lambang keindahan
Setia nan tulus
Berikan senyum pada dunia

Kopi 15
27 September 2006
04:16

Sudah Begitu Terpurukkah Moral Bangsa Ini?

February 12th, 2007 | No Comments | Posted in Social Politics

Oleh: Idrus Fhadli

Patroli, TKP, Sidik Kasus, dan Sergap mungkin hanya sebagian kecil acara yang mengetengahkan topik kejahatan sebagai menu utamanya. Beberapa dari mereka bahkan sudah menjadi santapan sehari – hari sebagian pemirsa televisi di negeri ini. Berita dan informasi kriminal ini tidak hanya dapat dengan mudah kita temukan di media – media elektronik tetapi juga dapat kita temukan dalam media – media cetak. Tetapi, tidakkah pernah terbayang dibenak kita betapa banyaknya kasus kejahatan yang terjadi di sekitar kita sehingga setiap acara berita kriminal baik di media elektronik maupun media cetak tersebut mampu menyajikan konten yang berbeda dari rival – rivalnya dari hari ke hari?

Ya, anda pasti tahu bahwa hampir segala jenis kejahatan dan variasinya selalu diekspos setiap harinya pada media – media tersebut dalam suatu kolom/program acara tertentu. Mulai dari pembunuhan, perampokan, pencurian, penipuan, pemerkosaan, penculikan, judi, korupsi, dan lain sebagainya. Mungkin kita merasa bahwa kehidupan sehari – hari kita jauh dari hal – hal keji dan tidak berperikemanusiaan tersebut, namun kita tidak boleh terlena karena mungkin saja suatu saat kitalah yang akan menjadi berita didalamnya, entah sebagai korban entah sebagai pelaku (harap itu tidak terjadi…).

Bila kita renungkan, mungkin akan tergambar dengan jelas betapa moral bangsa ini kian merosot. Inikah raut muka sebenarnya bangsa Indonesia? Yang dalam pergaulan internasional kita dikenal sebagai bangsa dengan kepribadian yang baik? Memang, tidak semuanya jahat, melainkan hanya sebagian kecil saja. Namun, sebagian kecil inilah yang dapat mencoreng muka bangsa ini.

Kejahatan – kejahatan tersebut tidak hanya terjadi di suatu daerah saja melainkan menyebar dari kota – kota besar hingga ke desa terpencil sekalipun. Bila asumsi saya benar, bahwa hampir seluruh propinsi yang ada di Indonesia ini pernah tampil dalam pemberitaan kriminal tersebut. Tetapi porsi penampilan setiap propinsi tentu berbeda. Ada propinsi yang hampir setiap hari tampil dan ada juga propinsi yang hanya sekali – sekali saja tampil. Beberapa propinsi yang dapat dikatakan sebagai “bintang” antara lain DKI Jakarta, Lampung, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan masih banyak lagi yang tidak sanggup saya sebutkan satu persatu.

Dampak dari sering munculnya suatu daerah dalam suatu berita kriminal tentu mempengaruhi persepsi orang – orang dari daerah lain. Katakanlah Sumatera Selatan dan Lampung sebagai propinsi yang memiliki jam terbang yang tinggi dalam berita kriminal, maka orang – orang dari misalnya DI Yogyakarta, akan memiliki persepsi yang buruk terhadap orang – orang yang berasal dari Sumatera Selatan dan Lampung ini. Atau bahkan akan timbul rasa ngeri atau tidak suka. Padahal tidak semua orang dari daerah tersebut seburuk seperti apa yang tergambar dalam berita – berita kriminal.

Kebanyakan motif yang menjadi pemicu tindakan kriminal oleh para penjahat dalam acara berita kriminal adalah harta, wanita, dan tahta, tiga unsur kebahagian duniawi yang kelak diakhirat nanti akan membawa kita ke surga atau bahkan neraka. Beberapa dari pelaku kejahatan tersebut mengaku terpaksa melakukan kejahatan karena desakan ekonomi, dan tidak jarang pula kita dengar kisah mengharukan, mereka terpaksa melakukan kejahatan untuk membeli susu utuk anaknya, biaya pengobatan orang tercinta, dan lain sebagainya.

Entah sampai kapan hal ini akan terus berlanjut, kejahatan akan terus menorehkan krayon hitamnya dalam hidup kita, hanya Allah SWT yang mengetahui. Kita hanya bisa berdoa semoga kita dijauhkan dari hal – hal tersebut. Amin.

Kejamnya Dunia; Eksploitasi Kekurangan Orang Lain Demi Menangguk Untung

February 12th, 2007 | No Comments | Posted in Social Politics

Oleh: Idrus Fhadli

Kejamnya Dunia, adalah salah satu acara yang ditayangkan oleh sebuah stasiun televisi swasta di negeri ini. Dan mungkin anda adalah salah satu pemirsa yang sering menontonnya. Tayangan ini memaparkan kehidupan orang – orang yang memiliki kekurangan tertentu baik dari segi fisik maupun mental, baik itu bawaan lahir, kecelakaan, maupun karena disengaja-santet misalnya. Bahkan beberapa dari mereka dapat dikatakan dalam kondisi yang sangat menyedihkan dan sanggup membuat hati ini terhenyak.

Pada beberapa episode, ditayangkan orang – orang dengan kekurangan dari segi fisik. Ada yang memiliki kelainan bentuk tubuh, bentuk muka, dan kelainan – kelainan lain. Dan pada episode lain ditayangkan orang – orang dengan kekurangan dari segi mental atau dengan bahasa kasarnya, -maaf-”gila”.

Memang, kekurangan dan kelainan orang – orang yang menjadi “peran utama” dalam tayangan ini mampu membangkitkan rasa iba dan kasihan pada mereka yang menontonnya dan bahkan tidak menutup kemungkinan ada yang menangis karenanya. Dan entah sadar entah tidak, kekurangan mereka telah dieksploitasi oleh orang – orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak berperikemanusiaan. Mengapa saya katakan begini? Sebab, tujuan utama dari pembuatan tayangan Kejamnya Dunia ini tidak memiliki dasar yang jelas. Mengapa tidak memiliki dasar yang jelas? Sekali lagi, sebab, hanya menayangkan kisah sedih dari orang – orang yang “tidak biasa” ini dengan tidak diikuti tindakan mengurangi penderitaan mereka dan untuk apa acara tersebut dibuat entah untuk hiburan semata ataukah dengan niat yang tulus dan mulia untuk membantu mereka.

Untuk mengorek informasi orang – orang yang “tidak biasa” ini, pihak produksi pastilah mengeluarkan “sesuatu” (entah apa bentuknya dan berapa jumlahnya) untuk membuka mulut dan memperoleh izin baik dari yang bersangkutan maupun dari pihak keluaganya. Sebab, bila tidak begitu, kecil kemungkinan orang – orang tersebut merelakan kekurangan pada dirinya atau kerabatnya dieksploitasi demi keuntungan orang lain.

Saya bukannya tidak setuju dengan adanya acara ini, justru saya sangat mendukungnya karena acara ini mampu memupuk rasa toleransi dan keinginan untuk tolong menolong sesama dengan tidak memandang kekurangan yang ada pada orang lain. Tapi, saya hanya mengharapkan agar kiranya orang – orang yang “tidak biasa” ini dibantu kehidupannya baik moril maupun materiil.