CXR, akankah tinggal sebuah kenangan?

CXR, yah mungkin nama yang simpel dan agak aneh untuk sebuah band. Setelah bosan gonta/i nama, akhirnya nama tersebut diambil sembarangan, ga ada arti apa2. Ujung2nya gw sendiri yg membuat kepanjangannya (supaya kedengaran keren gitu loh…), “Central of eXtreme Rush”, pertimbangannya karena kami memainkan lagu2 yang bisa dibilang berisik, dengan skill yang pas2an, timing dan akurasi yang ga beraturan, dan permainan yang seenaknya.
He…he…he… jadi inget deh masa2 itu. Kadang manis, kadang pahit, campur aduk deh pokoknya. Biaya sewa studio juga ditanggung sama rata (walaupun terkadang justru salah seorang dari kami yang banyak menutupi kekurangannya…)
Tapi satu hal yang unik yang gw suka dari band ini yaitu lagu2 yang dimainkan, saat band lain sibuk dengan lagu2 Radja, Peter Pan, Sheila On 7, Padi, dll. Kami malah berkutat dengan lagu2 lawas yang bisa dibilang ketinggalan zaman – Metallica, Gn’R, Helloween, Boomerang, The Beatles, Scorpions, dll.
Anak2nya pun bisa dibilang aneh2. Rio di Lead Guitar, anak satu ini ga mau maenin lagu kalo stem-an dan efek gitarnya belum pas, dia juga yang paling sering membuat datang terlambat pada saat mau latihan. Pernah waktu itu telat 15 menit lebih yg berakibat jam latihan yang udah di-booking tersebut diserobot band laen. Bassisnya Budi, dari luar ni anak kalem bener keliatannya, tapi dalemnya ni anak rada gila juga. Groho’ di Rhythm Guitar, paling sering ribut sama si Rio gara2 masalah sepele sekalipun. Dan yang terakhir Drums, yang megang gw, paling sering membuat kacau lagu yang sedang dimaenin dengan nambahin sendiri pukulan2 yang ga seharusnya ada. Belakangan ada Acep yang bergantian maenin Rhythm Guitar dengan Groho’, dan Dayat yang ngisi Vokal (sebelumnya kami maen instrumental alias ga ada yang nyanyi, paling sesekali vokal diisi oleh Groho’ atau Rio).
Sudah setahun mungkin, kami ga’ pernah nge-jam lagi. Semenjak Rio masuk Kepolisian, jadi ga ada gitaris utamanya lagi. Kami ga’ berniat ngajak anak2 laen buat ngisi Lead Guitar dengan alasan ga ada yang cocok.
Walau udah lama ga’ nge-band, gw ngerasa di CXR inilah gw banyak belajar, di CXR juga gw merasakan ikatan persaudaraan yang kuat dan visi musik yang sama setelah gw di Bhinneka, band bareng anak2 SMU. Pas awal2 gw kuliah, gw jg pernah gabung di 2 band, posisinya tetep di Drums, tapi gw ngerasa hampa, ga’ ada rasa dan kepuasan menggebuk Drums gila2an seperti yg pernah gw dapetin di CXR.
Terkadang gw pengen bener nge-band bareng mereka lagi dan membuat keributan lagi, mungkin suatu saat kali yah :P
“Thanks to u all my bandmates for giving me knowledge about music and how to play it…”
“Thanks juga buat studio2 musik yg ada di Palembang, khususnya Studio Venus, Studio 99, Studio 2000, Studio Elanos, Studio 68, dan Studio Gita.”
Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.
Related posts:




