Cinta Sejati dan Cinta yang Mati
Rabu, 28 Maret 2007. Jam 18:30an.
Tadi gw barusan nonton Global Petang di Global TV. Ada dua berita yang menarik perhatian gw. Yang pertama, kisah cinta sejati yang membuat gw terharu yakni berita tentang ketabahan seorang istri menghadapi tantangan hidup. Ia rela menarik becak demi menghidupi keluarganya, mencucurkan peluh demi sepiring nasi hangat untuk ia, suami, dan anaknya. Lantas, dimana sang suami? Orang yang dibebankan tanggung jawab untuk memberi nafkah keluarga? Sang suami hanya tergolek lemah tak berdaya, kedua kakinya hanya diam tak bergerak. Ia lumpuh…
Walaupun keadaan hidup keluarga mereka dapat dikatakan serba kekurangan, tapi sang istri tetap tegar. Dan yang terpenting ia tetap menjaga dan setia berada disisi suaminya. Mencintai dan menyayangi suaminya dengan tulus seperti pada saat mereka baru merajut benang – benang cinta dulu. Memang, sang suami tak tega melihat pengorbanan sang istri, namun apa daya, ia hanya bisa pasrah, tak mampu melakukan apapun, selain menangis dan menaruh iba kepada istri tercintanya.
Gw terhanyut dalam arus lautan khayal, membayangkan alangkah senang dan bahagia memiliki istri seperti ibu tadi. Hidup pasti takkan terasa membosankan. Setiap hari selalu penuh dengan bunga – bunga cinta. Fuuuuhhh…
Deg, berita yang kedua ini sempat membuat gw marah, kesal, dan kecewa. Berita tentang dijatuhkannya hukuman 20 tahun penjara kepada terdakwa pembunuh istri sendiri. Gw berpikir alangkah teganya lelaki seperti itu, membunuh istri yang dulu kepadanya ia ucapkan kata – kata cinta dan rayuan gombal nan mesra. Kini darah kekasihnya itu harus tumpah ditangannya. Kemanakah kemesraan yang dahulu selalu ia hidangkan dikala pagi, siang, sore, dan malam?
20 tahun mungkin bukan waktu yang singkat, apalagi bila harus dihabiskan dibalik jeruji besi. Tapi 20 tahun bukanlah ganjaran yang sepadan atas apa yang telah ia perbuat.
Lagi, arus lautan khayal menghanyutkan gw, kali ini yang terbayang isakan dan jeritan hati gw, GW GA’ MAU JADI LELAKI SEPERTI ITU!!!
Memang, manusia mungkin adalah makhluk teraneh yang ada di jagad raya ini. Di satu waktu ia mampu mencintai dan menyayangi seseorang dengan tulus dan sepenuh hati, tapi di lain waktu ia juga mampu menyakiti hati dan bahkan melenyapkan orang yang dicintainya itu…Fuuuhhh…(Lagi…)
Kopi 15
Rabu, 28 Maret 2007
18:47
Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.
Related posts:





December 8th, 2007 at 1:45 pm
hai man…
ternyata memang kenyataan itu lebih pahit dari mimpi he he
[Reply]