Browse > Home / Social Politics / Budaya ‘sakit mendadak’ dikalangan ‘tersangka berdasi’

| Subscribe via RSS

Budaya ‘sakit mendadak’ dikalangan ‘tersangka berdasi’

April 14th, 2007 Posted in Social Politics

“Si ‘A’ tidak bisa menghadiri persidangan pada hari ini dikarenakan sakit.” Mungkin kata – kata seperti ini sering kita dengar atau baca pada saat orang ‘berdasi’ terjerat suatu kasus. Contohnya saja pada kasus korupsi yang akhir – akhir ini makin memanas (W*dj*n*rk*). Orang – orang yang terkait kasus tersebut tiba – tiba mendadak sakit pada saat akan dipanggil oleh pengadilan. Kita tidak tahu apakah mereka itu benar – benar sakit atau hanya sekedar alasan untuk menghindari pengadilan semata, tapi satu hal yang pasti, surat keterangan dokter yang palsu masih mudah didapat.

Sepertinya hal ini sudah menjadi budaya tersendiri bagi kalangan ‘tikus berdasi’. Ketika aksi dan tindak tanduk perbuatan ‘tikus-nya’ (yang bukan main busuknya) belum tercium oleh ‘kucing’, mereka masih santai melenggak – lenggok diatas ‘panggung’ dengan sehat, segar, dan bugar. Tapi saat aksi busuknya itu tercium dan perlahan mulai terungkap, pada saat itulah tiba – tiba kuman pembawa penyakit hinggap di diri mereka yang menyebabkan mereka menjadi sakit sejadi – jadinya bahkan sampai harus diopname segala. Untuk beberapa saat mereka bagai hilang ditelan bumi, namun saat situasi sudah mulai tenang, mereka akan mulai berulah kembali.



Creative Commons License Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.

Related posts:

  1. Budaya Jam Karet
  2. Budaya; Kenal Namun Tak Kenal (Bagian I)
  3. Budaya; Kenal Namun Tak Kenal (Bagian II)

Leave a Reply

You can use plurk smilies syntax, for example: (LOL), (tears), (ROFL), etc.