Talk Show Entrepreneurship bersama Helmy Yahya
Dalam rangka Lampung Jobs Fair 2007, BEM Unila juga menyematkan “talk show entrepreneurship bersama Helmy Yahya” (30 April 2007) sebagai salah satu rangkaian acaranya. Bertempat di Gedung Serbaguna Universitas Lampung, talk show dengan tema “siapa berani entrepreneur” ini menurut saya sangatlah berbobot dan sanggup membangkitkan semangat entrepreneur para pesertanya (sekitar 500 – 600 orang) yang terlihat sangat antusias. Sebagai permulaannya, Helmy membeberkan beberapa buku yang menurutnya bagus dan layak dibaca yaitu:
- Rich Dad Poor Dad karya Robert T Kiyosaki.
- Menjadi Manusia Pembelajar karya Andrias Horeta.
- What They Don’t Teach at Harvard (pengarangnya ga sempet gw catet).
- The Long Tail karya Chris Anderson.
- Saya Saja Tidak Menyangka Menjadi Pengusaha karya Helmy Yahya.

Dalam talk show tersebut, ada banyak hal yang diangkat oleh Helmy diantaranya:
Kesalahan yang dilakukan orang pintar:
- Tidak percaya orang lain.
- Cenderung sombong -> padahal orang sombong saja tidak suka dengan orang sombong lain.
- Terlalu lama berpikir/banyak perhitungan.
Mengapa tidak mau menjadi pengusaha?
- Merasa tidak punya pengetahuan.
- Tidak tahu produk yang akan dijual.
- Tidak punya modal.
- Tidak berani mencoba/takut gagal.
- Tidak punya waktu.
- Merasa terlalu muda/tua.
Padahal apabila kita benar – benar ingin menjadi seorang entrepreneur, tentulah hal – hal tersebut bukan merupakan suatu alasan.
Kiat sukses:
- Kreatif.
- Jeli melihat peluang.
- Berani mencoba.
- Sukses butuh kecepatan.
- Empati dengan konsumen.
- Belajar seumur hidup.
- Jangan cepat puas dan jangan lengah.
- Bangun teamwork sebab kesuksesan itu tidak bisa dicapai tanpa orang lain.
- Jangan mudah menyerah dan berani berkompetisi.
Mengapa harus kreatif?
- Dunia berubah.
- Pasar berubah.
- Produk berubah.
- Persaingan berubah.
Apabila kita tidak kreatif, maka akan tertinggal jauh dari orang lain dan bahkan tenggelam selamanya.
Profil bisnis saat ini:
“Konsumen senang dengan produk baru.”
Misalnya: ‘J’Co Donuts’ yang menggeser popularitas ‘Dunkin’ Donuts’ dan ‘BreadTalk’ yang menggeser popularitas ‘Holland Cake and Bakery’.
Dan pelajaran penting dari kesemuanya itu adalah:
“SELF SELLING” -> Menunjukkan dan mempromosilan seberapa jauh kemampuan dan kelebihan kita kepada umum untuk mendapatkan kepercayaan.
Sebenarnya masih banyak yang disampaikan oleh Helmy yang masih tergenang di pikiran gw, tapi jam udah menunjukkan pukul 7.30 dan gw ada kuliah jam 8. Jadi gw akhiri aja tulisan ini :)
Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.
No related posts.




