Mengganti CRC Suatu File Menggunakan PEiD
CRC atau Cyclic Redundancy Check adalah suatu identitas yang membedakan antara satu file dengan file lainnya walaupun antara satu file dengan file lain memiliki nama file dan ukuran yang sama, belum tentu file tersebut adalah sama.
Dalam pemrograman, CRC banyak diterapkan. Diantaranya adalah sebagai metode anti pembajakan. Contoh kasusnya sebagai berikut, suatu program/game yang sangat menarik tentulah sangat diinginkan oleh banyak orang dan oleh orang – orang tertentu (cracker), mereka selalu berusaha untuk mendapatkan program/game tersebut secara cuma – cuma dan jalan yang mereka pilih tentulah mencari cara bagaimana meng-crack program/game tersebut sehingga dapat dimainkan tanpa adanya batasan tertentu dari program/game tersebut (time limit, 14 days free trial, dll). Tidak semua program/game dapat di-crack dengan cara yang halus (serial number, key generator, keyfile, atau registry hacking), beberapa justru membandel, dan untuk mencurangi program/game dengan sistem proteksi seperti ini biasanya para cracker akan berusaha mem-patch rutin – rutin tertentu dari program/game ini yang berkaitan dengan masalah anti pembajakan. Apabila suatu program di patch, maka hal ini akan menyebabkan berubahnya nilai CRC awal dan pada program/game yang memiliki rutin pengecekan CRC, proses patchAing ini biasanya akan menyebabkan program/game tersebut tidak dapat dijalankan.
Semalem pas gw lagi iseng ngecek identitas suatu file pake PEid versi 0.94. Iseng – iseng gw buka plugin CRC32 (versi 1.0 oleh Gelios), ternyata disana ada fungsi untuk mengganti nilai CRC suatu file. Lantas gw coba bikin program simpel untuk mengecek rutin CRC file diri sendiri. Gw compile, salin nilai CRC-nya, trus gw edit version info program menggunakan Resource Hacker. Hasilnya program tersebut tidak dapat dijalankan. Lalu, menggunakan plugin CRC32 milik PEiD tadi, gw coba memasukkan nilai CRC yang sebelumnya telah gw salin dan ternyata program tersebut mampu berjalan seperti biasanya seolah – olah tidak terjadi apa – apa.





Berikut contoh program yang gw buat beserta source code-nya. File “Test.exe” adalah file yang dapat dijalankan dan file “Test.exe0″ adalah file yang tidak dapat dijalankan (diganti version info-nya). DOWNLOAD DISINI…
CATATAN: ARTIKEL INI HANYA UNTUK PEMBELAJARAN SEMATA. PENULIS TIDAK BERTANGGUNG JAWAB ATAS HAL – HAL YANG TERJADI AKIBAT PENYALAHGUNAAN INFORMASI INI.
----
Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.
Related posts:



