Susahnya mengklaim garansi di Nokia Care Center Palembang
Barusan gw dari Nokia Care Center Palembang yang bertempat di kompleks pertokoan Palembang Square, untuk memperbaiki joystick HP adek gw yang rusak (HP-nya Nokia 6600 Black Brown, ga’ bisa gerak ke kiri). Kedatangan gw tadi adalah kedatangan yang ketiga kalinya. Pertama (kemaren pagi), bokap gw yang dateng ke situ, ngasih tau kerusakan, tapi kemudian klaim garansi tersebut ditolak oleh pihak NCC dengan alasan mereka ga mau nerima klaim garansi kalo kondisi HP udah ga seperti sediakala (font standar HP adek gw itu gw ganti pake font Comic Sans). Lalu oleh bokap gw HP tersebut dibawa pulang lagi ke rumah dan meminta gw agar mengembalikan font-nya ke keadaan default.
Setelah font tersebut gw balikin ke font standarnya, siang harinya HP tersebut dibawa lagi oleh nyokap sama adek gw ke NCC. Tapi lagi2 harapan agar kerusakan joystick adek gw itu segera diperbaiki harus pupus. Alasan yang diangkat oleh pihak NCC adalah apabila HP tersebut diperbaiki saat itu juga maka seluruh data (kontak, sms, aplikasi, game, musik, gambar, dll) yang ada akan terhapus (Lha, apa hubungan joystick yang rusak sama data2 yang ada??? Apa mau di hard-reset???). Kontan aja adek gw ga’ mau data2nya hilang semua. Lalu HP tersebut dibawa pulang lagi, dan malemnya data2 yang menurut adek gw penting, di salin dan dibuat backup-nya.
Gw yang kesel dengan ulah pihak NCC yang menurut gw terlalu banyak alasan untuk menolak klaim garansi yang masih berlaku sebulan lagi itu, mendatangi NCC untuk yang ketiga kalinya. Kali ini HP adek gw tersebut dibongkar dan di-cek sama pihak NCC setelah sebelumnya gw menunjukkan kartu garansi resmi Nokia yang masih berlaku dan mencocokkan nomor IMEI di kartu dengan di HP. Usai dibongkar, pihak NCC mengatakan kalo joystick tersebut rusak karena terkena air sembari menunjukkan komponen tersebut ke gw. Jujur aja gw ga’ tau perbedaan komponen yang bener (ga’ terkena air) dengan komponen yang rusak terkena air. Lalu dijelasin sama mereka kalo komponen yang rusak terkena air itu akan berjamur dan berwarna sedikit berbeda dengan komponen yang bener. Akhirnya gw angkat tangan karena gw ga’ ngerti sama sekali soal hardware-nya. Untuk lebih memberikan penekanan dan mendapatkan kepastian dari pihak NCC, kembali gw tanyakan apakah kerusakan joystick tersebut memang tidak bisa diperbaiki dengan menggunakan garansi. Lagi2 jawaban yang mengecewakan gw terima, mereka ga’ mau nerima HP yang mengalami kerusakan karena kelalaian pemakai. Dan kasus yang menimpa HP adek gw itu adalah karena kelalaian pemakai!!! Gw tanya lagi, dengan sedikit menggunakan nada suara dan gaya bicara yang agak sombong, kalo gw mau memperbaiki HP tersebut tanpa menggunakan klaim garansi, berapa biaya yang harus gw keluarkan? 385 ribu rupiah adalah jawaban mereka. Segitu mahalnya? Lagi2 gw ga’ tau!
Saat ini gw masih sedikit kesal dengan perlakuan pihak NCC yang setengah2 dan kelihatan enggan dengan urusan garansi. Secara tidak langsung hal itu mempengaruhi image Nokia dimata gw, sebagai konsumennya. Gw bertekad kedepannya gw ga’ mau beli HP dengan merek Nokia lagi!






