Browse > Home / Archive: July 2007

| Subcribe via RSS

Membuat CCleaner Portabel

July 30th, 2007 | 1 Comment | Posted in Tips n Tricks, Windows Software


CCleaner, mungkin nama aplikasi ini sudah tidak asing lagi. Aplikasi ini adalah aplikasi optimasi dan “pembersih” PC yang handal. Dengan aplikasi ini anda dapat mencari sekaligus menghapus file-file temporary dan file-file sampah yang sudah tidak berguna lagi. Tidak hanya itu, bahkan registry Windows pun dapat dipersihkannya dengan cepat. Aplikasi ini sangat ringan dan mampu berjalan dihampir semua PC bersistem operasi Windows. Untuk info lebih lanjut anda dapat mengunjungi situsnya di http://www.ccleaner.com/.

Sangat menyenangkan tentunya apabila aplikasi ini dapat dijejalkan kedalam flash disk dan dibawa kemana saja untuk membersihkan komputer yang kita pakai, komputer warnet misalnya. Bila anda termasuk orang yang sangat menghargai privasi saat menggunakan komputer umum, tentulah aplikasi ini akan sangat berharga. Nah, sekarang pertanyaannya adalah bagaimana cara memasukkan CCleaner kedalam flash disk? Cukup mudah, anda cukup menginstal CCleaner di satu komputer dan menelusuri folder instalasinya lalu menyalin folder tersebut beserta seluruh file didalamnya. Ada satu file yang harus anda hapus yakni file uninstallernya. Tapi tunggu dulu, prosesnya belum selesai, memang, seluruh file dalam folder tersebut sudah disalin ke flash disk tapi belum tentu ia akan dapat dijalankan disetiap komputer tujuan. Mengapa? Karena CCleaner menggunakan file-file ActiveX (*.ocx, *.dll) sendiri guna membangun tampilan GUI-nya dan mendukung proses kerjanya. Kita dapat meregister satu persatu file-file ActiveX tersebut, tapi tentu akan sangat merepotkan. Jadi solusinya?

Buatlah sebuah file batch guna melakukan otomasi proses registrasi file-file ActiveX tersebut. Caranya? Buka notepad kemudian ketikkan baris-baris dibawah ini.

———-CUT HERE———-

@echo off
echo -
echo Portable CCleaner
echo -
echo NOTE: PLACE THIS SCRIPT IN CCLEANER FOLDER.
echo THE FOLDER MUST CONTAINS THE FOLLOWING FILES:
echo – CCHelper.ocx
echo – CCListBar.ocx
echo – CCListView.ocx
echo – CCSubTimer.dll
echo – CCSystem.dll
echo – CCTab.ocx
echo – CCTreeView.ocx
echo -
echo ———————————–
echo Created by: Idrus Fhadli aka xvader
echo fadly87@gmail.com
echo http://xvader.blogspot.com/
echo ———————————–
echo -
echo Registering OCXs…
echo -
regsvr32 /s CCHelper.ocx
echo CCHelper.ocx registered succesfully…
regsvr32 /s CCListBar.ocx
echo CCListBar.ocx registered succesfully…
regsvr32 /s CCListView.ocx
echo CCListView.ocx registered succesfully…
regsvr32 /s CCSubTimer.dll
echo CCSubTimer.dll registered succesfully…
regsvr32 /s CCSystem.dll
echo CCSystem.ocx registered succesfully…
regsvr32 /s CCTab.ocx
echo CCTab.ocx registered succesfully…
regsvr32 /s CCTreeView.ocx
echo CCTreeView.ocx registered succesfully…
echo -
echo OCXs registered…
echo -
echo Running CCleaner…
ccleaner.exe
echo -
echo CCleaner unloaded…
echo -
echo Unregistering OCXs…
echo -
regsvr32 /u /s CCHelper.ocx
echo CCHelper.ocx unregistered succesfully…
regsvr32 /u /s CCListBar.ocx
echo CCListBar.ocx unregistered succesfully…
regsvr32 /u /s CCListView.ocx
echo CCListView.ocx unregistered succesfully…
regsvr32 /u /s CCSubTimer.dll
echo CCSubTimer.dll unregistered succesfully…
regsvr32 /u /s CCSystem.dll
echo CCSystem.ocx unregistered succesfully…
regsvr32 /u /s CCTab.ocx
echo CCTab.ocx unregistered succesfully…
regsvr32 /u /s CCTreeView.ocx
echo CCTreeView.ocx unregistered succesfully…
echo -
echo Operation completed…
exit

———-CUT HERE———-

Bila sudah, simpanlah file tersebut dengan nama “Portable CCleaner.bat”, tapi jangan lupa untuk mengganti “Save as type” menjadi “All Files”.

Lalu, apa pula maksud dari baris-baris sintaks diatas?
regsvr32 /s namafile.ocx -> Meregistrasikan file namafile.ocx dengan menggunakan regsvr32, ActiveX register server. Opsi “/s” digunakan untuk tidak menampilkan message box.

regsvr32 /u /s namafile.ocx -> Mengunregistrasi namafile.ocx dengan opsi “/u”.

echo teks -> Menampilkan teks di DOS/Command Prompt.
Mudah kan?

Diam…

July 28th, 2007 | No Comments | Posted in Curhatan, My Words

Oleh: Idrus Fhadli

Disini, di lapangan yang luas membentang ini, dalam gelap dan pekatnya malam. Aku berdiri terdiam, menerawangkan imaji, sendiri tiada kawan maupun lawan, terlarut dalam belaian mesra sang khayal yang masih setia menceritakan kisah-kisah indah dunia.

Angin malam itu begitu kencang, menggoyangkan rerumputan ilalang disekelilingku, menciptakan sederetan ritme yang semakin membuaiku. Sekejap ku tersentak, kulihat sesuatu yang berkelebat cepat mendekatiku, dekat, semakin dekat. Aku ingin mundur dan berlari tapi sendi-sendiku serasa kaku, membuatku semakin terdiam membisu, terpejam tak berkutik. Sesuatu itu menyambar dan mencengkeram erat kedua lenganku dengan lengan-lengannya yang besar, kuat, dan kokoh. Kurasakan kakiku yang sedari tadi menjejak tanah, terangkat, aku terbang. Ingin ku mengetahui apa yang terjadi, namun kedua mataku masih terpejam, belum cukup keberanianku untuk mengetuk dan memintanya membukakan pintu-pintu yang menghalangi segenap pandanganku.

Sekarang kakiku menjejak angkasa, begitu luas, begitu bebas, tak ada kerikil ataupun perakaran pohon yang dapat membuatku berhenti berlari sejenak kemudian terjatuh, menangis tersedu, tergugu, dan bangkit berdiri untuk kemudian berlari lagi.

Aku lelaki! pikirku, apa yang harus kutakutkan? Kecuali penciptaku! Kuhimpun keberanianku, perlahan kuketuk pintu itu sembari mengucapkan salam, dengan perlahan pula pintu itu terbuka lebar, dan lebar hingga sepasukan cahaya berebut masuk dengan leluasa. Silau, sangat silau, ingin rasanya ku memekik dan meminta sang tuan rumah menutup kembali pintu-pintunya. Namun percuma, ia telah menghilang entah kemana.

Cahaya itu perlahan meredup dan kunang-kunang dihadapanku satu-persatu pergi menjauh. Kudongakkan kepalaku, mencoba mencari tahu apa dan siapa yang membawaku terbang. Aku terkesima, takjub sekaligus kagum atas apa yang kulihat, seekor burung besar dengan jambul indah dan bulu panjang berwarna-warni yang meninggalkan jejak-jejak pelangi di setiap jengkal angkasa yang dilaluinya. Belum pernah kulihat apalagi kubayangkan keindahan seperti ini sebelumnya.

Burung itu masih melesat cepat, membelah gumpalan-gumpalan awan sedemikian rupa, membawaku terbang jauh, semakin jauh, hingga ku tak bisa menerka-nerka lagi dimana aku sekarang. Belum habis bengongku, tiba-tiba ia menukik tajam secepat ia melesat. Samar-samar kulihat di bawahku, di kejauhan yang masih diluar jarak pandangku, titik-titik kecil dengan diameter yang berbeda, berkerumun, membentuk pola-pola yang tidak beraturan. Saat ketinggian kami semakin berkurang, semakin jelas pula mataku melihat titik-titik itu. Bentuknya seperti kerucut dengan ujung-ujungnya yang meruncing. Otakku bekerja keras dengan kecepatan petaflops yang aku tak tahu berapa nominalnya, memerintahkan milyaran neuron didalamnya untuk memasuki ruang perpustakaan dan perbendaharaan kata, mencari tahu apakah titik-titik itu.

Stalagmit! Kontan ku terkesiap dan menjerit, memekik, melengking sejadi-jadinya, sampai putus pita suaraku, saat burung itu menukik tajam, semakin cepat, mendekati stalagmit-stalagmit itu dan seketika itu pula melepaskan cengkeraman kaki-kakinya seraya melemparku, membanting tubuhku ke gugusan yang beberapa milidetik lalu berupa titik-titik tak bermakna. Kucoba meraih ekornya yang terjuntai melambai kearahku. Kugenggamkan tanganku, berharap juntaian ekor indah itu turut tergenggam didalamnya. Namun hanya sebentuk kosong yang kugapai. Ekor indah itu semakin menjauhiku dan masih melambai kepadaku seakan ingin mengucapkan salam perpisahan. Aku melayang sejenak kemudian jatuh, tubuhku hancur tercerai-berai, tertusuk, tersobek, dan terkoyak tombak alam itu.

Kembali aku terdiam, terpana, tanpa suara, namun kali ini untuk selamanya…

Home Sweet Home, Palembang
27 Juli 2007
20:50

Setan masih bicara

July 27th, 2007 | No Comments | Posted in Puisi Ga Jelas

Oleh: Idrus Fhadli

Membara ia berkata
Seputar harta, wanita, dan tahta

Semangatnya menguat
Tatkala ia mulai melaknat

Kau bilang aku munafik
Aku diam…

Lidahnya semburat merah
Tanda lancarnya laju sang darah

Matanya melek tiada berkedip
Saksikan kefanaan hidupnya

Kau bilang aku sok alim
Aku diam…

Mentari semakin mendekat
Dan mulai membakar sekelilingnya
Neraka laksana sejengkal dari ubun-ubun
Panas dan sangat menyiksa namun sejuk dan nikmat baginya

Kuharap agar gelap berlalu
Biarkan dingin, hujan, dan mendung datang
Padamkan panasnya api dunia
Biar sang setan terdiam
Sejenak dan selamanya

Lovely Home
27 Juli 2007
05:13

Gapura kota yang tambah hancur

July 25th, 2007 | No Comments | Posted in Photos

Beberapa waktu lalu gw pernah upload foto gapura selamat datang Kota Palembang yang berantakan, sekarang gw upload lagi foto terbarunya yang ternyata tambah berantakan + banyak coret-coretan…

Tolong kepada pihak yang berwenang agar gapura ini diperindah lagi, 2008 sudah dekat, jangan sampai menodai nama Kota Palembang di ajang Visit Musi 2008 nanti…

Gapura ini dapat dilihat bila memasuki Kota Palembang dari arah Lintas Timur (Indralaya)…

Gambar diambil pada 22 Juli 2007



Terima kasih…

July 24th, 2007 | No Comments | Posted in Puisi Ga Jelas

Oleh: Idrus Fhadli

Terima kasih…
Atas hari-hari yang indah
Atas hari-hari yang ceria
Atas hari-hari yang cerah

Terima kasih…
Atas senyum manismu
Atas canda tawa-mu
Atas inspirasimu

Terima kasih…
Atas kebaikan hatimu
Atas celotehanmu
Atas semangatmu

Terima kasih…
Ya, hanya terima kasih yang terucap
Seonggok kata yang tak seharga intan berlian
Namun terlantun dengan ikhlas dari hati
Yang kuharap dapat kau hargai

Terima kasih telah menjadi temanku…
Walau pertemuan itu singkat
Tapi bagiku sangat bermakna
Ku berharap dapat melihatmu kembali suatu saat…
Walau kau tak melihatku
Dan mungkin tak acuhkanku

Maaf bila ku pernah salah padamu…
Pernah menyakiti hatimu…
Ataupun menyinggung perasaanmu…
Kuharap kau memaafkanku…

Terima kasih…

(Dedicated to: Temen2 PKL-ku, khususnya Mezfi…)
Kantor Humas Pusri Palembang
24 Agustus 2007
10:24

Biar setan bicara

July 23rd, 2007 | No Comments | Posted in Puisi Ga Jelas

Oleh: Idrus Fhadli

Biar setan dalam mulut mereka bicara
Muntahkan jeritan keindahan dunia
Lontarkan caci maki memilukan hati

Biar setan dalam mata mereka memandang
Nikmati senang semu sesaat
“Sexy, bitchy, racist” jadi santapan

Biar setan dalam telinga mereka mendengar
Merdu desah nyanyian sang pendosa
Melodi nikmat terlaknat

Biar setan dalam kulit mereka meraba
Halus lembut tanah neraka bagai surga
Mengelus setiap jengkal nan menggoda

Biar setan dalam otak mereka berpikir
Cari cara nikmati semu esok hari
Berdusta menari-nari diatas nestapa

Kantor Humas Pusri Palembang
20 Juli 2007
10:46

Malam, gelap, hitam

July 23rd, 2007 | No Comments | Posted in Puisi Ga Jelas

Oleh: Idrus Fhadli

Malam!
Hina saja diriku!
Caci maki batinku!
Musnahkan makna hidupku!
Sampai aku mati!

Gelap!
Ejek diriku sesukamu!
Nodai diriku dengan laknatmu!
Bunuh batinku dengan belatimu!
Sampai aku mati!

Hitam!
Penuhi diriku dengan jelaga!
Kelam pekat tak terduga!
Sampai aku mati!
Dan tak bernyawa lagi!

Kantor Humas Pusri Palembang
23 Juli 2007
13:17

Pantaskah foto ini dipajang???

July 15th, 2007 | No Comments | Posted in Social Politics


Foto diatas gw dapetin dari salah satu media cetak yang terbit di Palembang. Judul beritanya “Penyakit tak kunjung sembuh, kakek uzur gantung diri”. Apa pendapat anda tentang foto tersebut? Pantaskah foto tersebut dipajang?

Mungkin tujuan pemuatan foto itu baik, yakni untuk menunjukkan kepada khalayak bahwa wartawan media yang bersangkutan memiliki gerak yang cepat, ia bisa mencapai lokasi kejadian dan segera meliputnya dengan cepat. Tapi, gw justru ga’ setuju dengan penampangan foto yang menurut gw vulgar dan tidak berperikemanusiaan tersebut. Gw rasa sebaiknya foto yang ditampilkan (kalau memang diperlukan) adalah beberapa saat setelah mayat tersebut dievakuasi.

Sebiduk di Sungai Musi :)

July 15th, 2007 | No Comments | Posted in Photos

Foto-foto ini gw ambil pas lagi jalan-jalan bareng Distributor Pusri Lampung pas mereka mengunjungi PT Pusri Palembang. Nama acara-nya “Sebiduk di Sungai Musi”…








Beberapa foto pewarnaannya agak jelek yah??? Gw motretnya buru2 sih mana cuma pake kamera HP doank (Nokia 6630)…

Masalah Peekaboo View???

July 14th, 2007 | No Comments | Posted in Info

Duh kenapa lagi neeh blog gw???
Apa Peekaboo View-nya yah yang error???
“Read More…”-nya ga bisa di-klik…
Aaaarrrggghhhh….
Padahal gw suka banget sama fitur satu ini…
Apa diilangin aja yah???
Yang laen, yang make Peekaboo View… Ada yang ngalamin hal serupa ga???