Setan masih bicara
Oleh: Idrus Fhadli
Membara ia berkata
Seputar harta, wanita, dan tahta
Semangatnya menguat
Tatkala ia mulai melaknat
Kau bilang aku munafik
Aku diam…
Lidahnya semburat merah
Tanda lancarnya laju sang darah
Matanya melek tiada berkedip
Saksikan kefanaan hidupnya
Kau bilang aku sok alim
Aku diam…
Mentari semakin mendekat
Dan mulai membakar sekelilingnya
Neraka laksana sejengkal dari ubun-ubun
Panas dan sangat menyiksa namun sejuk dan nikmat baginya
Kuharap agar gelap berlalu
Biarkan dingin, hujan, dan mendung datang
Padamkan panasnya api dunia
Biar sang setan terdiam
Sejenak dan selamanya
Lovely Home
27 Juli 2007
05:13
Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.
Related posts:



