Resident Evil 4: game edan favoritku

Mungkin sebagian besar gamer udah tau sama yang namanya Resident Evil, bahkan udah diangkat ke layar kaca, walaupun ceritanya agak beda (menurut gw…).
Resident Evil adalah game horror-adventure-third person shooter favorit gw selain Dino Crisis (tapi yang gw sebutin belakangan belum gw temui sekuel lanjutannya di PC). Sejak era PlayStation generasi awal gw udah keranjingan sama game yang satu ini (bahkan menurut sebuah situs game, Resident Evil termasuk dalam 10 game terbaik dan terpopuler sejagad raya). Dimulai dari Resident Evil 1: Director’s Cut dengan tokoh Chris Redfield dan Jill Valentine, Resident Evil 2 dengan tokoh Leon S Kennedy dan Claire Redfield, Resident Evil 3: Nemesis dengan tokoh Jill Valentine dan Carlos Oliveira, kemudian dilanjutkan dengan Resident Evil 4 yang tokoh utamanya Leon S Kennedy dan Ada Wong.
Sekuel 1 sampai 3 sukses besar menyita perhatian gw kala SMP dan SMU dulu, namun sekuel-sekuel selanjutnya ga sempet (atau lebih tepatnya belum sempet) gw maenin. Sebenernya selain keempat sekuel yang gw sebutin diatas masih ada beberapa sekuel lagi yang dirilis di platform PlayStation 2 seperti Resident Evil Code: Veronica yang dirilis untuk konsol Sega DreamCast, Resident Evil Code: Veronica X (versi Code: Veronica untuk PS2 dan GameCube), dan Resident Evil Zero.
Oh ya Resident Evil di Jepang dikenal dengan nama BioHazard, jadi jangan heran kalo di internet banyak yang memakai nama BioHazard ini. BioHazard=Resident Evil.
Berdasarkan informasi yang gw Googling, kedepannya akan dirilis Resident Evil: Umbrella Chronicles yang akan lebih banyak menguak misteri dibalik Umbrella Corporation-pencipta virus T dan senjata biologi berbahaya lainnya, dan Resident Evil 5 yang kembali akan memunculkan Chris Redfield sebagai tokoh utamanya.
Kembali ke topik, Resident Evil 4, sebenernya sekuel ini udah dirilis untuk platform PS2 pada 2005 lalu namun baru di-port ke versi Windows pada 2007. Secara keseluruhan, game ini sangat menarik namun memang yang namanya buatan manusia ga ada yang 100% perfect. Andaikan proses porting itu dilakukan secara habis-habisan, tentulah akan menciptakan game yang hampir mendekati sempurna.
Dimana letak ketidaksempurnaannya? Dari tata letak tombol-tombol yang digunakan selama permainan dan cutscene-cutscene yang agak buram. Sebagai informasi, dalam game menggunakan angka-angka sebagai kontrolnya. Angka 1=Ctrl kanan, angka 2=F, angka 3=Enter, angka 5=Shift kiri, angka 6=shift kanan. Dan pergerakan karakter menggunakan tombol A=bergerak ke kiri, D=bergerak ke kanan, W=bergerak maju, dan S=bergerak mundur. Untuk berbalik arah dengan cepat (menghadap/berbalik ke belakang) dapat menggunakan kombinasi tombol Ctrl kanan+S. Selain itu ada beberapa tombol penting yang harus diketahui yakni: I=membuka kotak inventori, M=membuka peta, panah keatas=mendongak, panah kebawah=menunduk, panah ke kiri=melihat ke kiri, panah ke kanan=melihat ke kanan.
Pada Resident Evil 4 ini, anda akan menghadapi musuh yang menurut gw kombinasi antara ‘virus’, ‘zombie’, ‘monster’, dan ’setanis’. Mulai dari koloni manusia zombie, maniak dengan gerjaji mesin, El Gigante-monster raksasa, Del Lagos-monster buaya raksasa, dan sebagainya.
Begitu banyak kejutan dan tantangan yang menunggu untuk dilewati apalagi ditambah dengan sound effect yang menurut gw “very very interesting!”. Disepanjang perjalanan anda bakal disuguhi suara-suara yang mendebarkan yang membuat permainan semakin horror dan mengasyikkan.
Pilihan senjata juga sangat memuaskan. Berbagai senjata dengan variannya (handgun, shotgun, bowgun, .44 magnum, rocket launcher, mine thrower, grenades, dsb) membuat kita leluasa memilih, ditambah lagi dengan kemampuan ‘tune up’ atau upgrade yang akan membuat kemampuan senjata semakin powerful. Sebagai saran, usahakan mengumpulkan uang/peseta sebanyak mungkin, kalau bisa sampai satu juta atau lebih, karena bila anda berhasil menamatkan game maka akan ada tawaran untuk membeli “Infinite Rocket Launcher” dari sang merchant. Atau bila anda menamatkan mini game bonus, “Separate Ways” dengan tokoh Ada Wong, anda bakal menemukan tawaran untuk membeli “Chicago Typewriter”, senapan mesin dengan amunisi UNLIMITED, keduanya dengan harga masing-masing satu juta peseta.
Cari aja tuh DVD gamenya di tempat jual CD/DVD game/program, cuma sekitar 15ribu-25ribu per-keping DVD, bajakan tentunya :P hehehe… Barang bajakan itu emang menyenangkan, murah meriah :P tapi kasihan juga yang dibajak yah :P
*Gw merasa terisolir bener semenjak hilangnya HP gw. Udah ga bisa browsing, ga bisa baca e-mail, ga bisa baca blog favorit, ga bisa denger musik sambil jalan, ga bisa chatting di YM! mobile, ga bisa ngoprek software Symbian, dan ga bisa yang lainnya… huhuhuhu… semua harus lewat komputer dan internet lagi… tapi ada hikmahnya juga, pulsa gw jadi lebih hemat :P hehehe… :P Btw, kapan gw dikasih HP baru lagi yah??? SE K800, SE W850, Nokia N70, atau yang laennya yah??? Harap-harap cemas neeh :P*





















