Browse > Home / Archive: August 2007

| Subcribe via RSS

Resident Evil 4: game edan favoritku

August 31st, 2007 | 18 Comments | Posted in Info, Windows Software


Mungkin sebagian besar gamer udah tau sama yang namanya Resident Evil, bahkan udah diangkat ke layar kaca, walaupun ceritanya agak beda (menurut gw…).

Resident Evil adalah game horror-adventure-third person shooter favorit gw selain Dino Crisis (tapi yang gw sebutin belakangan belum gw temui sekuel lanjutannya di PC). Sejak era PlayStation generasi awal gw udah keranjingan sama game yang satu ini (bahkan menurut sebuah situs game, Resident Evil termasuk dalam 10 game terbaik dan terpopuler sejagad raya). Dimulai dari Resident Evil 1: Director’s Cut dengan tokoh Chris Redfield dan Jill Valentine, Resident Evil 2 dengan tokoh Leon S Kennedy dan Claire Redfield, Resident Evil 3: Nemesis dengan tokoh Jill Valentine dan Carlos Oliveira, kemudian dilanjutkan dengan Resident Evil 4 yang tokoh utamanya Leon S Kennedy dan Ada Wong.

Sekuel 1 sampai 3 sukses besar menyita perhatian gw kala SMP dan SMU dulu, namun sekuel-sekuel selanjutnya ga sempet (atau lebih tepatnya belum sempet) gw maenin. Sebenernya selain keempat sekuel yang gw sebutin diatas masih ada beberapa sekuel lagi yang dirilis di platform PlayStation 2 seperti Resident Evil Code: Veronica yang dirilis untuk konsol Sega DreamCast, Resident Evil Code: Veronica X (versi Code: Veronica untuk PS2 dan GameCube), dan Resident Evil Zero.

Oh ya Resident Evil di Jepang dikenal dengan nama BioHazard, jadi jangan heran kalo di internet banyak yang memakai nama BioHazard ini. BioHazard=Resident Evil.

Berdasarkan informasi yang gw Googling, kedepannya akan dirilis Resident Evil: Umbrella Chronicles yang akan lebih banyak menguak misteri dibalik Umbrella Corporation-pencipta virus T dan senjata biologi berbahaya lainnya, dan Resident Evil 5 yang kembali akan memunculkan Chris Redfield sebagai tokoh utamanya.

Kembali ke topik, Resident Evil 4, sebenernya sekuel ini udah dirilis untuk platform PS2 pada 2005 lalu namun baru di-port ke versi Windows pada 2007. Secara keseluruhan, game ini sangat menarik namun memang yang namanya buatan manusia ga ada yang 100% perfect. Andaikan proses porting itu dilakukan secara habis-habisan, tentulah akan menciptakan game yang hampir mendekati sempurna.

Dimana letak ketidaksempurnaannya? Dari tata letak tombol-tombol yang digunakan selama permainan dan cutscene-cutscene yang agak buram. Sebagai informasi, dalam game menggunakan angka-angka sebagai kontrolnya. Angka 1=Ctrl kanan, angka 2=F, angka 3=Enter, angka 5=Shift kiri, angka 6=shift kanan. Dan pergerakan karakter menggunakan tombol A=bergerak ke kiri, D=bergerak ke kanan, W=bergerak maju, dan S=bergerak mundur. Untuk berbalik arah dengan cepat (menghadap/berbalik ke belakang) dapat menggunakan kombinasi tombol Ctrl kanan+S. Selain itu ada beberapa tombol penting yang harus diketahui yakni: I=membuka kotak inventori, M=membuka peta, panah keatas=mendongak, panah kebawah=menunduk, panah ke kiri=melihat ke kiri, panah ke kanan=melihat ke kanan.

Pada Resident Evil 4 ini, anda akan menghadapi musuh yang menurut gw kombinasi antara ‘virus’, ‘zombie’, ‘monster’, dan ‘setanis’. Mulai dari koloni manusia zombie, maniak dengan gerjaji mesin, El Gigante-monster raksasa, Del Lagos-monster buaya raksasa, dan sebagainya.

Begitu banyak kejutan dan tantangan yang menunggu untuk dilewati apalagi ditambah dengan sound effect yang menurut gw “very very interesting!”. Disepanjang perjalanan anda bakal disuguhi suara-suara yang mendebarkan yang membuat permainan semakin horror dan mengasyikkan.

Pilihan senjata juga sangat memuaskan. Berbagai senjata dengan variannya (handgun, shotgun, bowgun, .44 magnum, rocket launcher, mine thrower, grenades, dsb) membuat kita leluasa memilih, ditambah lagi dengan kemampuan ‘tune up’ atau upgrade yang akan membuat kemampuan senjata semakin powerful. Sebagai saran, usahakan mengumpulkan uang/peseta sebanyak mungkin, kalau bisa sampai satu juta atau lebih, karena bila anda berhasil menamatkan game maka akan ada tawaran untuk membeli “Infinite Rocket Launcher” dari sang merchant. Atau bila anda menamatkan mini game bonus, “Separate Ways” dengan tokoh Ada Wong, anda bakal menemukan tawaran untuk membeli “Chicago Typewriter”, senapan mesin dengan amunisi UNLIMITED, keduanya dengan harga masing-masing satu juta peseta.

Cari aja tuh DVD gamenya di tempat jual CD/DVD game/program, cuma sekitar 15ribu-25ribu per-keping DVD, bajakan tentunya :P hehehe… Barang bajakan itu emang menyenangkan, murah meriah :P tapi kasihan juga yang dibajak yah :P

*Gw merasa terisolir bener semenjak hilangnya HP gw. Udah ga bisa browsing, ga bisa baca e-mail, ga bisa baca blog favorit, ga bisa denger musik sambil jalan, ga bisa chatting di YM! mobile, ga bisa ngoprek software Symbian, dan ga bisa yang lainnya… huhuhuhu… semua harus lewat komputer dan internet lagi… tapi ada hikmahnya juga, pulsa gw jadi lebih hemat :P hehehe… :P Btw, kapan gw dikasih HP baru lagi yah??? SE K800, SE W850, Nokia N70, atau yang laennya yah??? Harap-harap cemas neeh :P*

Cinta Bullshit

August 31st, 2007 | No Comments | Posted in Puisi Ga Jelas

Kau beri apa maunya
Ia belajar meminta lebih
Kau tolak apa maunya
Ia belajar merajuk

Kau sebut itu cinta?

Saat kau kaya ia datang
Saat kau bahagia ia sayang
Cinta dan sayangnya hanya saat kau terbang
Namun sekali kau jatuh melayang ia menghempasmu

Kau sebut itu cinta?

Bila kau sebut itu cinta
Aku yakin kau pasti merana
Bila kau sebut itu cinta sejati
Aku sebut itu cinta bullshit

Cintanya cinta tai kucing

By: Idrus Fhadli
Kopi 15
28 Agustus 2007
21:47

Aku bukan binatang!

August 31st, 2007 | No Comments | Posted in Puisi Ga Jelas, Social Politics

Suaramu kencang dan lantang
Mencaci maki aku yang hanya bisa merangsang, mengangkang, lantas melentang
Tapi mengapa kau bilang aku binatang?!

Kemarin malam kulihat kau yang mengaku manusia
Terkulai terhuyung terbius candu dunia selaksa
Datang mengiba padaku. binatang, mengharap canda dan cinta membara

Biar kali ini aku menentang dan membangkang
Bahwa aku bukan binatang!
Bukankah kau butuh senang dan aku butuh uang?

Kita berdua sama manusia
Yang terbuang dikolong kelam dunia
Ingin selalu melanglang buana walau harga diri terhina

By: Idrus Fhadli
Kopi 15
Kamis, 30 Agustus 2007
01:34

Hape-ku sayang…selamat jalan… hiks…hiks…hiks…

August 27th, 2007 | 1 Comment | Posted in Curhatan

Refreshing di Paris van Java ternyata ga cuma seneng doank, tapi juga meninggalkan luka mendalam di relung-relung hati sang pencinta (ngawur!!!)…
Begini ceritanya…

Hari minggu (26 Agustus 2007), sekitar jam 7 pagi, temen gw Omar sama Angga ngajakin buat jalan ke Gazibu, ngeliatin pasar minggu dadakan sekalian cuci mata :P
Gw yang masih ngantuk, pasrah aja ngikutin mereka, daripada ga tahu apa-apa tentang pasar minggu dadakan itu pikir gw.

Dah, gw masuk WC, nyetor (hukumnya WAJIB!!!), trus mulai kecipak-kecipuk-gedebar-gedebur mandi di pagi yang teramat dingin!!! Gila!!! Hampir mati kedinginan gw!!!

Udah mandi, setelah rapi, gw nengok ke Hape gw dengan sedikit firasat ga enak, awalnya sih mau gw bawa aja keduanya (Nokia 6630 sama Siemens M55) tapi gw ragu, bawa salah satu aja pikir gw, 6630 atau M55 yah??? Bingung!!! Ya udah gw bawa 6630 dengan pertimbangan nomornya lebih dikenal khalayak luas (emang apaan!!! artis kali yah???), dan M55 istirahat di kamar Omar.

Lanjut…
Kami menyusuri jalan Purnawarman terus ke Gazibu dengan mengendarai mobil tanpa polusi, KAKI. Nyampe di sana, kami muter-muter kayak orang bego (lha wong cuma mau liat-liat aja toh, ga niat mau beli apa-apa). Pas ditengah-tengah (atau lebih tepatnya diantara) jibunan stan-stan penjaja dagangan baju, makanan, dll, bawah celana jeans gw ditarik-tarik dari belakang. Gw kaget, awalnya sih gw pikir ada cewek yang ngefans sama gw, minta tanda tangan gitu sampe histeris trus narik-narik kaki gw. Eeeehhh, ternyata ada muka ‘tikus got jelek keriput item make topi butut jaket lusuh plus bau ketiak busuk naudzubillah min dzalik’ yang nyengir anjing sambil bilang “awas rokok, awas rokok”

Gw sih nggak nyadar kalo orang itu ternyata copet. Untungnya tangan kanan gw refleks megangin pantat indah gw (ada dompetnya woi…), dan dompet gw terlindungi.

Setelah jalan beberapa langkah kedepan, si Omar nanya “kenapa tadi, drus?”, “ah, ga papa tadi gw hampir nginjek rokok orang” jawab gw polos. “Seriusan lo, ada yang ilang ga?” lanjut Omar, “kayaknya ga ada mar”.

Setelah jalan dua langkah lagi, gw nyadar kalo ternyata kantong jeans sebelah kiri gw kok tiba-tiba ringan, “Hape gw ilang!!!”, gw panik, muka gw pucet pasi, membiru, nafas gw sesak, darah gw tiba-tiba berhenti ngalir, jantung gw berhenti berdetak, semua terasa gelap, dingin, “dimana gw”, pikir gw… OVERACTING YACH :P

GW DICOPET!!! Dan parahnya pencopet itu dicurigai adalah “wong kito galo jugo”. Si Angga sempet denger seseorang bilang “kacomato, kacomato”, dia pikir orang jualan kacamata, ternyata gw udah diincer…

Kenapa gw yang diincer??? Mungkin karena gw ganteng, imut, cute, manis, baik hati, dan lain-lain kali yah??? (Wuueeekkkssss…muntah…muntah…)

Kalo masuk koran, headline-nya bagus nie, “Wong kito galo dicopet wong kito galo”… Hehehe…

Spontan sikap gw berubah jadi lebih ganas, gw jalan dengan gagahnya sembari melototin satu-satu orang yang berpapasan sama gw, harap-harap cemas bakal nemuin ‘si copet muka anjing buluk bin bau laletan penuh kutu’ namun ternyata ga ketemu… :(

Gw kecewa…

Gw menyesal…

Menangis…tertawa…semua tak bisa dihindari… (dari lirik lagu Kuldesak as performed by Ahmad Dhani)

Pas lagi nyari-nyari si copet bermuka anjing buduk itu, gw ketemu ama polisi, gw laporin dah kejadian itu, ternyata rombongan pak polisi itu juga lagi nyari rombongan copet bermuka anjing buduk itu. Katanya, bukan cuma gw yang ngalamin kejadian itu di hari itu, melainkan udah ada sekitar 3 atau 4 orang yang ngelapor kecopetan. Weleh weleh…

Namun anehnya gw masih bisa nyengir plus ketawa-ketiwi dengan hati yang sama sekali ga dagdigdug… Si Omar sama Angga udah kayak orang habis dikejer setan…

Gw ngajakin sarapan, kami pilih bubur ayam!!! Wuekksss…buburnya ga ada kuah sama sekali, udah kayak bubur bayi gitu… si Angga hampir muntah, tapi gw bisa bertahan sampai suapan terakhir :P

Udah makan kami pulang ke Asrama, siangnya gw ngalapor sama BoNyok, untung ga dimarahi. Nyokap gw justru menenangkan “harta boleh ilang, tapi ada satu hal yang ga boleh ilang, yakni IMAN”. Bener aja, gw jadi ikhlas, mungkin ada hikmahnya, pikir gw…

Huhuhuhu…. gw tersedu tergugu dalem ati, tu hape gw beli setahun yang lalu dengan dana pas-pasan, 2 jeti rupiah… Begitu banyak kenangan yang gw lalui bersama si 6630 itu, boker bareng (serius nih, gw boker sambil maen game SkyForce atau ga tu S-Tris 2), browsing bareng, moto cewek bareng, buka imel bareng, baca Qur’an bareng, denger musik bareng, pokoknya kemana-mana barenglah…

Selamat jalan hape-ku sayang…

Kenang-kenangan darimu akan kusimpan dan kukenang selalu (charger, headset, kotak, kuitansi, casing asli, manual book, kabel data, CD driver, de-el-el)… Semoga kau diperlakukan pemilik barumu dengan lebih baik dan membawa berkah baginya… Amiiinnn…

*Oh ya, gimana si copet mau pake hape gw yah??? Wong sekuritinya over-protected banget. Pesan dikunci, pengaturan dikunci, manajer file dikunci, manajer aplikasi dikunci, FExplorer dikunci, X-plore dikunci, Profimail dikunci, SafeNote dikunci, Log dikunci, tiap satu menit terkunci otomatis, pokoknya serba dikunci gitu, pake software Advanced Device Lock (yang tertarik, silakan cari di http://www.dotsis.com/, versi bajakan tentunya). Kalo dia ngganti SIM card, bakalan ketemu sama permintaan PIN dari sistemnya, dilanjutkan dengan konfirmasi start up dari Advanced Device Lock yang otomatis ngunci pas hape dinyalain dan ga bakal ngeliat yang namanya ‘tampilan utama’ kalo passwordnya ga dimasukin dengan bener. Gimana donk, pet??? (pet=copet). Bisa ga lo make’ hape gw??? Passwordnya: ****** (Advanced Device Lock), *** (FExplorer), *** (X-plore), ***** (SafeNote)… Selamat berjuang mencari cara buat nge-hard reset dan menguninstal Advanced Device Lock-nya :) hehehe… satu kata lagi GOOD LUCK, PET!!! AND LET YOU DIE THEN GO TO HELL!!!*

‘Otongku’ kesirem air 3/4 panas…aaarrrgggghhhh…

August 27th, 2007 | No Comments | Posted in Curhatan

Ni kejadian sekaligus pengalaman gila pertama pas hari pertama di Bandung…
Setting tempatnya di kamar mandi Wisma BKN…
Pemeran utamanya GUE…

#Scene 1, take 1, Action…
Yep, kami udah nyampe di Wisma BKN, dianterin sama Ferta, ‘bininya’ Angga. Saking capeknya duduk selama kurang lebih 8 jam didalem bis, gw langsung ‘terkapar’ di kasur yang empuk (di kamar tersebut ada 2 spring bed), Angga masih sibuk berceloteh sama biniya tadi. Oh ya, kami menempati kamar nomor 5, siapa tahu ada yang kenal sama kami, ‘tetangga biang pembuat keributan selama dua hari’ disana :P

#Scene 2, take 1, Action…
“Wah, airnya tinggal dikit” gw denger Ferta ngomong pas dia masuk ke kamar mandi trus terdengarlah gemericik air cyuuuuuu….rrrrr…. seperti di sungai di tengah pegunungan (ngayal dikit…)

#Scene 3, take 1, Action…
Ferta pulang ke kosannya, ninggalin kami berdua sama dua bungkus nasi kuning. Karena masih lemes + capek, kami masih tidur-tiduran di kasur masing-masing.

#Scene 4, take 1, Action…
Gerah!!! Gw berontak!!! Bangkit berdiri!!! Trus mbuka tas ngeluarin peralatan mandi. Karena gw lupa bawa anduk, gw colong aja anduknya Angga walaupun dia ribut-ribut setengah mati takut ketuleran panu kadas kurap dari gw (padahal NGGAK WOYYY…). Kreeekkk…blam…Pintu kamar mandi gw buka trus gw tutup.

WARNING!!! Selanjutnya hanya untuk dibaca oleh yang telah berumur 17 tahun keatas!!!

#Scene 5, take 1, Action…
Dengan perlahan gw buka baju gw, kaos singlet gw, dilanjutkan dengan melepas iket pinggang, nyeleretin resliting jeans…
Tinggal kolor warna biru aja yang tersisa, karena gw pikir nanggung, jadinya gw lepas juga tu kolor, full bugilllll…..hiiiiii…..

#Scene 6, take 1, Action…
Gw ciduk air satu cidukan, trus meraih kantong peralatan mandi, ngeluarin sabun Biore Men, shampoo Clear Men, odol Pepsodent Complete Care+Gum, sikat gigi ProDental, dan sabun muka Pond’s Oil Control (detil banget yah :P). Setelah peralatan mandi gw tata serapi-rapinya dipinggir bak, dengan nikmatnya gw ngeluarin air kencing gw yang udah tertahan sejak tadi. Cyuuurrrr….aaahhh…legaaa….

#Scene 7, take 1, Action…
Gw ambil ciduk yang udah berisi air trus dengan perlahan gw siremin ke ‘otong’ gw. Daaaaannnn…gw njerit, AAAAARRRRGGGGHHHHH….UUUOOOOOHHHHH….PANAAAAASSS…. Gila!!! ternyata keran airnya ngarah ke kiri, terpampang dengan indahnya logo air panas warna merah didepan mata gw… Sialll!!! Gw ngumpat-ngumpat ga jelas. Trus gw masukin tangan gw ke bak, lagi-lagi Gila!!! itu mah air mendidih!!! Gw pake anduk, muter keran ke kanan (air dingin), trus keluar kamar…

#Scene 8, take 1, Action…
Di depan kamar mandi si Angga udah melongo, trus dengan polosnya nanya “ngapo, drus??? la kayak wong kesetanan bae”. Gw suruh dia ngerasain air bak mandi, pas udah ngerasain, dia ketawa ngakak… “aku tau…aku tau…” katanya disela-sela ketawa menjijikkannya…

*gw ga tau siapa yang muter kerannya ke arah kiri, Ferta juga ga ngaku, apalagi si Angga*

*untung air dalem ciduk itu udah gw diemin sebentar pas gw nata peralatan mandi di pinggir bak, kalo langsung gw ciduk dari bak trus gw siremin ke ‘otong’ gw, wah, berabe, kacau ‘masa depan’ gw*

#Scene 9, take 1, Action…
The End…!!!

5 hari 4 malam di Paris van Java

August 27th, 2007 | No Comments | Posted in Curhatan

Huuuuaaaahhhh……
Capek bener……
Tanggal 21 kemaren (selasa malem) gw sama temen gw, Angga, berangkat ke Bandung. Naek Kramat Djati. Rencananya sih mau hadiri wisudaan ‘bininya’ Angga (namanya Ferta) sekalian refreshing, melepaskan penat :P
Bis berangkat jam 7:30 teng, nyampe sekitar jam setengah tujuh pagi. Pas nyampe di Bandung (Jalan Ambon) kami nungguin si Ferta yang katanya mo njemput sekalian nganterin ke Wisma tempat kami bakal nginep selama tiga hari. Di Jalan Ambon, kami udah disuguhin tumpukan sampah yang baunya naudzubillah!!!
Wisma BKN (Badan Kesejahteraan |Nasional) adalah tempat singgah kami, tempatnya di deket Telkom Gazibu, daerah Surapati/SuCi.
Maunya sih nginep disana selama 3 hari aja trus pulang ke Lampung lagi, ternyata rencana berubah, kami nginep di Wisma selama 2 hari trus pindah ke Asrama Sumsel di Jalan Purnawarman. Nanya alesannya??? :P Karena nginep di Wisma itu ngabisin duit 100ribu per-harinya. Sedangkan kalo di Asrama Sumsel GRATIS!!! Hehehe :P Siapa sih yang ga mau barang gratisan :P
Oh ya, pas nungguin si Ferta dateng, si Angga kelepasan ngomong bahasa Palembang sama sopir bus Kramat Djati-nya trus kata pak sopir, “Jangan ngomong bahasa Palembang dek, kurang ajar”. Lah maksudnya??? Kok kurang ajar sih??? Masa gw sama Angga harus ngomong LO-LO-GUE-GUE??? Nggak banget deh… :P kecuali kalo kami ngomong sama orang laen yang bukan berasal dari Palembang…
Banyak bener pengalaman baru yang gw dapet selama 5 hari tersebut…(Cieeee….kata-katanya bo’ PENGALAMAN…sok yah :P)
Pengalaman apaan??? Mulai dari ‘otong’ gw kesirem air 3/4 panas, nyasar, maen ke tempat temen bokap yang udah 20 tahunan ga ketemu, sampe Hape ilang di Gazibu…
Tapi gw seneng kok, apalagi selama tinggal di Asrama Sumsel, budak Plembang galo coy… Trus disana juga gw banyak ketemu sama temen2 SMP dan SMA gw…
Thanks to budak-budak Asrama Sumsel…khususnya buat Omar, Febri, Azis, Frans, Anugrah, dan semuanya…
:)
Tetep semangat!!!
*Gue suka kerindangan dan kehijauan Bandung… Pertahankan…*

Logika uang kembalian

August 19th, 2007 | 1 Comment | Posted in Curhatan

Kemaren sore gw, vany, sama anto keluar buat beli gorengan. Rencananya mo beli di tempat langganan, di depan ‘jln.cengkeh’ tapi berhubung tutup, ujung-ujungnya balik lagi beli yang di depan ‘jln.kopi’. Si Anto ga jadi beli karena ga ada pempeknya, vany beli dua ribu, gw yang mulanya ragu antara mo beli atau ga akhirnya memutuskan buat beli seribu aja, digabung sama beliannya si vany yang dua ribu, jadi totalnya tiga ribu.

Vany udah naroh duitnya diatas gerobak gorengan tersebut, dua ribu. Karena gw nambahin seribu, jadi gw ambil duitnya yang dua ribu itu trus gw ganti sama duit gw, lima ribu.

Gorengan udah dibungkusin, dan duit lima ribu tadi udah diambil sama bibi tukang gorengan, kami bertiga masih berdiri disebelah gerobaknya. Trus si bibi tadi nanya, “nunggu apa lagi, dek?”, “nunggu kembaliannya, bu”, jawab vany. “Loh? bukannya tadi udah diambil? dua ribu yang tadi?” lanjut si bibi. Maksudnya, uang dua ribu yang ditaroh vany sebelumnya. “Oh iya”, vany ngejawab dengan polosnya trus jalan. Gw kaget pas ngeliat kelakuannya si vany trus gw bilang, “loh van, masih kurang dua ribu lagi kali”. “Kita tadi kan beli tiga ribu, uangnya lima ribu, kembaliannya dua ribu, tadi kan udah lo ambil”, jawabnya. “Ngeyel lo! pake logika donk”, timpal gw lagi.

Si anto yang sedari tadi diem akhirnya angkat bicara. “Emang duitnya tadi berapa?”, katanya. “Lima ribu”, jawab gw. “Total duitnya kan tujuh ribu, punya vany dua ribu, punya Idrus lima ribu, beli gorengan tiga ribu, di Idrus udah ada dua ribu, jadi masih kurang dua ribu lagi, bu”, lanjut si anto. “Iya ya”, gumam vany.

Akhirnya si bibi gorengan tadi dengan tampang sedikit ga seneng, ngasihin juga kembalian dua ribu tadi.

“Untung ada anak statistik”, gw ngelirik ke anto, si vany udah asik dengan gorengan dimulutnya. Dan gw masih senyam-senyum dalem hati nginget kejadian sama bibi gorengan tadi.

Sabtu, 18 Agustus 2007
Kopi 15
21:34

Kau tak bisa hilang (dari pikiranku)

August 19th, 2007 | No Comments | Posted in Curhatan, My Words

Entah mengapa, akhir-akhir ini ku semakin merindukanmu. Aku rindu wajah cantikmu, aku rindu ceplas-ceplosmu, aku rindu senyum manismu, aku rindu gemulai gerakmu, aku rindu tatapan bening matamu.

Gelisah itu mengunjungiku setiap waktu, setiap ada kesempatan, saat ku merenung sendiri, kesepian tanpa hadirmu, hanya bertemankan memori indah dalam alam pikirku.

Apa kabarmu disana, bidadari? Diri ini terus menerus memikirkanmu, apa kau tahu itu, bidadari?

Setiap kali ku ingin berpaling darimu, mencoba berlari dari bayang-bayangmu, diri ini semakin sakit, hati ini semakin teriris terperih tak tertahankan.

Setiap kali ku ingin hapus gambar tentangmu, ia semakin jelas terpampang dihadapanku. Garis demi garis sketsa itu membentuk sosok sempurna dirimu, yang membuatku tak mungkin melupakanmu.

Setiap kali ku ingin gantikan dirimu dengan yang lain, aku tersadar bahwa tak ada yang mampu menggantikan dirimu.

Setiap kali ku pandangi langit malam, purnama seakan enggan menampakkan diri, hanya desiran angin dingin yang setia menemani dan menyelimutiku. Sesekali ku berbisik pada sang angin, tolong sampaikan salamku untukmu disana, apa kau menerima salamku, bidadari?

Walau kau jauh disana, aku ingin kau selalu ceria, selalu cerah, tersenyum dan tertawa, berikan keindahan kepada dunia yang kelam ini, berikan cahaya pada malam yang gelap ini. Ku selalu berharap yang terbaik untukmu, bidadari.

Entah di pelabuhan mana lagi harus kutambatkan kapal-kapal cinta ini. Yang ada hanya bentangan samudra nan luas membiru, mengelilingi dan mengaburkan pandanganku. Membuat hidupku semakin hampa dan tak berarti.

Selalu terlintas dibenakku, apakah ada tempat berlabuh didepan sana? Agar ku bisa menepi sejenak ‘tuk sekedar pulihkan semangat hidup yang mulai terkorosi ini. Walaupun aku masih harus berlabuh berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun lagi? Kata hatiku berbisik, kau pasti menemukan pelabuhan itu di satu pulau yang lebih indah dari pulau-pulau lainnya.

Semoga…

Kamar kost-ku, Bandar Lampung
Jum’at, 17 Agustus 2007
13:15

Jangan habisi kami… (olahraga brengsek di kutub!!!)

August 17th, 2007 | 1 Comment | Posted in Curhatan, Photos, Social Politics

Gw dapet foto-foto ini dari e-mail yang dikirim oleh seorang temen di India sebagai bentuk protes terhadap pembantaian hewan-hewan kutub ini (gw kurang tau hewan apa tuh sebenernya, sejenis singa/anjing laut kali yah. Walaupun begitu, hati gw tetep trenyuh juga melihatnya). Orang-orang (sang pembantai) itu bilang kalo itu adalah olahraga. Anda setuju dengan olahraga semacam ini? WHAT THE ‘FUCKING’ KIND OF SPORT!!! DUNIA EMANG UDAH GILA!!! PLEASE…STOP THE KILLING OF SEALS…
















Kacau…

August 17th, 2007 | No Comments | Posted in Curhatan

Ni cerita yang serba kacau, harap maklum…

#1 Gw berangkat ke Lampung tanggal 14 malem, hari selasa malem rebo. Mesen tiket kereta pas tanggal 13, hari senen. Karena gw pulang sendiri (biasanya sama temen gw si Angga), gw berencana mo beli tiket eksekutif tapi sial! kehabisan! baru ada tanggal 19. Jadi deh gw naek bisnis sambil harap-harap cemas, moga-moga disebelah gw cewek cakep :P tapi harapan tinggal harapan, gw duduk sama seorang ibu-ibu, yang kalo nelpon suaranya kenceng bener!

#2 Didalem kereta gw diem aja, si ibu tadi udah lelap. Gw lanjutin baca buku “Kalam Cinta Dari Tuhan”, lanjutinnya dari halaman 300 sementara tebelnya cuma sekitar 380an, dalam waktu singkat buku itu selesai gw baca. Bingung mo ngapain lagi didalem kereta, gw ambil headset, trus gw colokin ke hape, jadi deh berdendang sendiri sambil kaki beku kaku layu didepan diem ga bisa gerak semau jidat. Biasanya kalo sama si Angga, kaki gw cuek aja mo ndarat dimana.

#3 Pas mo turun dari kereta, mulai nurunin barang-barang (gw bawa satu tas jinjing isinya buku sama baju, dan satu tas dukung yang isinya kolor mengolor, kaos singlet, deodoran, parfum, dll. Si ibu itu bilang, “wah banyak jugo barang kau nak”, gw jawab, “ah dak jugo bu, cuma tas duo ikok isinyo baju samo buku”, “ooohhh, jadi di Lampung jualan baju samo buku ye, waahhh masih mudo la pacak bebisnis”. Glek! gw diem aja sambil nyengir anjing dalem hati.

#4 Pas nyampe kosan gw tidur-tiduran bentar, setelah melahap sepiring nasi uduk “Pak Adip”, gw keluarin kipas angin dari persembunyiannya, trus gw colokin dan gw pijit nomor 1, paling kenceng. Tapi, what’s up! what the hell! kipasnya ga muter sama sekali, yang muter cuma bloovernya doang! arrgghhh… karena kesel, gw angkat tu kipas trus gw bantingin ke lantai. Bravo! kipasnya bisa muter lagi tapi debu-debu didalemnya pada keluar semua dan masuk ke idung antik gw. Kenapa gw bilang antik? karena idung gw ga bisa kompromi sama yang namanya debu! dan seharian gw bersin-bersin, ingus meler kemana-mana. Mungkin karma dari si kipas angin kali yah :) marah gara-gara gw banting.

#5 Setelah puas berantem sama kipas angin, gw naek ke atas, ke kamarnya si Vany buat ngambil CPU gw. Dah, CPUnya udah dibawah. Gw colokin ke UPS trus gw pijit tombol powernya, nguuuungg…suara kipas meraung. Tapi kok ga masuk-masuk ke sistem operasinya yah? Restart terus. Gw pencet-pencet tu tombol reset-nya akhirnya bisa masuk juga ke WinDos, gw cari Spider Player, ga ada, ternyata belum diinstal, dah gw jalanin aja Musicmatch, trus ngompilasi playlist, nyalain salon dan the rock is rockin’!!!

#6 Siang harinya, tiba-tiba blep! komputer gw nge-hang, duh kenapa lagi nih, pikir gw. Ya udah gw teken-teken lagi tombol resetnya, malah kali ini ga masuk sama sekali, BIOS pun nggak. Gw curiga sama power supply-nya dengan sedikit kecemasan kerusakan motherboard. Besok paginya gw bawa tu kompie (oh ya nama kompie gw ‘Sheby’, terinspirasi dari artis cantik Asmirandah Sheby…hehehe…) ke Griya Com, tempat gw ngrakitnya setahun yang lalu dan bener aja ternyata power supply-nya yang rusak. Keluar lagi tuh duit 125ribu! power supply 85ribu plus ongkos servis 40ribu. Kalo tau gitu mah gw ganti sendiri aja power supply-nya, ga pake ongkos servis segala! Sial!

#7 Malem harinya, temen kosan gw, si Dedi, bilang kalo mo nonton Avatar dikamarnya si Anto, dia baru beli DVD kompilasinya yang sampe Book 2. Anak-anak kosan pada ngumpul, gw diem dalem hati, “wah hebat juga yang bikin film Avatar – The Last Airbender ini, anak-anak remaja bangkotan sampe tergila-gila juga (termasuk gw!)”, nonton dimulai sekitar jam 8 (sehabis Naruto di GlobalTV), selesainya jam setengah 12 malem. Itu pun dengan hati yang amat sangat mendongkol. Gimana nggak, book 2-nya cuma sampe chapter 18 doank! penasaran banget sama ending book 2 itu…padahal lagi seru-serunya…