Browse > Home / Personal / Logika uang kembalian

| Subscribe via RSS

Logika uang kembalian

August 19th, 2007 Posted in Personal

Kemaren sore gw, vany, sama anto keluar buat beli gorengan. Rencananya mo beli di tempat langganan, di depan ‘jln.cengkeh’ tapi berhubung tutup, ujung-ujungnya balik lagi beli yang di depan ‘jln.kopi’. Si Anto ga jadi beli karena ga ada pempeknya, vany beli dua ribu, gw yang mulanya ragu antara mo beli atau ga akhirnya memutuskan buat beli seribu aja, digabung sama beliannya si vany yang dua ribu, jadi totalnya tiga ribu.

Vany udah naroh duitnya diatas gerobak gorengan tersebut, dua ribu. Karena gw nambahin seribu, jadi gw ambil duitnya yang dua ribu itu trus gw ganti sama duit gw, lima ribu.

Gorengan udah dibungkusin, dan duit lima ribu tadi udah diambil sama bibi tukang gorengan, kami bertiga masih berdiri disebelah gerobaknya. Trus si bibi tadi nanya, “nunggu apa lagi, dek?”, “nunggu kembaliannya, bu”, jawab vany. “Loh? bukannya tadi udah diambil? dua ribu yang tadi?” lanjut si bibi. Maksudnya, uang dua ribu yang ditaroh vany sebelumnya. “Oh iya”, vany ngejawab dengan polosnya trus jalan. Gw kaget pas ngeliat kelakuannya si vany trus gw bilang, “loh van, masih kurang dua ribu lagi kali”. “Kita tadi kan beli tiga ribu, uangnya lima ribu, kembaliannya dua ribu, tadi kan udah lo ambil”, jawabnya. “Ngeyel lo! pake logika donk”, timpal gw lagi.

Si anto yang sedari tadi diem akhirnya angkat bicara. “Emang duitnya tadi berapa?”, katanya. “Lima ribu”, jawab gw. “Total duitnya kan tujuh ribu, punya vany dua ribu, punya Idrus lima ribu, beli gorengan tiga ribu, di Idrus udah ada dua ribu, jadi masih kurang dua ribu lagi, bu”, lanjut si anto. “Iya ya”, gumam vany.

Akhirnya si bibi gorengan tadi dengan tampang sedikit ga seneng, ngasihin juga kembalian dua ribu tadi.

“Untung ada anak statistik”, gw ngelirik ke anto, si vany udah asik dengan gorengan dimulutnya. Dan gw masih senyam-senyum dalem hati nginget kejadian sama bibi gorengan tadi.

Sabtu, 18 Agustus 2007
Kopi 15
21:34



Creative Commons License Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.

Related posts:

  1. Kisah di fotokopian…
  2. Dicekik refill tinta infus
  3. Kacau…
  4. Dunia khayalan, dunia si…
  5. Pelajaran di stasiun

One Response to “Logika uang kembalian”

  1. Panjoel Says:

    musti giat lagi neh belajar matematikanya..kkekekekek

    [Reply]


Leave a Reply

You can use plurk smilies syntax, for example: (LOL), (tears), (ROFL), etc.