Browse > Home / Archive: August 2007

| Subscribe via RSS

Yep…jajak pendapat dibuka…

August 3rd, 2007 | No Comments | Posted in News and Information

Coba liat disebelah kanan atas anda, ada sebuah kolom jajak pendapat kan?
Nah, partisipasinya gw tunggu yah, demi perbaikan kedepannya…
Oh ya, jawab aja yang jujur, kalo bagus bilang bagus, kalo jelek bilang jelek :)
Jajak pendapat ditutup tanggal 28 Agustus 2007 tepat pukul 1:00 AM…
Kenapa dengan tanggal 28 Agustus???
Karena pada tanggal itulah gw bikin blog ini…

Enaknya dapet "gaji"…Heuheuheu :)

August 3rd, 2007 | No Comments | Posted in Personal


Barusan gw pulang dari Dinas Diklat PT Pusri buat ngambil surat keterangan telah melaksanakan Praktek Kerja Lapangan disana, sekalian sama “gaji” gw selama satu bulan. Emang ga’ gede sih jumlahnya, cuma Rp.66000 doank, pas baru masuk dulu dikasih tahu kalo perhari dikasih Rp.3000.

Dengan duit segitu kamu bisa seneng drus? Hahaha…Ya iyalah, hasil keringat gw sendiri gitu… :)

Gw baru ngerasa kalo nyari duit itu susah dan melelahkan, terkadang tubuh dan tulang ini serasa habis digebukin massa. Pegel-pegel dan capek…

Fuuuhhh…

Rencananya sih ni duit mo gw pake buat beli kaos, lumayan bisa dapet satu/dua kaos :)

Ntar gw pamerin deh, ni kaos hasil kerja gw, hasil banting tulang gw…

Bodo amat orang laen mo bilang apa :P

Heuheuheu…

Atau mungkin buat beli buku aja yah?!

Tau deh :P

Alhamdulillah…adikku lulus…

August 2nd, 2007 | No Comments | Posted in Personal


Terima kasih ya Allah…
Adikku bisa diterima di Universitas dan Jurusan yang ia idamkan…
Manajemen Unsri (Universitas Sriwijaya)…
Semoga bisa membuka jalan hidupnya yang cerah dan bersinar ke depannya…
Selamat adikku…
Kau mahasiswa sekarang…
Bukan lagi anak SMA…

Relaxa vs bau truk sampah…

August 2nd, 2007 | No Comments | Posted in Photos


Mampukah wanginya Relaxa melawan baunya truk sampah???
Hahaha… :D
(just kidding…)
*sebenernya dibawahnya itu tempat pembuangan sampah, tapi pas gw potret lagi bersih tuh*

*foto diambil di deket koperasi Telkom, Kalidoni, Palembang. Tanggal 1 Agustus 2007*

Hari terakhir PKL…

August 2nd, 2007 | No Comments | Posted in Personal

*dari kiri ke kanan: neng tri, novi, pak usman, mezfi, pak nizar, aku*

*dari kiri ke kanan: aku, novi, neng tri, mezfi, pak nizar*

*pusri dari ruang rapat direksi, lantai 7*

*pohon di lapangan deket diklat, deket rumah sakit pusri juga :)*

Uuuuwww…31 Juli kemarin adalah hari terakhir PKL (Praktek Kerja Lapangan)-ku. Setelah kurang lebih satu bulan menjalaninya. Memang suasananya sangat bervariasi, kadang senang gembira, kadang membosankan. Senang bila ada banyak yang bisa dikerjakan namun bosan teramat sangat bila tak ada yang bisa dikerjakan. Tapi walaupun bosan tapi ku tetap semangat (karena ada sang bidadari… :P heuheuheu…).

Banyak yang kupelajari selama masa tersebut, tentang kehumasan, tentang pekerjaan, dan tentang kehidupan. Staf-staf Humas PT Pusri tempatku PKL ramah-ramah, tiada hari tanpa lelucon, guyonan, dan tawa membahana. Mereka begitu atraktif dan interaktif. Kadangkala saling menyindir satu sama lain, namun tak ada yang merasa tersinggung apalagi marah, “kalau mudah marah bukanlah figur staf kehumasan”, begitu kata mereka.

Acara dan kunjungan merupakan kegiatan favorit kami, para anak magang/PKL. Sebab dengan adanya acara dan kunjungan tersebut kami bisa belajar lebih banyak selain mendapatkan kue, snack, makan siang, dan jalan-jalan tentunya. Kami sempat “berlayar” menaiki ferry milik PT Pusri mengitari sungai Musi saat ada kunjungan dari Distributor Pupuk PPD (Perwakilan Pusri Daerah) Lampung. Acara itu begitu meriah, setiap orang berbahagia. “Tamu adalah raja, jadi sebisa mungkin kita harus membuat mereka senang” lagi-lagi kata bapak-bapak Humas tersebut.

Sempat terlintas dipikiranku, saat merasakan bosan duduk dikantor tanpa kerjaan, “enak juga kerja kayak begini, nyantai, ruang AC, internet gratis, digaji pula. Tapi entah apa aku cocok dengan suasana kerja ini? Pergi pagi pulang sore menjelang malam, enam hari seminggu, hampir tidak ada waktu untuk sekedar bercengkrama dengan keluarga, tetangga, dan teman-teman kecuali hari minggu.” Fuuhhh…entahlah jawabku kepada pikiranku.

Hari terakhir kemarin begitu mengharukan, Pak Nizar, pembimbing lapangan kami, tampak begitu sedih dan seakan mau menangis saat mengucapkan kata-kata perpisahan. Oh, ya di Humas kami anak magang/PKL ada empat orang, dan satu-satunya laki-laki adalah aku. Tiga orang dari kami selesai kemarin, dan satu orang pada akhir Agustus nanti.

Ada kejadian mengesalkan sekaligus lucu saat kami berempat (kami bertiga bersama seorang teman yang magang di Dinas SDM & Umum, lantai 4) pergi ke gedung Dinas Diklat untuk meminta tandatangan persetujuan laporan PKL sekaligus menyerahkannya. Kami disambut oleh dua orang anak magang di Dinas Diklat tersebut, mereka berlaku seolah-olah staf disana, menyalahkan lembar pengesahan laporan kami dan mengancam apabila tidak diperbaiki maka tidak akan diterima dan ditandatangani. Kami pun kembali ke Humas dengan perasaan dongkol, apalagi ketiga temanku sudah marah-marah dan mencak-mencak kesal, aku berusaha menenangkan mereka, walaupun dengan agak susah payah, di Humas kami mengadukan apa yang kami alami kepada staf Humas, mereka juga terlihat kesal, khususnya pembimbing lapangan kami, yang langsung menelepon Dinas Diklat dan mengomeli perlakuan dua anak magang disana yang menurutnya tidak pantas. Lalu kami disuruh kembali lagi ke Dinas Diklat dengan membawa laporan tadi yang tidak diperbaiki sama sekali. Kali ini kami diterima oleh staf disana dan diperlakukan dengan sangat baik :) heuheuheu…Dua anak magang tadi hanya tertunduk lesu…Kasihan…

Kemarin, 1 Agustus, kami masih kembali ke Humas dan ke Dinas Diklat guna menyelesaikan urusan laporan. Ternyata lagi ada kunjungan siswa/i SMA Pusri di ruang Annex lantai 2, kami pun ikut dan bertindak selaku anak magang/PKL dengan ikut membantu kegiatan tersebut. Lagi-lagi dapet snack gratis boo’ :P

Pulangnya aku sempet nganter ‘sang bidadari’ ke rumah tantenya yang masih di wilayah komplek Pusri, huuu….sedih rasanya berpisah dengannya…

Tapi dunia belum berakhir bro! Tetep semangat!

*Update tanggal: 4 Agustus 2007 jam 16:54*

Karena kamu…aku sedih…

August 2nd, 2007 | No Comments | Posted in Personal


Fuuh…hembusan karbondioksida keluar dari mulut dan hidungku. Pikiranku kacau, melanglang buana entah kemana. Hari ini aku tak lagi melihat dirimu, senyummu, celotehanmu, candamu, dan guraumu. Sepi…

Diluar cerah, mentari berpijar garang, namun kurasa mendung dan hujan menyelimutiku. Malas menggelayutiku. Aku masih tergolek di tempat tidurku, kipas angin mendera-dera mengusir udara panas disekitarku. Lamunan membawaku jalan-jalan ke alamnya. Satu persatu frame itu terpampang bagaikan slide show presentasi. Kenangan itu indah, sangat indah. Saat-saat pertama bertemu denganmu diri ini sempat ragu untuk menyapamu dan sekedar berkenalan denganmu, namun dapat kurenggut ragu itu dan kupenjarakan di balik tembok-tembok besi yang kokoh. Kupaksakan mulut ini bicara sepatah dua patah tuk sekedar melihat reaksimu. Positif aktif, kau ternyata berbeda dari apa yang kukira sebelumnya. Mulanya kau tampak bagaikan seorang yang sombong, ketus, judes, dan lain sebagainya. Setelahnya kau tampak bagaikan seorang yang supel, baik hati, apa adanya, murah senyum, ramah, dan lain sebagainya. Hati ini begitu senang bisa kenal dan mengobrol denganmu. Ku tak ingin hari itu berakhir, kutarik tangan sang waktu sembari menunjukkan wajah memelasku, berharap ia berhenti, namun ia menepisku, tak hiraukanku, tak sudi langkahnya terusik.

Esoknya dan esoknya lagi, selalu kunantikan dirimu, yang cantikmu menjadi penyemangat dan pencerah hatiku, yang senyummu menumbuhsuburkan bunga-bunga indah dalam relung-relung jiwaku, yang manismu membuatku tak gentar hadapi apapun. Kau tak sama dengan wanita yang pernah kukenal selama ini, kau begitu unik, begitu spesial. Jujur, hati ini senang dan bahagia saat ada didekatmu, apalagi melihat senyummu dan mendengarkan celotehanmu. Aku sayang padamu, berharap kau selalu ada disampingku, walaupun kutahu itu tak mungkin terjadi. Ku hanyalah pungguk dan kau bulannya. Aku hanya bisa merindukanmu, takkan mampu memilikimu. Tapi kuingin selalu melindungimu, menyertaimu, dan menjadi perisaimu, tuk dengarkan keluh kesahmu dan singkirkan mereka yang berpikiran kotor dan bernafsu setan dari dirimu, kuingin menjaga kesucianmu karena kesucianmu hanya untuk ia yang benar-benar berhak, ia yang benar-benar kau cintai dan mencintaimu, ia yang takkan menyia-nyiakanmu, ia yang takkan munafik padamu, ia yang takkan sedikitpun menyakitimu.

Tak berlebihan bila kuumpamakan kau bagai seorang bidadari. Beribu lelaki ingin memilikimu yang membuat iri dan cemburu beribu bidadari lainnya sebab kau begitu sempurna.

Kemarin hari terakhir kubertemu dirimu, banyak yang ingin kukatakan padamu, namun ragu itu berhasil membobol dan merobohkan tembok-tembok besi yang kubangun, ia melarikan diri dan serta merta menginvasi keberanianku, membekapnya erat hingga ia lemas tak berdaya. Aku hanya bisa mengucapkan kata-kata bisu. Miris hatiku, hancur perasaanku saat melihatmu terakhir kali itu. Wajahku tetap cerah dan tenang, namun hatiku hujan deras dan berbadai, hatiku menangis tersedu.

Dan sekarang bukan hanya hatiku yang menangis tersedu, bahkan kedua indera penglihatanku menitikkan air mata kesedihan. Kumerasa bagai kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Ya, ku kehilangan dirimu.

Entah bagaimana denganmu, aku tak tahu…

Apakah kau menangis, ataukah bahagia karena tak melihatku lagi?

Aku peduli, namun kupaksakan untuk tak peduli…

Ku tak mau jadi pengganjal dihatimu. Ku tak mau membuatmu sedih apalagi menangis…

Aku tak keberatan bila kau melupakanku…

Karena kuyakin kau pasti menemukan ia yang lebih baik dan lebih sempurna dari diriku yang hanya pungguk ini…

TeraNet, Veteran, Palembang
2 Agustus 2007
19:40


*Didedikasikan untukmu, bidadari, kuharap kau membacanya…*
*Diedit tanggal 3 Agustus 2007 pukul 3:48*

Kisah di fotokopian…

August 1st, 2007 | No Comments | Posted in Personal

Kemaren siang gw njilid laporan pkl gw di salah satu tempat fotokopi di Lemabang (Palembang), pas lagi nunggu jilidan, gw mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan tempat fotokopi tersebut. Ada sekitar 6 atau 7 mesin fotokopi disana, dan hampir semuanya terpakai, beberapa ibu dan anaknya yang masih SD menunggui mesin tersebut. Iseng-iseng gw keliling dari satu mesin fotokopi ke mesin fotokopi yang lain sembari melihat apa gerangan yang difotokopi oleh orang-orang ini. Setelah mengetahui hal yang sebenarnya, gw ngucap Masya Allah, ternyata buku pelajaran, ada PPKn, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan lain sebagainya.

Saking penasarannya, gw tanya ke salah satu ibu yang kebetulan duduk disamping gw, motokopi apa? trus jawabnya buku pelajaran, nak. Ibu ini orang susah, mana mampu beli buku pelajaran baru yang harganya udah puluhan ribu, mending duitnya buat beli beras. Mendengar jawaban tersebut, hati gw berdesir sedih. Gw teringat sama diri gw pas sekolah dulu, dari SD, SMP, sampe SMA gw ga pernah yang namanya make buku bekas apalagi fotokopian, seragam, tas, dan sepatu hampir setiap tahun ajaran baru berganti dengan yang baru pula. Batin gw tertampar, selama ini gw kurang berterima kasih dan bersyukur kepada Allah dan orang tua gw, gw malah mengharapkan segala sesuatu yang lebih. Ternyata masih banyak orang lain yang kehidupannya lebih susah dan menderita. Gw malu sama diri gw sendiri…

Ada perasaan menyesal, dulu semasa sekolah gw males-malesan belajar, pengennya maen terus. Gw jadi malu sama anak ibu itu, yang terlihat begitu semangat bercerita tentang sekolahnya dan pelajaran yang telah ia dapat, terlihat jelas bahwa anak itu cerdas…

Lagi-lagi gw malu sama diri gw sendiri…