Browse > Home / Archive: September 2007

| Subcribe via RSS

Marah

September 15th, 2007 | 2 Comments | Posted in Puisi Ga Jelas

Oleh: Idrus Fhadli

Gelegak kabut hitam datang mengelam
Liliti diri yang bertukar suram

Setan membuncah melunjak tusuki jiwa
Dengan tombak tajam berlumur cerca
Langit turut tenggelam dalam laju sampan
Terus mengiring hingga ujung terpaan

Kilat mengilat saling sikut saling kejar
Diri terimbas, terempas, luka terhajar

Lari kau dari kelebat marah!
Biar ia menenggak panas api merah!
Sedot semua dari diri yang sakit terperah!
Hingga habis siksa hati yang parah!

Kopi 15
8 September 2007
13:32

Ramadhan segera tiba…

September 10th, 2007 | 1 Comment | Posted in Curhatan


Ya Allah pertemukanlah aku dengan bulan suci ini tahun depan…

Harapan yang bernada doa ini seringkali kita dengar pada penghujung bulan Ramadhan atau di permulaan bulan Syawal. Bukan hal yang aneh tentunya mendengar seorang muslim mengucapkannya, karena pada bulan itu brankas-brankas pahala dibuka lebar sehingga siapapun dapat memperolehnya atau dengan perumpamaan lain, ‘obral pahala’ :)

Well, bicara tentang bulan Ramadhan tentulah tiap muslim memiliki suka duka-nya tersendiri. Walaupun duka tersebut pada akhirnya akan terasa sangat nikmat! seperti puasa saat matahari bersinar terik dan kita sedang dalam perjalanan jauh, tubuh ini terasa sangat tersiksa, lapar, haus, capek, campur aduk menjadi satu, namun saat adzan Maghrib berkumandang, semua terasa indah, duka dan derita serasa lenyap.

Pas gw masih ‘muda’ dulu (heee…emang umur gw sekarang berapa??? baru 20 woiiii…), yang namanya bulan Ramadhan atau bulan puasa itu sangatlah berkesan. Mulai dari susah bangun sahur, mentingin tidur, ‘bolos’ tarawih, maen pistol-pistolan (pantat gw pernah ditembak oleh temen gw pake pistol maenan laras panjang, senapan gitu, dor! dia nembak sambil senyum-senyum menjijikkan!, cengar-cengir tanpa dosa, sedangkan gw udah menjerit sejadi-jadinya, gw ngerasa saat itu udah seperti ga punya pantat lagi saking pedih perihnya sakit tertembak…*OVER!!!!*, hehehe…), JJS (jalan-jalan subuh) hampir tiap hari dengan pikiran otak yang rada-rada kotor gitu – ngeliatin cewek-cewek yang lari pagi!!!, nonton balap liar (biasanya di daerah Pusri hampir tiap sore selama bulan Ramadhan, sekitar jam 5, kalo ada razia polisi baru dah jalanan terasa aman…), maen petasan, sampe perang petasan antar ‘genk’ pas JJS (seluruh jenis petasan hadir disini dan semuanya dinyalakan dan dilempar membabi-buta kearah lawan, mulai dari petasan kecil seperti mercon cabe, korek, sampe ke petasan ‘kelas berat’ seperti santak, catur, dan mercon terbang/roket).

Suasana puasa semasa gw kuliah, ngekos gitu loh!!! Gw rasa rada-rada aneh gitu, kurang greget, masih enakan puasa di rumah (Palembang). Kalo disini, agenda rutin gw dan anak-anak kos biasanya gini: jam 2.30 bangun sahur trus beli nasi, udah subuh tidur lagi, kalo ada kuliah pagi bangun jam 6 kalo ga ada ya ga tau bangun jam berapa :P, jam 5an ngumpul-ngumpul bentar trus nyari bukaan, sholat maghrib, lalu tarawih. Intinya sih gitu-gitu aja kegiatannya.

Gw termasuk salah satu orang yang agak rewel soal buka puasa, kenapa??? Karena gw ga bisa yang namanya buka puasa tuh makan nasi! Jadi eneg gitu. Jadi makannya yang ‘ringan-ringan’ kayak bakso, gorengan, tekwan, pempek, model, celimpungan, burgo, lakso, laksan, martabak HAR, dst, sllluurruurrppp…. Jadi laper… :P

Ramadhan tahun ini gw udah menetapkan target, antara lain: khatam Qur’an, puasa poll, shalat 5 waktu poll, shalat tahajjud poll, memperbaiki hafalan ayat-ayat pendek, baca buku-buku islam minimal 2 judul, dan infaq shodaqoh yang rutin. Semoga semua tercapai…

Inginnya sih gw puasa sebulan ini di Palembang aja, tapi berhubung gw belom tau jadwal kampus, maka gw mengincar tanggal 20 atau 21 untuk berangkat ke lovely city, Palembang Sriwijaya Darussalam… :)

Met puasa semua…
Semoga tabungan amal ibadah kita bertambah banyak, berlipat-lipat…

Marhaban yaa Ramadhan, bulan suci, bulan penuh hikmah, bulan penuh rahmah, bulan penuh berkah, dan bulan penuh kemenangan…

Musi River Wallpaper Changer – program pengganti wallpaper otomatis

September 10th, 2007 | 2 Comments | Posted in Windows Software



Hehehe…

Mungkin agak aneh yah nama program gw kali ini, “Musi River Wallpaper Changer”. Dan mungkin ada yang bertanya-tanya, kenapa nama programnya begitu. Jawabannya, sebagai bentuk kebanggaan kepada salah satu sungai terbesar di Indonesia, Sungai Musi, yang terletak di… (udah pada tau kan…??? :P) Palembang.

Cukup introduksinya! :P

Sebagai gambaran singkat tentang apa fungsi program ini, Musi River Wallpaper Changer adalah program yang berguna untuk mengganti wallpaper Windows anda secara otomatis dalam waktu yang telah anda tentukan. Disini, anda dapat menggunakan foto/gambar favorit anda untuk dijadikan wallpaper, dan tidak perlu merasa stress untuk menggantinya dengan mengklik kanan pada desktop trus mengklik properties, serahkan saja pada program ini, biarkan ia yang bekerja, dan anda menikmatinya :)

GUI (Graphical User Interface)-nya gw pake bahasa inggris, soalnya gw berencana untuk menyebarluaskannya dengan cara memasukkan ke situs-situs penyedia jasa download seperti Softpedia.com, FreewareFiles.com, dsb. Dengan tujuan lain agar masyarakat dunia mengenal apa dan dimana itu Sungai Musi :) hehehe…

Cara penggunaannya udah gw coba buat sesimpel dan se-user friendly mungkin agar mudah digunakan oleh siapa saja. Anda dapat membaca file Readme.txt yang disertakan dalam paket instalasinya untuk beberapa keterangan tambahan. Dan silakan kontak saya apabila ada hal-hal yang ingin anda tanyakan.

Sekali lagi program ini gw dedikasikan kepada Mezfi ‘The Angel’ :)

[Download...]

Ukuran file: 416 Kilobyte

Dunia khayalan, dunia si…

September 7th, 2007 | No Comments | Posted in Curhatan

Hmmm…

Kemaren temen kosan gw nyanyi lagi itu, tapi liriknya diganti, ditambahin nama-nama anak-anak kos…

Dunia khayalan, dunia si Idrus…
Dunia khayalan, dunia si Dedi…
Dunia khayalan, dunia si Anto…
Dunia khayalan, dunia si Andi…
Dunia khayalan, dunia si Nanang…
Dunia khayalan, dunia si Vany…
dst (sampe seluruh nama anak kos disebutin satu-persatu…)

Ga’ penting banget yach nyanyiannya :P

Kalo menurut gw sih, seluruh hidup manusia itu dipenuhi oleh khayalan dan angan-angan, seluruh!!! Mengapa? Karena tabiat manusia yang ga’ pernah puas atas apa yang telah dicapainya.

Okelah kita katakan seseorang itu kaya, pintar, tenar de-el-el… Bukan berarti dia udah ga’ punya khayalan lagi. Pasti ada saja khayalan lain yang muncul dibenaknya. Seperti ingin lebih kaya, lebih pintar, lebih tenar, dan lebih lebih lebih lagi.

Apakah mengkhayal itu salah? Ada dua jawaban, yakni iya dan tidak. Tidak ada salahnya mengkhayal karena dengan mengkhayal, seseorang bisa mencari cara dan berusaha untuk mewujudkan khayalannya itu. Misalnya ilmuwan-ilmuwan ternama yang menemukan berbagai fasilitas yang memudahkan hidup manusia, misal: listrik, awalnya adalah khayalan yang terlintas di benak mereka. Lalu, mengkhayal itu bisa saja salah. Mengapa? Salah, apabila seseorang itu terus-terusan mengkhayal tanpa adanya tindakan ‘real’ yang dilakukan agar khayalan itu menjadi kenyataan.

Nah, sekarang gw lagi banyak khayalan nih, seperti mengkhayal buat nulis novel/buku yang bisa dibaca dan berguna buat khalayak, mengkhayal agar cepet lulus (udah semester 7 bo’!!! target: setahun lagi!!!), mengkhayal agar dibeliin laptop Lenovo Y400-43A, mengkhayal agar dibeliin juga hape Nokia E70 atau SE K800, dan khayalan-khayalan laen…

Dan… semoga khayalan-khayalan gw tercapai, dengan diiringi tindakan ‘real’ dan doa tentunya…

Dia

September 5th, 2007 | No Comments | Posted in Puisi Ga Jelas

Dia,
yang membuatku tak mampu berkata-kata

Tenggelam dalam larutan badai
Keras menghentak membungkam lerai

Tiada daya upaya
Berontak lepas liar di angkasa
Terkekang melekang dalam kungkungan

Dia,
yang membuatku tak sanggup berdiri

Terdampar di alam lingkar
Tak mampu dobrak sangkar meski kekar

Biar kau jerat saja sekalian hati
Agar ku makin tak mampu berlari
Tersapu terbelai berhari-hari

Kopi 15
4 September 2007
15:42

Menanti revolusi dunia perfilman Indonesia

September 5th, 2007 | No Comments | Posted in Communication, Social Politics

Well, dunia perfilman negara tercinta kita ini dapat dikatakan telah mencapai titik jenuhnya, alias membosankan! ga’ kreatif! kampungan! norak! dan lain sebagainya. Mengapa gw bilang begitu? Anda tentu telah mengetahui jawabannya, yaitu: “KE-MONOTON-AN TEMA!”.

Emang, gw bukan seorang yang professional dalam bidang perfilman, gw nulis artikel ini semata-mata karena keprihatinan gw terhadap keterpurukan dunia perfilman kita.

Monoton! Apanya yang monoton? Ya itu tadi, TEMA! Mengapa monoton? Karena ga’ jauh-jauh dari yang namanya cinta dan setan. Cinta-cintaan versus setan-setanan. Lalu, siapa yang menang? Saat ini keduanya masih dalam kedudukan imbang, satu sama :P (hehehe…udah kayak tanding bola aja yah). Keduanya masih mendapat tempat di hati para penggemarnya yang notabene adalah kaum remaja. Disinilah letak ketidakkreatifannya! Coba hitung, film yang mengusung tema cinta ada berapa? Dan yang mengusung tema setan ada berapa? Kandidat dari ‘cinta’ antara lain: Eiffel I’m in Love, Love is Cinta, Kangen, Dealova, Merah Itu Cinta, Cinta Pertama, dan lain sebagainya. Sedangkan dari kubu ’setan’ ada Pocong, Hantu Jeruk Purut, Lantai 13, Kuntilanak, Hantu, Jaelangkung, dan hampir semua jenis hantu/setan telah difilmkan.

Walaupun begitu, masih ada beberapa film yang mencoba untuk keluar dari kungkungan kedua kubu tersebut walaupun tidak 100%, antara lain: Jomblo!, Ada Apa dengan Cinta?, Realita Cinta dan Rock ‘n Roll, Janji Joni, Gie, Nagabonar Jadi 2, I Love You Om, dan beberapa lainnya yang mengusung tema yang lebih kreatif.

Gw juga pernah mengutarakan tentang hal ini kepada beberapa temen gw, trus kata mereka, “yang nguntungin mah emang kedua tema itu, kalo ngangkat tentang hal laen mungkin ga akan selaku dan selaris ini.” Gw lantas berpikir, “emang kedua tema ‘besar’ itu nguntungin bener yach?”. Tapi gw yakin kalo tema-tema kreatif lainnya yang dipadu dengan alur cerita dan penokohan yang apik serta akting yang baik, tentulah akan menghasilkan film yang berkualitas!

Beberapa pakar justru mengatakan kalau film-film Indonesia yang diproduksi akhir-akhir ini lebih condong ke arah ‘instan’ atau dengan kata lain ‘cepat saji’ yang pada akhirnya menurunkan kualitas film itu sendiri baik dari segi cerita, penokohan, akting, dll. Coba kita bandingkan, bagaimana kualitas film yang dihasilkan oleh cara ‘instan’ tersebut dengan film-film yang dihasilkan oleh studio-studio besar luar negeri seperti 20th Century Fox, Disney, dan Universal Pictures misalnya. Dari segi tema aja kita udah ‘ke-bantai’ sama mereka. Lihat saja contohnya kayak Spiderman, Titanic, Jaws, 300, Star Wars, dan film-film ‘box office’ lainnya.

Sebenarnya kita juga bisa membuat film ‘besar’ seperti mereka. Coba cari dan angkat tema serta ide cerita yang unik dan fresh serta menarik. Misalnya memfilmkan skenario “Aku” karya Sjuman Djaya yang mengisahkan tentang kehidupan penyair besar kita, Chairil Anwar. Dalam bukunya gw baca bahwa akan sulit untuk mewujudkan skenario tersebut kedalam bentuk visual (baca: film) dikarenakan beberapa alasan seperti: sulitnya menggambarkan kembali suasana kota Jakarta pada masa itu, susahnya menemukan mobil-mobil yang dipakai pada saat itu, hingga masalah dana. Tapi bila memang diniatkan, gw yakin skenario itu akan dapat difilmkan, apalagi bila didukung oleh semua pihak mulai dari pemerintah, sutradara-sutradara ternama yang berbakat, produser-produser yang berkantong tebal, tokoh politik, sejarawan, seniman, hingga masyarakat. Bila mereka (studio luar negeri) mampu, mengapa kita tidak? Iya sih, tapi mereka mah enak, punya duit banyak, studio besar dengan peralatan super canggih, dll. Ya, itu tadi! Kalau emang diniatkan pasti bisa! Kita bahkan bisa mengadakan kerjasama dengan mereka agar turut membantu dalam melahirkan sebuah karya sinema Indonesia yang revolusioner yang bisa dibanggakan kepada ‘dunia luar’.

Ayo! Insan perfilman Indonesia! Bangkit berdiri! Jangan cuma mengekor tren aja! Masih banyak tema lain yang bisa dieksplorasi! Ga cuma terbatas pada cinta dan setan! Kami sudah bosan dengan kedua tema bulukan tersebut!

Bidadari cantikku t’lah pergi

September 5th, 2007 | No Comments | Posted in Puisi Ga Jelas

Oleh: Idrus Fhadli

Bidadari cantikku t’lah pergi
Merantau sendiri cari jati diri

Desir angin berhembus menggoyang ilalang
Teringat masa-masa indah yang takkan pernah hilang

Bidadari cantikku t’lah bangkit berdiri
Berbekal cita harapan di hati, kaki, dan jemari
Ditemani hangat sinar mentari
Yang setia mengiringi

Jejak langkah cumulus berderai indah
Singgah dihatiku yang selalu gundah

Berjuta rasa terus merasuki dada
Menerjang dan menghempas jiwa
Meski takkan mampu melekangkan gita cinta
Yang ‘kan slalu abadi sepanjang masa

Bidadari cantikku t’lah pergi
Tinggalkan diriku sendiri
Yang setia menanti
Sampai mati…

Kopi 15
4 September 2007
10:00

Program ‘Tebak Angka’

September 2nd, 2007 | 4 Comments | Posted in Programming, Windows Software


Setelah sekitar 2 bulan ga’ nyentuh yang namanya Visual Basic, kemaren akhirnya gw ‘reunian’ lagi.

Kebetulan bener, kemaren siang juga gw selesai membaca buku (atau lebih tepatnya novel hacking) ‘Hacker: It’s not about black or white’ karangan y3dips yang diterbitkan oleh Jasakom, disitu terdapat satu program game yang dibuat oleh salah satu tokoh dalam novel tersebut yaitu program tebak-tebakan angka. Terinspirasi dari cerita itulah maka akhirnya gw nyoba bikin program serupa tapi tak sama, ketidaksamaannya??? Dalam cerita, program itu dibuat dengan bahasa C tapi gw pake Visual Basic :( Newbie banget yach :( But, it’s okay (sebenernya gw dari dulu pengen bener belajar bahasa C, tapi belom kesampean mulu)…

Back to topic, kurang lebih 3 jam nongkrong depan kompie, ngadepin Visual Basic, akhirnya terselesaikan juga program tersebut. Nama programnya adalah ‘Tebak Angka’, ini adalah semacam permainan tebak-tebakan angka seperti yang udah gw bilang diatas. Terdapat empat tingkat kesulitan yang berbeda yaitu: Anak-anak (rentang angka dari 1 – 9), Mudah (rentang angka dari 1 – 99), Menengah (rentang angka dari 1 – 999), dan Susah (rentang angka dari 1 – 9999). Setelah memilih tingkat kesulitan, tekan tombol menu ‘Mulai Baru’ untuk memulai permainan, komputer akan mengacak angka dengan rentang tertentu sesuai tingkat kesulitan yang anda pilih. Lalu??? Yaaa…silakan aja maen tebak-tebakan sama si komputer :) Bila angka tebakan anda lebih besar dari angka yang ‘dipikirkan’ oleh komputer maka akan keluar pemberitahuan bahwa angka anda lebih besar, begitu pula sebaliknya. Oh ya, sebagai sarana input angka, anda dapat menggunakan tombol angka pada keyboard anda, baik tombol angka standar maupun tombol ‘NUM’. Bila anda merasa lebih nyaman menggunakan klak-klik mouse, disediakan sebuah keyboard virtual yang akan membantu anda dalam menginputkan angka-angka.

Biasanya, tiap kali gw bikin program, selalu gw dedikasikan untuk seseorang yang gw cintai (ortu, sahabat, adek, cewek, dsb). Dan kali ini gw mau mendedikasikan program ini untuk salah satu temen PKL-ku kemaren, Mezfi, ‘Sang Bidadari’. Hehehe… :)
*non, boleh kan kudedikasike program ini untuk kau :)*

Mungkin bukan hal yang mudah untuk menebak angka yang ‘dipikirkan’ oleh komputer dengan tepat pada tebakan pertama, maka dari itulah gw menyisipkan satu cara curang dalam program ini yang bertujuan untuk mengetahui angka berapa yang ada dalam ‘otak’ si komputer ini. Tapi kayaknya untuk saat ini belum bisa gw ‘publish’. Loh kok??? Jangan pelit donk, drus… Ga kok, gw ga pelit, gw cuma pengen agar awal-awal perkenalan anda dengan program ini bener-bener murni, dengan kata lain ga’ ada curang-curangan, biar seru gitu maksudnya :). Paling besok-besok udah gw kasih tau gimana cara curangnya :) Buat yang penasaran pengen nyari gimana cara curangnya, gw punya satu petunjuk (udah kayak detektif polisi aja yach :P). Petunjuknya adalah…jeng…jeng…jeng… (alaahh kelamaan oi :P) terletak pada ‘kombinasi penekanan tombol virtual keyboard’. Tapi buat yang udah kebelet hampir mati karena penasaran pengen tau gimana cara curangnya :) silakan kontak gw aja via e-mail, comment di post ini, Y!M, atau tinggalkan pesan di shoutbox blog ini.

Kalo nanya soal lisensi program ‘Tebak Angka’, gw merilisnya dibawah ‘payung’ GNU General Public License versi 2. Hal ini berarti anda bisa mendapatkan, mengedit, dan membuat program baru berbasiskan ’source code’ program ini dengan ketentuan tetap mencantumkan nama pembuat program asal dan dengan ketentuan-ketentuan lain yang diatur dalam GNU General Public License versi 2 ini.
*e-mail aja ke gw kalo pengen dapetin source code-nya, ntar pasti gw kirimin*

Akhir kata (udah kayak surat resmi aja), gw menunggu feedback dari pengunjung blog semua. Bila ada bug, error, pertanyaan, feature request, atau yang lainnya, sekali lagi silakan hubungi gw via cara yang gw sebutin diatas :)

Catatan: Penulis/pembuat program tidak bertanggung jawab apapun terhadap suatu kesalahan/bug pada program ini.

[Download...]
Ukuran file: 37,5 Kilobyte (kecil kan???)

+++Ni cara curangnya, hehehe :P
+++Tekan berurutan tombol-tombol berikut pada keyboard virtual: 0-8-1-3-5-7-9-Clear-Enter

++++Ternyata penyebab program ‘Tebak Angka’ ini dikira virus oleh AVG adalah packer yang digunakan. Kemaren gw nge-pack-nya pake NSPack versi 3.0 (NorthStar Pack). Sekarang udah diganti tuh packer-nya pake ASPack. Mengapa gw pack program ini??? Kalo ga’ di-pack ukuran EXE-nya adalah 144 Kilobyte…

Cintaku Jauh di Pulau

September 2nd, 2007 | No Comments | Posted in Karya Luar Biasa

Sajak berikut merupakan salah satu sajak Chairil Anwar yang sangat gw suka. Bener-bener menyentuh hati dan sempet membuat gw terlamun sendiri sampai lewat sepertiga malam, mungkin karena sedikit mirip dengan apa yang gw alami kali yah :P

Cintaku Jauh di Pulau
(Chairil Anwar)

Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri.

Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
Angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya.

Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju.
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja.”

Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu.
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.