Marah
Oleh: Idrus Fhadli
Gelegak kabut hitam datang mengelam
Liliti diri yang bertukar suram
Setan membuncah melunjak tusuki jiwa
Dengan tombak tajam berlumur cerca
Langit turut tenggelam dalam laju sampan
Terus mengiring hingga ujung terpaan
Kilat mengilat saling sikut saling kejar
Diri terimbas, terempas, luka terhajar
Lari kau dari kelebat marah!
Biar ia menenggak panas api merah!
Sedot semua dari diri yang sakit terperah!
Hingga habis siksa hati yang parah!
Kopi 15
8 September 2007
13:32
Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.
No related posts.





September 18th, 2007 at 8:07 am
istighfar..jangan mudah marah.inget puasa sebagai benteng amarah
[Reply]
September 21st, 2007 at 3:44 pm
Iyah banyak doa aja – godaan mah pasti ada aja – semoga puasanya lancar dan bisa ngatasin tantangannya…
Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari Afrika Barat
————–
PS: Ohya, Warung yang lama ini akhirnya kembali di buka, setelah lama di tinggal mudik.
[Reply]