Melati putih
Ilalang mendesis, terbelai lalu angin
Yang perlahan membisik
Untaian tanya dari sana,
“Apa yang terindah di dunia?”
Bias wajahmu tergambar samar
Kemudian jelas
Menelisik jauh, tembus
Kedalam palung-palung imajinasi
Kekaguman menyeruak lepas
Puji bergemuruh riuh
Kala dunia menimang dirimu
Sang melati putih yang suci
Kopi 15
27 Oktober 2007
23:01
Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.
Related posts:



