Browse > Home / Music / Dream Theater’s Systematic Chaos

| Subscribe via RSS

Dream Theater’s Systematic Chaos

November 14th, 2007 Posted in Music


Kekacauan yang sistematis, kira-kira begitulah makna yang ingin disampaikan oleh John Petrucci (guitar), Mike Portnoy (drums), John Myung (bass), James LaBrie (vocal), dan Jordan Rudess (keyboard) dalam album terbaru mereka, band progressive rock/metal terdahsyat saat ini, Dream Theater.

Baru kemaren sore gw dapet mp3-nya, total 8 lagu dalam album Systematic Chaos ini. Well, semua lagu didalamnya emang bener-bener sepadan dengan judul album yang mereka usung. Semuanya benar-benar kacau namun kekacauan itu benar-benar tersusun secara sistematis, secara apik, ga asal-asalan. Bagi penggemar Dream Theater tentu tau apa maksudnya, bisa dikatakan hampir seluruh lagu Dream Theater itu ‘kacau’ dan ‘ga beraturan’ (namanya juga progressive rock/metal). Tapi, disinilah letak nilai seninya dan dari sini pula-lah bisa dilihat tingkat ‘kepiawaian’ dan skill mereka dalam memainkan musik, really high class!!! unique!!! full of techniques!!! crazy speed combined with beautiful notes!!! uncommon melodies!!! Ringkikan gitar, dentuman drums, tendangan bass, jeritan vokal, dan lengkingan keyboard yang menderu-deru tercampur baur menjadi satu irama yang unik dan kadang-kadang nyeleneh sekaligus menarik. Gimana nggak, seluruh personelnya merupakan orang-orang yang professional dan telah ‘bangkotan’ dalam dunia musik. Dua contoh adalah Mike Portnoy, drummer progressive rock/metal terbaik selama lebih dari 5 tahun berturut-turut. Dan John Petrucci, yang saat ini tergabung dalam proyek G3 bersama Joe Satriani dan Steve Vai.

Jenis musik yang mereka bawakan memang bukan sembarangan, bahkan saat ini dapat dikatakan langka, progressive rock/metal. Hanya beberapa band yang berkutat di aliran semacam ini diantaranya Yes, Rush, Genesis, Queensryche, dan Marillion. Lagu-lagu progressive rock/metal ini tidaklah aneh bila ada yang mencapai durasi 10, 20, 30, bahkan 40 menitan!!! Lihat saja lagu-lagunya Dream Theater seperti Six Degrees of Inner Turbulence (42:04 menit), Octavarium (24 menit), A Change of seasons (23:08), Trial of Tears (13:07), dan banyak lagu lainnya yang berdurasi lebih dari 10 menit.

Lagu pertama yang gw denger di album Systematic Chaos ini adalah Forsaken. Mau tau apa pendapat gw??? Edan!!! Full of distortion!!! Gw langsung jatuh cinta sama lagu yang satu ini saat pertama kali mendengarnya. Lagu kedua yang gw denger adalah Prophets of War, lagi-lagi komentar gw, edan!!! Enak gila bener ni lagu!!! Sedikit ada rasa ‘Muse’ didalemnya. Dilanjutkan dengan lagu Constant Motion yang sedikit tercampur aroma ‘Metallica’. The Dark Eternal Night, lagu ini gw denger pertama kali bener pas launching album Systematic Chaos beberapa bulan lalu, gw dapet video FLV-nya disitus resmi RoadRunner-recording company Dream Theater saat ini-label yang sama memayungi DragonForce. Trek demi trek bergulir, dan lagu Repentance pun berdengung, mirip-mirip dengan lagu This Dying Soul pada album Train of Thought. Kembali Dream Theater menulis lagu ‘bersambung’ (di ujung judulnya ada embel-embel ‘part’) seperti pada lagu Metropolis, part I dan part II, yang terbagi dalam dua album berbeda, In The Presence of Enemies, yang terbagi menjadi part I dan part II, tapi gw lebih suka ngedengerin yang part II-nya, terasa lebih ‘menggelegar’, lagu terakhir adalah The Ministry of Lost Souls, intro lagu ini mendayu-dayu gitu, membuai… slow but hard… tapi tetep ga kalah keren dengan lagu-lagu lainnya.

Kesimpulannya, album ini adalah ‘a must have’ bagi penggemar Dream Theater. Btw, ada yang punya album ‘Awake’, ‘Scenes From A Memory’ dan ‘When Day and Dream Unite’ yang dalam bentuk kaset ga??? Trus ada yang punya album ‘Six Degrees of Inner Turbulence’ yang dalam bentuk mp3 ga??? Terutama lagu ‘Misunderstood’ dan ‘The Great Debate’. Gw minta dunk… :P



Creative Commons License Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.

Related posts:

  1. Ungu 5, ada yang tau band ini ga?
  2. Music and me
  3. Symphony X – Awakenings
  4. The Toy Master
  5. Maaf, kalo musik saya aneh

One Response to “Dream Theater’s Systematic Chaos”

  1. gawibowo Says:

    Jenis musik yg dibawa Drim Titer langka? mungkin iya bagi kebanyakan orang. Tapi bagi penggemar genre progressive metal, Drim Titer hanyalah salah satu dari ribuan band di genre ini. Banyak band-band lain sejenis yang tidak kalah kuerennn..
    Ini daftar band-band progressive metal yg saya tahu (dan saya nikmati juga):
    Dream Theater (USA)
    Symphony X (USA)
    Adagio (France)
    Time Requiem (Sweden)
    Space Odyssey (Sweden)
    Pagan’s Mind (Norway)
    Circus Maximus (Norway)
    Pain Of Salvation (Sweden)
    Shadow Gallery (USA)
    Vanden Plas (Germany)
    Ayreon (Netherlands)
    Opeth (Sweden)
    Artension (USA)
    Ring Of Fire (USA)
    Royal Hunt (Denmark)
    Evergrey (Sweden)
    Angra (Brazil)
    Kamelot (USA)
    dan lain-lain… tambahin aja sendiri :D

    [Reply]


Leave a Reply

You can use plurk smilies syntax, for example: (LOL), (tears), (ROFL), etc.