Kekesalan akhir-akhir ini…
Well, akhir-akhir ini gw sering ngerasa kesel dan uring-uringan. Banyak hal yang ga diinginkan terjadi disekitar gw.
Pertama, ulah anak kosan yang kamarnya berada tepat diatas kamar gw. Kamar tersebut berlantai kayu sehingga terkadang terasa sangat mengganggu kenyamanan dengan bunyi berderapnya. Tiga malam yang lalu ulah ‘penghuni kamar atas yang kamarnya berada tepat diatas kamar gw’ hampir meledakkan emosi gw sampai ke tingkat tertingginya. Anak tersebut bersama teman-temannya, gw ga kenal siapa dia (bukan karena kurang sosialisasi melainkan sikap acuh yang ditunjukkan olehnya kepada temen-temen kosan laen yang udah lebih dulu menghuni Kopi 15 ini), sepertinya bercanda dan bermain seperti anak kecil. Suara tawa yang membahana diikuti dengan gemuruh suara langkah kaki yang seperti suara tebing runtuh ditambah lagi dengan demtuman musik yang ‘out loud’ memekakkan telinga. Gw yang saat itu tengah mengantuk kecapaian, hampir tertidur, seketika bangun dengan darah di ubun-ubun yang hampir mendidih. Gw raih sapu lalu dengan emosi gw pukulkan ke plafon. Suara derap kaki pun hilang namun suara dari speaker yang saat itu tengah menjeritkan lagu-lagu yang ga jelas masih dengan gagahnya membahana. Gw tunggu beberapa saat sembari berharap volumenya akan segera dikecilkan. But, what kind of fucking monster this kid is!!! Volumenya masih aja kenceng!!! Kembali darah di ubun-ubun gw memanas. Gw sambar remote Simbadda, gw nyalain kompie, gw eksekusi shortcut jetAudio di toolbar ‘Quick Launch’, dan mengklik ganda pada lagu ‘Forsaken’ dari album ‘Systematic Chaos’ miliknya ‘Dream Theater’. Volume Windows gw set ke maximum, begitu juga dengan volume pada jetAudio. Tombol volume pada remote pun gw tekan dengan buas. Gw jerit, ‘I CAN BE CRAZIER THAN YOU, BLOODY MOOR!!! NOW, I’M THE KING OF THE BEAST!!!’. Dan perlahan tapi pasti volume dari kamar atas terdengar ‘faded out’.
Kedua, menyangkut nasib perkuliahan gw, skripsi gw. Hingga hari ini outline/proposal skripsi itu belom juga tersentuh, boro-boro mau diajuin ke kajur. Gw masih gamang, judul-judul yang ingin gw angkat masih ngambang. Gw masih terfokus pada mendalami teori-teori yang gw kira bakal nyangkut di penelitian gw nanti. Berbagai buku gw baca, berbagai teori gw serap, berbagai ‘kegilaan’ gw hisap sampe-sampe semuanya terbawa ke alam mimpi. Apa yang gw baca dan pelajari itu semuanya hadir dalam mimpi gw malem itu. Ada Wilbur Schramm, Shannon and Weaver, Albert Bandura, Harold Lasswell, Marshall McLuhan, Dennis McQuail, Elisabeth Noelle-Neumann, beserta teori-teori yang mereka jabarkan. Pas bangun tidur gw merasa kayak habis kuliah selama seharian. Kepala gw pusing dan dunia serasa berputar hebat menggoyang seisinya beserta isi otak gw. Ga cuma di alam mimpi aja, pun saat gw jongkok di WC sambil ‘bersemedi’, judul-judul tersebut singgah dan menghipnotis isi kepala gw yang menyebabkan gw makin betah di ‘ruang bau dan pengap’ tersebut.
Ketiga, pas gw ke warnet kemaren pagi, dengan niat ingin mencari literatur mengenai ‘calon judul’ skripsi gw, tiba-tiba komputernya restart. “Duh,” pikir gw, “mana belom disimpen pula”. Komputer pun menyala kembali, untung sebelum restart FlashGet telah berhasil mengunduh installer Firefox terbaru (2.0.0.11), Demi keamanan dan kenyamanan browsing, gw instal versi teranyar Firefox 2 tersebut. Instalasi selesai, browsing continued… Namun naasnya ga berapa lama kemudian komputer sialan itu restart lagi. Komputernya udah nyala lagi. Gw kirim messsage ke operator warnet melalui fitur messaging yang terintegrasi pada billingnya, mengeluhkan komputer yang gw pake. Tak ada reaksi apapun dari si operator. Again, browsing continued… Jlep!!! Restart lagi lalu nyala lagi dan restart lagi kemudian nyala lagi. Kekesalan gw mulai memuncak, ingin rasanya gw ambil palu dan memukulkannya ke monitor dan CPU ‘the damned machine’. Gw pun memutuskan keluar dari warnet tersebut sembari menunjukkan muka yang bersungut-sungut karena kesal kepada si operator saat membayar billing warnet.
Dan kejadian-kejadian mengesalkan lainnya…
Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.
Related posts:



