Laskar wong kito berjaya, wong kito euforia
Setelah melalui 627 partai pertandingan yang dimulai sejak 10 Februari 2007 lalu dan berakhir pada 10 Februari 2008 (seharusnya 9 Februari 2008).
Dan setelah ‘menekukkan lutut’ kubu PSMS Medan semalam, dalam partai Grand Final Liga Djarum Indonesia. Dengan kedudukan skor akhir 3 untuk Sriwijaya FC dan 1 untuk PSMS Medan, akhirnya memantapkan Sriwijaya FC sebagai ‘penguasa’ persepakbolaan Indonesia musim 2007.
Tidak hanya itu, kemenangan ini turut menorehkan ‘daratan’ Sumatra sebagai juara dalam sejarah champion Liga Indonesia, yang sebelumnya didominasi klub-klub asal ‘daratan’ Jawa.
Pertandingan yang seharusnya dilaksanakan di Gelora Bung Karno, Jakarta, terpaksa dipindahkan ke stadion Jalak Harupat Kabupaten Bandung, akibat kerusuhan supporter dalam pertai sebelumnya, PSMS Medan melawan Persipura Jakarta. Ya, pertama kalinya juga dalam sejarah persepakbolaan Indonesia, pertandingan final tanpa dukungan penonton di stadion.
Gol pertama klub asuhan Rahmat Darmawan ini ditetaskan oleh Obiora pada menit ke lima belas, yang menobatkan Sriwijaya FC sebagai ‘leader’ di babak pertama. Namun, di babak kedua, PSMS Medan melalui ‘kaki’ James C, berhasil menyamakan kedudukan 1:1 hingga akhir babak kedua. Perpanjangan waktu 2×15 menit pun digelar, yang semakin mengokohkan Sriwijaya FC sebagai ‘tim juara’, melalui dua gol yang diciptakan oleh Gumbs (sepak pojok) dan Zah Rahan (akibat perjudian yang dimainkan oleh Markus, Goal Keeper PSMS Medan yang menyebabkan bola dengan mudahnya melenggang masuk ke gawang yang tanpa perlindungan), masing-masing tercipta pada perpanjangan waktu 15 menit yang kedua. Keunggulan jumlah pemain pun memberi keuntungan tersendiri bagi Sriwijaya FC, dikarenakan PSMS Medan hanya mampu bermain dengan 10 pemain akibat ‘pengusiran’ Murphy oleh wasit melalui pelanggaran berbuah dua kartu kuningnya pada menit ke 43.
Sriwijaya FC, tim yang tiga tahun lalu (2005) mulai menapakkan kakinya di kancah sepakbola Indonesia, dengan predikat tim ‘anak bawang’, yang dianggap tidak ada apa-apanya. Namun kini berhasil memboyong dan mengawinkan dua piala bergengsi sepakbola Indonesia, Copa Indonesia dan Liga Djarum Indonesia. Selamat kepada Sriwijaya FC, semoga ‘perkawinan kedua piala’ itu langgeng dan melahirkan ‘anak-anak’ yang akan terus mengharumkan nama Sumatra Selatan pada kancah sepakbola nasional.
Go…!!! Sriwijaya FC!!! Go…!!!
Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.
No related posts.





February 11th, 2008 at 2:31 pm
peras.aan yg rusuh kmaren suporter persija sama persipura deh.
SFC mah suporternya adem ayem
[Reply]
February 12th, 2008 at 10:41 am
oh iyo, salah :P
perbaiki dulu…
[Reply]