Training ‘Dare To Be A Leader’


Pelatihan yang diadakan pada 13 dan 14 Februari lalu ini bertempat di Hotel Marcopolo, Bandar Lampung. Dalam rangkaian program ‘Djarum Bakti Pendidikan’, bekerjasama dengan ‘TopConcept, Training and Organisationsentwicklung’ yang berpusat di Munich, Jerman dan memiliki cabang di Prague, Zurich, Vienna, dan Jakarta. Pelatihan ini diberikan kepada perwakilan ‘aktivis kampus’ yang tergabung dalam lembaga-lembaga kemahasiswaan (LK) di Universitas Lampung. Total peserta ada 80 orang yang terbagi dalam 10 kelompok. Saya tergabung dalam kelompok 3, meja paling depan :)
Dare to be a leader, berani untuk menjadi seorang pemimpin. Ya, itulah tema pelatihan kali ini. Disini kami diberikan banyak materi yang berkaitan dengan kepemimpinan. Sepanjang acara juga menurut saya sangat mengasyikkan karena kepiawaian sang trainer, ‘Marthen H. Sumual’ beserta kru-nya dalam membaca dan memahami waktu serta kondisi psikis dan psikologis kami, para trainee.
Pelatihan dibuka pada hari pertama, tanggal 13 Februrari 2008, sekitar pukul 8:30, dengan kata sambutan dari pihak Panitia, Djarum, dan Universitas Lampung. Setelah pembukaan, pelatihan langsung dimulai dengan Games. Kami diberikan selembar kertas yang berisikan enam belas kolom, masing-masing kolom berisi satu butir pertanyaan singkat, misal: “carilah seseorang yang tidak sesuku dengan anda.” Setelah menemukan orang tersebut, kita diharuskan menulis nama orang tersebut dan meminta tanda tangannya. Tidak semua kolom bisa terisi oleh saya, selain hiruk pikuknya suasana ruangan, waktu yang diberikan pun terbatas. Setelah games, kami disuruh menyimpulkan apa pesan yang terkandung dibalik games tersebut. Tidak ada yang menjawab. Sang trainer melanjutkan, “bahwa bila kita membutuhkan pertolongan, kita tidak akan mempedulikan lagi dari siapa pertolongan itu datang.”
Setelah games pertama selesai, otak kami mulai ‘dijejalkan’ dengan materi yang sarat dengan ilmu yang diharapkan kedepannya akan dapat berguna bagi kami. Pukul 10:00, coffee break, kami beristirahat sejenak di ruang makan yang berhadapan langsung dengan pemandangan sekitar Teluk Betung yang begitu indah. Dari ketinggian tampak jajaran rumah-rumah penduduk, pohon-pohon, jalan-jalan, dan dikejauhan tampak laut dan pulau-pulau yang menggugus.
Pukul 10:15, pelatihan dilanjutkan, masih dengan games dan materi-materi yang berbobot hingga menjelang waktu Dzuhur. Pukul 12:30 kami dipersilakan break lagi, makan siang, dan sholat.
Sekitar pukul 13:15, pelatihan dilanjutkan kembali, lalu break pada waktu Ashar, setelah Ashar dilanjutkan, dan break kembali menjelang Maghrib. Seusai Maghrib, pelatihan dilanjutkan hingga sekitar pukul 21:00.
Setelah pukul 21:00 kami masih harus mengerjakan tugas kelompok yang diberikan oleh trainer. Baru selesai menjelang tengah malam. Tugas kelompok saya mengagendakan, mengalkulasi dana, menyisipkan ide kreatif, dalam sebuah proyek ‘fake’ roadshow Nidji.
Tanggal 14 pagi, pelatihan dilanjutkan kembali. Agenda pagi itu adalah presentasi tugas proyek masing-masing kelompok. Pelatihan baru selesai sekitar pukul 15:00. Dilanjutkan dengan check out dari hotel, mengambil sertifikat, dan pulang.
Melalui pelatihan ini, saya banyak belajar tentang apa dan bagaimana kepemimpinan itu. Misalnya, kompetensi apa saja yang mesti dimiliki oleh seorang leader, ada tiga, yakni: Skills, Knowledge, dan Attitude. Lalu, tipe-tipe kepemimpinan, masuk ke tipe apakah saya? Ternyata pada suatu kondisi saya cenderung ke ‘task oriented leadership’ dan pada kondisi yang lain saya dapat berpindah ke ‘people oriented leadership’.
Art of questioning, “He who asks, leads!”. Ya, siapa yang bertanya, dia juga yang memimpin. Sebab, ia bisa lebih tahu, mengerti, dan paham tentang suatu hal yang ditanyakannya itu daripada orang-orang yang mengikutinya. Dalam pelatihan ini pula, kami diperkenalkan dengan “Lorenz Pyramid”, suatu model piramida komunikasi dan kepemimpinan.
Dan masih banyak ilmu lainnya yang saya dapat dari pelatihan ini, yang tidak mungkin untuk dituliskan apalagi dijabarkan satu persatu.
Denger-denger, setelah pembukaan, yang diadakan di Universitas Lampung, rangkaian acara training “Dare To Be A Leader ini akan dilanjutkan di Universitas Andalas.




Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.
Related posts:



