Browse > Home / Archive: March 2008

| Subcribe via RSS

Buat dan sebarkan sendiri software-mu

March 27th, 2008 | 1 Comment | Posted in Programming, Tips n Tricks

Hmmm…

Saya sebenarnya bukanlah seorang yang ‘expert’ dalam bidang pengembangan software. Bahasa pemrograman pun tidak seutuhnya paham. Saya cuma mengerti satu cara pembuatan program, yakni menggunakan Visual Basic. Itupun dengan cara otodidak, saya lakukan dikala senggang. Latar belakang pendidikan saya juga ‘nyeleneh’ cukup jauh dari bidang pengembangan software, selain ketika SMA saya masuk di kelas IPS, pas kuliah pun saya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, tepatnya di jurusan Ilmu Komunikasi.

Dalam tulisan ini hanya akan dibahas mengenai ‘desktop programming’ (dilingkungan sistem operasi) bukan ‘web programming’ (dilingkungan internet).

Kalau boleh saya katakan, ini adalah tips dari saya, seorang ‘lamer’ (strata terendah didunia perkomputeran). Jadi, maafkan saya bila ternyata ada kesalahan.
Dengan lapang dada, silakan dikoreksi :)

Langkah pertama pengembangan software

Tentu saja yang pertama dan utama adalah anda menguasai setidaknya satu bahasa pemrograman. Pemahaman tentang sistem operasi pun menjadi salah satu kewajiban.

Software apa yang mesti saya buat?

Tidak usah bingung apalagi bimbang. Tidak usah merasa ‘kecil’ saat melihat program buatan pihak lain ternyata lebih baik. Buat dan kembangkan saja software yang menurut anda akan bermanfaat bagi diri anda pribadi. Bila ternyata anda merasa sangat puas dengan software hasil kreasi anda tersebut, barulah persilakan ‘dunia luar’ mencicipinya.

Saya sendiri suka membuat software-software yang menurut saya unik dan dapat berdayaguna untuk diri saya pribadi. Contohnya, ShutterDownXP yang beberapa waktu lalu sempat saya buat (rilis terakhir versi 1.3). Saat itu saya berpikir tentulah akan sangat menarik bila komputer saya dapat ’shut down’ secara otomatis pada waktu yang saya tentukan sehingga ketika waktu tidur telah tiba, saya dapat dengan tenang meninggalkan komputer saya dalam keadaan menyala dan musik teralun. Saat saya telah terlelap, komputer saya pun akan turut terlelap.

Ketika itu, saya tahu bahwa telah banyak software yang mampu melakukan hal tersebut. Namun tidak ada satu pun yang mampu menarik hati saya untuk konsisten menggunakannya. Ada software yang bagus tetapi berstatus shareware dengan fitur dan atau masa pemakaian yang dibatasi. Ada software yang gratis, alias freeware, namun fiturnya minim. Ada juga software shut down yang hebat alias mampu melakukan apa saja, termasuk menjalankan suatu program ketika waktunya telah tiba, dan fitur-fitur lainnya disamping shut down otomatis, yang tentu saja saya pikir tidak akan bermanfaat bagi saya dan hanya memperberat kerja komputer saja. Maka saya berinisiatif untuk membuat sendiri program shut down otomatis sesuai dengan apa yang saya inginkan, fiturnya, tampilannya, dll.

Contoh lain adalah software yang belakangan saya rilis, TOYD alias ‘Text On Your Desktop’. Yang pembuatannya tidak disengaja. Ketika itu saya sedang suntuk didepan komputer, memandangi baris-baris teks bahan skripsi saya. Tiba-tiba ide itu muncul. Ya, ide untuk menampilkan running text di layar monitor yang bisa saya masukkan kata-kata penyemangat. Sehingga saya tetap membaca kata-kata tersebut ketika saya nongkrong didepan komputer.

Intinya, buatlah software sesuai dengan keinginan anda, yang mampu memuaskan anda, dan tentu saja bermanfaat bagi anda. Tidak usah dulu memikirkan hal-hal lain seperti “apakah software saya nanti bisa dijual?” Lupakan hal itu untuk sejenak.

Apa yang harus saya perhatikan ketika membuat software?

Tentukan dulu, fungsi-fungsi dan fitur-fitur apa saja yang akan ada di software anda nanti. Baik fungsi utama, maupun fitur tambahan Usahakan fitur tambahan yang ada tidak berlawanan dengan fungsi utama software yang anda buat. Misal, anda membuat software antivirus, tentulah akan lebih menarik bila ditambahkan fitur-fitur seperti process manager. Dan tidak akan ‘nyambung’ bila didalam software antivirus tersebut anda sisipkan sebuah word atau text processor seperti notepad.

Bila nantinya anda ingin menyebarluaskan software buatan anda tersebut. Perhatikan dengan seksama tata letak serta tampilan program (GUI/Graphical User Interface). Usahakan agar setiap fungsi dan fitur yang ada dapat diketahui dan diakses dengan mudah oleh pengguna. Pertimbangkan juga jenis huruf, ukuran huruf, warna, dan ukuran serta tata letak elemen-elemen seperti text box, command button, list box, dsb. Usahakan tampilan software anda sederhana dan ‘user friendly’. Sebab, pengguna biasanya akan lebih menyukai tampilan software yang sederhana. Pertimbangkan pula untuk tidak menambahkan pernak-pernik tampilan yang berlebihan, misal: animasi dan gambar.

Software buatan saya telah selesai, apa yang harus saya lakukan?

Cek dan ricek. Ceklah tiap bagian dari software anda. Mulai dari source code, tampilan atau GUI (Graphical User Interface), dsb. Perhatikan dengan seksama. Bila ternyata ditemukan hal yang tidak diinginkan (bugs), segeralah perbaiki.

Buatlah juga sebuah ‘help file’ yang menerangkan segala sesuatu tentang software anda tersebut. Bila anda malas membuat ‘help file’, anda dapat mendeskripsikan garis besar penggunaan software anda tersebut di file ‘readme’.

Ingat! Jangan remehkan file ‘readme’ sebab biasanya file inilah yang akan menjadi rujukan awal pengguna ketika akan menggunakan software anda. Usahakan file ‘readme’ yang anda sertakan mencakup garis besar software anda (lisensi, cara penggunaan, informasi mengenai anda dan atau perusahaan anda, dsb) dengan lugas, jelas, padat, namun tidak berlebihan, Maksud ‘tidak berlebihan’ disini adalah file ‘readme’ tersebut tidak terlampau panjang dan bertele-tele.

Tentukan lisensi atas software buatan anda. Apakah freeware, shareware, open source, dll. Lisensi ini mempengaruhi minat pengguna ketika akan menggunakan software anda. Bila anda menginginkan agar software anda berlisensi shareware dan anda ingin agar orang-orang membayar untuk penggunaannya. Pastikan dan yakinkan lagi bahwa software anda memang layak untuk dijual serta memiliki kemampuan dan keunggulan yang lebih baik dari software sejenis dengan lisensi freeware atau open source yang mungkin akan menjadi saingan terberat anda. Selain itu, pertimbangkan juga harga yang anda patok, dan tata cara pembayaran untuk lisensi software anda.

Bila diperlukan, pack-lah software anda menggunakan software packer semisal ASPack, ASProtect, UPX atau yang lainnya, guna menciutkan ukuran file .exe-nya. Disamping itu beberapa packer juga memungkinkan keamanan software anda akan lebih terjaga dengan cara ‘menyamarkan’ struktur resource software anda tersebut sehingga akan lebih sulit untuk di-crack.

Bila diperlukan juga, buatlah file ’setup’ atau installer untuk software anda tersebut. Hal ini perlu dilakukan bila software yang anda buat menggunakan ActiveX dan atau Library eksternal (*.ocx, *.dll, *.tlb) guna mendukung proses kerjanya. Installer mampu melakukan hal-hal yang terkait dengan pemasangan software di komputer dengan mudah dan cepat (file extracting, ActiveX/Library registering, pembuatan entry registry yang diperlukan software anda, dll) sehingga pengguna tidak merasa direpotkan saat akan mulai menggunakan software anda. Ada banyak ‘installer maker’ atau pembuat installer bertebaran di internet. Dari yang freeware sampai yang berbayar. Beberapa yang saya sukai anta
ra lain InnoSetup dan NSIS – NullSoft Install System.

Akan lebih baik lagi bila anda mengompress lagi file-file yang ada (setup-bila digunakan, .exe, readme, dll) guna memperkecil lagi ukuran file tersebut dan memudahkan pendistribusian software anda.

Saya ingin menyebarluaskan program saya nih, bagaimana caranya?

Cara yang paling mudah adalah melalui jasa situs-situs download. Seperti upload.com, softpedia.com, topshareware.com, freewarefiles.com. tucows.com, dsb. Cukup ’submit’ software anda dibeberapa situs penyedia download yang besar dan mempunyai nama. Sertakan informasi yang jelas didalamnya. Setelah proses submission, software anda akan di-cek oleh pihak penyedia layanan. Bila software anda dianggap layak untuk masuk database mereka, maka anda akan menerima pemberitahuan melalui e-mail.

Yang saya suka dari situs-situs penyedia download ini adalah statistik berapa banyak software anda di-download, dan popularitas.

Bila anda memiliki website atau blog pribadi, anda dapat juga memasukkan informasi mengenai software yang telah anda buat tersebut.

Bila didekat tempat tinggal anda ada software house atau pun penjual CD/DVD software baik legal maupun bajakan, anda dapat menitipkan software anda disana.

Cara lainnya adalah: penyebaran message melalui Friendster, posting di mailing list, posting di forum, dan lain-lain.

Saya cukupkan dulu tulisan ini sampai disini. Ntar lain kali Insya Allah akan disambung lagi dengan topik yang berbeda tapi masih tetap seputar software development :)

Jaula’? Islam ekstrim? Terserahlah!

March 17th, 2008 | 7 Comments | Posted in Curhatan

Jaula’ atau Jaulah atau Jaulak, apa itu? Saya aja baru denger kata-kata tersebut pas pertama kali datang kuliah dan ngekos di Bandar Lampung ini. Entahlah, apakah kata-kata tersebut digunakan di seantero nusantara atau tidak. Soalnya, seumur-umur saya di Palembang, belum pernah mendengar kata-kata tersebut sekalipun.

Ketika saya tanyakan arti dari kata-kata tersebut ke temen-temen kampus dan temen-temen kosan saya, mereka sama menjawab kalo Jaula’ itu adalah orang-orang Islam yang ekstrim. Loh? Apa maksudnya? Ya, mereka menyebutnya sebagai Islam ekstrim atau dengan kata lain, orang-orang yang berusaha melaksanakan perintah Allah dan Rasulnya dengan total dan berusaha menghindari larangan-larangannya.

Pandangan temen-temen saya terhadap kaum Jaula’ ini pun kerapkali terasa begitu aneh bagi saya. Entah mereka menganggapnya sebagai ‘aneh’, ‘janggal’, ‘keren’, ‘kagum’, atau bahkan ‘takut’? Wallahualam!

Kosan saya, berada dekat dengan dua buah masjid dan sebuah pondok pesantren. Bahkan beberapa dari penghuni kosan saya tersebut tergolong kedalam Jaula’ karena mereka kerapkali sholat berjamaah di masjid dan sering mengajak temen-temen kosan yang lain untuk mengikuti tausiyah. Bahkan pernah beberapa kali mereka kedatangan saudara-saudara dari Afghanistan, Pakistan, Bangladesh, dan negara-negara muslim lainnya.

Back to topic. Jujur, saya kurang setuju dengan sebutan Jaula’ ataupun Islam ekstrim. Pernah salah seorang temen-temen saya berkata, “menjalankan ajaran Islam itu ga usah terlalu ekstrim lah! biasa-biasa aja kenapa?! Jangan seperti para Jaula’ itu”. LOH?! MAKSUDNYA?! Ya, sekali lagi, jujur, saya tidak sependapat dengan temen saya tersebut.

Di Palembang, banyak penduduk yang berasal dari keturunan Arab. Bahkan tidak jarang di daerah Jalan Veteran, sering ditemui wanita-wanita muslim yang berhijab serta bercadar. Cadar yang digunakan beberapa malah menutup seluruh wajah, termasuk mata. Namun, saya tidak merasa aneh dengan penampilan mereka. Saya justru kagum.

Semasa SMA, saya seringkali bergaul dengan temen-temen MT (Majelis Taklim), saya pun tergabung dengan salah satu grup Liqo’. Setiap minggu kami selalu bertemu. Mempelajari seluk belum Islam dan dakwah. Saya juga pernah mengajak salah seorang temen untuk ikut grup Liqo’, namun sepertinya ia selalu menghindar dan terkesan seolah tidak ingin lebih erat bersentuhan dengan kami.

Walaupun begitu, kadangkala tersirat juga cahaya kekaguman temen-temen kosan saya terhadap orang-orang yang mereka cap sebagai Jaula’. Contohnya, kami, anak-anak kosan, seringkali mencari santap malam di tempat yang jauh dari lingkungan kosan kami dengan alasan mencari cita-rasa yang berbeda. Daerah Ratu (kependekan dari Labuhan Ratu) adalah salah satu daerah tujuan. Di Ratu, kami biasa membeli nasi goreng yang porsinya luar biasa banyak, rasanya yang enak, harganya pun tergolong standar, lima ribu rupiah per porsi. Abang penjual nasi goreng ini pun di-cap oleh temen-temen kosan saya sebagai Jaula’! Entah kenapa. Mungkin karena dari caranya berpakaian dan jenggotnya kali yah. Loh?! wong saya juga hobi memelihara jenggot kok! Satu hal yang sangat saya kagumi dari abang penjual nasi goreng ini, yakni sikapnya yang teramat ramah dan senyumnya yang senantiasa mengembang.

Dari beberapa penge-cap-an Jaula’ terhadap orang-orang tertentu oleh temen-temen saya. Dapat saya simpulkan ciri-ciri orang yang dicap sebagai Jaula’ adalah sebagai berikut: 1.Berpakaian muslim, 2.Mengenakan peci, 3.Berjenggot, 4.Celana panjang yang menggantung diatas mata kaki.

Sekali lagi saya tegaskan bahwa saya tidak setuju dengan adanya istilah Jaula’ tersebut.

Saya bicara begini bukan karena saya merasa bahwa syariat Islam yang saya lakukan sudah baik! Melainkan hanya menyemburkan uneg-uneg saya tentang sebutan Jaula’ dan Islam ekstrim yang menurut saya tidak seharusnya ada. Bukankah sebagian besar penduduk negara kita ini adalah Muslim? Dan bukankah sebagai seorang muslim, sudah seharusnyalah kita menjalankan syariat-syariat Islam yang ada?

cDc Goolag Scanner – Gunakan Google untuk mencari ‘lubang’

March 16th, 2008 | No Comments | Posted in Info, Windows Software


Sekali lagi, cDc (Cult of The Dead Cow) membuat gebrakan dengan merilis tool baru yang mereka beri nama “Goolag Scanner”. Setelah beberapa tahun silam sempat menghebohkan dunia internet dengan Back Orifice-nya.

Goolag Scanner adalah tool web auditing berdasarkan pada konsep Google Hacking, yang dapat mencari kelemahan apa yang terdapat pada suatu server/web. Namun, bagaimanapun juga, tool ini tetaplah ‘bermuka dua’. Pada satu sisi ia dapat membantu administrator guna melindungi sistemnya, namun disisi lain ia dapat digunakan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab untuk melakukan hal-hal yang bersifat merusak.

Baru saja saya mencoba Goolag Scanner setelah dua atau tiga hari yang lalu mendownloadnya.

Sebelum menginstal Goolag Scanner, pastikan dulu .Net Framework 2.0 telah terinstal di komputer anda. Bila belum, anda dapat mencarinya di situs resmi Microsoft , filehippo.com, dll.

Secara penggunaan, Goolag Scanner sangatlah mudah. Ada banyak tawaran ‘lubang’ yang ingin dicari.

Saya baru mencobanya pada satu web server *censored*. Hanya ‘Dork’ untuk Web Server Detection saja yang saya coba. Namun tampaknya belum membuahkan hasil.

Karena melancarkan beberapa request pencarian sekaligus kepada Google, maka kadangkala Google merasa curiga dengan aktivitas kita. Goolag Scanner pun dengan cerdiknya meminta kepada kita untuk membuka satu browser dengan halaman yang berisi query pencarian secara otomatis. Di halaman tersebut, anda diminta oleh Google untuk memasukkan kode verifikasi untuk melanjutkan ‘pencarian’. Bila sudah, Goolag Scanner dapat melanjutkan kembali aktivitasnya. Namun, bisa jadi Goolag Scanner akan kembali meminta anda membuka halaman browser Google dan memasukkan kode verifikasi yang diminta oleh Google karena Google kembali curiga dengan aktivitas kita.

Semuanya kembali kepada pengguna, apakah akan menggunakan suatu tool dengan bijak atau bahkan menyalahgunakannya.

Wisuda dia…

March 16th, 2008 | 2 Comments | Posted in Curhatan

Ummm… Sekali lagi, seharusnya tulisan ini sudah terposting sejak kemaren. Tapi baru sempet online hari ini.

Hari ini (15/03/2008) adalah hari bahagia bagi dia, wisuda. Akhir dari perjalanan kuliah selama hampir empat tahun. DIA loh! Bukan saya! Duh, kapan yah saya nyusul… :(

“Aku cuma bisa memanjatkan doa untukmu. Semoga jalanmu dimudahkan Allah. Semoga cepet dapet kerja. Semoga bahagia selalu. Dan beribu ’semoga’ serta harapan yang terbaik untukmu.”

“Semoga ilmu yang t’lah kau dapat di bangku perkuliahan dapat bermanfaat bagi agama, nusa, bangsa, dan keluarga.”

“Selamat atas peraihan gelar S1-mu :)”

Update: TOYD (Text On Your Desktop) v1.1

March 16th, 2008 | No Comments | Posted in Programming, Windows Software


Seharusnya tulisan ini saya post pada 13 Maret lalu, sehari setelah TOYD v1.0 saya rilis. Namun, berhubung ada satu dan lain hal yang menjadi penghalang (gubrak! bahasanya :P) maka baru sekarang bisa saya post.

Tanggal 12 Maret 2008, tengah malem, saat saya sedang refreshing sejenak didepan komputer dengan memainkan game Mortal Kombat 4, Need For Speed Carbon, dan BMW M3 Challenge (dapet dari CD bonus PCMild edisi awal Maret), setelah menutup game-game tersebut, tampak keanehan pada TOYD v1.0, yakni teks tidak mulai scrolling dari sisi paling kanan desktop melainkan dari tengah.

Yang saya curigai adalah karena game-game tersebut menggunakan resolusi layar yang lebih kecil dari resolusi standar (saya pake 1024×768 pixel). Ternyata benar.

Mulai deh menelusuri lagi baris-baris source code TOYD. Karena tak terlalu njelimet, maka dengan mudah saya bisa menelusurinya. Berkutat sebentar. Namun masalah belum terselesaikan juga. Setelah hampir frustrasi, ide itu tiba-tiba datang :P Ya, ide, simpel aja idenya. Yakni, membuat sebuah string private pada form utama guna menyimpan ukuran lebar layar, dan string ini di-load otomatis tiap kali penggantian teks oleh timer. Problem solved. Compiling. Capsuling dengan 4nCapsule buatan 4NV|e (pembuat Ansav) dan mem-package-nya.

Silakan dijajal dan berikan komentar anda :)

[DOWNLOAD DISINI]

TOYD (Text On Your Desktop) v1.0

March 12th, 2008 | 6 Comments | Posted in Programming, Windows Software

Nama software ini mungkin aneh. Ya emang aneh. Saya suka sama nama-nama aneh :P

Nama tersebut terinspirasi dari sebuah artikel yang saya download dari internet, disana ada kata-kata TOAD atau yang kalo di-Indonesia-kan kira-kira artinya KATAK atau KODOK.

Okay, back to topic. Apa itu TOYD?

Ummm… Ada baiknya saya cerita sedikit mengenai latar belakang pembuatan aplikasi ‘aneh’ ini. Saat ini, saya tengah dipusingkan oleh sesuatu yang bernama ‘SKRIPSI’. Demi menjaga ’stabilitas’ (HAH?! STABILITAS?!) semangat saya, beberapa lembar kertas berisikan kata-kata bijak saya print dan tempel di ’sekujur’ (HAH?! SEKUJUR?!) dinding kamar kos-an saya.

Nah, pas saya sedang berada di depan komputer, saya pikir, ada baiknya bila ‘Sheby Machine’ (nama komputer desktop kesayangan saya) pun setia memberikan saya semangat. Akhirnya jadi deh, program dengan nama aneh ini, TOYD.

TOYD, berfungsi untuk menampilkan ‘running text’ di desktop anda. Pengaturan aplikasi ini berada pada system tray. Disana, anda bisa menemukan pengaturan font, auto-start (jalan otomatis ketika Windows dimulai), always on top (membuat TOYD selalu berada diatas jendela lain), dan tentu saja pengaturan teks apa yang akan ditampilkan. Ada lima teks yang dapat ditampilkan secara bergantian.

Dan sekarang, kata-kata penyemangat pun nongol di desktop saya.

TOYD dirilis dibawah lisensi FREEWARE. Walaupun begitu, anda dapat memperoleh source code-nya dengan cara mengirimkan e-mail kepada saya.

Seperti biasa, USE THIS SOFTWARE AT YOUR OWN RISK! Saya tidak akan bertanggung jawab atas apapun yang terjadi pada komputer anda yang disebabkan oleh penggunaan dan atau penyalahgunaan software ini.

Silakan dicoba, dan berikan komentar anda :)

[DOWNLOAD DISINI]

[Kisah inspirasi] Hukuman

March 10th, 2008 | 3 Comments | Posted in Info, Karya Luar Biasa

Dikisahkan sepasang suami istri yang bekerja meninggalkan anaknya yang berusia tiga tahun bernama Ita, bersama sang pembantu di rumah. Namanya juga anak-anak yang suka mengeksplorasi diri, Ita pun demikian. Sambil bermain dia mencoret-coret tanah di halaman dengan lidi, sementara pembantunya menjemur kain dekat garasi. Puas dengan mencoret tanah, ia menemukan sebuah paku berkarat dan mulai mencoba untuk menggores-gores mobil ayahnya yang berwarna hitam. Karena masih baru, mobil tersebut jarang dipergunakan oleh ayahnya ke kantor. Maka, penuhlah mobil tersebut dengan coretan gambar Ita.

Begitu ayahnya pulang, dengan bangga Ita memberi tahu tentang gambar-gambar yang sudah dibuat di mobil baru ayahnya tersebut. Bukan pujian yang diterimanya, melainkan kemarahan yang sangat besar. Pertama kali yang kena damprat adalah sang pembantu karena dianggap tidak mengawasi Ita di rumah. Baru giliran anaknya yang dihukum. Demi mendisiplinkan anak, maka si ayah mulai mengajarkan anaknya, tidak hanya dengan kata-kata, tetapi dengan pukulan. Dipukullah kedua tangan anaknya dengan apa saja yang ditemukan disitu. Mulai dengan mistar, ranting, sampai lidi disertai luapan emosi yang tidak terkendali.

“Ampun, Bah! Sakit… Sakit, ampun!” jerit Ita sambil menahan sakit ditangannya yang sudah mulai berdarah-darah. Si ibu hanya diam saja seolah-olah merestui tindakan disiplin yang ditegakkan oleh suaminya.

Puas menghajar anaknya, si ayah menyuruh pembantu untuk membawa Ita ke kamarnya. Dengan hati yang teriris, sang pembantu membawa Ita ke kamarnya. Sore hari ketika dimandikan, Ita menjerit-jerit menahan pedih. Esoknya tangan Ita mulai membengkak, sementara ayah ibunya tetap bekerja seperti biasa. Ketika dilaporkan oleh pembantunya, ibu Ita hanya mengatakan, “Oleskan obat saja!”

Hari berganti hari, hingga suhu badan Ita mulai panas karena luka tangannya sudah terinfeksi. Ketika dilaporkan, orangtuanya pun hanya mengatakan supaya diberikan obat penurun panas. Hingga suatu malam, panasnya semakin tinggi, bahkan Ita mulai mengigau. Buru-buru mereka membawa Ita yang sudah tampak melemah ke rumah sakit pada malam itu juga.

Hasil diagnosis dokter menyimpulkan bahwa demam Ita berasal dari tangannya yang sudah infeksi dan busuk akibat luka-lukanya. Setelah seminggu diopname di sana, dokter memanggil ayah dan ibunya dan mengatakan, “tidak ada pilihan lain….”

Dokter mengusulkan agar kedua tangan anak itu diamputasi karena infeksi yang terjadi sudah terlalu parah. “Ini sudah bernanah dan membusuk, untuk menyelamatkan nyawa Ita, tangannya harus diamputasi!”

Mendengar berita ini, orangtua Ita bagai disambar petir. Dengan airmata yang berurai dan tangan yang bergetar, mereka menandatangani surat persetujuan amputasi anak yang paling dikasihinya.

Setelah sadar dari pembiusan operasinya, Ita terbangun sambil menahan rasa sakit dan bingung melihat tangannya yang dibalut kain putih. Lebih kaget lagi, dia melihat kedua orangtuanya dan pembantunya menangis disampingnya. Sambil menahan rasa sakit, Ita berkata kepada orangtuanya, “Abah, mama, Ita tidak akan melakukannya lagi… Ita sayang abah… sayang mama… juga sayang bibi… Ita minta ampun sudah mencoret-coret mobil abah!” Si ibu dan ayah semakin menangis mendengar kata-kata Ita tersebut.

“Bah, sekarang tolong kembalikan tangan Ita, untuk apa diambil. Ita janji tidak akan melakukannya lagi. Bagaimana kalau nanti Ita mau main dengan teman-teman karena tangan Ita sudah diambil. Abah… mama… tolong kembaliin… pinjam sebentar saja. Ita mau menyalami abah, mama, dan bibi untuk minta maaf!”

Menyesal bagi kedua orangtua Ita sudah tiada guna, nasi sudah menjadi bubur.

[Disadur dari "Setengah Isi Setengah Kosong", karangan Parlindungan Marpaung]

Model Jarum Hipodermik VS Model Uses and Gratification

March 10th, 2008 | 2 Comments | Posted in Communication

Dalam Kick Andy episode “Gambar Buram Layar Kaca Kita” (Minggu, 9/3), mengangkat topik mengenai tayangan boneka yang pernah populer pada beberapa tahun yang lalu, diantaranya “Si Unyil”, “Si Komo”, “Boneka Tongki”, dan “Susan”. Dulu, tayangan-tayangan tersebut boleh dikatakan populer pada zamannya. Tidak hanya itu, “cap” sebagai tayangan yang mendidik pun turut melekat pada mereka.

Episode ini lahir karena keprihatinan para praktisi dan orang tua akan tayangan-tayangan televisi yang semakin “tidak mendidik”, penuh dengan kekerasan, dan bahkan unsur-unsur seks. Sekali lagi, televisi disalahkan.

Disini, saya bukan mau membela televisi, melainkan hanya menuangkan pendapat saya terhadap ‘kasus’ dualisme televisi ini (yang pada satu sisi dipandang positif dan pada sisi lainnya dipandang negatif).

Memang benar, dunia pertelevisian Indonesia akhir-akhir ini diramaikan oleh tayangan-tayangan yang bisa dibilang jauh dari penyampaian pesan dan nilai yang mendidik. Secara garis besar, ada 3 tipe tayangan yang menurut saya laris manis, yakni: Infotaiment, Sinetron, dan Reality Show (termasuk didalamnya acara-acara yang berkonsepkan ‘Idolisme’).

Mengapa tidak mendidik?

Boleh saya balik bertanya? Pendidikan (atau nilai dan pesan positif) apa yang ditawarkan oleh Infotainment, Sinetron, dan Reality Show? Dari balik kacamata saya, tayangan-tayangan tersebut tidak lebih hanya mengumbar mimpi-mimpi kosong. Menyebarkan harum semerbaknya dunia selebriti yang bergelimang keindahan dunia.

Unsur-unsur kekerasan yang dibalut dengan kelezatan bumbu heroik dengan mudah dapat kita temukan di banyak tayangan anak-anak. Misalnya: Power Rangers.

Model Jarum Hipodermik

Model ini mengasumsikan bahwa khalayak bersifat pasif. Dapat dengan mudah diterpa dan dipengaruhi oleh pesan-pesan yang disampaikan oleh komunikator (dalam hal ini: tayangan televisi).

Dalam kasus unsur kekerasan pada tayangan-tayangan yang ditujukan untuk anak-anak, dapat dikatakan model ini berperan besar. Sebab, anak-anak akan lebih mudah terpengaruh atas apa yang mereka lihat dan tonton.

Namun, dalam kasus penonton dewasa, efektivitas model ini dapat diragukan. Mengapa? Sebab dari segi pola pikir, penonton dewasa lebih matang dan lebih dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Walaupun tidak menutup kemungkinan penonton dewasa pun akan turut terimbas dampak tayangan-tayangan tersebut, meski sedikit.

Model Uses and Gratification

Model ini menunjukkan bahwa yang menjadi permasalahan utama bukanlah bagaimana media mengubah sikap dan perilaku khalayak, tetapi bagaimana media memenuhi kebutuhan pribadi dan sosial khalayak (Uchjana, 1993: 289-290).

Khalayak/penonton dianggap aktif dalam menentukan tayangan mana yang mereka kira akan dapat memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan.

Sebanyak apapun tayangan yang tidak mendidik, apabila khalayak menganggapnya tidak penting dan tidak akan memberikan ‘keuntungan’ bagi mereka, tidaklah berpengaruh negatif.

Apakah model ini berpengaruh pada anak-anak. Bisa ya, bisa juga tidak. Bila merujuk pada kebiasaan saya menonton televisi ketika kecil dulu, saya hanya akan menonton tayangan yang menurut saya bagus dan memberikan kepuasan bagi saya. Misal, tayangan Doraemon, Ksatria Baja Hitam, dan beberapa lainnya. Dulu, saya tidak menyukai tayangan seperti Sailor Moon karena saya anggap tidak menarik. Dari contoh ini, dapat dilihat bahwa sedari kecil kita sudah dapat memilih tayangan apa yang menurut kita menarik dan tayangan apa yang menurut kita tidak menarik. Memang, lingkungan juga berperan dalam membentuk pola pandang ini. Teman sepergaulan misalnya, bila sebelumnya kita mendoktrin bahwa tayangan ‘A’ tidak menarik tetapi menurut teman-teman kita justru sebaliknya, tayangan ‘A’ adalah sangat menarik. Persepsi kita pun dapat berubah, walaupun perlahan.

Bila orang tua mampu membimbing dan mengarahkan anak-anaknya dalam memilih tayangan mana saja yang menarik dan mendidik tentulah persepsi dan cara pandang anak terhadap tayangan televisi akan menjadi lebih baik.

Oknum yang tidak bertanggung jawab

Tidak dapat dipungkiri, pemroduksian tayangan-tayangan tertentu, yang memuat nilai-nilai negatif, berdiri dibelakangnya orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang memiliki tujuan-tujuan khusus, misal merusak generasi muda.

Kasus yang sempat heboh belakangan adalah DVD film anak-anak yang disisipi adegan tak senonoh.

Jelas sekali ada semacam pergerakan bawah tanah yang terstruktur demi merusak generasi muda bangsa ini?

Lantas, siapa yang salah?

Bila ditanya demikian, saya serahkan pertanyaan ini kepada anda. Anda dapat menyalahkan televisi dan orang-orang yang berada dibelakangnya (stasiun televisi, rumah produksi, advertising agency, dll), yang terus menerus memproduksi dan menyajikan tayangan-tayangan yang dianggap tidak mendidik. Anda dapat pula menyalahkan diri anda sendiri yang telah dengan sukarela dibuai dan dimanjakan oleh televisi dan tayangan-tayangannya.

Belakangan, santer orang-orang yang menggembar-gemborkan gerakan untuk mematikan televisi dengan alasan yang telah saya sebut sebelumnya. Itu kembali lagi kepada anda, kepada bagaimana pola penggunaan media televisi oleh anda. So? It’s up to you as the consumer of the massive generation of audio-visual called Television.

[9 Maret 2008]

Maaf, kalo musik saya aneh

March 3rd, 2008 | 6 Comments | Posted in Curhatan, Music

Beberapa malam yang lalu, terjadi perdebatan seru dan sedikit sengit antara saya dan salah seorang temen kos-an. Berkisar soal musik.

“Musik lo aneh, drus!”

Yupe, itu yang dia katakan ke saya. Musik saya aneh. Memang, saya akui musik saya memang aneh, dan tidak banyak diantara temen-temen saya yang menyukai jenis-jenis musik seperti yang saya sukai. Berkutat di belantara rock dan metal. Mulai dari heavy metal, hard rock, new wave of british heavy metal (NWOBHM), progressive rock/metal, dan speed metal. Tapi saya tidak menyukai seputar ‘black metal‘.

Gemuruh sound yang keluar dari Simbadda Z-300 saya hampir semuanya ‘heavy’. Namun tidak melulu ‘heavy’, kadangkala saya suka terbuai dalam alunan klasik, mellow, dan jazzy.

“Lo autis ya? Suka terlelap dalam kesenangan dan dunia lo sendiri”

Ummm… bukan hanya temen kos-an saya yang melontarkan pernyataan tersebut. Pun begitu dengan temen-temen kampus saya.

Temen kos-an saya bilang begitu karena merasa aneh kala melihat saya memainkan gitar. Tidak seperti dia dan kebanyakan temen-temen/orang lain yang sembari bernyanyi saat menggetarkan senar-senar gitar, saya lebih sering diam dan fokus pada permainan gitar saja. Tidak jarang saya membentangkan lembar-lembar tablature guna mempelajari suatu lagu dengan tepat.

“Kalo musik lo begitu terus, mana bisa dijual”

Dulu sempat terbersit dalam pikiran saya untuk menjadi musisi handal. Namun semenjak sudah jarang bermain (baca: nge-band) bersama temen-temen saya di Palembang, obsesi tersebut perlahan meluntur. Ditambah dengan lambatnya saya belajar gitar. Sebenernya saya lebih menyukai drums, namun karena ga punya set-nya, yah belajarnya cuma bisa pas di studio saja.

Saya menciptakan beberapa lagu saya sendiri sesuai keinginan saya, dan tidak untuk dijual.

Saya juga mengatakan kepadanya kalo saya bukan Ahmad Dhani, yang suka menjual musik. Dan memiliki dua versi personel ‘The Rock’, lokal dan bule Aussie.

“Zaman sekarang, yang dicari itu lagu cinta, drus”

Boleh dibilang, saya sudah bosan dan hampir muak dengan lagu-lagu bertemakan dan berlirik-kan cinta. Memang, cinta itu indah dan manusia tidak dapat hidup tanpa adanya cinta, kalaupun bisa, dunianya pastilah berwarna hitam dan kelabu.

Masih banyak tema lain yang bisa dieksplorasi, ga cuma terbatas pada cinta saja. Beberapa lagu yang saya suka karena liriknya antara lain: Iron Maiden (Dance of Death, yang membuat suasana mencekam dalam lirik lagu tersebut terasa hidup dan nyata), Dream Theater (Finally Free, yang menggambarkan dan turut membuat pendengarnya merasakan sakitnya tragedi cinta segitiga antara Victoria, Nicholas, dan Julian), Nirvana (Where Did You Sleep Last Night, jeritan hati seorang lelaki terhadap gadisnya yang telah bersuami atau lebih tepatnya: selingkuhannya), Symphony X (Awakenings, pernah saya angkat pada posting sebelumnya), Metallica (Enter Sandman, yang menceritakan tentang ketakutan mimpi masa kecil), dan beberapa lagu lainnya.

“Cewek mana yang bakalan terpikat sama lo, lantaran musik aneh begitu” (diumpamakan bermain gitar dihadapan seorang gadis :P)

Wah, parah! Saya kan udah katakan kalo musik saya ga melulu keras dan berat. Saya juga suka musik yang slow seperti Mocca (Hyper Ballad), Bryan Adams (Heaven), Andrew Lloyd Webber (The Phantom of The Opera, The Music of The Night, dll), dan lain sebagainya.

Saya juga punya lagu yang terinspirasi oleh gadis yang menurut saya ‘hebat’. Perlu dicatat, kata ‘hebat’ disini dalam artian positif karena ada seorang temen yang menyalahartikan kata ‘gadis hebat’ dalam kamus saya.

“Kalo gitar lo bisa bicara, dia pasti akan berkata sedih sebab lagu yang lo nyanyiin ga ada vokalnya”

Saya jarang nyanyi sembari maen gitar sebab saya merasa kalo suara saya ga begitu bagus dan merdu. Kadangkala saya terdiam saat vokalnya menuntut nada tinggi.

Kebanyakan nada yang saya mainkan adalah hasil karangan sendiri, yang tidak jarang saya kombinasikan guna menghasilkan satu lagu penuh yang tidak jarang pula belum memiliki lirik.

Kalo gitar bisa bicara, dia pasti akan berkata sedih, kok cuma kord itu itu saja yang dimainkan. Gitar pasti akan bahagia bila setiap senar dan fret yang ada di tubuhnya bisa bersuara, begitu jawaban saya terhadap pernyataannya.

Encrypdel: Encrypt and Delete

March 3rd, 2008 | No Comments | Posted in Programming, Windows Software


Apa itu Encrypdel???

Karena bingung sama nama, maka saya ambil Encrypdel yang singkatan dari Encrypt and Delete, sebagai nama software ini.

Bekerja dalam dua tahap, mengenkripsi dan mengdelete (hapus), membuat penghapusan file menjadi lebih aman.

Menggunakan enkripsi RC4, dan dengan password yang di-random secara otomatis untuk setiap file yang di-Encrypdel, membuat file yang telah dihapus akan hancur dan mempersulit proses recover.

Namun, tidak disarankan untuk menghapus file yang berukuran besar (diatas 10 MB) sebab hal itu akan membuat lama proses peng-Encrypdel-an. Mungkin ini juga merupakan salah satu kelemahan dari program ini.

Silakan dijajal, dan berikan komentar anda.

Oh ya, bila anda tertarik untuk mendapatkan source code-nya (dibuat dengan bahasa pemrograman Visual Basic 6), anda dapat mengirimkan e-mail ke fadly87@gmail.com.

Satu lagi, pergunakan software ini atas kesadaran anda sendiri. Saya tidak akan bertanggungjawab atas kesalahan yang terjadi yang menyebabkan masalah pada komputer dan atau data-data anda akibat dari penggunaan/penyalahgunaan program ini.

[Download Disini]