Browse > Home / Curhatan / Jaula’? Islam ekstrim? Terserahlah!

| Subcribe via RSS

Jaula’? Islam ekstrim? Terserahlah!

March 17th, 2008 Posted in Curhatan
-->

Jaula’ atau Jaulah atau Jaulak, apa itu? Saya aja baru denger kata-kata tersebut pas pertama kali datang kuliah dan ngekos di Bandar Lampung ini. Entahlah, apakah kata-kata tersebut digunakan di seantero nusantara atau tidak. Soalnya, seumur-umur saya di Palembang, belum pernah mendengar kata-kata tersebut sekalipun.

Ketika saya tanyakan arti dari kata-kata tersebut ke temen-temen kampus dan temen-temen kosan saya, mereka sama menjawab kalo Jaula’ itu adalah orang-orang Islam yang ekstrim. Loh? Apa maksudnya? Ya, mereka menyebutnya sebagai Islam ekstrim atau dengan kata lain, orang-orang yang berusaha melaksanakan perintah Allah dan Rasulnya dengan total dan berusaha menghindari larangan-larangannya.

Pandangan temen-temen saya terhadap kaum Jaula’ ini pun kerapkali terasa begitu aneh bagi saya. Entah mereka menganggapnya sebagai ‘aneh’, ‘janggal’, ‘keren’, ‘kagum’, atau bahkan ‘takut’? Wallahualam!

Kosan saya, berada dekat dengan dua buah masjid dan sebuah pondok pesantren. Bahkan beberapa dari penghuni kosan saya tersebut tergolong kedalam Jaula’ karena mereka kerapkali sholat berjamaah di masjid dan sering mengajak temen-temen kosan yang lain untuk mengikuti tausiyah. Bahkan pernah beberapa kali mereka kedatangan saudara-saudara dari Afghanistan, Pakistan, Bangladesh, dan negara-negara muslim lainnya.

Back to topic. Jujur, saya kurang setuju dengan sebutan Jaula’ ataupun Islam ekstrim. Pernah salah seorang temen-temen saya berkata, “menjalankan ajaran Islam itu ga usah terlalu ekstrim lah! biasa-biasa aja kenapa?! Jangan seperti para Jaula’ itu”. LOH?! MAKSUDNYA?! Ya, sekali lagi, jujur, saya tidak sependapat dengan temen saya tersebut.

Di Palembang, banyak penduduk yang berasal dari keturunan Arab. Bahkan tidak jarang di daerah Jalan Veteran, sering ditemui wanita-wanita muslim yang berhijab serta bercadar. Cadar yang digunakan beberapa malah menutup seluruh wajah, termasuk mata. Namun, saya tidak merasa aneh dengan penampilan mereka. Saya justru kagum.

Semasa SMA, saya seringkali bergaul dengan temen-temen MT (Majelis Taklim), saya pun tergabung dengan salah satu grup Liqo’. Setiap minggu kami selalu bertemu. Mempelajari seluk belum Islam dan dakwah. Saya juga pernah mengajak salah seorang temen untuk ikut grup Liqo’, namun sepertinya ia selalu menghindar dan terkesan seolah tidak ingin lebih erat bersentuhan dengan kami.

Walaupun begitu, kadangkala tersirat juga cahaya kekaguman temen-temen kosan saya terhadap orang-orang yang mereka cap sebagai Jaula’. Contohnya, kami, anak-anak kosan, seringkali mencari santap malam di tempat yang jauh dari lingkungan kosan kami dengan alasan mencari cita-rasa yang berbeda. Daerah Ratu (kependekan dari Labuhan Ratu) adalah salah satu daerah tujuan. Di Ratu, kami biasa membeli nasi goreng yang porsinya luar biasa banyak, rasanya yang enak, harganya pun tergolong standar, lima ribu rupiah per porsi. Abang penjual nasi goreng ini pun di-cap oleh temen-temen kosan saya sebagai Jaula’! Entah kenapa. Mungkin karena dari caranya berpakaian dan jenggotnya kali yah. Loh?! wong saya juga hobi memelihara jenggot kok! Satu hal yang sangat saya kagumi dari abang penjual nasi goreng ini, yakni sikapnya yang teramat ramah dan senyumnya yang senantiasa mengembang.

Dari beberapa penge-cap-an Jaula’ terhadap orang-orang tertentu oleh temen-temen saya. Dapat saya simpulkan ciri-ciri orang yang dicap sebagai Jaula’ adalah sebagai berikut: 1.Berpakaian muslim, 2.Mengenakan peci, 3.Berjenggot, 4.Celana panjang yang menggantung diatas mata kaki.

Sekali lagi saya tegaskan bahwa saya tidak setuju dengan adanya istilah Jaula’ tersebut.

Saya bicara begini bukan karena saya merasa bahwa syariat Islam yang saya lakukan sudah baik! Melainkan hanya menyemburkan uneg-uneg saya tentang sebutan Jaula’ dan Islam ekstrim yang menurut saya tidak seharusnya ada. Bukankah sebagian besar penduduk negara kita ini adalah Muslim? Dan bukankah sebagai seorang muslim, sudah seharusnyalah kita menjalankan syariat-syariat Islam yang ada?

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Add to favorites
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
----

Creative Commons License Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.

Related posts:

  1. Permusuhan itu tak kunjung berakhir…
  2. Sehari Tanpa Listrik

7 Responses to “Jaula’? Islam ekstrim? Terserahlah!”

  1. ferdi Says:

    anda benar

    [Reply]


  2. Au' Says:

    Hmmm… Jaula’ itu istilah orang lampung sono y?

    Yah gt lah emang, kadang miris ngelihat orang yg “kurang” mengerti ttg agamanya sendiri tapi memandang orang lain yang menjalankan agamanya secara Insya 4JJI bener malah “aneh”. Yah beginilah hidup drus… (halah)

    Intinya saya sependapat dgn dirimu drus (tumben-tumbenan ya??) ;))

    [Reply]


  3. Ranny Rachma Suci Says:

    hmmmm begitu ya!

    [Reply]


  4. Idrus Fhadli Says:

    @ferdi: hehe… bener-bener benar apa ga? :P

    @Au’: eh? emang kapan kita ga sependapat kak? :P

    @ranny rahma suci: iya begitu :)

    [Reply]


  5. Anonymous Says:

    kayaknya gue setuju sama kawan loe

    [Reply]


  6. iwan Says:

    Jaula sebenarnya bukanlah nama sebuah aliran/kelompok dalam islam ataupun sebuah kelompok islam ekstrim.
    Jaula adalah suatu kegiatan yang dilakukan sebagai usaha dakwah dengan keliling-keliling ke rumah2 saudara muslim untuk mengajak mereka datang ke mesjid untuk Sholat berjamaah.
    Baru2 ini saya mengikuti kegiatan ini.sungguh dalam kegiatan jaula inilah saya mendapatkan pelajaran bagaimana kita ini sebagai muslim risau terhadap saudara2 seiman kita yg belum tahu bahwa pahala yang kita dapatkan apabila melaksanakan shalat berjamaah di mesjid begitu besar dan begitu pula ancamannya apabila meninggalkan sholat berjamaah.
    Pada awalnya saya memang sempat berpikir negatif tentang kegiatan yg dilakukan oleh jamaah ini. Namun setelah 3 hari bersama mereka sungguh saya merasakan saya ini orang yang sangat tidak ada apa2nya dibandingkan dengan mereka yang sangat memelihara iman dan amal mereka.
    Disinilah saya melihat bagaimana islam diamalkan dan disampaikan dengan begitu lembut.
    tidak dibenarkan sedikitpun di dalam jamaah ini untuk melakukan dakwah dengan kekerasan.
    bahkan mereka menetapkan tidak boleh membicarakan beberapa hal di dalam mesjid yaitu :
    1. Masalah Politik
    2. Masalah Dunia
    3. Tidak boleh membicarakan aib sesama manusia
    4. Tidak boleh berdebat mengenai khilafiyah selama itu masih memiliki dalil dan tidak bertentangan dengan hadits2 Nabi.
    Kesimpulannya mari kita jangan hanya melihat kulit luar saja tapi mari melihat dalamnya…Insya Allah kita akan mendapatkan bagaimana Islam yang cinta damai itu…Allahu Akbar. Allahumma Sholli wa sallim Alaih…

    trims masukannya, sangat menambah pengetahuan saya :D

    [Reply]


  7. dedi Says:

    assalamu’alaikum drus
    klo lo mo ngerti jaula lo datang aj ke islamic center tiap malam jum’at di deket unila….
    disana ada pembicaraan iman & amal soleh
    alhamdulillah skrg Allah SWT telah berikan taufik & hidayah kepada ku….
    sehingga aku bisa blajar iman & belajar amal agama ditengah kesibukan duniawi yg menipu….
    & bisa mendapatkan ktenangan batin yg belm pernah kurasakan sebelumnya sperti skrg ini…
    aku beberapa bulan yg lalu kozzz daerah kopi tp skrg alhamdulillah da kerja di surabaya….
    hadir aj ke islamic center…
    banyak jg mahasiswa unila dll yg hadir….
    tp mana mahasiswa & orang umum susah bedain…
    caranya lo setelah sholat isya & ta’lim jgn pulg tar khusus mahasiswa plajar dipisah….
    banyak jg dari kalangan brimobda, polisi, AL yg hadir untuk mendengarkan tausiah iman & amal soleh, banyak deh…
    he…
    lo rasain ndiri ya…
    ok…

    [Reply]


Leave a Reply

:-)) :-) :-D (LOL) :-P (woot) ;-) :-o X-( :-( :-& (angry) (annoyed) (bye) B-) (cozy) (sick) (: (goodluck) (griltongue) (mmm) (hungry) (music) (tears) (tongue) (unsure) (highfive) (dance) (doh) (brokenheart) (drinking) (girlkiss) (rofl) (money) (rock) (nottalking) (party) (sleeping) (thinking) (bringit) (worship) (applause) 8-) (gym) (heart) (devil) (lmao) (banana_cool) (banana_rock) (evil_grin) (headspin) (heart_beat) (ninja) (haha) (evilsmirk) (bigeyes) (funkydance) (idiot) (lonely) (scenic) (hassle) (panic) (okok) (yahoo) (muhaha) (taser) (cry) (blush) (banana_ninja) (beer) (coffee) (fish_hit) (muscle) (smileydance)