Browse > Home / Communication, Music, Personal, Social Politics / Lirik lagu = doa/takdir/karma?

| Subscribe via RSS

Lirik lagu = doa/takdir/karma?

April 30th, 2008 Posted in Communication, Music, Personal, Social Politics

“Lagu, bisa menjadi doa atau bahkan karma bagi penyanyinya.”

Ya, itulah quote yang saya dengar ketika secara tidak sengaja menonton Silet kemarin siang (29/4/2008). Tidak hanya mengumbar quote murahan tersebut, si pembawa acara atau yang dalam bahasa kerennya host, turut memberikan contoh ‘real’ seperti misalnya Kristina dengan lagu jatuh bangun-nya dan Nia Daniati dengan lagu-lagunya yang kebanyakan bercerita tentang penderitaan cinta.

Pendapat saya? Hueeekkksss… Bener-bener jijik dan ingin muntah rasanya ketika melihat daya upaya serta tipu muslihat para pembuat acara gosip ini guna mempercantik acaranya dan menyedot perhatian pemirsa setianya. Bila Shakespeare berani berkata, “apalah arti sebuah nama”, maka saya pun berani berkata, “apalah arti sebuah lirik lagu?”. Eits, lagi, saya tegaskan, ini bukanlah bentuk arogansi saya loh melainkan hanyalah sebuah kritik bagi para gossip TV program makers tersebut. Ya, apalah arti sebuah lirik lagu? Apakah garis takdir atau bahkan karma tergores jelas layaknya goresan-goresan pensil diatas secarik kertas? Kalau iya, saya mah ga usah kerja keras lagi. Cukup ciptakan sebuah lagu indah dengan lirik yang juga bertemakan keindahan (dan bahkan kesejahteraan duniawi) bagi saya dan orang-orang yang saya cintai, maka dengan begitu garis takdir yang baik pun seketika tercipta seiring dengan seringnya saya menyanyikan lagu saya tadi.

Wahai manusia, takdir itu hanyalah kuasa-Nya. Tidak ada manusia yang mampu menebak atau bahkan meramalkan takdir-Nya. Apalah daya upaya Mama Lauren, Deddy Corbuzier, peramal bertopeng, dan lain sebagainya. Semua itu hanyalah tipu muslihat dan hanya mengantarkan ke jalan yang sesat. *Loh?! OOT yak? :P*

Lirik lagu, menurut pandangan saya *dan mungkin pandangan banyak orang*, hanyalah sebagai wadah pengungkapan perasaan penciptanya yang banyak diinspirasi oleh lingkungan sekitarnya. Misal, keadaan sosial politik, cinta, kehidupan sehari-hari, dan lain sebagainya. Bisa kita ambil contoh lirik-lirik lagunya Kang Iwan Fals, yang banyak bertemakan kritik sosial, Megadeth, yang banyak berkoar mengenai dunia politik, atau Iron Maiden, dengan inspirasinya seputar kisah-kisah epic seperti Eragon, Yunani Kuno, dsb.

Saya pun seringkali mencurahkan apa yang saya rasakan dalam bait-bait lirik lagu ciptaan saya sendiri *yang jeleknya minta ampun :P*. Beberapa lirik tersebut saya angkat dari puisi-puisi saya *yang juga aneh – kalau tidak mau dikatakan norak dan jelek :P*. Misalnya, Step out of my way, down! yang berkisah tentang kehilangan semangat, dan beberapa lainnya.

Jujur, saya termasuk salah seorang yang kurang respek terhadap hal-hal seputar ramal-meramal dan baca-membaca takdir. Apalagi bila takdir itu dikaitkan dengan lirik lagu! Dan saya juga merupakan tipe orang yang sangat tidak menyukai acara gosip dan atau infotainment, sebab menurut saya mereka kadangkala melebih-lebihkan segala sesuatunya. Kapankah acara-acara gosip musnah dari dunia pertelevisian Indonesia? *berharap yang ga jelas dan ga pasti :P*



Creative Commons License Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.

Related posts:

  1. Ungu – Untukmu Selamanya (lirik yang dalem…)
  2. Nyanyikan Lagu Perang
  3. Negeriku gudang gosip
  4. Tunggu Aku di Palembang, lagu ini dalem banget!!!
  5. Janji suci dan seperti hidup kembali

Leave a Reply

You can use plurk smilies syntax, for example: (LOL), (tears), (ROFL), etc.