Browse > Home / Archive: May 2008

| Subcribe via RSS

Harddiskku malang… Dataku sayang…

May 31st, 2008 | 3 Comments | Posted in Curhatan

Tragis… Sungguh tragis…

Kemaren siang, harddisk 160 gb saya yang baru dibeli sekitar dua minggu yang lalu, rusak terbakar. Kronologisnya begini:

- Seusai shalat jum’at, saya menyalakan komputer, lalu membuka Pinnacle Studio 9 guna melakukan editing terhadap beberapa file video yang pada malam sebelumnya telah saya capture. Namun, beberapa kali muncul tulisan Rundll error pada Windows Vista yang saya gunakan. Terlintas dibenak saya untuk menata ulang sistem operasi yang telah terpasang.

- Di komputer saya terpasang dua harddisk, 80 gb sebagai master yang saya dedikasikan sebagai rumah bagi sistem operasi, ketika itu hanya ada dua sistem operasi yang terpasang, Windows Vista (60 gb) dan Ubuntu 7.10 (20 gb), maksud hati saya menambah satu sistem operasi saja yang dikhususkan untuk editing video, yakni Windows XP (menguragi 20 gb kapasitas yang telah dialokasikan untuk Windows Vista menjadi 20:40). Dan harddisk satunya, 160 gb, dikhususkan untuk menyimpan data-data saya. 160 gb ini terbagi 3 partisi. 100 gb untuk entertaiment (mp3, software, wallpaper, video, tablature, e-book, file-file html yang menarik, dsb), 40 gb untuk space penampungan video hasil editing, dan sisanya untuk data-data saya (kuliah, skripsi, tulisan-tulisan, puisi-puisi, tablature lagu-lagu saya, source code program-program saya, dsb).

- Sebelum mengatur ulang susunan partisi dan menginstal sistem-sistem operasi, kabel power SATA harddisk 160 gb saya cabut, sebagai tindakan pencegahan jikalau saya teledor dalam mempartisi ulang sehingga data-data penting aman.

- Partisi telah dibagi, dan ketiga sistem operasi telah selesai diinstal. Sekarang saatnya untuk menginstal driver-driver dan program-program yang dibutuhkan guna menunjang kerjaan saya. Kabel power SATA harddisk 160 gb saya pasang kembali. Namun, apa yang terjadi? Komputer mati total, tidak mau menyala sama sekali.

- Saya curigai power supply-nya, lalu saya pasang power supply milik temen saya. Tombol power saya tekan lagi. Namun komputer masih mati total.

- Kecurigaan kedua jatuh pada harddisk 160 gb. Saya cabut kabel powernya lagi dan komputer saya nyalakan. Ternyata komputer menyala dengan lancar. Penjahatnya adalah harddisk 160 gb!

- Hati saya deg-degan, bertanya-tanya kenapa harddisk 160 gb tersebut tidak mau menyala? Terbakarkah? Pikiran saya berkecamuk, terlintas data-data saya. Semua data-data saya…

- Saya bawa harddisk tersebut beserta kuitansinya ke toko tempat saya membelinya dua minggu yang lalu dengan ditemani oleh temen saya. Vonis toko: “harddisknya rusak, terbakar, dan harus diretur.” Jgerrr… Saya serasa disambar petir, seketika saya menjadi lemas, namun tetap saya paksakan untuk tegar *lebay ga seh?*.

- Kata seorang temen dimilis, harddisk itu cukup diganti boardnya saja, dan data-data didalamnya pasti masih aman dan bisa dibaca kembali. Tadi pagi saya ke toko tersebut dengan niat mengambil kembali harddisk saya itu supaya tidak jadi diretur. Namun, terlambat… Harddisknya sudah dibawa ke Jakarta oleh orang toko tersebut, pagi-pagi sekali. Gyaaaaa…!!!

Untungnya beberapa data masih ada, ter-backup dalam onggokan CD yang sempat saya burn sekitar sebulan yang lalu. Skripsi saya yang belum direvisi dan diperbaiki serta ditambal disana-sini masih duduk manis di flashdisk saya. Padahal malam sebelumnya juga saya telah banyak menambahkan perbaikan pada skripsi saya itu T_T

Nasi sudah menjadi bubur. Tidak ada lagi yang bisa saya perbuat selain memulai semuanya lagi dari awal. Ya, mulai mengumpulkan berbagai macam harta karun digital, dari awal lagi. Termasuk juga me-recode program-program yang telah saya buat. Padahal (masih padahal) sehari sebelumnya saya telah membuat flow chart pengembangan ShutterDownXP versi 1.5, Text On Your Desktop (TOYD) v1.3 yang rencananya akan saya ubah nama programnya menjadi Parameswara, serakan artikel-artikel saya yang rencananya akan saya jadikan sebuah buku tutorial komputer lenyap seketika, puisi-puisi indah karangan temen-temen saya yang telah dua bulan belakangan saya kumpulkan dengan harapan bisa menjadikannya semacam antologi puisi pun turut lenyap… Sabarrr… T_T

Anyway, ini kehilangan data saya yang kedua kalinya, setelah pada 2006 lalu seluruh data saya hilang akibat salah partisi pada saat menginstal Kubuntu! Namun saat itu sekitar 40% file masih dapat di-recover. Harddisk yang satu ini? Doh! Ga bisa!

Pelajaran yang dapat saya petik: “BACKUPLAH DATA-DATA PENTING DI HARDDISK SETIAP WAKTU! DAN KATALOGKAN BERDASARKAN TANGGAL DAN JENIS DATA YANG ADA DIDALAMNYA.” :(

Indonesia dulu, sekarang, dan di masa depan (Part II)

May 31st, 2008 | 1 Comment | Posted in Communication, Social Politics

Teriakan rakyat VS rezim buta tuli

Beberapa kali saya dengan ungkapan, “buat apa berdemo! toh harga BBM tidak akan turun!”. Secara tidak langsung ungkapan itu menyiratkan kebutaan dan ketulian pemerintah akan penderitaan rakyatnya. Mereka sudah tidak peduli lagi. Demokrasi sudah tidak dijunjung lagi. Komunikasi politik tidak lagi berjalan dengan sebagaimana mestinya sebab faktor yang dibutuhkan demi efektifnya suatu proses komunikasi sudah tidak ada lagi.

Rakyat dan mahasiswa yang berdemo kita asumsikan sebagai komunikator, dalam konteks ini, mengkomunikasikan aspirasi rakyat kepada komunikan, pemerintah. Komunikasi antara komunikator dan komunikan ini sudah tidak lagi berjalan efektif. Mengapa? Karena komunikan sudah buta dan tuli! Tidak mampu lagi melihat, mendengar, bahkan merasakan apa yang dikatakan komunikator! Komunikator ngoceh sendiri, sampai jerit-jerit malah, namun komunikan cuek bebek.

Anarchy in Indonesia

Sex Pistols menciptakan lagu Anarcy in The UK bukan tanpa alasan. Nah, bagaimana kalau The UK itu diganti dengan Indonesia? Menjadi Anarchy in Indonesia (Anarki di Indonesia)?

Demonstrasi yang anarkis bukanlah cara yang baik dalam menyuarakan aspirasi rakyat. Anarkisme disertai dengan perusakan fasilitas umum dan kerusuhan tentulah akan membuat negara ini tidak sedap dipandang oleh negara lain. Akibatnya apa? Secara tidak langsung ya investasi asing dan pariwisata Indonesia akan berkurang.

Pemeran utama dalam demonstrasi yang brutal ini adalah ‘oknum mahasiswa’ dan ‘oknum polisi’. Mengapa? Sungguh aneh bila yang melakukannya adalah mahasiswa yang boleh dikatakan agent of change ataupun elit pemuda yang berpendidikan tinggi serta berwawasan luas dan polisi yang katanya adalah pengayom masyarakat.

Pengejaran, pelemparan batu, pemukulan, penembakan, hingga berbagai tindak kekerasan lainnya dilakukan oleh kedua oknum ini. Miris memang melihatnya. Bukankah ‘oknum mahasiswa’ dan ‘oknum polisi’ merupakan segelintir kalangan yang merasakan dampak dari kenaikan harga BBM itu?

Fungsi agenda setting media, “demonstrasi brutal lebih menarik”

Media massa, sebagai corong paling efektif dalam menyebarluaskan pesan kepada masyarakat memiliki fungsi istimewa, yakni fungsi agenda setting.

Fungsi agenda setting adalah fungsi yang dimiliki oleh media massa dalam memilah dan memilih informasi mana yang dianggap penting dan informasi mana yang dianggap kurang penting. Pemilihan dan penekanan informasi penting ala media ini turut mempengaruhi persepsi khalayak mengenai informasi tersebut.

Demonstrasi yang brutal/anarkis, itulah yang lebih sering diangkat oleh media-media massa di republik ini sejak pra hingga pasca kenaikan harga BBM. Sedangkan demonstrasi yang berjalan damai dan simpatik justru dianggap tidak menarik. Pemilihan sudut pandang oleh media seperti ini secara tidak langsung turut mempengaruhi persepsi masyarakat mengenai demonstrasi kenaikan BBM yang notabene dilakukan oleh mahasiswa. Masyarakat menilai bahwa tidak sepantasnya mahasiswa melakukan aksi/demonstrasi tersebut. Tugas mahasiswa adalah hanya belajar, belajar, dan belajar. Mengenai isu-isu sosial politik yang tengah hangat, biarkan saja! Tidak usah diacuhkan! Konsentrasi saja pada kuliah kalian! Itulah sedikit makna yang saya tangkap melalui pembicaraan dengan beberapa orang yang tidak sependapat dengan aksi para mahasiswa itu. Benar-benar aneh. Masih bisakah anda diam disaat anda tahu rumah anda sedang dibakar orang?

Tugu Rakyat sebagai solusi

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), telah mencanangkan Tujuh Gugatan Rakyat atau Tugu Rakyat. Tugu Rakyat itu sendiri merupakan tuntutan mahasiswa terhadap pemerintah yang berisikan:

1. Nasionalisasi aset-aset strategis bangsa
2. Wujudkan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi rakyat
3. Tuntaskan kasus BLBI dan korupsi Soeharto beserta kroni-kroninya
4. Kembalikan kedaulatan bangsa pada sektor pangan, ekonomi, dan energi
5. Jamin ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi rakyat
6. Tuntaskan reformasi birokrasi dan berantas mafia peradilan
7. Selamatkan lingkungan dan tuntaskan kasus lumpur Lapindo Brantas

Mari kita cermati setiap tuntutan di Tugu Rakyat itu, bukankah jauh lebih baik bila dibandingkan dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM dan memberikan BLT? Wallahualam.

Indonesia di masa depan

Masih ingat sajak yang dibawakan Dedi Mizwar menyambut 100 tahun kebangkitan nasional beberapa waktu lalu?

Bangkit itu susah
Susah melihat orang susah
Senang melihat orang senang

Bangkit itu takut
Takut korupsi
Takut makan yang bukan haknya

Bangkit itu mencuri
Mencari perhatian dunia dengan prestasi

Bangkit itu marah
Marah bila martabat bangsa dilecehkan

Bangkit itu malu
Malu jadi benalu
Malu karena minta melulu

Bangkit itu aku
Untuk Indonesiaku

Memang, sajak diatas tampak seperti hanya onggokan huruf-huruf yang merangkai kalimat. Namun makna dibaliknya sungguh tajam dan mengena.

Untuk bangkit dan berubah memang terkadang susah. Membutuhkan tekad dan semangat yang konsisten dan berkesinambungan. Membutuhkan kemauan dan dukungan dari seluruh elemen, tidak hanya cukup oleh segelintir kecil orang yang peduli pada perubahan saja.

Jangan hanya bicara tentang bangkit dan berubah sebelum kita dapat bangkit dan merubah diri kita sendiri, sebelum kita mengerti dan paham makna bangkit dan berubah itu.

Mari kita mulai dari diri sendiri, bertekad untuk bangkit dan berubah demi perubahan besar pada bangsa ini. Jangan kita hanya bisa berkoar-koar saja, seharusnya negara ini begini, atau seharusnya negara itu begitu. Stop NATO (No Action Talk Only).

Saya yakin bila kita mampu bangkit dan berubah, Indonesia di masa depan akan secerah harapan para pendiri pondasi bangsa ini yang telah rela berkorban apapun yang mereka miliki demi berdirinya nama besar Indonesia dihadapan dunia.

Indonesia dulu, sekarang, dan di masa depan (Part I)

May 31st, 2008 | No Comments | Posted in Communication, Social Politics

Indonesia dulu dan sekarang, apa bedanya? Tentu saja banyak berbeda. Ya, walaupun saya belum terlahir pada masa-masa perjuangan dan perang kemerdekaan dulu. Namun sedikit banyak saya tahu bagaimana keadaan bangsa ini dahulu kala, melalui sejarah tentunya.

Indonesia dulu

Yang menjadi perhatian utama rakyat dan pemerintah dulu sebelum kemerdekaan adalah bagaimana mempersatukan seluruh gerakan perjuangan dan wilayah Indonesia ini kedalam satu kesatuan negara dan ideologi yang sama serta sepaham. Mulailah kaum pemuda bersatu pada membentuk satu sumpah melalui apa yang dinamakan dengan sumpah pemuda.

Setelah Indonesia bersatu dan merdeka, bangsa ini masih harus menghadapi tantangan serta cobaan lain mulai dari G 30 S-PKI, dan lain lain hingga sampai kepada era orde baru dibawah tampuk kepemimpinan rezim Soeharto selama kurang lebih 32 tahun.

Pada 1998, seluruh elemen rakyat dan mahasiswa bersatu padu menggoyahkan dan meruntuhkan kekuasaan tangan-tangan besi di gedung rakyat dan mulai menggulirkan bola salju bernama reformasi.

Satu persatu pemimpin silih berganti menakhodai negara ini dengan keberhasilan-keberhasilannya yang dipuji dan juga kegagalan-kegagalannya yang dicaci maki.

Sekarang telah memasuki tahun keempat kepemimpinan presiden keenam, Susilo Bambang Yudhoyono atau yang akrab dikenal dengan nama inisialnya, SBY bersama dengan wakilnya, Jusuf Kalla (JK).

Indonesia sekarang

Ada apa dengan Indonesia sekarang? Anda mungkin sudah lebih tahu daripada saya. Indonesia sekarang tengah tertatih berjalan ditengah derasnya terpaan ujian dan badai globalisasi. Mulai dari krisis ekonomi, korupsi yang mendarah daging, kemiskinan yang semakin mengendemik, dan lain-lain. Baru saja, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru yang boleh dibilang hebat. Apa itu? Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Kenaikan harga BBM

Kenaikan harga BBM didalam negeri dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia yang sempat mencapai 130 US Dollar lebih per-barelnya.

Dilema, ya itulah yang kini dirasakan oleh pemerintah kita. Disatu sisi, bila harga BBM tidak segera dinaikkan, maka APBN akan semakin carut marut akibat pemberian subsidi BBM yang konon katanya hanya dinikmati oleh sekitar 40% orang kaya di negeri ini. Sedangkan bila BBM dinaikkan tentulah akan turut berdampak pada harga-harga baik pangan, sandang, maupun papan. Sebuah kemusykilan bila harga-harga itu tidak turut naik ketika harga BBM melambung. Kenapa? Bayangkan sendiri, distribusi bahan-bahan pangan, sandang, dan papan itu menggunakan jasa apa? Transportasi bukan? Dan alat-alat transportasi itu membutuhkan apa agar bisa beroperasi, bahan bakar alias BBM!

Satu lagi yang membingungkan, pernyataan pemerintah bahwa sekitar 40% BBM yang disubsidi itu hanya dinikmati oleh orang-orang kaya. Loh? Memangnya batas jelas antara kaya dan miskin itu seperti apa? Standar agar seseorang bisa dikatakan kaya atau miskin itu bagaimana? Lah, wong standar kemiskinan menurut Badan Pusat Statistik (BPS) saja berbeda dengan standar dunia. Standar kemiskinan menurut World Bank adalah mereka yang berpenghasilan dibawah $1 (yang kemudian dikoreksi menjadi $2) per-kapita per-hari, bagaimana dengan standar kemiskinan yang dianut oleh BPS? Seseorang dikatakan miskin bila berpenghasilan sekitar Rp.1.600 per-kapita per-hari, yang jika dikalikan 30 maka hasilnya adalah sekitar Rp.40.000 per-bulan. Dan standar seseorang bisa dikatakan kaya itu bagaimana? Apakah yang penghasilannya diatas satu juta per-bulan atau minimal sama dengan Upah Minimum Regional (UMR)? Orang kaya maupun orang miskin yang memiliki status kewarganegaraan Indonesia (WNI) termasuk kedalam rakyat Indonesia juga, bukan? Dan rakyat haruslah diayomi oleh pemerintah tanpa memandang status sosial ekonominya.

Dalam UUD 45 saja telah menegaskan bahwa kekayaan alam akan digunakan demi sebaik-baiknya kepentingan rakyat, kalau bisa gratis. Lah, kalo begini keadaannya? Dengan menaikkan harga BBM semaunya saja? Bagaimana?

Memang, negara kita mengimpor BBM namun kita juga produksi. Bukankah Indonesia juga anggota OPEC, asosiasi negara penghasil minyak dunia? Lalu, mengapa disaat harga minyak naik, harga dalam negeri pun ikut-ikutan naik? Bukankah kita juga sepatutnya mendapatkan untung dari minyak yang kita produksi dan jual itu?

Kilah pemerintah, “APBN harus diselamatkan”

Apa pula ini? Memang benar, APBN harus diselamatkan! Tapi bagaimana caranya? Apakah harus mengorbankan kesejahteraan rakyat yang justru banyak diantaranya belum sejahtera?

Bantuan Langsung Tunai? Solusikah?

Ya, inilah salah satu program bijak pemerintah. Memanjakan rakyat miskin dengan memberikan uang Rp.100.000 per-orang per-bulan, dan harga BBM mereka naikkan. Bahkan pemerintah juga sempat mengeluarkan pernyataan yang menurut saya tidak logis, “bila mahasiswa/masyarakat menolak kenaikan harga BBM, hal itu juga berarti akan mengurangi rezeki rakyat miskin!”. Menyesatkan! Coba dipikirkan dengan seksama makna dibalik pernyataan itu.

Okelah, mungkin dana BLT ini bagi sebagian orang memang bermanfaat. Namun, sejauh mana manfaatnya itu? Berapa hari uang itu akan dapat digunakan? Dan lagi-lagi penyalurannya masih harus dipantau dan diawasi dengan seksama. Sebab, beberapa kali saya lihat di TV ataupun koran, banyak rakyat miskin yang protes karena namanya tidak tercatat sebagai nominator penerima BLT. Sedangkan orang-orang yang tidak berhak justru mengipas-ngipaskan uang Rp.100.000 itu demi kepentingannya sendiri.

Kalau mau dihitung-hitung, berapa sebenarnya dana yang dialokasikan dan yang sebenarnya dibutuhkan pemerintah untuk menyukseskan program BLT ini? Berapa jumlah rakyat miskin di Indonesia? Kalikan saja dengan Rp.100.000. Berapapun hasilnya, itu adalah jumlah yang harus dikeluarkan pemerintah dalam satu bulan. Berapa lama program BLT ini akan dilaksanakan? Wallahualam!

Bersambung…

Teman

May 31st, 2008 | No Comments | Posted in Puisi Ga Jelas

Ingatkah kau, teman?
Saat pertama kita bersua?

Kupikir memang takdir,
Yang mempersilakan kita
Tuk saling menatap
Saling menyapa
Bertukar tutur kata
Bersama dalam suka dan duka

Entah berapa jam…
Menit…
Detik…
Yang t’lah kita lalui

Waktu t’lah berbaik hati
Mempertemukan kita
Tapi waktu pun t’lah berjahat hati
Memperpendek umur kita

Saat detik itu tiba
Berdentam
Menghantam
Mengusik kesunyian malam

Saat detik itu tiba
Berkelebat
Cepat
Memecah kebersamaan

Saat kusadari diriku t’lah terbuai
Dalam sepi, sendiri…
Saat kutemui lagi dirimu, teman
Yang dulu menemani…

Hampa t’lah merapatkan sekat-sekatnya
Sepi t’lah mengurungku dalam peraduannya
Memori itu berputar ulang
Menampilkan sisa-sisa kenangan
Kulihat kita tertawa bahagia
Kulihat kita menangis berderai air mata

Sudah! Rela kulepas kau pergi!
Kutahu ada samudra yang harus kau arungi
Luas membentang
Jangan takut! Tantang ia lalu terjang!

Menepilah sejenak bila kau lelah
Merapatlah sekejap bila kapalmu kan pecah
Panggil saja aku, teman!
Ku kan ada disana, untukmu!

Kopi 15
28 Desember 2007
23:12

Indonesia…

May 31st, 2008 | No Comments | Posted in Puisi Ga Jelas

Dulu kau hanya sebuah mimpi
Dulu kau hanya sebua konsep
Namun anak-anakmu
Masa lalu, dulu, dan masa depan
Satu persatu
Bahu membahu
Membangun dan menata
Dirimu, Indonesia

Meski terkadang kau rapuh
Meski terkadang kau jatuh
Melawan dan berkawan
Dengan maju pesat perubahan
Kami anak-anakmu, Indonesia
Tetap setia dan percaya
Akan kebangkitan engkau
Dari porak poranda menuju tahta

Kopi 15
21 Mei 2008
17:12

Bahwasanya…

May 31st, 2008 | No Comments | Posted in Puisi Ga Jelas

Bidadari…
Tahukah engkau…
Bahwasanya…

Aku merasa senang,
Bila bisa menjadi tempatmu
Berbagi canda dan tawa

Aku merasa berharga,
Bila bisa menjadi tempatmu
Mencucur sedih dan air mata

Aku merasa perkasa,
Bila bisa menjadi tempatmu
Mencurah segala rasa dan hasrat

Aku merasa bagaikan,
Manusia yang paling beruntung
Bila ku bisa selalu ada
Disisimu dan dihatimu
Setiap saat
Setiap waktu
Saling bertukar,
Segala cinta dan kata rindu
Walau terkadang sakit
Bahkan sangat sakit

Kopi 15
15 November 2007
05:36

Tak bermakna

May 31st, 2008 | No Comments | Posted in Puisi Ga Jelas

Dia sapa semua hampa
Bertutur kata tanpa
Berjuta hasrat tak tertata
Duduk tenang tak bersila

Aneh,
Kadang juga nyeleneh

Biar saja semua luluh lantak
Hilang tak lagi retak
Hanya tersisa sumpah serapa
Dari makna yang hancur menyepah

Kopi 15
17 Mei 2008
11:25

Kekasih hatiku

May 31st, 2008 | No Comments | Posted in Puisi Ga Jelas

Kekasih hatiku yang masih diam membisu
Mendekap pilu sendiri, gagang pintu terpaku
Mengapa tidak kau bukakan untukku
Wahai peri yang pemalu?

Entahlah, terkadang semua terkesan angkuh
Aku, dirimu, orang lain, satu persatu selalu mengaduh
“Uuuhhh… hidup terkadang harus penuh peluh”
Apa mereka pikir keruh itu lantas luluh?

Kekasih hatiku yang masih sembunyi
Dibalik kelabu bayang-bayang sunyi
Biar kau temukan sendiri apa itu arti
Yang terus hinggap menyergap diri

Kopi 15
18 Mei 2008
05:34

If I could, girl…

May 29th, 2008 | 5 Comments | Posted in Curhatan

Semalem, karena rasa rindu yang begitu menyeruak hebat hingga menyentak benteng keangkuhan saya untuk menahan rasa itu, akhirnya saya memasang kembali nomor XL bebas yang telah hampir sebulan bersemayam didalam dompet. Turning on my Komm-Warrior, typing my password, loading, and finally the S60 desktop shown up. Dengan cekatan jari jemari saya menekan dua belas digit angka istimewa itu, tuuttt… suara diseberang berdengung menandakan hubungan antar dua telepon bersatu. Tak berapa lama kemudian, “Halo…”, suara nan merdu itu menyahut. Namun telepon segera saya tutup. Entahlah…

Yap, setelah makan malem, gosok gigi, wudhu, dan menunaikan kewajiban saya sebagai seorang khalifah dimuka bumi, dan setelah keberanian itu terkumpul cukup, dua belas digit nomor itu kembali saya hubungi. Komunikasi dua insan dalam jarak yang terpaut ratusan kilometer berlangsung…

Perlahan rasa rindu itu sedikit terobati setelah bercakap-cakap dan sedikit bersenda gurau dengannya. Basa-basi dimulai dengan pertanyaan standar, sudah makan atau belum? Dia jawab sudah, percakapan pun terus berlanjut.

Saat ini dia telah bekerja di salah satu perusahaan di ibukota republik ini. Pergi pagi dan tidak jarang pulang larut malam dengan badan kecapaian. Tinggal sendiri di kosan. Dengan gaji yang masih dapat dikategorikan low. Ya, tersirat dari suaranya bahwa dia telah melalui hari ini dengan keras dan penuh pengorbanan. Hati ini sakit mendengarnya, saya merasa tidak tega. Andai saya ada didekatnya, mungkin sudah saya dekap dan bisikkan kata-kata penghibur hatinya yang tengah gundah gulana. Andai saya ada didekatnya, mungkin sudah saya acungkan jari tengah dengan kemarahan yang meluap-luap kepada duka karena telah berani mendekatinya dan merenggut cerah hatinya. Namun saya bukan siapa-siapa dan saya juga tidak sedang berada didekatnya…

Percakapan masih berlangsung, merambat dari satu topik ke topik lainnya. Hingga pada akhirnya, saya menanyakan kabar kekasihnya yang berada nun jauh disana. Dia jawab, “entahlah”, masih dengan nada kesedihan yang tersirat dan terselip disela-sela tawanya. Dan dia balik bertanya, apakah saya telah menemukan wanita yang saya impikan? Ingin rasanya seketika saya jawab bahwa telah sejak hampir setahun yang lalu wanita itu muncul dan mengisi sebagian rongga kosong hati saya, yaitu dia. Namun, lagi-lagi saya urungkan, begitu singkat saya jawab, “belum, aku belum mau menjalin hubungan dengan seseorang, aku masih ingin konsentrasi dan menyelesaikan skripsi serta hal-hal lain. Insya Allah setelah lulus dan berpenghasilan, aku akan mencari wanita itu.”

Dia juga berkata bahwa dia bertemu dengan seorang pria baik, yang sama-sama baru mulai bekerja ditempat yang sama. Jgerrr… Petir itu menyambar. Namun, selama percakapan saya masih saja berusaha menampilkan nada suara membesarkan hatinya dengan sesekali cengengesan dan tertawa, namun sungguh dalam hati ini begitu terenyuh, terbuai dalam badai yang berkecamuk. Tapi saya bukan siapa-siapa, dan saya tidak berhak untuk sakit hati. Biarlah Allah yang mengatur, jika kau memang tulang rusukku yang hilang, aku yakin Allah pasti akan mengembalikannya kepadaku. Namun, jika bukan, aku juga yakin Allah akan memberikan pengganti yang terbaik untukku.

Entah berapa lama dan berapa ribu pulsa saya terpotong, saya tidak peduli. Saya tanya apakah dia sudah mandi dan shalat atau belum. Karena dia menjawab baru saja pulang dan belum mandi serta belum sempat shalat Isya, percakapan saya akhiri dengan memberikan dia semangat dan dukungan serta mewanti-wanti agar dia bisa menjaga dirinya. Terdengar nada gembira dari suaranya saat membalas salam dan kata-kata saya sebelum akhirnya hubungan telepon saya putuskan.

If I could, girl…
I would like always be with you
Standing beside you
Protecting you
Keeping you away from misery
Holding you high and steal your sorrow and pain

If I could, girl…
I would like you to know what I feel
I would like you to know the lies within my heart
I would like be your special one
I never be would apart
Forever…

;(

Jam sekarang telah menunjukkan pukul 03:12 dan saya telah mereguk gelas kopi yang keempat sementara cracker Jacobs itu telah ludes. Masih berkutat dengan buku-buku, terus menjamah dan menggerayangi skripsi, ingin agar ia lekas terselesaikan… Terima kasih atas semangat yang kau berikan, bidadari… Semoga kau baik-baik saja disana… Amin…

Ada apa ini? Alexa rank yang aneh…

May 22nd, 2008 | 4 Comments | Posted in Info, Net



Kemaren ada seseorang yang protes pas liat ranking Alexa di blog saya. Katanya kira-kira gini: “wuiihhh… yang alexa rank-nya 9… jangan-jangan lo fraud ya? hati-hati ntar kena banned loh”…

Sontak saya kaget mendengarnya. Lah, udah sejak beberapa hari belakangan ini saya ga buka blog saya sendiri. Jadi, jujur ga tau.

Baru tadi, pas ke warnet, saya buka blog saya. Eh, ternyata benar, Alexa rank saya 9 boo…!!! Gile lu ndro!!! :P

Trus saya klik tu gambar ranking, eeehhh… ternyata rank saya yang sebenarnya adalah 1,498,866!!! *kecewa… :(*

Ternyata bukan saya saja yang mengalami hal seperti ini, melainkan sudah ada banyak orang lain. Ini mungkin disebabkan oleh perubahan sistem perangkingan yang digunakan oleh Alexa.

Link terkait:
- http://maseko.com/2008/04/18/perubahan-sistem-ranking-alexa/
- http://bimoweb.com/alexa-rank-bermasalah.html
- http://www.jimmysun.net/teknologi/internet/ranking-alexa-drop
- http://www.alexa.com/site/company/announcement
- http://valleywag.com/tech/bubble/alexa-error-triggers-crisis-of-confidence-245600.php
- http://www.seobook.com/archives/000944.shtml

- dan lain-lain :P