Harddiskku malang… Dataku sayang…
Tragis… Sungguh tragis…
Kemaren siang, harddisk 160 gb saya yang baru dibeli sekitar dua minggu yang lalu, rusak terbakar. Kronologisnya begini:
- Seusai shalat jum’at, saya menyalakan komputer, lalu membuka Pinnacle Studio 9 guna melakukan editing terhadap beberapa file video yang pada malam sebelumnya telah saya capture. Namun, beberapa kali muncul tulisan Rundll error pada Windows Vista yang saya gunakan. Terlintas dibenak saya untuk menata ulang sistem operasi yang telah terpasang.
- Di komputer saya terpasang dua harddisk, 80 gb sebagai master yang saya dedikasikan sebagai rumah bagi sistem operasi, ketika itu hanya ada dua sistem operasi yang terpasang, Windows Vista (60 gb) dan Ubuntu 7.10 (20 gb), maksud hati saya menambah satu sistem operasi saja yang dikhususkan untuk editing video, yakni Windows XP (menguragi 20 gb kapasitas yang telah dialokasikan untuk Windows Vista menjadi 20:40). Dan harddisk satunya, 160 gb, dikhususkan untuk menyimpan data-data saya. 160 gb ini terbagi 3 partisi. 100 gb untuk entertaiment (mp3, software, wallpaper, video, tablature, e-book, file-file html yang menarik, dsb), 40 gb untuk space penampungan video hasil editing, dan sisanya untuk data-data saya (kuliah, skripsi, tulisan-tulisan, puisi-puisi, tablature lagu-lagu saya, source code program-program saya, dsb).
- Sebelum mengatur ulang susunan partisi dan menginstal sistem-sistem operasi, kabel power SATA harddisk 160 gb saya cabut, sebagai tindakan pencegahan jikalau saya teledor dalam mempartisi ulang sehingga data-data penting aman.
- Partisi telah dibagi, dan ketiga sistem operasi telah selesai diinstal. Sekarang saatnya untuk menginstal driver-driver dan program-program yang dibutuhkan guna menunjang kerjaan saya. Kabel power SATA harddisk 160 gb saya pasang kembali. Namun, apa yang terjadi? Komputer mati total, tidak mau menyala sama sekali.
- Saya curigai power supply-nya, lalu saya pasang power supply milik temen saya. Tombol power saya tekan lagi. Namun komputer masih mati total.
- Kecurigaan kedua jatuh pada harddisk 160 gb. Saya cabut kabel powernya lagi dan komputer saya nyalakan. Ternyata komputer menyala dengan lancar. Penjahatnya adalah harddisk 160 gb!
- Hati saya deg-degan, bertanya-tanya kenapa harddisk 160 gb tersebut tidak mau menyala? Terbakarkah? Pikiran saya berkecamuk, terlintas data-data saya. Semua data-data saya…
- Saya bawa harddisk tersebut beserta kuitansinya ke toko tempat saya membelinya dua minggu yang lalu dengan ditemani oleh temen saya. Vonis toko: “harddisknya rusak, terbakar, dan harus diretur.” Jgerrr… Saya serasa disambar petir, seketika saya menjadi lemas, namun tetap saya paksakan untuk tegar *lebay ga seh?*.
- Kata seorang temen dimilis, harddisk itu cukup diganti boardnya saja, dan data-data didalamnya pasti masih aman dan bisa dibaca kembali. Tadi pagi saya ke toko tersebut dengan niat mengambil kembali harddisk saya itu supaya tidak jadi diretur. Namun, terlambat… Harddisknya sudah dibawa ke Jakarta oleh orang toko tersebut, pagi-pagi sekali. Gyaaaaa…!!!
Untungnya beberapa data masih ada, ter-backup dalam onggokan CD yang sempat saya burn sekitar sebulan yang lalu. Skripsi saya yang belum direvisi dan diperbaiki serta ditambal disana-sini masih duduk manis di flashdisk saya. Padahal malam sebelumnya juga saya telah banyak menambahkan perbaikan pada skripsi saya itu T_T
Nasi sudah menjadi bubur. Tidak ada lagi yang bisa saya perbuat selain memulai semuanya lagi dari awal. Ya, mulai mengumpulkan berbagai macam harta karun digital, dari awal lagi. Termasuk juga me-recode program-program yang telah saya buat. Padahal (masih padahal) sehari sebelumnya saya telah membuat flow chart pengembangan ShutterDownXP versi 1.5, Text On Your Desktop (TOYD) v1.3 yang rencananya akan saya ubah nama programnya menjadi Parameswara, serakan artikel-artikel saya yang rencananya akan saya jadikan sebuah buku tutorial komputer lenyap seketika, puisi-puisi indah karangan temen-temen saya yang telah dua bulan belakangan saya kumpulkan dengan harapan bisa menjadikannya semacam antologi puisi pun turut lenyap… Sabarrr… T_T
Anyway, ini kehilangan data saya yang kedua kalinya, setelah pada 2006 lalu seluruh data saya hilang akibat salah partisi pada saat menginstal Kubuntu! Namun saat itu sekitar 40% file masih dapat di-recover. Harddisk yang satu ini? Doh! Ga bisa!
Pelajaran yang dapat saya petik: “BACKUPLAH DATA-DATA PENTING DI HARDDISK SETIAP WAKTU! DAN KATALOGKAN BERDASARKAN TANGGAL DAN JENIS DATA YANG ADA DIDALAMNYA.” :(
Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.
Related posts:




May 31st, 2008 at 12:37 pm
Innalillahi.. Sing sabar yo.. Smg Allah memudahkn.. Smangaaaat! ;)
[Reply]
June 1st, 2008 at 12:15 am
yah gimana lagi, setiap kecanggihan teknologi pasti selalu ada kelemahannya.
Lagipula itu khan salah satu resiko bagi yg suka ber-eksperimen, disatu sisi menjadi pintar dan di sisi lain akan menjadi lebih bijak (utk memback up data-data penting)
semangat..!!!!
[Reply]
June 1st, 2008 at 1:10 pm
innalillahi, semoga bubur yg udah terjadi bisa dijadikan bubur ayam nan lezat.. ;d
saiya pernah 2x.. hd sendiri sama hd kantor, masing2 40 gigs. yang kantor karna sering dibawa kemana2, somehow jd undetected..
yang sendiri karna instal os.. jdnya keformat semua. bukan fedora, ato ubuntu, melainkan….
win 98 =))
[Reply]