Kekasih hatiku
Kekasih hatiku yang masih diam membisu
Mendekap pilu sendiri, gagang pintu terpaku
Mengapa tidak kau bukakan untukku
Wahai peri yang pemalu?
Entahlah, terkadang semua terkesan angkuh
Aku, dirimu, orang lain, satu persatu selalu mengaduh
“Uuuhhh… hidup terkadang harus penuh peluh”
Apa mereka pikir keruh itu lantas luluh?
Kekasih hatiku yang masih sembunyi
Dibalik kelabu bayang-bayang sunyi
Biar kau temukan sendiri apa itu arti
Yang terus hinggap menyergap diri
Kopi 15
18 Mei 2008
05:34
Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.
No related posts.



