Teman
Ingatkah kau, teman?
Saat pertama kita bersua?
Kupikir memang takdir,
Yang mempersilakan kita
Tuk saling menatap
Saling menyapa
Bertukar tutur kata
Bersama dalam suka dan duka
Entah berapa jam…
Menit…
Detik…
Yang t’lah kita lalui
Waktu t’lah berbaik hati
Mempertemukan kita
Tapi waktu pun t’lah berjahat hati
Memperpendek umur kita
Saat detik itu tiba
Berdentam
Menghantam
Mengusik kesunyian malam
Saat detik itu tiba
Berkelebat
Cepat
Memecah kebersamaan
Saat kusadari diriku t’lah terbuai
Dalam sepi, sendiri…
Saat kutemui lagi dirimu, teman
Yang dulu menemani…
Hampa t’lah merapatkan sekat-sekatnya
Sepi t’lah mengurungku dalam peraduannya
Memori itu berputar ulang
Menampilkan sisa-sisa kenangan
Kulihat kita tertawa bahagia
Kulihat kita menangis berderai air mata
Sudah! Rela kulepas kau pergi!
Kutahu ada samudra yang harus kau arungi
Luas membentang
Jangan takut! Tantang ia lalu terjang!
Menepilah sejenak bila kau lelah
Merapatlah sekejap bila kapalmu kan pecah
Panggil saja aku, teman!
Ku kan ada disana, untukmu!
Kopi 15
28 Desember 2007
23:12
Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.
No related posts.




