Browse > Home / Archive: June 2008

| Subcribe via RSS

Farewell to Rosemary

June 27th, 2008 | 2 Comments | Posted in Curhatan, Puisi Ga Jelas

the revelation day had come
and the truth now cleared
the dark clouds had gone
but still the sunshine
hiding behind the line

the beauty of your voices
unfairly fading out
leaving the scream and tear
from the unfaithful demon
in the depth of hollow pains

don't you see the scared kids?
which their heart were
fulfilled by emptiness?
waiting a honest touch from you,
beautiful rosemary

you forsake!
you burn!
you abandon!
you lie!

no more dream, rosemary!
the only left is sorrow
no more hope, rosemary!
the only left is sadness
no more light, rosemary!
the only left is darkness

i'm no more your knight
i'm no more your hero
the time told me
to bid my farewell
now, you are found to be nothing

loneliness still be my best friend
together, awaiting for the night
to come and cover me
with her peaceful silence
till i fall asleep in my death…

dedicated to 'rosemary', who did lie on me
kopi 15
29 juni 2008
11:46


mengapa saya tulis lagu dengan lirik seperti ini? entahlah… sebaiknya tanyakan, mengapa didunia ini harus ada kebohongan?

Memutuskan: "hibernasi sejenak…" :)

June 22nd, 2008 | 5 Comments | Posted in Curhatan, Info


Hehehe…

Ya, saya memutuskan untuk: “hibernasi sejenak dari segala aktivitas online (milis, ym, blogging, etc – namun tidak menutup kemungkinan untuk mencari jurnal loh :P)”. Sebenernya agak susah sie meninggalkan dunia maya ini :( Tapi, apa boleh buat, semua terpaksa saya lakukan demi memberikan fokus penuh kepada skripsi saya yang telah sekian lama mandeg.

Hibernasi ini tidak diketahui akan sampai kapan, bisa satu bulan, dua bulan, tiga bulan, atau bahkan lebih. Intinya, sampai saya dapat sedikit bernafas lega menyangkut urusan skripsi ini :)

Wish me luck, all…

See you next time, until I awakens from my hibernation :)

Jemari-mu harimau-mu

June 22nd, 2008 | 2 Comments | Posted in Communication, Curhatan

Istilah “mulut-mu harimau-mu” mungkin sudah terlalu sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Dalam posting ini, saya angkat judul “jemari-mu harimau-mu”, mengapa? Lets begin…

Seiring perkembangan teknologi, pola dan cara manusia berkomunikasi pun turut berubah. Perlahan komunikasi menggunakan tulisan mulai diadaptasi dengan berbagai alasan, diantaranya: singkat, padat, dan jelas (mungkin juga: murah :P). Bila sebelumnya komunikasi menggunakan media tulisan hanya bisa dilakukan melalui surat menyurat, yang notabene memakan waktu yang lebih lama. Namun kini, dunia internet dan seluler telah memprakarsai dan mengubah paradigma penggunaan komunikasi langsung-tulisan tersebut yang lebih efektif dan efisien. Hal ini dapat dilihat dari beberapa layanan yang ditawarkan oleh dua teknologi itu antara lain: Short Messaging Services (SMS), Electronic Mail (E-mail), Internet Relay Chat (IRC), dari zaman bulletin board hingga era GMail. Tidak ketinggalan, fax.

Banyak keuntungan dan kelemahan dari komunikasi tertulis ini. Diantara keuntungannya yakni seperti yang telah saya sebutkan diatas: singkat, padat, jelas, dan murah. Namun dibalik itu ada pula hal yang dapat menjadi keuntungan sekaligus kelemahannya yakni: komunikator dan komunikan tidak bertatap muka secara langsung. Keuntungannya mungkin akan sangat terasa bagi orang-orang yang sering merasa canggung dalam komunikasi langsung (tatap muka), disisi lain, karena hanya melalui baris-baris teks, tentu saja tidak tahu bagaimana keadaan dan perasaan sebenarnya antara si komunikator dan komunikan. Disinilah sering terjadi kesalahan persepsi yang pada ujungnya dapat memicu konflik.

Dalam dunia internet ada semacam aturan dan kesepakatan bersama yang dikenal dengan istilah netiquette (net etiquette/etika internet). Sedikit saya ungkit aja deh, nettiquette itu antara lain diharapkan tidak menggunakan huruf kapital semua, ukuran font yang oversized, tanda seru, ataupun menggunakan warna membara (merah) pada font-nya. Karena dianggap kasar. Namun, lagi-lagi ini tergantung dari cara dan pola pandang masing-masing individu. Untuk lebih jelasnya silakan digugel sendiri :P

Di kalangan ilmu komunikasi terkenal proposisi “words don’t mean, people mean” yang artinya kira-kira “kata-kata tidak memiliki makna maupun arti apapun, melainkan manusia-lah yang memberikannya makna dan arti. Misal: bunyi “wi” berarti “kita” menurut orang Inggris, “siapa” menurut Belanda, “bagaimana” menurut Jerman, “duhai” menurut Arab, atau hanya panggilan sayang bagi gadis Sunda yang bernama Wiwi (Rakhmat, 2001: 27).

Begitu pula dengan netiquette tadi, bagi sebagian orang ia dianggap begitu sakral, namun bagi sebagian yang lain, “toh itu cuma sederetan huruf-huruf saja kok!” atau “warna merah kan menarik”, dsb. Tidak ada siapa yang benar ataupun siapa yang salah dalam konteks ini, toh persepsi tiap orang berbeda-beda namun hendaknya disesuaikan dengan situasi, kondisi, dan tempat dimana ia berada (misal: milis). Tiap milis tentulah memiliki seperangkat aturan tersendiri. Ada milis yang santai, ada pula milis yang serius. Aturan-aturan ataupun budaya-budaya yang telah tumbuh dan berkembang didalam milis tersebut hendaklah kita hargai. Toh, milis juga merupakan sarana berinteraksi dan mengaktualisasikan diri dalam lingkungan sosial, bukan? Khususnya bagi manusia modern. Yaa, walaupun hanya melalui baris-baris teks doank.

Lewat baris-baris teks pun manusia dapat bersengketa (hhh…)

Setujukah anda dengan kalimat diatas? Kalo saya sih setuju sekali. Hal ini juga yang terjadi ‘di suatu tempat saya bernaung’. Sengketa terjadi hanya karena baris-baris teks! Tidak salah memang, karena seperti yang telah saya ungkapkan diatas, ‘words don’t mean, people mean’. Semuanya kembali kepada cara dan pola pandang individu yang bersangkutan. Bisa saja menurut si A, kata-katanya (atau lebih tepatnya tulisan) itu hanya sekedar joke belaka, namun menurut si B, kata-katanya itu adalah ejekan keras. Si A dan si B ini terus menerus berdebat, mempertahankan ‘kehormatannya’, sama-sama tidak mau mengalah. Okelah, mungkin kalo saya terlibat didalamnya, saya pun mungkin akan bersikap sama. Watak keras kepala saya mungkin akan muncul kembali (atau dengan sengaja saya munculkan :P).

Seperti biasa, tiba-tiba stuck nie, jadi tulisan ini saya sudahi sampai disini saja. Mohon maaf bila tulisannya ngambang, mohon maaf bila ada kata-kata saya yang tidak berkenan dihati, mohon maaf pula bila ada kesamaan kejadian di dunia nyata. Semuanya hanya faktor kebetulan belaka :P

Cute cat… (?!) 3

June 16th, 2008 | 3 Comments | Posted in Photos

Lagi-lagi posting gambar kucing…
Wakakakakakaka… :P




Tiga hari di ranah minang

June 16th, 2008 | 2 Comments | Posted in Curhatan, Info







Dalam rangka mengikuti KKTM (Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa) Bidang IPA Wilayah A (Sumatra, Jakarta, dan Banten), yang diadakan pada 9 s.d 12 Juni 2008 di Universitas Andalas, saya bersama seorang teman, Fajar, dikirim mewakili Universitas Lampung.

Hari keberangkatan

Kami berangkat pada hari sabtu, tanggal 7 Juni 2008 menggunakan transportasi darat, bus. Pas pertama kali masuk ke busnya, fokus utama saya adalah Water Closet aka WC. Gubrak!!! Saya kaget setengah mati ketika mengetahui bus tersebut tidak memiliki fasilitas WC didalamnya, meskipun terdapat fasilitas AC. Duh, saya sempat bingung, gimana seandainya nanti diperjalanan perut saya tiba-tiba rewel. Tapi pikiran-pikiran itu saya tepis sementara waktu. Alhamdulillah, hingga sampai di Padang, perut saya dapat berkompromi dengan baik :P

Sepanjang jalan dari Lampung – Padang

Bus berangkat sekitar jam 20:30 dan sesekali singgah di rumah makan guna memberikan kesempatan istirahat dan MCK kepada sopir beserta penumpangnya, sekaligus mengistirahatkan sementara mesin diesel bus.

Karena perut sudah terasa lapar, kami turun dari bus, memasuki rumah makan, dan memesan menu nasi telor. Ya, nasi telor doank! Kenapa? Karena kami pikir menu inilah yang paling murah dan mampu terjangkau oleh kantong kami. Tapi apa yang terjadi? Ketika membayar di kasir, jujur, sumpeh, suwer, atau apalah namanya, saya kaget ketika mengetahui harga seporsi nasi telor adalah sepuluh ribu rupiah! Wew, mahalnya… :P

Di Andalas

Tanggal 8 malem, sekitar jam 23:00, kami sampai di Mess yang disediakan panitia KKTM dengan diantar oleh dua orang kenalan dari seorang teman.

Esok paginya (9/6), kami melakukan registrasi ulang peserta di gedung PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa) Universitas Andalas.

Ternyata acara dipercepat. Menurut agenda, presentasi baru akan dimulai keesokan harinya lagi (10/6), namun setelah acara pembukaan hingga malam hari sekitar pukul 23:00, empat peserta dipersilakan untuk melakukan presentasi setelah dilakukan pengurutan berdasarkan undian. Tiap peserta/kelompok diberi waktu selama 45 menit (15 menit presentasi dan 30 menit tanya jawab dewan juri). Kami mendapatkan urutan 18 dari 20 peserta dari tiap perguruan tinggi.

Presentasi

Seperti yang telah saya utarakan diatas, kami mendapatkan urutan 18, yakni pada hari rabu (11/6), hari terakhir. Presentasi dimulai tepat pukul 08:00.

Setelah melakukan presentasi, dewan juri mulai bertanya dan berkomentar. Komentar pertama yang dilontarkan adalah kekaguman mereka kepada kami, karena kami satu-satunya yang berasal dari FISIP yang notabene adalah IPS, namun karya tulis kami mengangkat bidang IPA (berkaitan dengan teknologi Java Micro Edition) :P

Alhamdulillah presentasi dapat dilewati dengan lancar. Pertanyaan dewan juri dapat kami tanggapi dengan baik. Yaa… Walaupun kami disarankan untuk mengikuti bidang IPS saja :P

Who’s the winner?

Agak kecewa juga sih, karena belum berhasil membawa almamater Universitas Lampung ke tahap nasional dari KKTM ini :(

But, no problems. Kami mendapatkan begitu banyak pengalaman berharga selama mengikuti rangkaian acara ini.

Pemenang peringkat ketiga digenggam oleh Universitas Indonesia, peringkat kedua oleh Universitas Sriwijaya, dan peringkat pertama oleh Universitas Syah Kuala. Salut buat mereka :)

Jalan-jalan ke Bukittinggi

Karena agenda acara selesai lebih cepat, maka kami memutuskan untuk mengisi sisa waktu dengan jalan-jalan. Tempat yang disepakati adalah Bukittinggi, sekitar 2,5 jam dari Universitas Andalas.

Ketika dalam perjalanan ke Bukittinggi, kami dipersilakan untuk mampir disebuah toko oleh-oleh makanan khas padang. Sontak saja semua peserta senang dan menyerbu rak kripik sanjai-nya, kami pun tidak mau ketinggalan turut menyerbu :P

Selepas dari berbelanja oleh-oleh penganan, perjalanan ke Bukittinggi dilanjutkan dengan tujuan pertama adalah objek wisata Lubang Jepang. Ketika sampai di Lubang Jepang, waktu telah hampir menunjukkan pukul 18:00, dengan kata lain hampir memasuki waktu maghrib. Karena banyak temen-temen yang penasaran, maka mereka pun masuk ke Lubang Jepang tersebut yang konon katanya terdapat sekitar 130 anak tangga dan beberapa liku-liku ruangan yang dapat membuat bingung bahkan kesasar bila tidak ditemani oleh pemandu.

Saya tidak ikut masuk ke Lubang Jepang tersebut, bersama seorang temen dari Universitas Syah Kuala, sang pemenang. Kenapa tidak ikut masuk? Simpel aja, saya takut terjadi apa-apa didalam, karena waktu maghrib telah tiba. Pun konon katanya sangat tidak disarankan untuk memasuki lubang tersebut ketika waktu maghrib karena dikhawatirkan akan diganggu makhluk halus. Wallahualam.

Setelah puas menghabiskan waktu sekitar satu jam di Lubang Jepang, perjalanan dilanjutkan menuju Jam Gadang yang terkenal itu. Wuihhh… Pemandangan dan suasana sekitar Jam Gadang dikala malam benar-benar mengasyikkan, rameee… :)

Tiba-tiba seorang teman berkata bahwa disalah satu foto ketika mereka berpose didalam Lubang Jepang, terdapat satu bayangan aneh yang divonis sebagai kuntilanak. Huiii… Merinding… Tapi saya belom sempet melihat fotonya itu karena terlanjur dihapus :(

Diseputaran Jam Gadang, kami berjalan-jalan sekaligus melihat-lihat oleh-oleh apa yang sekiranya menarik untuk dibawa sebagai buah tangan.

Pendapat saya tentang Universitas Andalas

Gila! Bagus bener, bangunan-bangunannya rapi, berada diatas ketinggian bukit pula. Tapi sayang, tampaknya fasilitas komputer dan internet masih terbatas. Hal ini terbukti ketika kami ingin meng-edit file presentasi, muter-muter di kampusnya, nanya-nanya mahasiswa disana, eh… malah disuruh ke warnet/rental komputer diluar kampus. Duh…

Tapi untungnya ada lab komputer yang bisa digunakan di gedung Pustaka lantai 4. Jadinya tertolong deh :)

Kembali ke Lampung

Kamis (12/6), kami sem
ua check out dari mess tempat kami menginap selama kurang lebih empat malam dan kembali ke asal kami masing-masing.

Saya bersama seorang temen dari Bangka, Eko, membeli tiket bus ke Palembang, sedangkan Fajar, temen saya, memilih untuk langsung ke Lampung.

Gila! Bus yang kami tumpangi ketika pulang ini ternyata keadaannya lebih mengenaskan! Mana kursi penumpang didepan saya sandarannya telah menclok kebelakang. Otomatis membuat ruang gerak saya semakin sempit (siiggghhh…!!!). Ditambah lagi penumpang tambahan yang naik dari sepanjang perjalanan membuat suasana didalam bus semakin sumpek dan menyesakkan. Saya hampir putus asa dan muak ketika berada didalam bus tersebut namun saya tahankan saja dengan tidak henti-hentinya memohon diberikan Allah SWT kekuatan untuk bertahan selama kurang lebih 20 jam!

Sesampainya di Palembang

Wuiihhh… Seneng bener rasanya ketika menghirup udara Palembang, kota tercinta saya (Jumat, 13/6). Yaaa… Walaupun kami (saya dan Eko) diturunkan di KM.14! Owh… Hell… Jauh bener nurunin kami wahai sopir bus… Teganya kalian… *lebay ga ya? :P*

Kami terpaksa tiga kali gonta-ganti kendaraan umum dan bus kota. Pertama naik angkot ke terminal KM.12 kemudian dilanjutkan naik bus KM.12/Alang-Alang Lebar menuju tengah kota barulah berganti bus ketiga jurusan Pusri. Kalo tau gini mah saya enakan minta diturunin di Musi 2 aja! Cukup satu kali naik bus jurusan Pusri langsung! Eko berhenti di Pelabuhan Boom Baru guna langsung naik Jetfoil menuju Bangka sedangkan saya straight to my home sweet home :)

Saya di Palembang hanya tiga hari. Kesempatan itu saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk me-restore energi dan semangat saya sekaligus muter-muter ke rumah beberapa temen :P

Dan hari ini (16/6), saya telah berada di Lampung. Mulai menjamah dunia kampus lagi… :P

MyIndieBands.com

June 16th, 2008 | No Comments | Posted in Info, Music, Net


Hmmm… Sebenernya proyek ini telah saya mulai sejak pertengahan mei lalu. Namun baru sekarang sempat saya promosikan di blog ini :P

Apa itu myindiebands.com?

Website (atau lebih tepatnya blog) ini didedikasikan kepada band-band indie sebagai sarana promosi profil mereka sekaligus memperkenalkan musik mereka dengan memberikan satu sampel atau demo yang dapat didownload dengan bebas oleh pengunjung.

Perlindungan demo musik kami bagaimana?

Ya, itu juga telah beberapa kali dipertanyakan oleh beberapa teman. Mereka takut bila nantinya musik mereka dibajak orang. Oleh karena itulah saya menerapkan lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License atas tiap file demo musik tiap band.

Bagaimana agar kami bisa nampang disitu?

Untuk saat ini, anda dapat mengirimkan profil + foto + demo musik (format mp3, bitrate minimal 56 kbps, samplerate 44100, stereo channel) dalam bentuk attachment ke e-mail saya: fadly87@gmail.com. Dan band anda akan segera saya masukkan kedalam myindiebands.com sehingga eksistensi anda dapat diketahui oleh orang-orang melalui jagad maya ini :)

Bila ada saran, kritik, dan masukan-masukan lainnya yang bersifat membangun demi tumbuh dan berkembangnya website ini kedepannya, anda dapat mengirimkan e-mail ke fadly87@gmail.com.

Let your music be heard…

Bersentuhan tangan?

June 16th, 2008 | 2 Comments | Posted in Curhatan

Menurut hukum Islam, insan berlawanan jenis yang bukan muhrim dilarang untuk bersentuhan. Prinsip itulah yang terus saya coba terapkan. Namun…

Namun apa?

Entahlah, kayaknya agak susah ya… Beberapa kali persentuhan itu mesti terjadi, jabat tangan misalnya. Jujur, saya terkadang bingung bila harus berjabat tangan dengan seorang wanita. Apakah harus dijabat atau cukup dengan isyarat saja (menangkupkan dua telapak tangan dan melakukan gerakan berjabat tangan tanpa bersentuhan)?

Kalau dengan akhwat sih ga masalah, toh biasanya mereka cukup dengan isyarat saja, tidak mesti bersentuhan tangan. Namun beberapa kali pengalaman saya dengan beberapa wanita, jabat tangan dengan isyarat itu terlihat aneh oleh sang wanita. Entahlah…

Pernah saya utarakan masalah ini ke beberapa teman. Katanya, tergantung dari sang wanita, bila ia bersedia tangannya dijabat (disentuh), ya jabat saja seperti biasa. Namun bila tidak, cukup dengan isyarat saja. Sebab ditakutkan mereka akan tersinggung. Bersentuhan tangan dengan tujuan berjabat kan demi membangun suasana silaturahmi juga. Lain halnya bila bersentuhan dengan dilandasi nafsu. Itu baru tidak dibenarkan.

Wallahualam…

Datang mengembang, dan tak hilang

June 13th, 2008 | No Comments | Posted in Puisi Ga Jelas

Senja t’lah merapuh
Singkapkan malam tuk berlabuh
Satu-satu
Sedikit-sedikit
Terserabut
Lepas hingga tak lagi berkabut

Suram!
Malam masih saja mengangkang!
Kapan?
Kan ada lagi cahaya?
Penghilang noda lara
Menyapu akar keangkuhanku

Mungkin esok hari
Mungkin juga lusa esoknya lagi

Semangat! Wahai ksatria
Suara itu perlahan datang
Dibalik rona senyuman
Sang putri siang

Tak kusangkal
Pun tak kuduga
Kau datang mengembang
Dan tak hilang
Menggerus kelabu
Jadi cerah berwarna

Bus Gumarang Jaya, perjalanan ke Padang
8 Juni 2008
19:16

Met ultah buat mama & adekku, pilkada Palembang, kopdaran WongKito & Seruit, malem ini berangkat ke padang…

June 7th, 2008 | 1 Comment | Posted in Curhatan

Met ultah buat mama & adekku

Hari ini ultah nyokap, dan besok ultah adek saya yang cowok. Met ultah
aja, semoga tercapai semua harapan dan doanya… Maaf saya belom bisa
pulang ke Palembang, mungkin minggu-minggu depan baru bisa.

Pilkada Palembang

Masih hari ini, 7 Juni 2008, Kota Palembang merayakan pesta demokrasi,
memilih walikota beserta wakilnya. Duh, saya kayaknya golput deh. But,
semoga calon yang menang mampu membawa Palembang ke arah yang lebih
baik dan maju.

Kopdaran WongKito & Seruit

Semalem, di Rumah Kayu. Seru euy :) Dari WongKito ada Ardy sang ketua,
Kak Eriek, dan saya. Sedangkan dari Seruit ada Kang Geri, dkk.
Kapan-kapan kopdar lagi hyukkk… *maaf ga ada fotonya, insya allah
nyusul deh :)*

Berangkat ke Padang (Universitas Andalas)

Malem ini nih, jam 19.00, mewakili Universitas Lampung dalam Lomba
Karya Tulis Mahasiswa. Bersama seorang temen. Kami mengangkat mengenai
teknologi Java Platform Micro Edition. Agak aneh yak, anak Komunikasi
kok ikut bidang IPA :P

Doain agar kami selamat dan sukses ya… :)


[idrus fhadli aka xvader]
[NeverHard! Development Team]
[mailto: fadly87@gmail.com]
[indie bands blog: http://www.myindiebands.com]
[blog: http://xvader.blogspot.com]
[blog: http://blog.unila.ac.id/xvader]
[y!m: crashcym]
["Just like the pied piper. Led rats through the streets. We dance
like marionettes. Swaying to the symphony... of destruction"
(Megadeth, 1992: Symphony of Destruction)]

Pinnacle Studio 11, wuihhh… mantap bro!

June 5th, 2008 | 1 Comment | Posted in Curhatan, Info, Windows Software

Beberapa hari yang lalu saya dapet DVD Pinnacle Studio 11 dari seorang temen. Di DVD tersebut ga cuma ada Pinnacle Studio aja melainkan juga Adobe Premiere CS3, Nero 8, dan Ulead Video Studio 11. Namun sialnya cuma Pinnacle Studio 11 aja yang bisa dibaca dan diinstal, sisanya bikin komputer hang-heng-hong! Apa karena DVD bajakan kali ya? Ya iyalah! Kalo Pinnacle Studio Plus 11 original, mana saya kebeli! :P

Pinnacle Studio 11, sebuah revolusi

Ga berlebihan kalo saya bilang begitu karena sebelumnya saya cuma berkutat di Pinnacle Studio 9 aja, versi Pinnacle Studio yang sering bikin saya stress gara-gara ketidakstabilannya.

Pertama kenal dengan Pinnacle Studio 9 pas semester 5 kemaren, ada mata kuliah produksi siaran TV. Kami yang dibagi kedalam beberapa kelompok kecil praktek membuat semacam film pendek. Saya dan temen-temen yang tergabung dalam tim yang saya namai seenaknya sendiri, Anchur Production (emang ancur tu, mulai dari casting, shooting, sampe produksi). Wakakakakaka… Emang udah jadi tabiat manusia kali yah untuk mengkritik hal-hal yang tidak disukainya. Itu pun terjadi pada kelompok kami, disaat kelompok lain sibuk berkutat dengan tema-tema cinta, hantu, fashion, dsb, kami malah merencanakan sesuatu yang nyeleneh, membuat film tentang hal-hal buruk yang ada dikampus: mulai dari mahasiswanya, dosen-dosennya, fasilitasnya, dsb :P

Jadi deh sebuah film tentang kampus yang berjudul Realita Kampus. Lucunya lagi pas diadain premiere film-film hasil mata kuliah produksi siaran TV dihadapan dosen dan kepala jurusan, film kami malah mendapat banyak pujian. Tidak hanya pujian, ancaman juga! “Film ini hanya untuk orang dalem saja! Jangan disebarluaskan!”. Kira-kira begitu. :P Dan anehnya lagi kelompok Anchur ini menyabet tiga gelar sekaligus! The best support actor: SAYA! the best editing, dan the best soundtrack. Kok bisa begitu ya? Lah, wong file AVI hasil capture dari Movie Box tadi saya bawa pulang ke kosan dan saya edit sendiri di Sheby Machine yang mempunyai spek lebih jelek: Pentium 4 511, 512 mb RAM, VGA onboard Intel GMA 950, harddisk 80 gb, monitor Syncmaster 15 inch. Di kosan, segala sesuatu yang tersembunyi dibalik kode registrasi Pinnacle Studi 9 saya bongkar, dapet keygennya dari internet. Jadi deh, Pinnacle Studio 9 Plus dengan fitur lebih :P Sedangkan temen-temen saya pake yang standar. Curang yak :P

Pengen sie, nguploadnya ke YouTube, tapi kyaaaaaaaa… Filmnya udah ga ada lagi, udah lenyap bersama harddisk saya yang kebakar beberapa waktu yang lalu T_T

Back to Pinnacle Studio 9. Ya, pas produksi menggunakan Pinnacle Studio 9 waktu itu, spesifikasi komputer jurusan yang digunakan boleh dikatakan wah: Pentium D, 2 gb RAM, VGA ATi Radeon X300 128 MB, harddisk 160 gb, monitor LCD flat 17 inch, berikut perangkat capture Pinnacle Movie Box-nya. Namun, meskipun begitu, seringkali komputer mesti di-restart gara-gara hang, dan beberapa kali pula komputer tersebut diinstal ulang!

Tidak begitu halnya dengan Pinnacle Studio 11 Plus ini, sejak dari proses capture, editing, sampe rendering dan burning, semuanya berjalan lancar, begitu stabil. Dan efek-efek yang ditawarkan pun lebih leluasa, dengan transisi-transisi baru yang menawan hati :) Benar-benar memanjakan penggunanya. Jadi pengen nyoba bapaknya Pinnacle Studio neh, Avid. Tapi blom dapet programnya :(

Ng-edit video sunatan, wadoh!

Ya, kemaren dapet order buat ngedit video sunatan. Sigghhh… Saya paling ga tahan kalo melihat yang begituan, mana ada darah-darahnya pula! Tapi saya paksain aja ngerjainnya, dengan sedikit menahan rasa eneg tentunya :P Ya, itu resikonya :P

Doh, stuck neh, bingung mo nulis apalagi, gw publish dulu yang ini deh. Ntar nyambung nulis hal-hal aneh lainnya… :)