





Dalam rangka mengikuti KKTM (Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa) Bidang IPA Wilayah A (Sumatra, Jakarta, dan Banten), yang diadakan pada 9 s.d 12 Juni 2008 di Universitas Andalas, saya bersama seorang teman, Fajar, dikirim mewakili Universitas Lampung.
Hari keberangkatan
Kami berangkat pada hari sabtu, tanggal 7 Juni 2008 menggunakan transportasi darat, bus. Pas pertama kali masuk ke busnya, fokus utama saya adalah Water Closet aka WC. Gubrak!!! Saya kaget setengah mati ketika mengetahui bus tersebut tidak memiliki fasilitas WC didalamnya, meskipun terdapat fasilitas AC. Duh, saya sempat bingung, gimana seandainya nanti diperjalanan perut saya tiba-tiba rewel. Tapi pikiran-pikiran itu saya tepis sementara waktu. Alhamdulillah, hingga sampai di Padang, perut saya dapat berkompromi dengan baik :P
Sepanjang jalan dari Lampung – Padang
Bus berangkat sekitar jam 20:30 dan sesekali singgah di rumah makan guna memberikan kesempatan istirahat dan MCK kepada sopir beserta penumpangnya, sekaligus mengistirahatkan sementara mesin diesel bus.
Karena perut sudah terasa lapar, kami turun dari bus, memasuki rumah makan, dan memesan menu nasi telor. Ya, nasi telor doank! Kenapa? Karena kami pikir menu inilah yang paling murah dan mampu terjangkau oleh kantong kami. Tapi apa yang terjadi? Ketika membayar di kasir, jujur, sumpeh, suwer, atau apalah namanya, saya kaget ketika mengetahui harga seporsi nasi telor adalah sepuluh ribu rupiah! Wew, mahalnya… :P
Di Andalas
Tanggal 8 malem, sekitar jam 23:00, kami sampai di Mess yang disediakan panitia KKTM dengan diantar oleh dua orang kenalan dari seorang teman.
Esok paginya (9/6), kami melakukan registrasi ulang peserta di gedung PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa) Universitas Andalas.
Ternyata acara dipercepat. Menurut agenda, presentasi baru akan dimulai keesokan harinya lagi (10/6), namun setelah acara pembukaan hingga malam hari sekitar pukul 23:00, empat peserta dipersilakan untuk melakukan presentasi setelah dilakukan pengurutan berdasarkan undian. Tiap peserta/kelompok diberi waktu selama 45 menit (15 menit presentasi dan 30 menit tanya jawab dewan juri). Kami mendapatkan urutan 18 dari 20 peserta dari tiap perguruan tinggi.
Presentasi
Seperti yang telah saya utarakan diatas, kami mendapatkan urutan 18, yakni pada hari rabu (11/6), hari terakhir. Presentasi dimulai tepat pukul 08:00.
Setelah melakukan presentasi, dewan juri mulai bertanya dan berkomentar. Komentar pertama yang dilontarkan adalah kekaguman mereka kepada kami, karena kami satu-satunya yang berasal dari FISIP yang notabene adalah IPS, namun karya tulis kami mengangkat bidang IPA (berkaitan dengan teknologi Java Micro Edition) :P
Alhamdulillah presentasi dapat dilewati dengan lancar. Pertanyaan dewan juri dapat kami tanggapi dengan baik. Yaa… Walaupun kami disarankan untuk mengikuti bidang IPS saja :P
Who’s the winner?
Agak kecewa juga sih, karena belum berhasil membawa almamater Universitas Lampung ke tahap nasional dari KKTM ini :(
But, no problems. Kami mendapatkan begitu banyak pengalaman berharga selama mengikuti rangkaian acara ini.
Pemenang peringkat ketiga digenggam oleh Universitas Indonesia, peringkat kedua oleh Universitas Sriwijaya, dan peringkat pertama oleh Universitas Syah Kuala. Salut buat mereka :)
Jalan-jalan ke Bukittinggi
Karena agenda acara selesai lebih cepat, maka kami memutuskan untuk mengisi sisa waktu dengan jalan-jalan. Tempat yang disepakati adalah Bukittinggi, sekitar 2,5 jam dari Universitas Andalas.
Ketika dalam perjalanan ke Bukittinggi, kami dipersilakan untuk mampir disebuah toko oleh-oleh makanan khas padang. Sontak saja semua peserta senang dan menyerbu rak kripik sanjai-nya, kami pun tidak mau ketinggalan turut menyerbu :P
Selepas dari berbelanja oleh-oleh penganan, perjalanan ke Bukittinggi dilanjutkan dengan tujuan pertama adalah objek wisata Lubang Jepang. Ketika sampai di Lubang Jepang, waktu telah hampir menunjukkan pukul 18:00, dengan kata lain hampir memasuki waktu maghrib. Karena banyak temen-temen yang penasaran, maka mereka pun masuk ke Lubang Jepang tersebut yang konon katanya terdapat sekitar 130 anak tangga dan beberapa liku-liku ruangan yang dapat membuat bingung bahkan kesasar bila tidak ditemani oleh pemandu.
Saya tidak ikut masuk ke Lubang Jepang tersebut, bersama seorang temen dari Universitas Syah Kuala, sang pemenang. Kenapa tidak ikut masuk? Simpel aja, saya takut terjadi apa-apa didalam, karena waktu maghrib telah tiba. Pun konon katanya sangat tidak disarankan untuk memasuki lubang tersebut ketika waktu maghrib karena dikhawatirkan akan diganggu makhluk halus. Wallahualam.
Setelah puas menghabiskan waktu sekitar satu jam di Lubang Jepang, perjalanan dilanjutkan menuju Jam Gadang yang terkenal itu. Wuihhh… Pemandangan dan suasana sekitar Jam Gadang dikala malam benar-benar mengasyikkan, rameee… :)
Tiba-tiba seorang teman berkata bahwa disalah satu foto ketika mereka berpose didalam Lubang Jepang, terdapat satu bayangan aneh yang divonis sebagai kuntilanak. Huiii… Merinding… Tapi saya belom sempet melihat fotonya itu karena terlanjur dihapus :(
Diseputaran Jam Gadang, kami berjalan-jalan sekaligus melihat-lihat oleh-oleh apa yang sekiranya menarik untuk dibawa sebagai buah tangan.
Pendapat saya tentang Universitas Andalas
Gila! Bagus bener, bangunan-bangunannya rapi, berada diatas ketinggian bukit pula. Tapi sayang, tampaknya fasilitas komputer dan internet masih terbatas. Hal ini terbukti ketika kami ingin meng-edit file presentasi, muter-muter di kampusnya, nanya-nanya mahasiswa disana, eh… malah disuruh ke warnet/rental komputer diluar kampus. Duh…
Tapi untungnya ada lab komputer yang bisa digunakan di gedung Pustaka lantai 4. Jadinya tertolong deh :)
Kembali ke Lampung
Kamis (12/6), kami sem
ua check out dari mess tempat kami menginap selama kurang lebih empat malam dan kembali ke asal kami masing-masing.
Saya bersama seorang temen dari Bangka, Eko, membeli tiket bus ke Palembang, sedangkan Fajar, temen saya, memilih untuk langsung ke Lampung.
Gila! Bus yang kami tumpangi ketika pulang ini ternyata keadaannya lebih mengenaskan! Mana kursi penumpang didepan saya sandarannya telah menclok kebelakang. Otomatis membuat ruang gerak saya semakin sempit (siiggghhh…!!!). Ditambah lagi penumpang tambahan yang naik dari sepanjang perjalanan membuat suasana didalam bus semakin sumpek dan menyesakkan. Saya hampir putus asa dan muak ketika berada didalam bus tersebut namun saya tahankan saja dengan tidak henti-hentinya memohon diberikan Allah SWT kekuatan untuk bertahan selama kurang lebih 20 jam!
Sesampainya di Palembang
Wuiihhh… Seneng bener rasanya ketika menghirup udara Palembang, kota tercinta saya (Jumat, 13/6). Yaaa… Walaupun kami (saya dan Eko) diturunkan di KM.14! Owh… Hell… Jauh bener nurunin kami wahai sopir bus… Teganya kalian… *lebay ga ya? :P*
Kami terpaksa tiga kali gonta-ganti kendaraan umum dan bus kota. Pertama naik angkot ke terminal KM.12 kemudian dilanjutkan naik bus KM.12/Alang-Alang Lebar menuju tengah kota barulah berganti bus ketiga jurusan Pusri. Kalo tau gini mah saya enakan minta diturunin di Musi 2 aja! Cukup satu kali naik bus jurusan Pusri langsung! Eko berhenti di Pelabuhan Boom Baru guna langsung naik Jetfoil menuju Bangka sedangkan saya straight to my home sweet home :)
Saya di Palembang hanya tiga hari. Kesempatan itu saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk me-restore energi dan semangat saya sekaligus muter-muter ke rumah beberapa temen :P
Dan hari ini (16/6), saya telah berada di Lampung. Mulai menjamah dunia kampus lagi… :P