Browse > Home / News and Information, Personal, Windows and Proprietary / Pinnacle Studio 11, wuihhh… mantap bro!

| Subscribe via RSS

Pinnacle Studio 11, wuihhh… mantap bro!


Beberapa hari yang lalu saya dapet DVD Pinnacle Studio 11 dari seorang temen. Di DVD tersebut ga cuma ada Pinnacle Studio aja melainkan juga Adobe Premiere CS3, Nero 8, dan Ulead Video Studio 11. Namun sialnya cuma Pinnacle Studio 11 aja yang bisa dibaca dan diinstal, sisanya bikin komputer hang-heng-hong! Apa karena DVD bajakan kali ya? Ya iyalah! Kalo Pinnacle Studio Plus 11 original, mana saya kebeli! :P

Pinnacle Studio 11, sebuah revolusi

Ga berlebihan kalo saya bilang begitu karena sebelumnya saya cuma berkutat di Pinnacle Studio 9 aja, versi Pinnacle Studio yang sering bikin saya stress gara-gara ketidakstabilannya.

Pertama kenal dengan Pinnacle Studio 9 pas semester 5 kemaren, ada mata kuliah produksi siaran TV. Kami yang dibagi kedalam beberapa kelompok kecil praktek membuat semacam film pendek. Saya dan temen-temen yang tergabung dalam tim yang saya namai seenaknya sendiri, Anchur Production (emang ancur tu, mulai dari casting, shooting, sampe produksi). Wakakakakaka… Emang udah jadi tabiat manusia kali yah untuk mengkritik hal-hal yang tidak disukainya. Itu pun terjadi pada kelompok kami, disaat kelompok lain sibuk berkutat dengan tema-tema cinta, hantu, fashion, dsb, kami malah merencanakan sesuatu yang nyeleneh, membuat film tentang hal-hal buruk yang ada dikampus: mulai dari mahasiswanya, dosen-dosennya, fasilitasnya, dsb :P

Jadi deh sebuah film tentang kampus yang berjudul Realita Kampus. Lucunya lagi pas diadain premiere film-film hasil mata kuliah produksi siaran TV dihadapan dosen dan kepala jurusan, film kami malah mendapat banyak pujian. Tidak hanya pujian, ancaman juga! “Film ini hanya untuk orang dalem saja! Jangan disebarluaskan!”. Kira-kira begitu. :P Dan anehnya lagi kelompok Anchur ini menyabet tiga gelar sekaligus! The best support actor: SAYA! the best editing, dan the best soundtrack. Kok bisa begitu ya? Lah, wong file AVI hasil capture dari Movie Box tadi saya bawa pulang ke kosan dan saya edit sendiri di Sheby Machine yang mempunyai spek lebih jelek: Pentium 4 511, 512 mb RAM, VGA onboard Intel GMA 950, harddisk 80 gb, monitor Syncmaster 15 inch. Di kosan, segala sesuatu yang tersembunyi dibalik kode registrasi Pinnacle Studi 9 saya bongkar, dapet keygennya dari internet. Jadi deh, Pinnacle Studio 9 Plus dengan fitur lebih :P Sedangkan temen-temen saya pake yang standar. Curang yak :P

Pengen sie, nguploadnya ke YouTube, tapi kyaaaaaaaa… Filmnya udah ga ada lagi, udah lenyap bersama harddisk saya yang kebakar beberapa waktu yang lalu T_T

Back to Pinnacle Studio 9. Ya, pas produksi menggunakan Pinnacle Studio 9 waktu itu, spesifikasi komputer jurusan yang digunakan boleh dikatakan wah: Pentium D, 2 gb RAM, VGA ATi Radeon X300 128 MB, harddisk 160 gb, monitor LCD flat 17 inch, berikut perangkat capture Pinnacle Movie Box-nya. Namun, meskipun begitu, seringkali komputer mesti di-restart gara-gara hang, dan beberapa kali pula komputer tersebut diinstal ulang!

Tidak begitu halnya dengan Pinnacle Studio 11 Plus ini, sejak dari proses capture, editing, sampe rendering dan burning, semuanya berjalan lancar, begitu stabil. Dan efek-efek yang ditawarkan pun lebih leluasa, dengan transisi-transisi baru yang menawan hati :) Benar-benar memanjakan penggunanya. Jadi pengen nyoba bapaknya Pinnacle Studio neh, Avid. Tapi blom dapet programnya :(

Ng-edit video sunatan, wadoh!

Ya, kemaren dapet order buat ngedit video sunatan. Sigghhh… Saya paling ga tahan kalo melihat yang begituan, mana ada darah-darahnya pula! Tapi saya paksain aja ngerjainnya, dengan sedikit menahan rasa eneg tentunya :P Ya, itu resikonya :P

Doh, stuck neh, bingung mo nulis apalagi, gw publish dulu yang ini deh. Ntar nyambung nulis hal-hal aneh lainnya… :)



Creative Commons License Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.

Related posts:

  1. SMS berantai, tukang servis, penantian skripsi, pegawai pos homo?, dan hujan tiap hari
  2. Dosa jariyah?
  3. Beberes rumah… :)

2 Responses to “Pinnacle Studio 11, wuihhh… mantap bro!”

  1. Au' Says:

    Enak ya pake pinnacle, saya mah baru nyoba adobe premiere pro aja soalnya. Itu aja cm coba2 karena ketularan temen yg hobi video editing :D

    http://m-aulia-r.blogspot.com/2007/03/belajar-adobe-premiere-pro.html

    [Reply]


  2. TitikDot Says:

    Kalau saya sih kok senang otak-atik video pake SONY VEGAS. Enteng banget di komputerku (P4-2,4). Sekarang ver 9.x udah diliris. Udah pernah nyoba Adb Pre, Magic, Avid, Ulead.

    [Reply]


Leave a Reply

You can use plurk smilies syntax, for example: (LOL), (tears), (ROFL), etc.