Kala waktu terasa begitu sempit…

Waktu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung. Ya, bila ditelaah, definisi waktu tidak cuma sebatas itu saja. Ada banyak definisi lainnya misal: waktu adalah uang, waktu adalah kesempatan, waktu adalah kehidupan, waktu adalah anugerah, waktu adalah pedang, waktu adalah ibadah, dan lain sebagainya. Bahkan ada pula yang menyatakan waktu adalah racun.
1 hari = kurang lebih 24 jam.
12 jam terang dan 12 jam gelap.
Waktu yang lebih dari cukup bila dimanfaatkan dengan optimal dan didukung dengan manajemen yang baik.
Tapi…
Bagi saya waktu segitu terasa sangat sempit. Oke, saya akui, manajemen waktu saya akhir-akhir ini memang amat sangat berantakan *halah*. Mengapa? Entahlah, saya sendiri tidak tahu! Hari demi hari saya lalui lebih banyak didalam kamar kosan saya, mengerjakan skripsi, membaca buku-buku, me-recode ulang program-program yang pernah saya buat, menonton tv, mendengarkan musik, sarapan, makan siang, makan malem, ngemil, maen gitar, kalo lagi mood-saya ke kampus dan mampir ke perpus, me-tablature-kan riff-riff gitar yang secara tidak sengaja saya mainkan, menulis beberapa quote dan sajak pendek, masuk kelas conversation, dsb.
Tidak jarang pula saya tidur larut malam, demi mencicil skripsi saya, walaupun hanya satu paragraf. Tidak jarang pula selepas subuh saya tidur hingga pukul 09.00. Kebiasaan mandi jam 12 siang pun mulai kumat.
Teh, multivitamin, cemilan *akhir-akhir ini lagi demen sama Wafret :P*, kopi, dan susu menjadi asupan wajib disaat saya melakukan aktivitas ga jelas diatas.
Niat untuk hibernasi sejenak dari kegiatan online pun sepertinya agak susah untuk terealisasi. Entah kenapa, saya malah merasa seperti terasingkan dari teknologi bila tidak melakukan request client-server melalui port 8080 tersebut.
Ummm…
Ini udah bulan Rajab yak? Berarti kurang lebih dua bulan lagi Ramadhan akan tiba. Perasaan baru kemaren lebarannya.
Ini udah bulan Juli yak? Berarti sudah hampir 4 tahun saya kuliah. Beberapa hari yang lalu juga saya telah membayar SPP untuk semester 9!!! Memasuki tahun ke 4,5. Perasaan baru kemaren saya memasuki awal-awal masa perkuliahan.
Target wisuda bulan Juni? Halah! Totally failed! Menggantungkan harapan pada September? Kayaknya impossible deh. Harapan yang paling logis adalah Desember. Insya Allah.
Induk semang juga udah mulai meneror anak-anak kosan, “ayo, ayo, pundi-pundi uangku, bayarlah sewa kosan kalian untuk satu tahun kedepan…” *ngeyel*. Ya, kira-kira itulah yang saat ini ada dibenak si induk semang as known as ibu kos. Tinggal saya yang mikir! Duh.
Ada satu kata-kata bijak yang kadang menampar sekaligus memotivasi saya, “menyia-nyiakan waktu berarti menyia-nyiakan hidup.” Bagaimanakah menerapkan manajemen waktu yang efektif? Sehingga saya tidak merasa selalu kekurangan waktu seperti sekarang ini? Sehingga saya tidak merasa hidup saya sia-sia?
Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.
Related posts:




July 12th, 2008 at 12:13 am
woooiiii…..baru 4 tahun bae lah panik. kuliah 7 tahun bae. banyak pengalaman berharga :p
[Reply]