Browse > Home / Music / Orang-orangan sawahnya Avantasia

| Subscribe via RSS

Orang-orangan sawahnya Avantasia

July 12th, 2008 Posted in Music


Apanya yang orang-orangan sawah? Hehe… Itu cuma terjemahan ngeyel saya saja, dari kata The Scarecrow, judul album ketiga Avantasia yang rilis awal tahun 2008 lalu, tepatnya 25 Januari 2008, dibawah payung Nuclear Blast Records. Dua album sebelumnya; The Metal Opera dan The Metal Opera Part II.

Boleh saya tau, apa pendapat anda mengenai cover albumnya? Wakakakaka… Jangankan burung (gagak), manusia pun mungkin bakalan lari terbirit-birit pas ngeliat orang-orangan sawah seperti itu :P

Saya cuma mau bicara sedikit mengenai lagu-lagu di album ini. Ya, cuma sedikit, mengapa? Jangan tanya deh! :P Toh, saya bukan seorang yang expert dalam bidang apresiasi musik.

Ok. Lets begin.

Avantasia adalah proyek yang dimotori oleh Tobias Sammet, vokalis sekaligus pentolan band Power Metal asal Jerman, Edguy. Genre musik yang diusung Avantasia berkisar pada Symphonic Metal dan dibalut lekukan tenaga dari Power Metal. Avantasia juga diperkuat oleh Sascha Paeth (gitar) dan Eric Singer (drums).

Terbentuk pada 1999, lebih kurang 9 tahun silam. Umur yang boleh dibilang relatif muda memang, bila dibandingkan dengan band-band yang telah lebih dulu eksis di ranah yang sama semisal Symphony X yang telah mulai menunjukkan giginya pada 1994 dan inang Avantasia sendiri, Edguy, yang telah eksis sejak 1992 silam. Sedikit cerita tentang Edguy; band ini dibentuk pertama kali oleh bocah-bocah umur 14 tahun (kalo di Indonesia masih duduk di bangku SMP yak?); Tobias Sammet, Jens Ludwig, Dirk Sauer, dan Dominik Storch. Nama Edguy sendiri merupakan ephitet dari guru matematika mereka ketika itu. Apa itu epithet? Epithet adalah kata/frase dengan makna/arti tersirat atau bisa juga merupakan sebutan yang mengarah kepada seseorang baik (tokoh) nyata maupun fiktif, objek, hal-hal yang bersifat kedewaan, dan penamaan biologi (biological nomenclature).

Tobias Sammet tampaknya menyukai penggunaan permainan frase dan kata-kata. Mengapa? Sebab nama Avantasia sendiri pun merupakan portmanteau, atau penggabungan kata, antara Avalon (nama sebuah pulau yang terdapat dalam legenda Raja Arthur) dan Fantasia (fantasy atau fantasi). Kata Avantasia digunakan untuk melukiskan sebuah dunia diluar imajinasi manusia.

Ada sebelas lagu yang terdapat dalam album The Scarecrow ini, yakni:

  1. Twisted Mind (6:14). Lagu pembuka yang bertenaga dan penuh dengan distorsi. Adalah salah satu lagu yang langsung saya suka sejak pertama kali mendengarnya.
  2. The Scarecrow (11:12). Judul album ini tampaknya diambil dari judul lagu ini, The Scarecrow. Menceritakan suatu kisah yang panjang (yang saya sendiri belum mengerti :P), ya, sepanjang durasi lagu ini.
  3. Shelter from the Rain (6:09). Termasuk salah satu lagu yang bertenaga, dengan dentuman double bass drums di beberapa bagiannya.
  4. Carry Me Over (3:52). Wah. Ini lagu santai nih. Ga banyak rentetan aneh baik drums maupun gitarnya. Pokoke nyante :P
  5. What Kind of Love (4:56). Lagu yang satu ini lebih santai lagi. Pertama kali denger intronya, saya seperti lagi denger lagu Enya yang Only Time. Ada satu verse dalam liriknya yang saya suka: “What kind of love would let us bleed away? No kind of love would make us bleed away.” Agak ragu juga sih, “tidak ada cinta yang akan membuat kita terluka.” Benarkah? Terserah anda mau jawab gimana :P
  6. Another Angel Down (5:41). Uummm… Intronya mirip-mirip kayak satu lagu Dream Theater *lupa judulnya :P*. Dan cukup bertenaga juga nih, hampir seluruh bagian lagu di fill oleh double bass drums.
  7. The Toy Master (6:21). Nah! Ini dia! Lagu yang paling saya suka! Unik! Ya, bener-bener unik! Agak progressive juga sih. Iramanya seperti meliuk-liuk. Kayaknya ni lagu enak kalo dibawain pas festival. Bisa bikin audience ngelakuin headbang ala Led Zeppelin. Liriknya juga bercerita tentang ketakutan, kesedihan, dan kesenangan anak-anak. Entah mengapa, saya suka dengan lirik mengenai masa kecil dan anak-anak. Ya, salah satunya seperti pada lagu Enter Sandman-nya Metallica. Ada satu penggalan lirik dalam lagu The Toy Master ini yang saya suka: “Out in the cold, I see water frozen in their eyes. What a sorry sight….”
  8. Devil in The Belfry (4:42). Intro gitarnya kriuk-kriuk, gurih dan renyah! Ni lagu bertenaga juga. Cukup memacu adrenalin.
  9. Cry Just a Little (5:15). Menangis sedikit saja, gadis… Gila! Ni lagu mellow bener. Saya ga nyangka kalo ternyata band yang mengusung genre keluarga heavy metal, bisa juga bikin lagu kayak gini. Halus, lembut, dan sedikit mendayu. Tapi teteup, ga kehilangan unsur metalnya. Hal ini bisa dilihat dari riff dan lick gitar yang pendek di seperempat bagian akhirnya.
  10. I Don’t Believe in Your Love (5:34). Ni lagu cocok bener buat yang lagi merasa sakit hati sama wanita pujaannya. “Loving her is dying. Loving her is pain.” Itulah salah satu penggalan kata dalam liriknya. Ya, dikhianati dan dibohongi oleh orang yang dicintai memang amat sangat menyakitkan! Intinya, ni lagu seorang pria yang tersakiti oleh cinta. Balik lagi ke penggalan lagu What Kind of Love diatas yang menyatakan, “No kind of love would make us bleed away.” Dan sekali lagi saya tanya, benarkah? :P
  11. Lost in Space (3:53). Wah. Ni juga lagu yang sangat saya suka di album ini. Iramanya mengingatkan saya pada salah satu lagu di kaset lagu klasik “Sway Cha-Cha” *kalo ga salah :P* yang pernah saya beli pas SMP dulu. Slow but sure, kayaknya pa
    s diterapin sama lagu yang satu ini. Slow dan mellow sie tapi amat-sangat-bener-bener-enak-nikmat-sekali buat didengerin.

Buat penikmat metal, ni album boleh saya katakan, a must have! Ya, harus ada dalam daftar koleksi. Beli boleh, donlot yang original juga boleh, atau mau yang gratisan? Yang ilegal? *halah* Buoleh juga kok! *toh saya juga donlod dari sini nih* Wekekekekeke… :P



Creative Commons License Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.

Related posts:

  1. Avantasia – Farewell
  2. Andra & The Backbone… kereeeennn…
  3. Dream Theater’s Systematic Chaos
  4. The Toy Master
  5. Ungu – Untukmu Selamanya (lirik yang dalem…)

4 Responses to “Orang-orangan sawahnya Avantasia”

  1. herdianto Says:

    ngomong2 kapan loe mo ambil donlotan loe, bentar lagi gw apus nih

    menuhin hardisk gw aja.

    [Reply]


  2. lies.surya Says:

    hapus be herdi.
    dak penting jugo file2 idrus tu !

    [Reply]


  3. saint Says:

    mas ngomong-ngomong albumnya dah beredar belum di Indonesia

    pengen beli nihhh

    saya kurang tau, cuma punya yang donlotan :D

    [Reply]


  4. topan Says:

    eww nyasar, lagi nyari resensi seri kedua dan ketiga nemunya ini, nice review lah. udah dengerin yang seri 2 dan 3? the wicked symphony sama angel of babylon? kalo saya lebih seneng wicked symphony lebih metal, scarecrow lewat deh. tapi selera ding:D
    salam kenal..

    [Reply]


Leave a Reply

You can use plurk smilies syntax, for example: (LOL), (tears), (ROFL), etc.