When a Man Lost a Woman
Tanyakan pada laki-laki itu tentang duka
akibat perpisahan, dia tidak akan menjawab apa-apa,
kecuali saputan mendung di wajahnya.
Tanyakan pada laki-laki itu perihnya pengkhianatan,
kau akan melihat kedua tangannya terkepal
dan rahangnya mengeras karena amarah.
Tanyakan pada laki-laki itu pedihnya kehilangan orang
yang disayang, dia masih bertahan dalam bisunya
tapi air matanya tak sanggup ditahannya lagi.
Tetapi… coba tanyakan padanya, mengapa sudi
dipecundangi cinta. Yakinlah, laki-laki itu pasti tertawa.
Menertawakan pertanyaanmu yang dianggapnya bodoh,
lalu berkata, “Kalau kau pernah mengecap cinta,
kau tak akan pernah bertanya,”
Itulah sepenggal kalimat di sampul belakang novel karangan Ita Sembiring, When a Man Lost a Woman, ketika seorang lelaki kehilangan seorang wanita (pujaannya). Dan penggalan kalimat itu pula lah yang menarik hati saya untuk memboyong pulang novel ini sekitar setahun yang lalu ketika jalan-jalan ke Gramedia di Kota Kembang bareng temen-temen saya.
Kenapa sih nulis tentang ini? Hihihi… Karena komentar temen saya yang satu ini di halaman Pustaka Mini blog ini :) But, disini saya bukan mau membahas mengenai novel. Melainkan just asking a relax question, what would you do when you lost your sweetheart?
Hmmm… Ada yang menangis tersedu-sedu, ada yang marah bahkan mengamuk, ada yang cuek bebek, ada yang memanjatkan syukur karena telah keluar dari ‘neraka jalinan cinta‘, ada yang tertawa terbahak-bahak, dan lain-lain. Tambahkan sendiri bila ada yang kurang *hihihi…*
What? You ask me? What would I do when I lost my sweetheart?
Jawabannya seperti penggalan kalimat diatas. Yang mana? Nuu… yang paling atas posting ini :P But, the two I hate most is: dibohongi dan dikhianati. Dan maaf saja bila karena itu sikap saya (kepadanya) berubah :)
Got it?
*huaaahhh… another posting ngawur dari saya…*
Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.
Related posts:




August 25th, 2008 at 7:50 pm
wew omongannyo laen nian!
ngemeng2 blog yang sikoknyo dak dipake lagi ye!
[Reply]
August 27th, 2008 at 8:50 am
cinta itu mengajariku rasa sakit dan patah hati.
tapi herannya saya gak pernah kapok jatuh cinta
[Reply]
August 30th, 2008 at 6:04 pm
@trendy: idak lagi tren, insya allah
@easy: hahaha… saya juga
[Reply]
September 23rd, 2008 at 4:33 pm
oh kamu bisa juga jatuh cinta ya?
[Reply]