Cul De Sac (Cool The Suck?) dan Labirin?

Cul de sac?
Ya, cul de sac. Kalo saya sie lebih prefer nulisnya gini: Cool The Suck. Atau Ahmad Dhani, dia menuliskannya Kuldesak, dan menjadi salah satu lagu yang dulu dinyanyikannya bareng Ahmad Band. Yupe, I love that song so much! Tapi… disini saya bukan mau membahas mengenai lagu tersebut :P
Apa sih cul de sac itu? Jalan yang tertutup disalah satu ujungnya. Ya, cuma satu ujung yang terbuka dan bisa dilewati sedangkan ujung yang lainnya tidak.

Labyrinth? Labirin?
Apa sih labirin itu? Sebuah jalan/lorong berkelok-kelok yang setelah masuk kedalamnya akan sulit (bahkan terkadang) tidak akan bisa keluar lagi.
Lalu, apa hubungannya dengan postingan nganar ini? Eit, eit… Tunggu dulu! Lagi-lagi keluar kata-kata aneh! Nganar tuh apaan?
Owh, kalo nganar itu artinya: ga jelas (Palembangnese) :P
Yupe, cul de sac dan labirin, adalah apa yang saya rasakan saat ini. Berada di satu jalan dengan hanya salah satu ujung yang terbuka sebagai jalan keluarnya serta berkelok-kelok yang membutuhkan usaha lebih untuk keluar dari dalamnya. Tidak lain dan tidak bukan, yang menyebabkan saya merasakan hal ini adalah skripsi saya! Fiuuuhhh…
Dulu pas semester 5 (atau 6?), saya dan temen-temen sangat berambisi untuk menelurkan suatu skripsi dengan bahasan yang hebat dan lain dari yang lain. Begitu pula pas mata kuliah Kapita Selekta Komunikasi pada semester 7 yang lalu, simulasi skripsi yang kami kerjakan terlihat begitu ‘wah’. Tapi kini, setelah saya dan tiga temen karib saya mendapatkan proyek dari dosen, dengan judul dan bahasan serta metodologi yang prestisius (menurut saya). Terkadang semua terasa mengasyikkan ketika performa dan semangat kami sedang ‘at top of the world’, tapi begitu pula kebalikannya, terkadang semua terasa suram ketika kami down.
Progressnya hampir setengah jalan. Tidak mudah memang, begitu banyak halangan dan rintangan disepanjang perjalanan. Semua itu menyebabkan kami merasa cul de sac dan berputar-putar dalam sebuah labirin yang ujungnya belum tampak dimata. Dan satu-satunya jalan keluar adalah terus berjalan walaupun harus tertatih bahkan merangkak! Tidak ada opsi mundur. Mundur berarti ‘mati’.
Just believe and do it with full of spirits. Fight like a tiger, win like a champion. Allah tidak akan memberikan ujian yang melebihi batas kemampuan hambanya. SEMANGAT!!!
—
Gambar dicomot dari:
- http://dailycartoonist.com/images/culdesac-kids.jpg
- http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/2b/Labyrinth.svg/500px-Labyrinth.svg.png
Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.
No related posts.




August 28th, 2008 at 1:53 pm
mok, agak lamo ngapo bukak blog kau nih
[Reply]
August 30th, 2008 at 10:19 am
wah udah loncing yak.
btw, peringatan welcome mu itu sangat menggangguku dalam menikmati kenyamanan membaca semua artikelmu
[Reply]
September 13th, 2008 at 9:24 pm
iya cus….gw cuma mo bilang “TETEP SEMANGAT BRO….!!!”
[Reply]