Browse > Home / FOSS and Linux, News and Information, Tips n Tricks / Ansav Untuk Linux

| Subscribe via RSS

Ansav Untuk Linux

December 21st, 2008 Posted in FOSS and Linux, News and Information, Tips n Tricks

Baru ngeh kemarin sore, ketika mengunjungi http://ansav.com/download/ guna mendownload Ansav/update database terbarunya. Ternyata 4nv|e, programmer Ansav, telah merilis Ansav versi Linux. Versi 2.0.11 beta-3, well… masih rilis beta memang.

ansav-linux-1

Namun sayang seribu sayang, paket binary yang disediakan hanya *.deb yang diperuntukkan bagi Debian beserta turunannya (Ubuntu, Mepis, Knoppix, dsb). Tapi, untuk pengguna distribusi lain, turunan RedHat misalnya, yang menggunakan *.rpm, dapat mengubah paket *.deb tersebut ke paket *.rpm menggunakan alien.

Dan kebetulan saya pengguna Ubuntu, so, paket binary tersebut cukup saya klik ganda dan instal. Setelah Ansav terinstal, saya celingak-celinguk mencari launcher programnya dari listing Applications. Ternyata eh ternyata, Ansav untuk Linux ini baru berupa command-line :D

Okay, masuk Terminal dan ketikkan ansav –help dan jreng… keluarlah tatacara penggunaan Ansav ini. Mari kita berkenalan lebih dekat.

xvader@sheby-crawler:~$ ansav --help
---------------------------------------------------------------
ANSAV 2.0.11  beta-3 (Linux.2.6.24-16-generic)
updated: 19.12.2008
total: 928 signatures inside
---------------------------------------------------------------

USAGE:
ansav [options] [path]

OPTIONS:
-v   verbose mode.
-w   show malware list from database
show also list from external (dbs.anv) if exists.
-f   enable auto fix for every detected threat.
-d   enable auto deletion for every detected threat.
if -f and -d specified auto deletion will be used
for unfixable threat. This rule not affected for suspected object
or you can force delete use `--force-kill` instead.
-r   scan recursively.
-p   format output to pipeline friendly.

EXAMPLE:

ansav -vf /mnt/f

scan and fix every detected threat in directory /mnt/f.

ansav -vfd /mnt/f

scan and fix every detected threat in directory /mnt/f
and delete threat if fix fail.

xvader@sheby-crawler:~$

Dari output yang ditampilkan dapat kita lihat cara menggunakan Ansav adalah sebagai berikut: ansav [opsi] [direktori/file yang akan di-scan]

Ada enam opsi yang dapat digunakan yakni:

-v: untuk menampilkan output operasi dalam bentuk teks
-w: untuk menampilkan daftar malware yang dikenali dalam database (internal dan eksternal). Contoh: ansav -w
-f: untuk membersihkan file yang terinfeksi virus secara otomatis
-d: untuk menghapus file yang terinfeksi virus secara otomatis, jika opsi -f dan -d digunakan secara bersamaan maka file terinfeksi akan otomatis dihapus bila file tersebut tidak dapat dibersihkan. Namun operasi ini tidak berlaku untuk file-file yang ‘diduga’ terinfeksi virus. Atau anda juga dapat menggunakan –force-kill untuk memaksa penghapusan file
-r: untuk mode scan secara rekursif, men-scan seluruh file dan folder yang berada dalam direktori yang akan di-scan
-p: untuk mem-format output yang lebih ramah untuk dibaca

Baidewei baswei, virus di Linux kan belum sebandel bila dibandingkan dengan di Windows? Perlukah antivirus ini?

Owh, in my very humble opinion, saya masih membutuhkan antivirus ini terinstal di Linux saya, mengapa? Okelah, Linux kita tidak bervirus, tetapi media pertukaran data yang sering kita gunakan, misal flashdisk, tentulah rentan untuk terinfeksi. Terutama bila flashdisknya tidak memiliki fitur pengunci yang mengizinkan flashdisk untuk berjalan dalam mode read-only dan tidak dapat ditulisi data. Misal flashdisk tersebut dicolokkan pada sistem Windows yang virus didalamnya telah beranak pinak dengan subur, virus yang menemukan kandang baru untuk menitipkan anak-anaknya, akan dengan senang hati menginfeksi flashdisk tersebut. Kemungkinan bila flashdisk tersebut kita gunakan pada sistem Windows lain yang masih clean dari virus, dan kita lengah, sehingga terjadilah hubungan intim dengan virus didalam flashdisk tersebut yang menyebabkan sistem Windows yang masih bersih, suci, murni itu terinfeksi juga.

Disinilah kegunaan antivirus ini.

*kok perasaan rada nyeleneh ya kata-katanya… udahan ah* :P

Sebagai kata penutup, penting-tidaknya antivirus untuk diinstal di Linux anda, itu terserah anda. Sesuaikan saja dengan kebutuhan :)



Creative Commons License Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.

Related posts:

  1. Benchmark AnsAV, PCMAV, dan AntiVir
  2. Pengingat Waktu Sholat di Linux, Pake Minbar
  3. Membuat dan Mengedit Subtitle di Linux
  4. Jangan Pakai Linux!
  5. Mengenali Hardware di Linux

7 Responses to “Ansav Untuk Linux”

  1. herdianto Says:

    wah mau jadi ahli linux nih….

    tapi koq masih ada bunyi start up windows sih

    yey, bunyi start up windows? mana? mana? :P

    [Reply]


  2. mujisas Says:

    wah dah merambah ke linux neh. masih nyediain source code mas

    hehe… iya nih mulai beralih ke foss :)

    [Reply]


  3. Nike Says:

    masih males utak-atik terminal dan ssh :(

    sebenernya… saya juga :P

    [Reply]


  4. santo Says:

    mantap emang nih ansav :D

    iya, tokcer! :D

    [Reply]


  5. Afrizal Says:

    Cara uninstallnya gimana ya mas?Aku pecinta linux pemula nih.Udah coba instal ansav tp gak tw cra uninstallnya.Hehe…

    coba masuk ke synaptic, trus search dengan kata kunci: ansav kalo udah ketemu, klik kanan lalu remove :)

    [Reply]


  6. alaiksander Says:

    Aku barusan masuk ke situsnya lagi, ada satu paket yang independent yang sepertinya merupakan database terbaru ansav. Pertanyaannya mas, bagaimana kita bisa mengupdate (kalo memang itu database terbarunya) ansav kita di linux?

    file updetan ansav-nya ditaroh di /etc/ansav :)

    [Reply]


  7. kimsanada Says:

    nanti tak cobane ah… :D

    [Reply]


Leave a Reply

You can use plurk smilies syntax, for example: (LOL), (tears), (ROFL), etc.