Mengenali Hardware di Linux
Sebelum memulai, mungkin masih ada yang bertanya-tanya, untuk apa sih mengetahui merek, tipe, dan jenis hardware apa saja yang terpasang di komputer? Hmmm… IMHO (In My Humble Opinion), hal itu termasuk salah satu pengetahuan mendasar yang harus dimiliki oleh pada pengguna komputer. Sebab tidak selalu, sistem operasi yang digunakan memiliki driver built-in (terintegrasi) di dalamnya. Kadangkala dibutuhkan driver dari pihak manufakturnya atau bahkan pihak ketiga yang mengkhususkan diri dalam pengembangan driver. Apa yang akan terjadi bila misalnya suatu hardware yang terpasang di komputer anda tidak dapat berjalan dengan semestinya, misalkan: VGA (Video Graphics Array), sedangkan anda tidak mengetahui secara spesifik informasi hardware yang bersangkutan? Mungkin sistem masih akan tetap dapat berjalan, namun [mungkin] anda harus puas dengan kemampuan pemrosesan grafis standar dengan ukuran layar yang tidak optimal.
Tentu akan lain keadaannya bila anda mengetahui dengan pasti hardware apa yang terpasang. Anda dapat mencari paket instalasinya di Google, mendownload, menginstal, kemudian mengkonfigurasinya di sistem anda. Dan bum! Hardware yang bersangkutan dapat berjalan dengan sangat baik dan optimal. Bila hardware tersebut adalah VGA (dengan kemampuan yang memadai), anda akan mampu menjalankan beragam game 3D, menghias desktop anda dengan compositing manager semisal Compiz Fusion, dan beragam hal lain.
Got the basic? Great! Here now we goes… :)
Di Windows, kita bisa mengetahui informasi hardware apa saja yang terpasang di komputer dengan bantuan; DirectX Diagnostic (dxdiag), System Properties, CPU-Z, GPU-Z, Lavalys Everest, SiSoft SANDRA, dan lain sebagainya. Bagaimana dengan Linux? Ow… ow… ow… tentu saja itu bukan hal yang sulit. Boleh dikata, di Linux juga memiliki beragam cara untuk mengenali dan mencari tahu hardware komputer anda.
1. System Monitor (gnome-system-monitor). Disini anda akan disuguhi informasi standar mengenai sistem anda, diantaranya versi distribusi Linux yang digunakan, kernel, GNOME, memory, harddisk, prosesor, dan lain sebagainya.
2. Hardware Testing, Ubuntu (gksu /usr/bin/hwtest-gtk). Disini anda akan dipandu langkah demi langkah mengenali hardware yang terpasang pada komputer anda. Begitu mudah dan cepat. Test yang dilakukan seputar hardware-hardware utama saja semisal: sound, display, network controller, mouse, video test, network connection, dan keyboard. Selain itu, pada bagian akhir, anda akan disuguhi pilihan apakah akan men-submit hasil test hardware di sistem anda kepada pihak pengembang Ubuntu, ataukah tidak.
3. Sysinfo. Program ini menyediakan GUI (Graphical User Interface) yang easy-to-use-and-understand. Pada versi 0.7 yang saya gunakan, anda akan menemukan lima kategori di sebelah kiri, yakni; System, CPU (Central Processing Unit), Memory, Storage, dan Hardware.
4. Ubuntu Tweak. Bila anda pengguna Ubuntu, tool yang satu ini mungkin akan berguna untuk mengidentifikasi hardware anda serta memampukan anda untuk melakukan berbagai tweak terhadap Ubuntu yang anda gunakan.
“Ah, keempat tool tersebut masih kurang greget! Saya butuh yang lebih… lebih… dan lebih…”
Okay… okay… okay… ada satu lagi tool favorit saya, namun sayangnya ia hanya berjalan diatas CLI (Command Line Interface) alias non-GUI.
5. hwinfo. Tool satu ini menyediakan kemampuan ‘meraba’ yang sangat baik terhadap hardware komputer anda. Bila anda menggunakan Ubuntu [lagi], software ini dapat diinstal dengan menjalankan perintah: sudo apt-get install hwinfo
Untuk mulai menggunakan, anda dapat menjalankan perintah: hwinfo. Bisa juga dikombinasikan dengan perintah-perintah standar shell lainnya seperti: | more, | less, >, dan lain sebagainya.
Contoh syntax perintah:
- hwinfo | more: untuk mendapatkan informasi menyeluruh mengenai hardware komputer anda. Fungsi | more berguna untuk membaca output dengan cara menggulung per-layar. Untuk melanjutkan dapat menekan tombol Enter pada keyboard.
- hwinfo | less: mirip dengan perintah hwinfo | more. Namun disini anda dapat dengan leluasa menggunakan tombol panah atas dan panah bawah untuk membaca informasi yang tertera di layar laiknya membaca sebuah dokumen teks. Untuk keluar dari mode | less, tekan tombol q pada keyboard.
- hwinfo > /home/xvader/Desktop/hardware.txt: perintah ini akan menghasilkan file hardware.txt di desktop user xvader. File tersebut akan berisikan informasi yang berhasil dikumpulkan oleh hwinfo. Dengan perintah ini pula anda akan dapat mencetak hasilnya.
- hwinfo –short: untuk mendapatkan output informasi hardware yang lebih ringkas dan mudah dipahami. Informasi yang disajikan seputar CPU, keyboard, mouse, graphics card, sound, storage, network (LAN & Wireless LAN), disk, partition, cd-rom, usb, bluetooth, webcam, dan lain-lain. Perintah ini juga dapat dikombinasikan dengan | more, | less, >, dan lain sebagainya.
- hwinfo –help: untuk penjelasan lebih lanjut mengenai syntax perintah-perintah yang dapat diaplikasikan.
Selain beberapa tool diatas, ada juga tool yang ditujukan untuk probing informasi satu jenis hardware saja, misalnya: GSmartControl (http://gsmartcontrol.berlios.de), yang ditujukan untuk ‘mengorek’ informasi mengenai harddisk anda secara lebih mendalam.
Okay, here is the end of this short article. Happy hardware information probing/hunting! :)
----
Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.




April 3rd, 2009 at 11:33 am
bagus, nice article.. :)
[Reply]
April 5th, 2009 at 7:08 am
[Reply]
xvader Reply:
April 11th, 2009 at 1:41 am
neh?!
[Reply]