Browse > Home / Net / Facebook: Status Penting, Status Gak Penting

| Subcribe via RSS

Facebook: Status Penting, Status Gak Penting

May 18th, 2009 Posted in Net
-->

Facebook, platform social networking besutan Mark Zuckerberg yang berawal dari ruang kamarnya di Harvard beberapa tahun lalu, kini semakin populer dan semakin dalam menancapkan kuku-kukunya ke para pengguna internet, khususnya Indonesia. Bila dulu di Indonesia, Friendster menjadi raja, sekarang perlahan tapi pasti posisi itu mulai tergeser oleh Facebook.

Di Indonesia sendiri jumlah pengguna Facebook mengalami peningkatan yang cukup tinggi yaitu mencapai 40% atau sekitar 1.546.456 juta pengguna. Dan untuk peringkat pengguna Facebook dunia, saat ini Indonesia berada di urutan kelima dibawah Kanada, Turki, Perancis, dan Australia. Tapi untuk peringkat jumlah akses ke Facebook, Indonesia menduduki peringkat 1 diatas negara-negara lainnya [1].

Bila ditilik dari segi usia, antara Friendster dan Facebook, Friendster terpaut dua tahun lebih tua (2002) dibanding Facebook yang ‘dilahirkan pada 4 Februari 2004 [2][3].

Tidak mengherankan bila Facebook lebih digandrungi. Integrasi beragam fitur dan citarasa yang ditawarkan oleh era Web 2.0 disajikan dengan lengkap dan ciamik oleh para ‘koki’ Facebook. Mulai dari fitur blogging yang diperankan oleh Notes/Catatan, microblogging yang dimainkan oleh Status, hingga photo and video sharing pun diakomodasi olehnya (bahkan jumlah foto yang di-hosting oleh Facebook menginjak angka 15 miliar foto, dua belas miliar lebih banyak daripada Flickr yang ‘berspesialisasi’ di ‘lahan’ photo and video sharing [4] namun lima miliar lebih sedikit dibanding Imageshack [5]).

Berbicara mengenai Facebook berarti berbicara mengenai social networking (jejaring sosial). Berbicara mengenai social networking berarti berbicara mengenai kehidupan sosial bermasyarakat. Namun kehidupan sosial di Facebook sedikit berbeda, disini orang tidak bertatap muka secara langsung melainkan diperantarai oleh seperangkat komputer yang terhubung ke jaringan internet. Meskipun begitu, etika berkehidupan sosial di dunia nyata hendaknya tetap dipegang teguh serta diterapkan dengan baik di dunia maya ini.

Seperti salah satu pandangan Humanisme yang digarisbesarkan oleh Carl Rogers; manusia berperilaku untuk mempertahankan, meningkatkan, dan mengaktualisaasikan diri [6]. Facebook merupakan salah satu sarana bagi manusia modern untuk mengaktualisasikan dirinya, terutama untuk menjaga komunikasi dengan teman-temannya yang terpaut perbedaan jarak dan waktu yang jauh. Melalui Facebook seseorang dapat bertemu lagi dengan teman-temannya di masa lalu, dengan orang yang pernah dicintainya semasa SMA/kuliah dulu, dengan kerabat dekat dan kolega, bahkan dengan artis/orang terkenal favoritnya, dan lain-lain.

Status Penting, Status Gak Penting

Beberapa waktu lalu sempat saya baca mengenai ’say no to status gak penting di Facebook’ (atau dengan judul yang rada-rada mirip). Rada aneh memang. Loh? Aneh kenapa?

Ya jelas saja aneh! Kalau boleh saya bertanya, bagaimana cara membedakan apakah suatu status Facebook itu penting atau tidak? Apa dan bagaimana kriterianya? Bisa berikan saya contoh?

“Oh, status yang penting itu adalah status yang memberikan informasi!”

Oh, begitu ya? Kalau begitu, kalau saya pasang status, “Duh, saya tadi pagi mencret…”, bukankah itu suatu bentuk informasi? Ya, informasi yang menyatakan bahwa saya tadi pagi mencret!

“Ralat! Status yang penting itu adalah status yang memberikan informasi yang bermanfaat!”

Oh, begitu ya? Kalau begitu saya ralat juga status saya tadi, “Duh, saya tadi pagi mencret… Gara-gara kebanyakan minum air.” Nah, sekarang jelas, bukan? Status tersebut merupakan status yang penting dan memberikan informasi baru, bahwa ternyata kebanyakan minum air itu bisa menyebabkan mencret! *ini cuma contoh loh!*

“Heh! Ngawur aja lo! Edan kowe iki yo, Drus? Status yang penting itu kayak gini; “Tadi pagi saya mendengar berita telah terjadi gempa berkekuatan sekian skala richter di negara X”"

Oh, begitu ya? Kalau begitu itu benar-benar status yang penting, karena tidak semua orang tahu. Apalagi bagi saya yang jarang menonton televisi ini. Tapi apakah status itu benar-benar penting?

Yayaya… mungkin sedikit ngawur, tapi memang benar, bukan? Bahwa tidak ada kriteria yang jelas membedakan antara status yang penting dan status yang tidak penting? It depends on how other people take care about it! Mungkin bagi si A, status si X tidak penting. Namun belum tentu begitu adanya dengan si B yang merasakan manfaat dari status si X!

Etika dalam Ber-Status Ria

Tetap memperhatikan etika ketika memasang suatu status di Facebook. Ya, mungkin adalah hal yang dianggap sepele oleh sebagian orang.

Contoh kasus; si X memasang status sebagai berikut; “Habis makan steak di ‘SuatuTempatYangPrestisius’, enak tenan! Harganya murah lagi, cuma satu juta rupiah per-porsinya!” *Hihihi… agak lebay sih contoh kasusnya :P*

Si A yang berada nun jauh disana, yang taraf kehidupannya setara dengan si X, merasa senang dengan update status si X, temannya itu. Dia pun memberikan komentar; “Iya X, steak di ‘SuatuTempatYangPrestisius’ itu emang enak dan murah meriah!”

Si B yang jaraknya terpaut ratusan kilometer, salah satu teman si X dan A yang sederhana, online dari sebuah warnet Rp.2500/jam demi mencari jurnal untuk tambahan data skripsinya. Membuka Facebook sebagai selingan dan pelepas suntuk karena terlalu lama melihat halaman putih dengan huruf-huruf hitam-biru dari search engine populer yang berlogo warna-warni; biru, merah, kuning, dan hijau. Jreeeng… di halaman depan dia sudah disuguhi status dari X yang dikomentari oleh A.

“Busyet dah, mereka ini, ga tau apa ya, kalo saya lagi cekak? Mana duit bulanan dari bokap blom dikirim-kirim… Eh, mereka berasyuk-masyuk membicarakan harga steak satu juta Rupiah per-porsinya! Saya aja belom pernah makan steak! Dan boro-boro ngeluarin duit satu juta Rupiah demi seporsi steak, bisa makan nasi + sayur + telur + sambel terasi dua kali sehari aja saya udah bersyukur!”

Got the point? :)

“Eh… eh… eh… Apa-apaan sih lo! Rese’ amat! Ini statusku! Apa maumu?!”

Yayaya… itu adalah status Facebook-mu, tapi bisakah kau jaga perasaan temanmu si B itu? (idiot)

So, now what’s your Facebook’s status update :D

[1] http://www.halamanrumahku.com/post/97445173/sejarah-facebook, diakses pada 17 Mei 2009.
[2] http://en.wikipedia.org/wiki/Friendster, diakses pada 17 Mei 2009.
[3] http://en.wikipedia.org/wiki/Facebook, diakses pada 17 Mei 2009.
[4] http://www.whibb.com/facebook-vs-flickr-image-uploads.html, diakses pada 17 Mei 2009.
[5] http://www.techcrunch.com/2009/04/07/who-has-the-most-photos-of-them-all-hint-it-is-not-facebook/, diakses pada 17 Mei 2009.
[6] Rakhmat, Jalaluddin. 1985. Psikologi Komunikasi. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Add to favorites
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
----

Creative Commons License Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.

Dapatkan penghasilan tambahan dari blog kamu

11 Responses to “Facebook: Status Penting, Status Gak Penting”

  1. Amel Says:

    lhah status aku kebanyakan klo ndak curhat yo lirik lagu kok Dus (LOL)

    aku jugo kadang-kadang, mel (rock)

    [Reply]


  2. xönkêt™ Says:

    Kadang-kadang, la LUPO apo status yang ditulis… (lmao)

    wakakakakaka… samo om, statusnyo cuma menetap di sensory memory *halah* :P

    [Reply]


  3. si imut Says:

    B-) dus kardus bek (goodluck) ya itu tadi relatif

    ehada cacing… (cozy)

    [Reply]


  4. nomercy Says:

    asal jangan setiap kali posting promo iklan aja … yg gituan bakalan saya hide deh …

    /* btw, status di social networking termasuk penting juga, apalagi kalau kita berada jauhan dengan temen sehingga dia tahu kita ngapain … atau kalau kita sedang pergi keluar jadinya temen yg mau berkunjung ke rumah jadi tahu … atau kasih status ’sedang bokek’ kali aja temen2nya jadi teriba dan memberi sedikit sumbangan … */

    setuju dengan poin yang terakhir :P

    [Reply]


  5. xönkêt™ Says:

    Neh, ngapo Komen aku yang sebelumnyo katek ye… (unsure)

    oh, itu tadi dimoderasi om (doh)

    [Reply]


  6. Dila Says:

    sangat suka tulisan ini ^^
    bikin instrospeksi diri

    bole dishare di FB dak? :P

    oh boleh mbak, monggo… :)

    [Reply]


  7. rd Limosin Says:

    why so seriues™ :D
    wah, hebat juga ya kalo bisa memperhatikan hampir semua aspek peras.aan temen2 di fesbuk (yg ratusan itu) (applause) :D

    oh, it’s not that serious, mok :P

    [Reply]


  8. rd Limosin Says:

    *bahas lagi*

    jadi gini ini drus, seandainya saya update status di fesbuk: `sedang sholat jumat di masjid agung`

    kira-kira apakah akan mengganggu peras.aan teman-teman di fesbuk saya yang non muslim?

    kira-kira apakah hal-hal tersebut juga termasuk status yang tidak penting dan dapat mengganggu peras.aan teman-teman?

    jika ya kemukakan alasannnya, jika tidak kemukakan alasannya juga, silahkan dijawab dalam tempo yang sesingkat-singkatnya hihi :))

    ah, kau dewek jugo tau jawabannyo kan, mok? (lol)

    [Reply]


  9. deddy Says:

    sebaiknya sih diimbangi status yang penting dan gak penting,kalo gak penting semua bosan komentarinya

    agreed (thinking)

    [Reply]


  10. INFORMASI tidak PENTING « Abula45 | Pusat Informasi Digital Says:

    [...] June 2009 · No Comments Pada tulisan kali ini, Saya ingin menyampaikan informasi yang tidak penting sekali. Kenapa tidak penting? Entahlah Saya pun bingung, kenapa informasi ini tidak penting di blog [...]


  11. anonimous Says:

    laper makan ah @ 12:23 pm
    duh makan apa ya @ 12:26 pm
    Yah lama amat nasi sayur gw @ 12:30 pm
    kenyang ngantuk jadinya @ 12:45
    tidur ah @ 13:00
    ga bisa tidur @ 13:42

    dst….

    (MABOK GAK LU BACANYA!!?!??)

    * this is real story!

    hahahaha… itu mah tipe orang yang facebook addicted, update status setiap saat :D

    [Reply]


Leave a Reply

:-)) :-) :-D (LOL) :-P (woot) ;-) :-o X-( :-( :-& (angry) (annoyed) (bye) B-) (cozy) (sick) (: (goodluck) (griltongue) (mmm) (hungry) (music) (tears) (tongue) (unsure) (highfive) (dance) (doh) (brokenheart) (drinking) (girlkiss) (rofl) (money) (rock) (nottalking) (party) (sleeping) (thinking) (bringit) (worship) (applause) 8-) (gym) (heart) (devil) (lmao) (banana_cool) (banana_rock) (evil_grin) (headspin) (heart_beat) (ninja) (haha) (evilsmirk) (bigeyes) (funkydance) (idiot) (lonely) (scenic) (hassle) (panic) (okok) (yahoo) (muhaha) (taser) (cry) (blush) (banana_ninja) (beer) (coffee) (fish_hit) (muscle) (smileydance)