Nyanyikan Lagu Perang
Err… lirik lagu-lagu band Indonesia yang marak akhir-akhir ini apa ya? *pertanyaan retoris*
Yap, cinta, cinta, dan cinta. Sepertinya tema cinta merupakan tema yang seakan tidak akan usang dan tiada habisnya untuk diangkat kedalam lirik lagu. Tapi tidakkah para arranger lirik tersebut tahu bahwa ternyata ada yang sudah merasa bosan dan eneg dengan lirik bertemakan cinta tersebut! Salah satunya saya *kalem*
Mengapa bosan dengan tema-tema cinta? Entahlah… Mungkin karena terasa monoton kali ya
Oiya, saya juga pernah membaca quote berikut di salah satu forum, “too much love should kill you.”
Setelah mondar-mandir sana kemari, ternyata ada juga band lokal yang tidak melulu bernyanyi lagu-lagu cinta, Koil misalnya. Melalui lagu “Nyanyikan Lagu Perang” ini, mereka seakan bercerita tentang realita. Ya, realita bangsa. Mental pengangguran. Dan kecengengan.

Berikut saya kopaskan liriknya:
Sampai kapan kau akan menungguku
Sampai beruban dan waktu terus berlalu
Hei! Hei!
Tidakkah kau bosan menyanyikan keluhan
Hei! Hei!
Mengharap belas kasih atas mental pengangguranPasti ada cara untuk mencari uang
Pasti ada cara untuk bersenang-senang
Badai pasti datang kita tak akan menang
Mengapa harus bimbang?Hei! Hei! Hei!
Kita orang pintar dengan otak bersinar
Hanya perlu semangat untuk hidupi rakyat
Kita orang pintar dengan otak bersinar
Perlu lagu perang untuk membungkam setan
(Setan, setan, setan, setan, setan, setan, setan, setan)Kamu berdendang lagu putus cinta
Mencari harapan kembali dengannya
Kamu kumandangkan syair keluguan
Berharap keadilan di muka duniaKeluguan menjerumuskan
Melukai teman tanpa kesadaran
Dan keluguan menjerumuskan, melukai teman
Ikatkan diri pada kesengsaraanSampai kapan kau akan terus menunggu
Mendengar buaian lagu-lagu merindu
Dari seorang biduan yang punya banyak pasangan
Dari seorang pahlawan yang menambah garis kemiskinan
Dari seorang sastrawan yang menulis sejarah kebohongan
Dari seorang bersinar hitam yang mengaku dirinya TuhanNyanyikan lagu perang
Hei! Hei! Hei!
Kita bukan penguasa
Kita rakyat jelata bekerja dan berdoaHei! Hei! Hei!
Kita bangsa yang besar
Berdirilah yang tegar, berdirilah yang tegarHei! Hei! Hei!
Heeii i i i…!
Fiuh, what a powerful lyric!
Ternyata masih ada juga warna lirik lagu di Indonesia ini, sebelumnya saya kira cuma hitam putih cinta saja
Profil Koil dapat dibaca di sini.
Lagu ini dapat didownload di sini.
Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.



