Debat (di Internet dan di Kehidupan Nyata)

Jika dilihat dari berbagai sisi, apakah debat di internet dan kehidupan nyata (face to face) itu sama? Atau justru berbeda?
Jelas beda dong!
1. Debat di Internet
Internet memang serba bisa. Berbagai hal bisa ditemukan di dalamnya. Begitu pula bagi para maniak debat. Ada banyak forum-forum debat online yang bertebaran. Salah satu yang populer di Indonesia adalah Politikana, dengan konten politiknya yang sungguh kental, pun tidak jarang terjadi perdebatan sengit di dalamnya antar sesama anggota.
Debat di internet, menurut saya, ada beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya antara lain;
- Para debater memiliki cukup waktu untuk berpikir.
- Para debater memiliki cukup waktu untuk mengumpulkan bahan. Apalagi ditunjang dengan keberadaan Google, yang boleh dibilang merupakan salah satu maha guru beragam bidang ilmu. Dengan beberapa klik dan membaca beberapa baris secara sekilas, ilmu dan pengetahuan baru yang mungkin tidak terlalu dipahami oleh debater, telah dapat menjadi bahan penunjang argumentasi. Dengan kata lain, dalam debat jenis ini, para debater memiliki infinite resources to build their arguments.
- Para debater memiliki cukup waktu untuk merangkai kata-kata dan argumentasi.
- Orang-orang yang ‘menonton’ debat tersebut akan mendapat banyak ilmu dan pengetahuan baru yang beragam dikarenakan poin-poin di atas.
Selain kelebihan, debat di internet juga memiliki kelemahan. Diantaranya;
- Terkadang, debater yang terbawa emosi dan berorientasi memenangkan pendapatnya (tanpa memperhatikan esensi debat yang sebenarnya, yakni mencari kebenaran), mengumbar argumentasi yang tidak berkaitan dengan topik yang diperdebatkan.
- Anonimitas mendukung seseorang debater untuk berlaku semena-mena terhadap lawan debatnya.
- Terkadang tidak ada pengontrol dalam debat tersebut, sehingga tidak jarang di akhir perdebatan justru tidak menghasilkan kesimpulan apa-apa.
- Tidak menutup kemungkinan terjadinya pengeroyokan, satu pihak dikeroyok oleh banyak pihak sekaligus.
2. Debat di Kehidupan Nyata (Face to Face)
Ini merupakan bentuk debat yang paling menarik menurut saya. Karena debat yang berlangsung di kehidupan nyata ini menghadirkan para debater secara tatap muka. Dalam debat jenis ini, audience dapat mengetahui siapa yang benar-benar memahami topik yang diperdebatkan dan siapa yang tidak memahaminya dengan baik. Dalam debat jenis ini pula, audience dapat melihat kapasitas individual dari para debater.
Anonimitas hampir tidak dapat diaplikasikan dalam debat jenis ini. Emosi para debater juga dapat terbaca dengan jelas.
Contoh debat jenis ini adalah debat kandidat presiden dan wakil presiden yang beberapa waktu lalu (sebelum pemilu 2009) kita saksikan di layar televisi.
Namun, kelemahan debat jenis ini antara lain; ilmu dan pengetahuan yang didapatkan oleh audience terbatas pada seberapa dalam ilmu, pengetahuan, dan pemahaman dari para debater itu sendiri. Tidak seperti debat yang berlangsung di internet, yang para debaternya leluasa mencari dan mengumpulkan bahan guna mendukung argumentasi mereka, di debat face to face dalam kehidupan nyata, hal itu hampir mustahil untuk dilakukan. Jikapun memungkinkan, tentulah akan terdapat banyak delay selama debat itu berlangsung.
So, what do you think about both debates? :)
----
Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.




January 16th, 2010 at 3:47 pm
Mungkin keduanya bisa digabungkan. Debat face-to-face, tapi masing-masing bawa komputer yang ada koneksi internetnya, jadi bisa googling.
Otomatis karena face-to-face, tidak bisa anonim
[Reply]
January 16th, 2010 at 3:54 pm
dalam debat terbuka (face-to-face) bisa dong anonim: pake topeng
[Reply]
January 16th, 2010 at 4:42 pm
dak biso bedebat, aku wongnyo penuh rasa toleran..
[Reply]