Browse > Home / Information and Technology, Tips n Tricks / Hackintosh, My First Impressions

| Subscribe via RSS

Hackintosh, My First Impressions

February 22nd, 2010 Posted in Information and Technology, Tips n Tricks

Sudah sebulan lebih saya menggunakan Hackintosh. Semuanya dilatarbelakangi oleh rasa ingin tahu yang begitu besar terhadap sistem operasi besutan Apple ini, Mac OS X. Yah, karena Mac OS X merupakan bundel dalam setiap paket pembelian komputer maupun laptop produk Apple itu sendiri, ditambah lagi harganya yang relatif membumbung di nirvana, maka alternatif paling logis adalah menginstal Hackintosh di mesin Acer Aspire 2920 saya :-P

The Beginning

Perjalanan pun dimulai… *udah kayak dongeng yak?* :-P

Untuk instalasi tentulah dibutuhkan CD/DVD instalasi Hackintosh, perburuan di jagad maya membuahkan cukup banyak hasil. Namun karena saya merasa kurang percaya dengan beberapa seller yang ada, saya memutuskan untuk berburu di forum terbesar di Indonesia. Order dilakukan, payment dituntaskan, dan barang pun datang.

Keesokan harinya proses backup data di laptop pun mulai dilakukan, data-data yang teramat penting saya burn ke keping-keping DVD dan data-data multimedia saya salin ke komputer rumah.

Backup done! Installation process begins…

Jabat Tangan dengan Hackintosh

Saya akan berbagi sedikit tips dan trik seputar Hackintosh ini, yah, itung-itung sebagai dokumentasi ringan lah. Sekaligus supaya pembaca sekalian kagak bosen dengerin celoteh saya (blush)

Apa sih Hackintosh itu? Hackintosh merupakan penggabungan kata Hack dan Macintosh. Yang bisa berarti versi hacked dari sistem operasi Mac. Hal ini dimungkinkan sejak Apple memutuskan untuk menggunakan prosesor produksi Intel, menggantikan prosesor PowerPC–produk IBM. Hal itu juga berarti bahwa Mac OS akan menggunakan instruksi X86, sama seperti yang umum digunakan oleh sistem operasi lainnya, semisal; Microsoft Windows, dan banyak varian Linux.

Sebelum memulai lebih jauh, hal terpenting yang harus diketahui ketika akan menginstal Hackintosh adalah spesifikasi hardware kamu. Ada baiknya kamu mencatat informasi setiap hardware yang ada di PC/Laptop secara terperinci dan mendetail. Bila kamu menggunakan sistem operasi Windows, kamu dapat menggunakan Lavalys Everest, SiSoft Sandra, ataupun SIW. Bila kamu menggunakan sistem operasi Linux, kamu dapat mengikuti langkah-langkah pada halaman ini. Catat dan simpan informasi hardware yang telah didapatkan tersebut, kemudian cocokkan di halaman ini.

Bila ternyata hardware kamu memadai, maka kamu bisa mulai mencari DVD instalasi Hackintosh. Seperti yang telah saya utarakan di atas, bahwa kamu bisa mendapatkan DVD instalasi tersebut dengan mudah melalui jasa pencarian Google. Atau kamu juga bisa mencari recommended seller di forum-forum, salah satunya di sini :-)

Saat mencari DVD instalasi Hackintosh, kamu juga pasti akan sedikit bertanya-tanya mengenai istilah-istilah seperti; Kalyway, iDeneb, iATKOS, Leo4All, iPC, JaS, dsb. Sebenarnya itu apa sih? Well, itu adalah distro-distro Hackintosh. Mirip seperti Linux, satu kernel atau inti sistem operasi, namun banyak varian distro. Tiap distro memiliki keunggulannya masing-masing yang membedakannya dengan distro lain.

Adapun distro Hackintosh pertama yang saya instal adalah Leo4All v3 (Mac OS X 10.5.2), yang menawarkan cukup banyak dukungan driver untuk beragam hardware. Proses instalasinya sendiri pun relatif mudah, apalagi bila kamu telah familiar dengan proses instalasi Linux. Everything will go well… :-)

Ketika proses instalasi selesai, sistem di-restart, dan saat itu pula kesenangan dan keriangan hati karena akan bercumbu rayu dengan si Mac OS kadang harus terenggut sejenak. Pertama sistem dimulai, sistem akan menanyakan beberapa informasi mendasar seputar konfigurasi. Tidak menutup kemungkinan, kamu akan menemukan kasus yang sama seperti saya, yakni proses information gathering itu akan selalu di-start over ketika mencapai layar “Do You Already Own a Mac?”

Jangan panik, ada beberapa langkah saja untuk mem-bypass hal itu. Here we goes…
  1. Masuk single mode dengan cara; Tekan F8 sewaktu booting, kemudian ketikkan perintah “-s” tanpa tanda kutip
  2. Kemudian ketik; /sbin/fsck -fy
  3. Ketik; /sbin/mount -uw /
  4. Ketik; touch /var/db/.AppleSetupDone
  5. Ganti password root dengan cara mengetikkan perintah; passwd root
  6. Restart komputer
  7. Login menggunakan username; root, password; isi dengan password yang baru diganti
  8. Setelah masuk sistem, jalankan System Preferences dari Dock, kemudian klik pada Accounts untuk menambah user baru
  9. Done!

Setelah berhasil masuk ke sistem, perlu untuk diingat, perjalanan belum berakhir. Langkah selanjutnya adalah memastikan hardware-hardware yang ada dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Pada kasus saya, dengan laptop Acer Aspire 2920;

  • Suara (Realtek ALC268) hanya keluar dari speaker laptop, tidak dari jack output untuk ke speaker tambahan
  • Ethernet/LAN (Broadcomm 5787M) tidak berfungsi
  • VGA (Intel GMA X3100) berjalan lancar, namun tidak dapat menampilkan gambar dengan mode mirrored, ketika dicolokkan ke proyektor
  • Wifi Intel PRO/Wireless 3945ABG tidak berfungsi, berhubung di seputar rumah tidak ada sinyal wifi yang berseliweran, dan laptop ini juga jarang dibawa kemana-mana, jadi ‘ketidakhadiran’ wifi di Hackintosh ini belum menjadi masalah

Bila kamu menggunakan laptop yang sama seperti yang saya gunakan, kasus pertama dan kedua dapat diselesaikan dengan menggunakan driver/kext yang sesuai. Berikut adalah driver/kext yang saya gunakan;

Masalah lain muncul ketika driver sound card telah terpasang, yakni sistem tidak dapat shutdown dengan sempurna. Solusi terhadap masalah ini adalah menggunakan script “Shutdown Now!” yang dapat didownload di sini.

Untuk driver/kext Intel PRO/Wireless 3945ABG sebenarnya telah tersedia, dan menurut laporan mereka yang telah menggunakannya, driver/kext ini dapat berjalan baik namun tetap ada kelemahannya.

Sampai saat ini, sistem yang terinstal di laptop saya berjalan lancar, baik hardware; bluetooth, USB, card reader, maupun software (dance)

Dan untuk sementara, saya menelantarkan si Ubuntu 8.04 LTS codename Hardy Heron. Sepertinya akan terus seperti ini, menikmati saat-saat mesra dengan si Acer Hackintosh, setidaknya sampai si Ubuntu 10.04 LTS codename Lucid Lynx dirilis (cozy)

Untuk masalah lainnya, kamu bisa mencari solusinya di sini, di sini, di sini, di sini, atau di sini. Selamat bercumbu rayu dengan Mac OS di PC/Laptop kamu! (banana_rock)



Creative Commons License Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.

Related posts:

  1. Printing dengan Printer Canon iP1600 di Ubuntu Lucid Lynx Menggunakan VirtualBox

One Response to “Hackintosh, My First Impressions”

  1. Robby Says:

    salam kenal, :-)

    wah, enak nih soundnya berfungsi, saya masih mandek di sound (ALC662) , kalo VGA sih dah selesai setelah beli NV 7300 seken (banana_cool)

    sama nih, Windows dan Ubuntu saya juga jadi iri melihat saya lebih sering boot hackintosh (LOL)

    [Reply]


Leave a Reply

You can use plurk smilies syntax, for example: (LOL), (tears), (ROFL), etc.