Browse > Home / Social Politics, Stories and Inspirations / Puisi Negeriku – Sebuah Satir dan Harapan untuk Masa Depan

| Subscribe via RSS

Puisi Negeriku – Sebuah Satir dan Harapan untuk Masa Depan

March 3rd, 2010 Posted in Social Politics, Stories and Inspirations

Semalam saya membongkar beberapa CD/DVD berisi file-file backup zaman kuliah dulu, dan menemukan satu video ini, kalau tidak salah saya mendapatkannya dari komputer BEM-U. Entah siapa pengarangnya, yang pasti bisa membuat saya tidak mampu berkata-kata. Mengapa? Karena kondisi negeri tercinta ini yang ternyata masih juga gelap (tears) Entah kapan bisa menemukan ujung jalan yang terang benderang itu…

# Transkrip berbahasa Indonesia

Kasihku, aku masih di sini
di negeri berjuta impian
negeri selembut awan
negeri yang manis
luhur
tulus
dan penuh sukacita

Negeri di mana aku leluasa merindukanmu
di setiap nafas
setiap detik
setiap waktu

Kasihku, negeri ini begitu indah
makmur dan subur seperti ladang permata
Penduduknya ramah
sopan
dan suka tolong-menolong…

Mereka begitu terbuka
Semua membuatku senang dan bahagia

Kasihku, negeri ini aman sentosa
Siapapun pasti akan merasa nyaman di sini
seperti duduk di sofa

Kasihku, di negeriku…
rumah-rumahnya rapi tersusun
Anak-anak berangkat ke sekolah…
orang tua pergi bekerja mencari nafkah yang halal…
semua hidup sehat…
… semua hidup rukun dan harmonis

Kasihku, aku baru saja terbangun…
… rupanya aku bermimpi…
Aku takut, ternyata di sini masih gelap…

Kasihku, mungkin selama ini aku terlalu jauh dari-Mu
melupakan pesan-pesan dalam surat-Mu terdahulu

Kasihku, aku tahu jalan ini panjang dan melelahkan…
tapi, pasti ini jalan kemenangan
Di ujung jalan ini…
Kuyakin ada cahaya yang terang benderang

# English transcript

My Love, I’m still here…
in The Land of Million Dreams
the land as tender as the clouds
the land so sweet
noble
sincere
and delightful

The land where I long for you
in every breath I take
every second
every single time

My Love, the land is very beautiful
prosperous and fertile as a diamond mine
The citizens are friendly
polite
and open-handed…

They are so open-hearted
They all excite me and make me happy

My Love, the land is safe and peaceful
Anybody must be feeling comfortable here
as comfortable as sitting on a sofa

My Love, in my place…
houses are neatly built in rows
Children leave for schools…
parents working for decent income…
everybody lives healthily…
… peacefully and harmoniously

My Love, I just woke up…
… I was dreaming…
I’m scared, it’s still dark here…

My Love, maybe I’ve been away from You lately
abandoning the messages in Your early ‘Manuscripts’

My Love, the road is indeed long and exhausting…
but, this must be the road of glory
At the end of this road…
I am sure that there will be a bright light



Creative Commons License Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.

Related posts:

  1. Indonesia dulu, sekarang, dan di masa depan (Part I)
  2. Indonesia dulu, sekarang, dan di masa depan (Part II)
  3. Bidar dan Cinta (Sebuah Legenda)
  4. Puisi-Puisi Romantis
  5. Negeriku gudang gosip

Leave a Reply

You can use plurk smilies syntax, for example: (LOL), (tears), (ROFL), etc.