Browse > Home / Personal / Beberapa Saran Untuk PLN S2JB

| Subscribe via RSS

Beberapa Saran Untuk PLN S2JB

April 17th, 2010 Posted in Personal

Beberapa waktu lalu, saya mengikuti ‘audisi’ calon pegawai BUMN penyuplai listrik satu-satunya di Indonesia ini. Rangkaian tes yang terdiri dari lima tahap, hanya mempersilakan saya untuk sampai hanya pada tahap ketiga. Hal itu berarti, nasib baik belum berpihak pada saya :-P

Walau masih ada sedikit rasa kecewa karena tidak berhasil dalam tes tersebut, ada baiknya saya menyampaikan beberapa uneg-uneg yang mengganjal di pikiran saya. Well, boleh dikata uneg-uneg ini adalah sebagian ide yang akan saya terapkan di perusahaan itu, seumpamanya saya berhasil diterima di sana. FYI, saya melamar pada posisi assistant analyst hubungan masyarakat di PLN S2JB.

Beberapa saran berikut erat kaitannya dengan media sosial dan hubungannya dengan masyarakat maya.

#1. Desain website PLN S2JB sudah relatif baik, namun tidak ada salahnya diperbaiki struktur dan sistem navigasinya. Seperti yang tampak pada halaman muka, ada beberapa menu yang diketengahkan kepada pengunjung, yakni; Home, Tentang Kami, Pelayanan Pelanggan, Ruang Berita, Situs Lainnya, FAQ, dan Hubungi Kami. Namun anehnya, semua menu yang ditampilkan, bila diklik hanya akan menampilkan halaman yang sama, yakni; http://plnpalembang.co.id/?face=home&noreload=3 (kecuali menu FAQ yang akan membawa pengunjung ke halaman tersendiri; http://plnpalembang.co.id/?face=faq).

Selain itu, penampilan kategori informasi/berita juga kurang luwes; Dari Media, Warta PLN, dan Artikel. Hal ini cukup menyulitkan pengunjung yang hanya ingin melihat arsip salah satu kategori saja, misal; Warta PLN. Hal ini saya rasakan sendiri ketika ingin menelusuri pengumuman seputar rekrutmen beberapa waktu lalu. Saya hanya bisa menemukan tiga arsip terakhir di kategori Warta PLN tersebut, dan tidak menemukan link ke arsip berita sebelumnya. Beruntung hal ini bisa diakali dengan memodifikasi sedikit URL yang bersangkutan.

Contoh website BUMN lain yang enak dipandang mata dan memudahkan navigasi para pengunjungnya dalam menelusuri informasi yang tersedia adalah website Pertamina EP.

#2. Saya sempat bertanya kepada seorang teman yang bekerja di PLN, mengapa tidak ada pengumuman terakhir seputar rekrutmen yang dilakukan? Misal; pengumuman panggilan psikotest dan diskusi kelompok. Pengumuman tersebut justru saya temukan di website PLN Pusat. Sang teman menjawab, pengumuman tidak lagi ditampilkan di website PLN S2JB dikarenakan banyaknya komentar dari pengunjung yang bernada miring dan berkata kasar. Sedikit saran dari saya, mengapa tidak diterapkan filter kata-kata yang dimasukkan oleh pengunjung di kolom komentar artikel tersebut? Sehingga komentar yang mengandung kata-kata negatif tidak serta merta ditampilkan. Hal ini cukup efektif, apalagi bila komentar yang ada menembus angka ratusan, sehingga admin website yang bersangkutan tidak membuang waktu hanya untuk menghapus komentar buruk tersebut. Atau, mengapa tidak dinonaktifkan saja kolom komentarnya? Sisi positifnya adalah tidak akan ada komentar (baik yang positif maupun yang negatif), dan sisi negatifnya ya PLN tidak dapat menerima feedback dari pengunjung, apalagi jika feedback tersebut berguna untuk kemajuan PLN itu sendiri.

#3. Cobalah pihak PLN berkunjung ke media-media sosial yang ada, misal; microblog (Twitter, Plurk, dsb) dan lakukan pencarian dengan kata kunci PLN. Hasil yang didapatkan cukup menarik, bukan? Ya, tidak sedikit pengguna microblog yang mencela kelakuan PLN yang (menurut mereka) ‘seenak jidat’ saja memadamkan listrik. Bila dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan hal ini akan semakin memperburuk citra PLN di mata rakyat Indonesia (dan dunia). Akibatnya akan menyulitkan PLN sendiri dalam mengembalikan citra baiknya, dan untuk melakukan itu maka para personel di Departemen Hubungan Masyarakat lah yang akan bekerja mati-matian. Sekedar saran dari saya, cobalah PLN buat akun di media-media sosial tersebut yang berisikan fore-warning atau peringatan dini yang menginformasikan kepada pada pengguna microblog bahwa listrik di daerah X akan dipadamkan selama Y menit/jam dikarenakan alasan Z. Contohnya seperti peringatan dini dari BMKG atau USSG di Twitter. Diharapkan dengan adanya sistem peringatan dini ini akan sedikit menenangkan masyarakat, khususnya mereka yang memiliki akun microblog, sehingga tidak serta-merta mengeluarkan umpatan yang tidak jarang terkesan sangat kasar kepada PLN.

Baiklah, saya kira untuk kali ini, uneg-uneg yang saya sampaikan cukup sampai di sini dulu. Dan nanti bila saya berkenan, akan saya tuliskan lagi uneg-uneg lainnya yang menggenang di otak saya selama ini :-P



Creative Commons License Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.

Related posts:

  1. Beberapa hari belakangan…
  2. Untuk engkau, penguasa!
  3. Beberapa foto dari PENAS XII

3 Responses to “Beberapa Saran Untuk PLN S2JB”

  1. bikpici Says:

    hehe. sabar yo dinda. insyAllah diberi kesempatan dan riski yg jauh lebih baik lagi. amiiiinnn.
    sepupu ayuk ikut jg, dri tek.listrik polsri. alhmdllh lulus sampe tes 3, senin gek tes kesehatan. wallahu’alam lulus apo lolos gek :D

    saran irus ttg offc web PLN tuh bagus lho, cobo bae kirim email ke adminnyo, lampirke ulasan adek ini. sapo tau gek mereka narik adek lagi (lol)

    irus ngapo dak jadi dosen bae? cb ngelamar2 la di unsri apo swasta disini. drpd dirumah ngoprek blog bae :))

    tetap semangat, yo dinda!

    [Reply]


  2. suzan Says:

    beuh, gimana ya , agak susah ngomong nih pasalnya bosnya PLN sekarang bosnya kita :)

    [Reply]


  3. Baju hamil Says:

    Gpp tidak keterima emang bukan rizkinya barangkali, mending tetep di bisnis online aja yah? hehe…

    [Reply]


Leave a Reply

You can use plurk smilies syntax, for example: (LOL), (tears), (ROFL), etc.