Printing dengan Printer Canon iP1600 di Ubuntu Lucid Lynx Menggunakan VirtualBox
Pada posting sebelumnya, saya telah berkeluh kesah mengenai tidak bisa digunakannya printer jadul saya, Canon iP1600 di Ubuntu 10.04 Lucid Lynx. Hal ini dikarenakan inkompatibilitas driver printer tersebut. Ketika masih menggunakan Ubuntu 8.04 Hardy Heron pun untuk menggunakan printer ini harus diakali dengan menggunakan driver printer serupa namun tak sama, yakni driver Canon iP2200. Penggunaan driver proprietary (bajakan) Turboprint v1.96 yang saya punya pun tidak dapat diinstal. Oh, Canon…
Lantas bagaimana cara mengakalinya?
Yah, mau tidak mau, cara mengakali agar printer Canon iP1600 ini dapat digunakan lagi di Ubuntu Lucid adalah dengan menge-print melalui Windows. Lah? Kok Windows? Tadi katanya pakai Ubuntu? Hehehe… Mari kita lanjutkan.
Dalam cara ini sebenarnya yang akan kita lakukan adalah menge-print melalui Windows yang diinstal dalam lingkungan virtualisasi menggunakan VirtualBox. Sebelum memulai, pastikan komputer kamu memiliki hardware yang memadai dengan RAM setidak-tidaknya 1 GB, sebab virtualisasi membutuhkan kerja ekstra dari hardware serta menuntut sharing RAM minimum yang dipersyaratkan sesuai sistem operasi yang akan kita instal sebagai guest. FYI, sistem operasi host (induk) yang digunakan di sini adalah Ubuntu 10.04 Lucid Lynx, dan sistem operasi guest (yang diinstal secara virtual di VirtualBox) adalah Windows XP. Mengapa Windows XP? Sebab Windows XP membutuhkan sumber daya hardware yang relatif lebih ringan daripada sistem operasi Windows terbaru (Vista dan 7). Dengan begitu, alokasi RAM sebesar 128 MB saja sudah cukup dan tidak terlalu memberatkan kerja sistem operasi host. Selain itu, penggunaan Windows XP sebagai sistem operasi guest dalam tulisan ini hanya ditujukan untuk keperluan menge-print saja.
Langkah pertama yang harus dilakukan tentu saja mendownload paket instalasi VirtualBox terbaru dari websitenya. Kemudian menginstalnya dan membuat virtual machine baru. Langkah-langkah membuat virtual machine di VirtualBox dapat dilihat di sini. Setelah virtual machine jadi, masukkan CD atau file ISO Windows (XP) dan lakukan instalasi. Jangan lupa untuk menginstal VirtualBox Guest Additions saat Windows telah terinstal. Untuk menginstal VirtualBox Guest Additions ini, kamu dapat mengklik pada menu Devices > Install Guest Additions… All done? Not yet! Masih ada beberapa langkah lagi yang harus dilakukan sebelum Windows dalam virtual machine kita dapat digunakan untuk menge-print.
Matikan (shut down) dulu virtual machine tersebut. Beralih ke Ubuntu, masuklah ke menu System > Administration > Users and Groups. Klik tombol Manage Groups. Carilah entri grup ‘vboxusers’, klik, kemudian klik tombol Properties. Pada jendela Group ‘vboxusers’ Properties, beri tanda centang pada username kamu di kolom Group Members, lalu klik tombol OK. Lakukan hal yang sama pada entri grup ‘lp’. Kedua hal ini perlu untuk dilakukan agar username kamu mendapatkan akses ke sistem VirtualBox dan lp (Linux Printing).




Beralih ke VirtualBox, pada virtual machine kamu yang telah terinstal Windows XP, klik pada tombol Settings. Kemudian masuk ke baris pengaturan USB. Klik pada tombol ‘Add Filter From Device’ atau cukup tekan kombinasi Alt+Insert pada keyboard, kemudian dari popup menu yang muncul, pilih device printer kamu, dalam contoh ini ‘Canon iP1600 [0100]‘, setelah selesai, klik pada tomobl OK.
Langkah selanjutnya adalah mem-boot virtual machine tersebut, masukkan CD instalasi driver printer kamu ke drive CD/DVD ROM. Kemudian klik pada menu ‘Devices’ > ‘CD/DVD Devices’ > ‘Host Drive’. Instal driver printer tersebut. Setelah selesai, kamu sudah dapat menge-print dokumen kamu melalui Windows XP yang terinstal secara virtual dalam VirtualBox tersebut.
Agar pertukaran dokumen antar sistem operasi host dan sistem operasi guest dapat tersinergi secara baik, ada baiknya kamu membuat suatu shared folders. ‘Shared Folders’ ini dapat dibuat melalui menu Settings pada VirtualBox.
Selain itu, agar kompatibilitas dokumen antar sistem operasi host dan sistem operasi guest dapat terjaga baik, sangat disarankan kamu menginstal versi office productivity suite yang sama pada kedua sistem operasi. Dalam hal ini, saya menggunakan OpenOffice.org versi 3.2.0 baik pada sistem operasi host maupun pada sistem operasi guest. Atau, kamu juga dapat menginstal PDF reader di sistem operasi guest, dan setiap menyimpan dokumen yang akan diprint agar di-export sebagai PDF.
Bagi saya sendiri, cara ini relatif lebih efektif dan efisien daripada saya harus bolak-balik memindahkan dokumen antar dua komputer demi untuk menge-print saja.
Isi blog ini dilindungi dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported, yang berarti anda bebas mendistribusikan ulang serta mengadaptasinya dengan ketentuan sebagai berikut: [1] cantumkan sumber asal, dan [2] tidak untuk tujuan komersial.
Related posts:







November 12th, 2010 at 8:28 pm
udah ikutin mua langkahnya, tp koq vboxusers di Users&Groups koq gk da ya?
[Reply]
December 27th, 2010 at 5:10 pm
Nice Share gan !
[Reply]
December 4th, 2011 at 8:19 pm
bang idrus,
ane hostnya pake seven, jadi gak ada tuh MANAGE GROUPS.
bisa kasih aufklarung gak, ane punya masalah serupa nih….
[Reply]