Asian Games atau disebut juga Asiad (Asian Olympiad), merupakan ajang olahraga empat tahunan yang diikuti oleh atlet-atlet dari negara-negara Asia.

Asian Games sendiri memiliki sejarah yang relatif panjang, dimulai dari ajang Far Eastern Championship Games yang pertama kali diadakan di Manila pada tahun 1913 dan dihentikan pada tahun 1938 ketika Jepang menyerbu Tiongkok dan aneksasi terhadap Filipina yang menjadi pemicu perluasan Perang Dunia II ke wilayah Pasifik. Pasca Perang Dunia II, negara-negara Asia melalui Asian Games Federation, bersepakat untuk mengadakan Asian Games pertama pada 1951 dengan tuan rumah New Delhi, India.

Setelah beberapa penyelenggaraan Asian Games, Komite Olimpiade negara-negara Asia memutuskan untuk merevisi konstitusi Federasi Asian Games. Sebuah asosiasi baru yang bernama Dewan Olimpiade Asia (Olympic Council of Asia/OCA) dibentuk. OCA resmi mengawasi penyelenggaraan Asian Games mulai dari tahun 1986 pada Asian Games di Korea Selatan.

Dan… pada tahun 2018, Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar di Asia ini, tepatnya pada 18 Agustus 2018 sampai dengan 02 September 2018 bertempat di Jakarta dan Palembang.

“Logo atau identitas Asian Games 2018 itu menggambarkan energi yang kuat dalam merefleksikan dan mempromosikan Indonesia ke dunia.” ~Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Imam Nahrawi (28/07/2016).

  • Negara peserta: 45
  • Jumlah atlet: +/- 15.000
  • Jumlah cabang olahraga: 44
  • Jumlah pertandingan: 490
  • Seremonial pembukaan: 18 Agustus 2018
  • Seremonial penutupan: 02 September 2018
  • Anggaran pemerintah pusat: +/- Rp. 3 triliun

Dua kota terpilih, Jakarta dan Palembang, sebagai tuan rumah perhelatan olahraga akbar di Asia ini, saat ini tengah berbenah dan memoles diri, terutama dari segi infrastruktur utama olahraga maupun infrastruktur pendukung, antara lain: peningkatan venue di Jakabaring Sport City (JSC), pembangunan light rail transit yang membentang dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II hingga ke Jakabaring, pembangunan jalan tol Palembang-Inderalaya (Palindera) dan Kayuagung-Palembang-Betung (Kapalbetung), dan lain sebagainya.

Ajang olahraga berskala internasional ini diharapkan akan dapat memberikan dampak promosi yang luas serta memberikan kesempatan yang lebih terbuka lebar kepada Indonesia untuk dapat berbicara lebih banyak dan menunjukkan kemampuan optimal di level Asia dan dunia, karena ajang ini disaksikan miliaran pasang mata melalui televisi dan media internet di seluruh dunia. Selain itu, diharapkan juga dengan suksesnya pelaksanaan Asian Games 2018: Jakarta – Palembang ini akan dapat menarik minat investor (terutama investor asing) untuk menanamkan modalnya di dalam negeri di samping akan meningkatkan promosi dan potensi pendapatan dari sektor pariwisata yang pada akhirnya akan mampu memberikan peningkatan dari segi ekonomi dan sosial bagi masyarakat Indonesia. Semoga.