Browse > Home / Archive by category 'Nganar'

| Subcribe via RSS

The Art of Computer Virusses

June 11th, 2009 | 1 Comment | Posted in Nganar, Stupid Thought (?!)

Beberapa saran dari saya, seorang newbie, untuk para virus maker, khususnya mereka yang berasal dari Indonesia. Tulisan ini terinspirasi setelah melihat begitu banyak virus-virus baik lokal maupun internasional yang semakin merajalela. Beberapa diantaranya bahkan mirip antara satu sama lainnya. Well, disini saya tidak akan banyak mengupas virus-virus mana saja yang memiliki kemiripan maupun mana virus yang unggul dan mana yang tidak. Sekali lagi -seperti yang telah saya sebutkan pada pembuka paragraf ini, tulisan ini hanyalah beberapa saran dari saya, seorang newbie, untuk para virus maker. Dan virus yang dimaksudkan disini adalah malware (virus, worm, dan trojan) yang menyerang sistem operasi populer dengan tingkat pembajakan yang luar biasa banyak; Microsoft Windows. Oh ya, saya menulis artikel ini bukan berarti saya bisa membuat virus loh, ya… Mungkin perlu juga ditegaskan, saya bukanlah orang yang ahli dalam bidang virus-memirus :)

More »

Tags: , ,

Psikologi Dunia Maya

May 22nd, 2009 | 4 Comments | Posted in Communication, Net, Nganar

CATATAN: ARTIKEL INI HANYA PEMIKIRAN DANGKAL SAYA (SEORANG YANG TIDAK MENDALAMI DAN TIDAK BERKECIMPUNG DI DUNIA PSIKOLOGI) DAN HANYA MENGACU PADA LITERATUR SEADANYA. PENGGUNAAN UNTUK LINGKUNGAN AKADEMIS TIDAK DISARANKAN.

Forewords

Teknologi komunikasi dan informasi merupakan salah satu sendi kehidupan manusia modern yang berkembang dengan sangat cepat. Dan perangkat hebat yang mendasarinya tidak lain dan tidak bukan adalah komputer. Cikal bakal komputer telah ditemukan kurang lebih 5000 tahun yang lalu, dalam rupa sebuah mesin hitung sangat sederhana dan masih tradisional, Abacus. Yang kemudian terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Komputer modern sendiri mulai berkembang sejak era perang dunia I dan II. Namun kini ia telah menjelma menjadi sebuah mesin elektronik dengan kapasitas dan kemampuan yang luar biasa. Meskipun konsep kerjanya masih berkutat dengan logika 0 dan 1.

Perkembangan teknologi komputasi itu turut melahirkan generasi-generasi penerus perangkat teknologi komunikasi dan informasi. Hal itu tentu saja turut mempengaruhi dan merubah cara manusia berkomunikasi. Berkat kontribusi ARPA (Advanced Research Project Agency – Departemen Pertahanan Amerika Serikat), internet dapat ditemukan. Dan kini, internet merupakan salah satu sarana berkomunikasi dan bertukar informasi yang efektif dan efisien. Beragam fasilitas ditawarkan oleh internet, diantaranya; IRC (Internet Relay Chat; mIRC, x-chat, dsb), Instant Messaging (Yahoo! Messenger, Windows Live, dsb), E-Mail (Electronic Mail), WWW (World Wide Web), VoIP (Voice over Internet Protocol; Skype, dsb), dan lain sebagainya. Ditambah lagi dengan semakin berkembangnya platform Web 2.0 yang menurut saya agak mirip dengan konsep demokrasi; dari pengguna, oleh pengguna, dan untuk pengguna. Beragam platform Web 2.0 diantaranya; Blog, situs-situs social networking (Facebook, Multiply, Friendster, dsb), hingga platform micro-blogging (Plurk, Twitter, dsb). Selain itu telah banyak situs-situs konvensional yang kini mulai beralih ke platform Web 2.0.

Derasnya penetrasi internet di masyarakat, tak pelak lagi turut mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat tersebut. Khususnya cara mereka berkomunikasi antara satu sama lain. Marshall McLuhan dalam karyanya “The Medium is the Message” mengklaim bahwa:

“suatu alat (atau suatu proses teknologi) modern – elektronik – memberikan bentuk baru dan merestrukturisasi skema ketergantungan sosial layaknya setiap aspek kehidupan pribadi kita… Kehidupan sosial lebih bergantung pada sifat dasar alat tersebut, yang menyebabkan orang-orang saling bertentangan antara satu sama lain, daripada terhadap konteks komunikasi itu sendiri. Kurangnya pengetahuan apa dan bagaimana komunikasi itu akan menyebabkan seseorang kurang memahami perubahan sosial dan budaya.”

Dalam tulisan ini, saya akan mencoba mengurai garis besar mengenai fenomena internet secara psikologis dan sosiologis terhadap kehidupan manusia modern.

More »

Tags: , , , , , ,

Jangan Pakai Linux!

February 7th, 2009 | 3 Comments | Posted in Linux, Nganar, Stupid Thought (?!)

Ya! Buat kamu yang belum pernah mencoba menggunakan sistem operasi yang identik dengan logo pinguin ini, ada baiknya untuk tidak mencoba memakainya! Loh? Kenapa? Berikut beberapa alasan untuk tidak menggunakan Linux.

More »

Tags: , , , , ,

New Year New Spirits…

December 29th, 2008 | 2 Comments | Posted in Nganar

Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1430 Hijriyah…

New Year, New Spirits!!!

Tags: ,

PR Google Images

December 29th, 2008 | 6 Comments | Posted in Nganar

Hmmm… Ngeblog juga ternyata ada Pe-Er-nya toh? :P

Ini nih, tante satu ini yang ngelempar PR ini ke saya. Okay, okay, dengan senang hati akan saya kerjakan. PR-nya gampang kok, cuma jawab pertanyaan dengan menggunakan gambar dari Google Images.

And The Rulez is:
The rules are simple. Use google image to search the answers to the questions below. Then you must choose a picture in the first page of results, and post it as your answer. After that tag 7 people.

The age of my next birthday? A Place I’d like to travel? A favourite place? A favourite food? Favourite Thing? Favourite Color? A city I was born? A nickname I had? College Major? Name of my LOVE? A bad habit? A hobby? Wishlist?

Here the story goes…

More »

Tags: , , , ,

Rekayasa Sosial yang Gagal

November 21st, 2008 | 7 Comments | Posted in Communication, Curhatan, Nganar, Social Politics

Forewords

Rekayasa sosial atau yang populer disebut sebagai social engineering adalah:

The art of manipulating people into performing actions or divulging confidential information. While similar to a confidence trick or simple fraud, the term typically applies to trickery for information gathering or computer system access and in most cases the attacker never comes face-to-face with the victim [http://en.wikipedia.org/wiki/Social_engineering_(security), diakses tanggal 21 November 2008].

Yang bila diIndonesiakan kira-kira artinya:

Seni memanipulasi orang lain untuk melakukan suatu aksi atau membocorkan informasi yang bersifat rahasia. Hampir mirip dengan trik kepercayaan atau penipuan yang sederhana, terminologi ini digunakan untuk menipu daya demi menggali informasi atau sistem akses komputer dan kebanyakan kasusnya, penyerang tidak pernah bertatap muka secara langsung dengan korbannya.

More »

Tags: , , ,

Males…

October 21st, 2008 | 4 Comments | Posted in Nganar

Ahhhh… malesss… *apa yang akhir-akhir ini saya rasakan*

Kemalasan yang tidak membawa maslahat itu mencengkram erat dengan tangan-tangannya yang kekar…

Yayaya…

I’m still here…

Still alive…

Still breathing…

But…

What I do is only such a suck things…

I even don’t know which one must have higher priority and which one must not…

All seem the same…

They’re all need higher attention to be paid by completely me (mind, body, and soul)…

Yeah…

Stressed enough…

Complicated labyrinth become more and more complicated…

Keep me in his jail…

Not allowing me to rail my way…

Hhh…

“From the cradle to the madhouse… On twisted mind… There’s no way out of this hell… From twisted mind… There’s no way out… There’s no way out…” (Avantasia – Twisted Mind)

Can’t I lick and kiss the December???

T-T

Tambahan yang ga nyambung ama tulisan nyeleneh diatas: “HAPPY #1 ANNIVERSARY, WONGKITO BLOGGER COMMUNITY…”

Tags:

Cul De Sac (Cool The Suck?) dan Labirin?

August 28th, 2008 | 3 Comments | Posted in Nganar

Cul de sac?

Ya, cul de sac. Kalo saya sie lebih prefer nulisnya gini: Cool The Suck. Atau Ahmad Dhani, dia menuliskannya Kuldesak, dan menjadi salah satu lagu yang dulu dinyanyikannya bareng Ahmad Band. Yupe, I love that song so much! Tapi… disini saya bukan mau membahas mengenai lagu tersebut :P

Apa sih cul de sac itu? Jalan yang tertutup disalah satu ujungnya. Ya, cuma satu ujung yang terbuka dan bisa dilewati sedangkan ujung yang lainnya tidak.

More »

Tags: , , ,

When a Man Lost a Woman

August 23rd, 2008 | 4 Comments | Posted in Nganar

Tanyakan pada laki-laki itu tentang duka
akibat perpisahan, dia tidak akan menjawab apa-apa,
kecuali saputan mendung di wajahnya.
Tanyakan pada laki-laki itu perihnya pengkhianatan,
kau akan melihat kedua tangannya terkepal
dan rahangnya mengeras karena amarah.
Tanyakan pada laki-laki itu pedihnya kehilangan orang
yang disayang, dia masih bertahan dalam bisunya
tapi air matanya tak sanggup ditahannya lagi.
Tetapi… coba tanyakan padanya, mengapa sudi
dipecundangi cinta. Yakinlah, laki-laki itu pasti tertawa.
Menertawakan pertanyaanmu yang dianggapnya bodoh,
lalu berkata, “Kalau kau pernah mengecap cinta,
kau tak akan pernah bertanya,”

More »

Tags: ,