Browse > Home / Archive by category 'Puisi Ga Jelas'

| Subcribe via RSS

Tak Nyata dan Tak Ada

October 2nd, 2009 | 1 Comment | Posted in Puisi Ga Jelas

Bukanlah lautan namanya, jika di dalamnya tak ada air

Melainkan padang gersang nan kerontang

Hanya kaktus berduri tajam yang setia menghuni

Sedikit saja tergores durinya, pedih terperih akan menari-nari

Kadang juga bertemu oase

Namun tak jarang ia hanya berupa fatamorgana

Yang hidup dalam imaji

Menjelma menjadi sosok semu

Tak nyata dan tak ada

Hujan, Awan, dan Udara

July 23rd, 2009 | 10 Comments | Posted in Curhatan, Puisi Ga Jelas

hujan

Puisi lagi, puisi lagi…

Kali ini terinspirasi oleh ’seseorang’, please don’t ask who! Yang pasti seorang gadis! Hohoho… :))

Kalo penasaran silakan dibaca dan dicerna, tapi dengan satu catatan; jangan muntah ya… :P

More »

Masih Malam

July 18th, 2009 | No Comments | Posted in Curhatan, Puisi Ga Jelas

Night...

Ah, hari masih saja malam
Pun sepi tak kunjung temaram
Sejak senja kemarin lusa

Ada yang bertanya, “kapan pagi kan tiba?”
Tak ada yang menjawab
Bahasa diam jadi kian pengap

Cengkeh 7
12 Oktober 2008
14:52

Tags: ,

The Lost City

March 2nd, 2009 | 1 Comment | Posted in Puisi Ga Jelas, Social Politics

I am a sincere man
Aku seorang pria yang tulus

From where the palm trees grow
Dari tempat dimana pohon plum tumbuh

And before death takes me
Dan sebelum kematian membawaku

I want to let the poems soar from my soul
Aku ingin membiarkan puisi menjulang tinggi dari jiwaku


I come from everywhere
Aku datang dari semua tempat

And everywhere I go;
Dan kemanapun aku pergi;

Art I am among the arts,
Seni aku berada di antara seni,

Among the mountains,
Di antara pegunungan,

Mountain I am.
Pegunungan diriku.


All is beautiful and loyal,
Semua yang indah dan setia,

All is musical and right,
Semua yang musikal dan benar,

And all, like the diamond,
Dan semua, seperti berlian,

Is charcoal before being light.
Adalah arang sebelum menjadi bersinar.


With all the poor of the world
Dengan semua puisi yang ada di dunia

I want to cast my fate;
Aku ingin melemparkan takdirku;

A little brook in the mountain
Sedikit parit di pegunungan

Pleases me more than sea.
Menyenangkanku daripada laut.


I want, whenever I die,
Aku ingin, kapanpun aku mati,

Stateless, but no matter,
Tanpa negara, tapi tanpa masalah,

To have on my tombstone, a bouquet of flowers…
Untuk memiliki batu nisanku sendiri dan sebuket bunga…

…and my country’s flag.
…dan bendera negaraku.


I cultivate a white rose in July as in January
Aku menanam mawar putih di bulan Juli seperti juga di Januari

For the sincere friend who offers me his honest hand.
Untuk teman yang tulus yang menawariku tangannya yang jujur.

And for the cruel who rips from me
Dan untuk yang kejam yang telah merenggut dari padaku,

My heart by which I live,
Hatiku yang karenanya aku hidup,

I cultivates neither thorns nor thistles;
Aku menanam tidak duri ataupun tumbuhan berduri;

I cultivate the white rose.
Aku tanam mawar putih.

–Fico Fellove [The Lost City, 2006]–

Tags: , , , , , ,

Ngangkang

January 4th, 2009 | 2 Comments | Posted in Programming, Puisi Ga Jelas

Cih…
Kata-katanya mengangkangi mukaku
Menelanjangi pakaian batinku
Meludahi serat otakku

Cih…
Tercabik, terkoyak, tersiksa
Hingga tak kuasa meratap
Apalagi menatap

Cih…
Biarkan dia menjerit, melengking
Tak berkesudahan
Kuras umur pita suaranya

Cih…

Kopi 15
19 Maret 2007
03.24

Tags: , , ,

Dan Disinilah Aku

November 25th, 2008 | 4 Comments | Posted in Puisi Ga Jelas

dan disinilah aku
termenung sendiri

lalu lalang sunyi
tak lagi sulit kucari
karena dia selalu datang
hinggap, lekat, dan terus menemani

malam selalu hitam
seperti malam-malam lainnya
tak ada terang bulan sama sekali
gelap… senyap…

terbayang kau disana
“apa kabar?” bisikku
angin malam terus mendesir
membawa lalu kata-kataku

ah! angin malam memang tak dapat dipercaya! selalu ingkar!
berapa banyak salamku yang tak disampaikannya padamu…
dan kali ini juga? ia merobek-robeknya ditengah jalan…
yang kau terima hanya tinggal retakan-retakan kosong

balutan rasa benci itu menyelimuti
ngilu hingga ke tulang-tulang
benci tuk mengingkari
bahwa ku tak dapat melupakanmu
benci pada angin malam
yang selalu menyapa dengan dingin

andai kau dan angin malam mengerti
betapa pedih hati ini…

Cengkeh 7
23 November 2008
22:40

Tags:

Aku Ingin Terbang Tinggi

August 30th, 2008 | 1 Comment | Posted in Puisi Ga Jelas

Ya, aku ingin terbang tinggi, tinggi, tinggi sekali…
Sejenak memanjakan kaki-kakiku ini dari kusamnya raut muka dunia
Bebas, lepas, menjejaki gumpalan awan…

More »

Tags: , , , , , , ,

son of fail

July 17th, 2008 | 3 Comments | Posted in Curhatan, Music, Puisi Ga Jelas

[hypnotherapist]
open the memories of your past
and says it all clearly to me
don’t worry on anything bad
which may distort your visions

[alexander]
in that cold windy night
i’m standing in front of the broken furnace
beside the holy window
in my house full of silence
alone…

[rosemary]
hello dear, how are you?
here i brought some sweet love for you
dear, don’t keep such an empty words
talk with me
tell me what you have been seen outside
from your favorite window

[son of fail]
mom, i feel bad
the world seems doesn’t pay me
any attention i need
they hurts me…
my body was wounded…
my thought was emptied…
still i can’t find any friends…
they’re all my enemies…

[rosemary]
don’t talk with me, son of fail!
i’m not your mom!
go to your bed of death!

[son of fail]
why mom…?
why can’t you give me a bunch of warm loves?
you’re seen like one of my enemies, too
why do the world acts such a f*ck with me?

[alexander]
i walk to my son
and whispered some words of wisdom
to awakens his spirits
to open his minds
and to let him know
i’m there to protect him

rosemary really a bad woman
nor a good wife and mother
for me and her son
her closest friends are lies
i don’t believe on whatever she said
and did…

[hypnotherapist]
don’t be afraid, son
just tell me what happenned in that day?

[alexander]
there’s come any black clouds
even i don’t know who am i
and where am i
all too dark to see
all too crowd to hear
somekind of evil drove me
to an act…
evil act…
blinded me…
i don’t know how
rosemary make a love with another man
in front of my hazy eyes
i don’t know how
i can be trapped in a twisted mind
and complex situation
a gun fired…
some bullets flown…
and stops in her and her man’s heart…

[son of fail]
god!
why you let me live in such a cruel world?!

(ending scene: alexander shot his head with the remaining bullets in his gun)

[son of fail]
no, dad!
don’t do that!
don’t leave me alone…!!!
mom… dad…

inspired by the no one who i met in one of my nightmare
kopi 15
16 juli 2008
20:38


Hmmm… entahlah baris-baris kata ini akan saya jadikan lagu, baru liriknya doank, belom dapet inspirasi buat ngegabungin beberapa riff yang telah saya tab-kan.

Terinspirasi dari salah satu mimpi buruk saya beberapa malam yang lalu. Dalam mimpi tersebut saya melihat empat orang yang saya ceritakan diatas (namun muka dan namanya tidak diketahui). Memang telah mengalami sedikit perubahan sie. Tapi intinya ya tetep :P

Farewell to Rosemary

June 27th, 2008 | 2 Comments | Posted in Curhatan, Puisi Ga Jelas

the revelation day had come
and the truth now cleared
the dark clouds had gone
but still the sunshine
hiding behind the line

the beauty of your voices
unfairly fading out
leaving the scream and tear
from the unfaithful demon
in the depth of hollow pains

don't you see the scared kids?
which their heart were
fulfilled by emptiness?
waiting a honest touch from you,
beautiful rosemary

you forsake!
you burn!
you abandon!
you lie!

no more dream, rosemary!
the only left is sorrow
no more hope, rosemary!
the only left is sadness
no more light, rosemary!
the only left is darkness

i'm no more your knight
i'm no more your hero
the time told me
to bid my farewell
now, you are found to be nothing

loneliness still be my best friend
together, awaiting for the night
to come and cover me
with her peaceful silence
till i fall asleep in my death…

dedicated to 'rosemary', who did lie on me
kopi 15
29 juni 2008
11:46


mengapa saya tulis lagu dengan lirik seperti ini? entahlah… sebaiknya tanyakan, mengapa didunia ini harus ada kebohongan?

Datang mengembang, dan tak hilang

June 13th, 2008 | No Comments | Posted in Puisi Ga Jelas

Senja t’lah merapuh
Singkapkan malam tuk berlabuh
Satu-satu
Sedikit-sedikit
Terserabut
Lepas hingga tak lagi berkabut

Suram!
Malam masih saja mengangkang!
Kapan?
Kan ada lagi cahaya?
Penghilang noda lara
Menyapu akar keangkuhanku

Mungkin esok hari
Mungkin juga lusa esoknya lagi

Semangat! Wahai ksatria
Suara itu perlahan datang
Dibalik rona senyuman
Sang putri siang

Tak kusangkal
Pun tak kuduga
Kau datang mengembang
Dan tak hilang
Menggerus kelabu
Jadi cerah berwarna

Bus Gumarang Jaya, perjalanan ke Padang
8 Juni 2008
19:16