Browse > Home / Archive by category 'Poems'

| Subscribe via RSS

Teman

May 31st, 2008 | No Comments | Posted in Poems

Ingatkah kau, teman?
Saat pertama kita bersua?

Kupikir memang takdir,
Yang mempersilakan kita
Tuk saling menatap
Saling menyapa
Bertukar tutur kata
Bersama dalam suka dan duka

Entah berapa jam…
Menit…
Detik…
Yang t’lah kita lalui

Waktu t’lah berbaik hati
Mempertemukan kita
Tapi waktu pun t’lah berjahat hati
Memperpendek umur kita

Saat detik itu tiba
Berdentam
Menghantam
Mengusik kesunyian malam

Saat detik itu tiba
Berkelebat
Cepat
Memecah kebersamaan

Saat kusadari diriku t’lah terbuai
Dalam sepi, sendiri…
Saat kutemui lagi dirimu, teman
Yang dulu menemani…

Hampa t’lah merapatkan sekat-sekatnya
Sepi t’lah mengurungku dalam peraduannya
Memori itu berputar ulang
Menampilkan sisa-sisa kenangan
Kulihat kita tertawa bahagia
Kulihat kita menangis berderai air mata

Sudah! Rela kulepas kau pergi!
Kutahu ada samudra yang harus kau arungi
Luas membentang
Jangan takut! Tantang ia lalu terjang!

Menepilah sejenak bila kau lelah
Merapatlah sekejap bila kapalmu kan pecah
Panggil saja aku, teman!
Ku kan ada disana, untukmu!

Kopi 15
28 Desember 2007
23:12

Indonesia…

May 31st, 2008 | No Comments | Posted in Poems

Dulu kau hanya sebuah mimpi
Dulu kau hanya sebua konsep
Namun anak-anakmu
Masa lalu, dulu, dan masa depan
Satu persatu
Bahu membahu
Membangun dan menata
Dirimu, Indonesia

Meski terkadang kau rapuh
Meski terkadang kau jatuh
Melawan dan berkawan
Dengan maju pesat perubahan
Kami anak-anakmu, Indonesia
Tetap setia dan percaya
Akan kebangkitan engkau
Dari porak poranda menuju tahta

Kopi 15
21 Mei 2008
17:12

Bahwasanya…

May 31st, 2008 | No Comments | Posted in Poems

Bidadari…
Tahukah engkau…
Bahwasanya…

Aku merasa senang,
Bila bisa menjadi tempatmu
Berbagi canda dan tawa

Aku merasa berharga,
Bila bisa menjadi tempatmu
Mencucur sedih dan air mata

Aku merasa perkasa,
Bila bisa menjadi tempatmu
Mencurah segala rasa dan hasrat

Aku merasa bagaikan,
Manusia yang paling beruntung
Bila ku bisa selalu ada
Disisimu dan dihatimu
Setiap saat
Setiap waktu
Saling bertukar,
Segala cinta dan kata rindu
Walau terkadang sakit
Bahkan sangat sakit

Kopi 15
15 November 2007
05:36

Tak bermakna

May 31st, 2008 | No Comments | Posted in Poems

Dia sapa semua hampa
Bertutur kata tanpa
Berjuta hasrat tak tertata
Duduk tenang tak bersila

Aneh,
Kadang juga nyeleneh

Biar saja semua luluh lantak
Hilang tak lagi retak
Hanya tersisa sumpah serapa
Dari makna yang hancur menyepah

Kopi 15
17 Mei 2008
11:25

Kekasih hatiku

May 31st, 2008 | No Comments | Posted in Poems

Kekasih hatiku yang masih diam membisu
Mendekap pilu sendiri, gagang pintu terpaku
Mengapa tidak kau bukakan untukku
Wahai peri yang pemalu?

Entahlah, terkadang semua terkesan angkuh
Aku, dirimu, orang lain, satu persatu selalu mengaduh
“Uuuhhh… hidup terkadang harus penuh peluh”
Apa mereka pikir keruh itu lantas luluh?

Kekasih hatiku yang masih sembunyi
Dibalik kelabu bayang-bayang sunyi
Biar kau temukan sendiri apa itu arti
Yang terus hinggap menyergap diri

Kopi 15
18 Mei 2008
05:34

Untuk engkau, penguasa!

May 9th, 2008 | 3 Comments | Posted in Personal, Poems, Social Politics

Kata siapa kami hanya kelinci-kelinci tak berdaya?
Yang setia diuji coba dengan ribuan baris undang-undang?
Yang kadang terkesan terus mengandangkan kami
Mengekang hak-hak kami
Mengamputasi kebebasan kami
Dan memutilasi kesejahteraan kami

Jerit orasi bercampur asam keringat
Karna rela diri terpanggang terik mentari
Demi secercah harapan perut terisi esok hari
Kadang tak bisa kau mengerti!
Tak lagi kau peduli!
Pun tak mungkin kau penuhi!

Tidak semua dari kami kaya, penguasa!
Tidak semua dari kami selalu hidup bahagia!
Tidak lagikah kau perhatikan kami?
Tidak lagikah kau pedulikan kami?

Kalau benar begitu, sahkan saja undang-undang itu!
Naikkan saja harga-harga itu!
Hapuskan saja subsidi-subsidi itu!
Lestarikan budaya korupsi, kolusi, nepotisme itu!
Biar kau senang!
Biar kau tertawa!

Dan esok hari, hanya akan kau temukan kami semua mati
Meregang nyawa, lantas teronggok tak berarti

Home sweet home
6 Mei 2008
13:01

*Duh, BBM mau naik lagi yak? Dilema… dilema…*

Step out of my way, Down

March 3rd, 2008 | No Comments | Posted in Personal, Poems

So hard…
So dark…
When the spirit lost up in the sky…

Irritating…
Heart breaking…
When knows there’s nothing to do…

Please god let the sicknesses be a fun
Outflow the deep breath clearly
Beautiful sunshine show me the way
To raise the small dot of future
Which hiding in the low side of the night
Don’t let me down, down, down, …!!!

Evil!!!
Return back my wish
Don’t follow my praise

God!!!
Fulfill my spirit
And let me run again…

Plug my ears, don’t let me hear
The heck of dark measurement
Shut my eyes, don’t let me see
The naked black snake mountain
Cover my skin, don’t let me stick
In the sins of the down, the down, the down…!!!

Down, here comes to me…
Let me whisper you the hatred words…

Step out of my way, Down

[February 28, 2008]

Pathetic neighbor

December 16th, 2007 | No Comments | Posted in Poems

You claim that you are truly perfect
The most…
The superior…
The unbeatable…

You claim that I just a part of you
The least…
The suffer-ior…
The beatable…

You are mocking me
My culture…
My language…
My history…
My race…
My nationality…
My heroes…
My philosophy…

Your eyes just see the bad part of me…
Your nose just smell the bad part of me…
Your ears just hear the bad part of me…
And your tongue throw the bad words…
Extremely…
Explicitly…

Don’t you see what’s inside yourself?
Don’t you smell what’s inside yourself?
Don’t You hear what’s inside yourself?
The destruction in your home?
The weaknesses in your body?
Pathetic…

Do you think that you are clever than me?
Do you think that you are better than me?

Please, my neighbor…
Take a mirror and look at your reflection…
You are not as clever as you think…
You are not as better as you think…

I just wanna say…
You are truly pathetic neighbor…

[Dedicated to Indonesia's closest neighbor, who claim himself as 'The Truly Asia']
Oleh: Idrus Fhadli
Kopi 15
13 Desember 2007
14:05

Manifesto Anjing

December 5th, 2007 | No Comments | Posted in Poems, Social Politics

Kami adalah para anjing
yang berkuasa atas kalian: para kucing
yang selalu menjadi bulan-bulanan kami
yang tak segan kami permainkan
yang senantiasa kami tebarkan ketakutan
yang hanya menjadi pemuas kesenangan kami

Kami adalah para anjing
yang menjadi raja atas kalian: para kucing
yang hanya bisa menuruti kehendak kami
yang tak memiliki keberanian tuk melawan
yang kerapkali meringkuk dalam ketidakberdayaan
yang pasrah pada kodrat alam

Oleh: Idrus Fhadli
Kopi 15
4 Desember 2007
22:12

Aku hanyalah…

November 14th, 2007 | No Comments | Posted in Poems

Aku hanyalah…
Seorang manusia yang tak berarti
Terus meraba dalam gelap
Berharap temukan arti
Terus merayap dalam senyap
Berharap kan mengerti
Terus mencari dalam ratap
Berharap sepi kan lari

Aku hanyalah…
Seorang manusia yang masih sendiri
Terus bermunajat dalam kata
Mencurah segala macam rasa
Terus berkhayal dalam cita
Sandingkan damai sang cinta
Terus membelalak dua mata
Tatap kenyataan dunia

Aku hanyalah…
Seorang manusia lemah tanpa daya
Terus mendamba bidadari
Harap ia kan temui diri ini
Terus menyimpan cinta suci
Yang bidadari tak pernah sadari
Terus mencintai tulus sampai mati
Tapi bidadari tak pernah mengeri

Oleh: Idrus Fhadli
Kopi 15
13 November 2007
8:45