Browse > Home / Archive by category 'Social Politics'

| Subcribe via RSS

Puisi Negeriku – Sebuah Satir dan Harapan untuk Masa Depan

March 3rd, 2010 | No Comments | Posted in Karya Luar Biasa, Social Politics

Semalam saya membongkar beberapa CD/DVD berisi file-file backup zaman kuliah dulu, dan menemukan satu video ini, kalau tidak salah saya mendapatkannya dari komputer BEM-U. Entah siapa pengarangnya, yang pasti bisa membuat saya tidak mampu berkata-kata. Mengapa? Karena kondisi negeri tercinta ini yang ternyata masih juga gelap (tears) Entah kapan bisa menemukan ujung jalan yang terang benderang itu…
More »

Tags: ,

WongKito.net Sehari di Panti Asuhan

February 1st, 2010 | 10 Comments | Posted in Info, Social Politics

Kemarin (31/01) adalah event pertama dalam rangkaian event WongKito Sehari di Panti, yang insya allah akan diadakan satu bulan sekali selama satu tahun. Panti asuhan yang mendapat kesempatan pertama adalah Panti Asuhan Mahabbatul Ummi yang berlokasi di daerah Cambai Agung, Kemuning, Palembang.

More »

Tags: , , ,

Debat (di Internet dan di Kehidupan Nyata)

January 16th, 2010 | 3 Comments | Posted in Social Politics, Stupid Thought (?!)

Jika dilihat dari berbagai sisi, apakah debat di internet dan kehidupan nyata (face to face) itu sama? Atau justru berbeda?

Jelas beda dong!

More »

Tags:

Tiket Kereta Kelas Ekonomi Harga Kelas Bisnis

December 3rd, 2009 | 4 Comments | Posted in Curhatan, Social Politics

Disclaimer: Tulisan ini hanyalah sebagai curahan hati saya, selaku konsumen, yang merasa dirugikan. Dan tidak ada maksud untuk mendiskreditkan pihak-pihak tertentu :)

Ridiculous! Itu yang terlintas di benak saya ketika untuk kedua kalinya mengalami hal yang menggelikan ini.

More »

Tags: , ,

Bidar dan Cinta (Sebuah Legenda)

July 10th, 2009 | 1 Comment | Posted in Karya Luar Biasa, Social Politics

Lomba Bidar

Semalam saya baru membaca kisah legenda tentang asal mula lomba bidar. Dan jujur setelah membaca kisah ini, saya tersentuh dengan keelokan Dayang Merindu dan kebaikan sikapnya. Yaa… walaupun ada beberapa bagian yang menurut saya kurang baik dan kurang pantas untuk ditiru, untuk lebih lengkapnya silakan dibaca sendiri ya. Berikut saya sadurkan :)

More »

Tags: , ,

Alasan Mengapa BLT Harus Dihapuskan

July 10th, 2009 | 2 Comments | Posted in Social Politics

Bantuan Langsung Tunai

Bantuan Langsung Tunai atau yang lebih dikenal dengan akronim BLT, merupakan salah satu kebijakan pada masa pemerintahan SBY-JK yang meskipun bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat (khususnya rakyat miskin) namun menuai cukup banyak kontroversi di masyarakat karena berkesan semacam belas kasihan yang hanya menyenangkan rakyat kecil sesaat. Efek sesungguhnya dari dampak kenaikan harga BBM belum terjawab seperti adanya gejolak dalam masyarakat akibat bertambahnya angka kemiskinan.[1]

Kontroversi itu sendiri mulai muncul ke permukaan ketika pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dua kali pada Maret dan Oktober 2005, kemudian berlanjut pada penaikan BBM ketiga kalinya pada Mei 2008.

Tiga kali harga BBM dinaikkan hingga nyaris menyentuh angka 160 persen, dan tiga kali pula diturunkan secara perlahan, itu pun tidak sampai turun pada harga semula.

Selain itu, politisasi BLT pada masa kampanye Pilpres 8 Juli kemarin juga tampak begitu panas. Baik SBY maupun JK sama-sama mengklaim bahwa itu adalah kebijakan yang berasal dari ide brilian masing-masing.

Andaikatapun BLT ini benar-benar ditujukan untuk membantu rakyat (khususnya mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan) akibat dampak kenaikan harga BBM, mengutip pendapat Akbar Tandjung, bantuan tersebut harus memenuhi beberapa syarat. Yaitu, tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu. Jangan sampai juga bantuan tersebut hanya memberi masyarakat ikan tanpa memberi pancingnya.[2]

Dan pertanyaannya kini, apakah BLT telah memenuhi syarat-syarat tersebut? In my humble opinion; tidak!

Berikut beberapa alasan mengapa BLT harus dihapuskan:

More »

Tags: , ,

Golput Itu…

July 6th, 2009 | 3 Comments | Posted in Social Politics

Logo Golput, Source: Politikana

Sebelum memulai tulisan ini, saya ingin mengklarifikasi dugaan pembaca sekalian yang mungkin mengira saya adalah golput. Perlu saya tegaskan bahwa “my politics is my business” (politik saya adalah urusan pribadi saya). Jadi, ada kemungkinan saya adalah pendukung salah satu calon tertentu atau bahkan tidak mendukung satupun dari calon yang ada. Wajar bukan? Karena menjaga kerahasiaan itu juga merupakan hak saya dan hak seluruh bangsa Indonesia pada umumnya :D Selain itu, sumber pemikiran dalam tulisan ini juga telah banyak dikontaminasi dari beberapa sumber baik itu berupa artikel online maupun media cetak, jadi ini bukanlah seratus persen hasil pemikiran saya sendiri :D

More »

Tags: , ,

The Lost City

March 2nd, 2009 | 1 Comment | Posted in Puisi Ga Jelas, Social Politics

I am a sincere man
Aku seorang pria yang tulus

From where the palm trees grow
Dari tempat dimana pohon plum tumbuh

And before death takes me
Dan sebelum kematian membawaku

I want to let the poems soar from my soul
Aku ingin membiarkan puisi menjulang tinggi dari jiwaku


I come from everywhere
Aku datang dari semua tempat

And everywhere I go;
Dan kemanapun aku pergi;

Art I am among the arts,
Seni aku berada di antara seni,

Among the mountains,
Di antara pegunungan,

Mountain I am.
Pegunungan diriku.


All is beautiful and loyal,
Semua yang indah dan setia,

All is musical and right,
Semua yang musikal dan benar,

And all, like the diamond,
Dan semua, seperti berlian,

Is charcoal before being light.
Adalah arang sebelum menjadi bersinar.


With all the poor of the world
Dengan semua puisi yang ada di dunia

I want to cast my fate;
Aku ingin melemparkan takdirku;

A little brook in the mountain
Sedikit parit di pegunungan

Pleases me more than sea.
Menyenangkanku daripada laut.


I want, whenever I die,
Aku ingin, kapanpun aku mati,

Stateless, but no matter,
Tanpa negara, tapi tanpa masalah,

To have on my tombstone, a bouquet of flowers…
Untuk memiliki batu nisanku sendiri dan sebuket bunga…

…and my country’s flag.
…dan bendera negaraku.


I cultivate a white rose in July as in January
Aku menanam mawar putih di bulan Juli seperti juga di Januari

For the sincere friend who offers me his honest hand.
Untuk teman yang tulus yang menawariku tangannya yang jujur.

And for the cruel who rips from me
Dan untuk yang kejam yang telah merenggut dari padaku,

My heart by which I live,
Hatiku yang karenanya aku hidup,

I cultivates neither thorns nor thistles;
Aku menanam tidak duri ataupun tumbuhan berduri;

I cultivate the white rose.
Aku tanam mawar putih.

–Fico Fellove [The Lost City, 2006]–

Tags: , , , , , ,

Rekayasa Sosial yang Gagal

November 21st, 2008 | 7 Comments | Posted in Communication, Curhatan, Nganar, Social Politics

Forewords

Rekayasa sosial atau yang populer disebut sebagai social engineering adalah:

The art of manipulating people into performing actions or divulging confidential information. While similar to a confidence trick or simple fraud, the term typically applies to trickery for information gathering or computer system access and in most cases the attacker never comes face-to-face with the victim [http://en.wikipedia.org/wiki/Social_engineering_(security), diakses tanggal 21 November 2008].

Yang bila diIndonesiakan kira-kira artinya:

Seni memanipulasi orang lain untuk melakukan suatu aksi atau membocorkan informasi yang bersifat rahasia. Hampir mirip dengan trik kepercayaan atau penipuan yang sederhana, terminologi ini digunakan untuk menipu daya demi menggali informasi atau sistem akses komputer dan kebanyakan kasusnya, penyerang tidak pernah bertatap muka secara langsung dengan korbannya.

More »

Tags: , , ,

Politik Rakyat

November 16th, 2008 | 8 Comments | Posted in Social Politics

Aaahhh… politik… politik… :D

Pernah ada yang berguyon kepada saya seperti ini, “Politik identik dengan banyak dan beragam tikus (poli tikus).” :P *sudahlah, lupakan guyonan tersebut, lets back to topic* :P

More »

Tags: ,