Baru ngeh kemarin sore, ketika mengunjungi http://ansav.com/download/ guna mendownload Ansav/update database terbarunya. Ternyata 4nv|e, programmer Ansav, telah merilis Ansav versi Linux. Versi 2.0.11 beta-3, well… masih rilis beta memang.

21
Dec
Baru ngeh kemarin sore, ketika mengunjungi http://ansav.com/download/ guna mendownload Ansav/update database terbarunya. Ternyata 4nv|e, programmer Ansav, telah merilis Ansav versi Linux. Versi 2.0.11 beta-3, well… masih rilis beta memang.

23
Oct
Yayaya…
Akhirnya konten blog saya yang lama di http://xvader.blogspot.com saya export dan import ke http://idrus.net ini.
Ada sedikit kendala selama proses export-import ini, platform WordPress yang saya gunakan di http://idrus.net ini ga bisa import dari blogger, kalo ga salah ada pesan kesalahan “can’t establish ssl connection” ke servernya Google
Jadi deh, cara bodoh (dan mungkin cara yang paling bodoh dalam proses export-import konten blog dari Blogger.com ke WordPress, kali ya :P) saya gunakan. Gimana cara-caranya???
Hihihi…
Saya login ke akun WordPress.com saya (http://xvader.wordpress.com) yang notabene masih suci bersih murni ga terjamah postingan yang banyak
Lalu saya import from Blogger.com dan dari WordPress, saya export file xml-nya
Wuakakakaka…
Bodoh ya
*habisnya om Google ngasih caranya ribet banget seh!*
28
Sep
Yayaya…
Beberapa waktu lalu, bokap beli modem CDMA Venus VT-12 beserta kartu perdana StarOne. Karena komputer rumah pake Windows (Vista) maka ga ada masalah berarti saat menginstal dan menggunakan modem tersebut. Lancar-lancar aja…
Nah, dalam kasus kali ini, saya menggunakan mesin portabel saya, Acer 2920 *saya namain: sheby-crawler, hihihi… :P*, dengan sistem operasi utama Ubuntu 8.04 Hardy Heron. Ketika pertama kali mengkonfigurasikannya, rada bingung juga sie (maklum, saya masih newbie juga… :D), beberapa kali gonta-ganti setting namun belum juga menampakkan hasil yang memuaskan.
Karena ga sabaran lagi, saya search di Google, namun beberapa tutorial yang saya temukan tampaknya kurang memuaskan. Jadi deh, tu artikel saya kombinasikan dengan modus trial and error alias coba-coba.
Here we goes…
Ilustrasinya dunk!
Okay, here we goes…
Umpamanya, anda memiliki 50 file gambar beresolusi 3264 x 2448, dengan ukuran rata-rata tiap file adalah sekitar 1,5 - 2 megabytes. Dan anda ingin mengecilkan resolusinya menjadi hanya sebesar ukuran desktop anda, misalnya 1024 x 768. Dapatkah anda membayangkan mengecilkan file-file gambar tersebut secara manual? Satu persatu?
Gubrakkk…!!!
Pegel juga tu jari
Lalu, gimana cara mengecilkan resolusi kelima puluh file gambar tersebut sekaligus?
19
Jul
Pada beberapa aplikasi Java, ada yang memerlukan pengaksesan beberapa fitur/fungsi pada handphone yang dianggap vital, seperti mengakses fungsi networking, multimedia, connectivity, dan read/write data pada handphone. Contoh kasusnya pada aplikasi Opera Mini v4.1 yang kerapkali saya gunakan.


Kadangkala membuat saya kesal karena harus terus-menerus menjawab pertanyaan yang sama, “Allow application Opera Mini to use Network and send or receive data?”, “Allow application Opera Mini to read user data?”, dan “Allow application Opera Mini to write user data?”. Lalu, bagaimana mengatasi hal tersebut?
Berikan izin pada aplikasi untuk melakukan apa yang diperlukannya tanpa harus mendapatkan konfirmasi dari user.


Masuk ke menu, lalu pilihlah Manager, setelah Application manager terbuka, arahkan ke aplikasi yang akan diberikan izin khusus (dalam kasus ini Opera Mini). Pilih Options > Suite Settings, dan tentukan izin apa saja yang akan diberikan pada aplikasi Opera Mini tersebut. Network access, misalnya, dari empat pilihan yang ada: Not allowed (tidak memberikan izin sama sekali), Ask everytime (tanya perizinan setiap kali aplikasi membutuhkan izin), Ask first time (tanya sekali saja), Always allowed (selalu memberikan izin kepada aplikasi untuk melakukan aksi yang dibutuhkannya).
Got it?
18
May
Tadi saya baru cek GMail, ada e-mail dari salah seorang pengguna ShutterDownXP dari Italia, isinya begini:
ciao
ho provato il tuo programma
mi sembra molto ben fatto
Bravo!!
ciao e
tanti saluti da Roma
luca
Karena saya ga ngerti apa artinya, maka saya minta bantuan om Google dengan mengetikkan kata kunci italian to english online translator. Ada beberapa jasa penerjemahan online yang saya coba diantaranya Yahoo! Babel Fish. Hasil terjemahannya sebagai berikut:
“hello I have tried your program very seems a lot made me Bravo! hello and: -) many salutes from Rome luca”
Karena merasa kurang puas, maka saya coba jasa penterjemah online lainnya. Diantaranya adalah http://www.freetranslation.com/ dengan hasil terjemahan sebagai berikut:
“Hello I experienced your program seems myself very well-made Capable!! hello and: -) much greetings from Rome light”
Dan Free Online Translator, dengan hasil terjemahan:
hello
I have tried your program
me very seems a lot made
Bravo!!
hello and: -) many salutes from Rome
luca
Lalu, apa kesimpulannya?
#1. Seneng sie, program buatan saya bisa berguna bagi orang lain.
#2. Tapi kalo ngirim e-mailnya pake bahasa yang saya ga paham, duh, bingung… ![]()
#3. Dari beberapa jasa penerjemah online, hasilnya menurut saya kurang memuaskan, tapi yaaa setidaknya saya sudah menangkap apa inti pesan yang ingin disampaikan *duh, jadi inget mata kuliah Pengantar Ilmu Komunikasi saya dulu, pas semester awal :P*
21
Apr
Dulu, saya sempat begitu sering berkunjung ke forum CCleaner dengan tujuan mengalihbahasakan CCleaner ke bahasa Indonesia. Namun karena orang-orang di forum tersebut tampaknya sangat ‘expert’ sehingga pertanyaan saya tentang “how to translate CCleaner into different language (Indonesia)?” *kurang lebih begitu :P* tidak ditanggapi dengan memuaskan.
Baru semalem, pas lagi suntuk mengerjakan si ’skripsick’, terlintas ide untuk bermain-main lagi dengan Resource Hacker. Setelah memilih-milih *.exe di ‘Program Files’, entah kenapa tiba-tiba saja masuk ke folder instalasi CCleaner. Jadi deh file yang dipilih untuk diutak-atik adalah CCleaner.exe
Yupe, resource hacking started. Semua ‘String Table’ berbahasa inggris saya ganti dengan bahasa Indonesia. Karena saya ga begitu pinter berbahasa inggris, jadinya beberapa kata-kata susah saya artikan dengan sedikit nyeleneh
Script compiled. Exe saved. And versi bahasa Indonesia dari CCleaner v2.06.567 telah tersedia
Tambahan: CCleaner ini hanya untuk pembelajaran semata. Hak cipta atas CCleaner tetap berada pada Piriform Ltd.
—
[DOWNLOAD DISINI]
3
Apr
Easter egg dalam dunia komputer dikenal sebagai pesan ataupun fitur/kemampuan/kelebihan tersembunyi yang biasanya diletakkan pada suatu program, cd/dvd, game, dsb.
Menurut Wikipedia sendiri, easter egg adalah: A virtual Easter egg is an intentional hidden message or feature in an object such as a movie, book, CD, DVD, computer program, or video game.
Karena tertarik pada pengimplementasian easter egg pada beberapa program, seperti WinRAR, dan lain sebagainya, saya jadi tertarik untuk membuat easter egg pada ShutterDownXP v1.3.
Bagaimana memunculkan easter egg-nya? Mudah kok. Masuklah ke folder instalasi ShutterDownXP anda (default di C:\Program Files\NeverHard!\ShutterDownXP) lalu, menggunakan notepad/wordpad, bukalah file ‘Settings.ini’ yang ada pada folder tersebut.

Tambahkan string berikut dibawah ‘[General Settings]‘, “Special=Rock The World” (tanpa tanda kutip). Dan simpan file tersebut.
Sekarang, bukalah “About ShutterDownXP”, dan cari tahu sendiri apa yang beda
Have phun
27
Mar
Hmmm…
Saya sebenarnya bukanlah seorang yang ‘expert’ dalam bidang pengembangan software. Bahasa pemrograman pun tidak seutuhnya paham. Saya cuma mengerti satu cara pembuatan program, yakni menggunakan Visual Basic. Itupun dengan cara otodidak, saya lakukan dikala senggang. Latar belakang pendidikan saya juga ‘nyeleneh’ cukup jauh dari bidang pengembangan software, selain ketika SMA saya masuk di kelas IPS, pas kuliah pun saya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, tepatnya di jurusan Ilmu Komunikasi.
Dalam tulisan ini hanya akan dibahas mengenai ‘desktop programming’ (dilingkungan sistem operasi) bukan ‘web programming’ (dilingkungan internet).
Kalau boleh saya katakan, ini adalah tips dari saya, seorang ‘lamer’ (strata terendah didunia perkomputeran). Jadi, maafkan saya bila ternyata ada kesalahan.
Dengan lapang dada, silakan dikoreksi
Langkah pertama pengembangan software
Tentu saja yang pertama dan utama adalah anda menguasai setidaknya satu bahasa pemrograman. Pemahaman tentang sistem operasi pun menjadi salah satu kewajiban.
Software apa yang mesti saya buat?
Tidak usah bingung apalagi bimbang. Tidak usah merasa ‘kecil’ saat melihat program buatan pihak lain ternyata lebih baik. Buat dan kembangkan saja software yang menurut anda akan bermanfaat bagi diri anda pribadi. Bila ternyata anda merasa sangat puas dengan software hasil kreasi anda tersebut, barulah persilakan ‘dunia luar’ mencicipinya.
Saya sendiri suka membuat software-software yang menurut saya unik dan dapat berdayaguna untuk diri saya pribadi. Contohnya, ShutterDownXP yang beberapa waktu lalu sempat saya buat (rilis terakhir versi 1.3). Saat itu saya berpikir tentulah akan sangat menarik bila komputer saya dapat ’shut down’ secara otomatis pada waktu yang saya tentukan sehingga ketika waktu tidur telah tiba, saya dapat dengan tenang meninggalkan komputer saya dalam keadaan menyala dan musik teralun. Saat saya telah terlelap, komputer saya pun akan turut terlelap.
Ketika itu, saya tahu bahwa telah banyak software yang mampu melakukan hal tersebut. Namun tidak ada satu pun yang mampu menarik hati saya untuk konsisten menggunakannya. Ada software yang bagus tetapi berstatus shareware dengan fitur dan atau masa pemakaian yang dibatasi. Ada software yang gratis, alias freeware, namun fiturnya minim. Ada juga software shut down yang hebat alias mampu melakukan apa saja, termasuk menjalankan suatu program ketika waktunya telah tiba, dan fitur-fitur lainnya disamping shut down otomatis, yang tentu saja saya pikir tidak akan bermanfaat bagi saya dan hanya memperberat kerja komputer saja. Maka saya berinisiatif untuk membuat sendiri program shut down otomatis sesuai dengan apa yang saya inginkan, fiturnya, tampilannya, dll.
Contoh lain adalah software yang belakangan saya rilis, TOYD alias ‘Text On Your Desktop’. Yang pembuatannya tidak disengaja. Ketika itu saya sedang suntuk didepan komputer, memandangi baris-baris teks bahan skripsi saya. Tiba-tiba ide itu muncul. Ya, ide untuk menampilkan running text di layar monitor yang bisa saya masukkan kata-kata penyemangat. Sehingga saya tetap membaca kata-kata tersebut ketika saya nongkrong didepan komputer.
Intinya, buatlah software sesuai dengan keinginan anda, yang mampu memuaskan anda, dan tentu saja bermanfaat bagi anda. Tidak usah dulu memikirkan hal-hal lain seperti “apakah software saya nanti bisa dijual?” Lupakan hal itu untuk sejenak.
Apa yang harus saya perhatikan ketika membuat software?
Tentukan dulu, fungsi-fungsi dan fitur-fitur apa saja yang akan ada di software anda nanti. Baik fungsi utama, maupun fitur tambahan Usahakan fitur tambahan yang ada tidak berlawanan dengan fungsi utama software yang anda buat. Misal, anda membuat software antivirus, tentulah akan lebih menarik bila ditambahkan fitur-fitur seperti process manager. Dan tidak akan ‘nyambung’ bila didalam software antivirus tersebut anda sisipkan sebuah word atau text processor seperti notepad.
Bila nantinya anda ingin menyebarluaskan software buatan anda tersebut. Perhatikan dengan seksama tata letak serta tampilan program (GUI/Graphical User Interface). Usahakan agar setiap fungsi dan fitur yang ada dapat diketahui dan diakses dengan mudah oleh pengguna. Pertimbangkan juga jenis huruf, ukuran huruf, warna, dan ukuran serta tata letak elemen-elemen seperti text box, command button, list box, dsb. Usahakan tampilan software anda sederhana dan ‘user friendly’. Sebab, pengguna biasanya akan lebih menyukai tampilan software yang sederhana. Pertimbangkan pula untuk tidak menambahkan pernak-pernik tampilan yang berlebihan, misal: animasi dan gambar.
Software buatan saya telah selesai, apa yang harus saya lakukan?
Cek dan ricek. Ceklah tiap bagian dari software anda. Mulai dari source code, tampilan atau GUI (Graphical User Interface), dsb. Perhatikan dengan seksama. Bila ternyata ditemukan hal yang tidak diinginkan (bugs), segeralah perbaiki.
Buatlah juga sebuah ‘help file’ yang menerangkan segala sesuatu tentang software anda tersebut. Bila anda malas membuat ‘help file’, anda dapat mendeskripsikan garis besar penggunaan software anda tersebut di file ‘readme’.
Ingat! Jangan remehkan file ‘readme’ sebab biasanya file inilah yang akan menjadi rujukan awal pengguna ketika akan menggunakan software anda. Usahakan file ‘readme’ yang anda sertakan mencakup garis besar software anda (lisensi, cara penggunaan, informasi mengenai anda dan atau perusahaan anda, dsb) dengan lugas, jelas, padat, namun tidak berlebihan, Maksud ‘tidak berlebihan’ disini adalah file ‘readme’ tersebut tidak terlampau panjang dan bertele-tele.
Tentukan lisensi atas software buatan anda. Apakah freeware, shareware, open source, dll. Lisensi ini mempengaruhi minat pengguna ketika akan menggunakan software anda. Bila anda menginginkan agar software anda berlisensi shareware dan anda ingin agar orang-orang membayar untuk penggunaannya. Pastikan dan yakinkan lagi bahwa software anda memang layak untuk dijual serta memiliki kemampuan dan keunggulan yang lebih baik dari software sejenis dengan lisensi freeware atau open source yang mungkin akan menjadi saingan terberat anda. Selain itu, pertimbangkan juga harga yang anda patok, dan tata cara pembayaran untuk lisensi software anda.
Bila diperlukan, pack-lah software anda menggunakan software packer semisal ASPack, ASProtect, UPX atau yang lainnya, guna menciutkan ukuran file .exe-nya. Disamping itu beberapa packer juga memungkinkan keamanan software anda akan lebih terjaga dengan cara ‘menyamarkan’ struktur resource software anda tersebut sehingga akan lebih sulit untuk di-crack.
Bila diperlukan juga, buatlah file ’setup’ atau installer untuk software anda tersebut. Hal ini perlu dilakukan bila software yang anda buat menggunakan ActiveX dan atau Library eksternal (*.ocx, *.dll, *.tlb) guna mendukung proses kerjanya. Installer mampu melakukan hal-hal yang terkait dengan pemasangan software di komputer dengan mudah dan cepat (file extracting, ActiveX/Library registering, pembuatan entry registry yang diperlukan software anda, dll) sehingga pengguna tidak merasa direpotkan saat akan mulai menggunakan software anda. Ada banyak ‘installer maker’ atau pembuat installer bertebaran di internet. Dari yang freeware sampai yang berbayar. Beberapa yang saya sukai anta
ra lain InnoSetup dan NSIS - NullSoft Install System.
Akan lebih baik lagi bila anda mengompress lagi file-file yang ada (setup-bila digunakan, .exe, readme, dll) guna memperkecil lagi ukuran file tersebut dan memudahkan pendistribusian software anda.
Saya ingin menyebarluaskan program saya nih, bagaimana caranya?
Cara yang paling mudah adalah melalui jasa situs-situs download. Seperti upload.com, softpedia.com, topshareware.com, freewarefiles.com. tucows.com, dsb. Cukup ’submit’ software anda dibeberapa situs penyedia download yang besar dan mempunyai nama. Sertakan informasi yang jelas didalamnya. Setelah proses submission, software anda akan di-cek oleh pihak penyedia layanan. Bila software anda dianggap layak untuk masuk database mereka, maka anda akan menerima pemberitahuan melalui e-mail.
Yang saya suka dari situs-situs penyedia download ini adalah statistik berapa banyak software anda di-download, dan popularitas.
Bila anda memiliki website atau blog pribadi, anda dapat juga memasukkan informasi mengenai software yang telah anda buat tersebut.
Bila didekat tempat tinggal anda ada software house atau pun penjual CD/DVD software baik legal maupun bajakan, anda dapat menitipkan software anda disana.
Cara lainnya adalah: penyebaran message melalui Friendster, posting di mailing list, posting di forum, dan lain-lain.
Saya cukupkan dulu tulisan ini sampai disini. Ntar lain kali Insya Allah akan disambung lagi dengan topik yang berbeda tapi masih tetap seputar software development
5
Dec
Karena hasrat yang begitu menggebu-gebu ingin memiliki blog dengan domain dan hosting sendiri, sedangkan keadaan belum memungkinkan, terbersit sebuah ide mensimulasikan blog Wordpress secara offline di komputer sendiri tanpa perlu koneksi internet, disamping dengan tujuan pembelajaran tentunya.
Beberapa waktu lalu gw pernah mengikuti pelatihan membangun website berbasis CMS dengan Mambo, menggunakan program Uniform Server sebagai server-nya. Uniform server merupakan sebuah server yang didalamnya telah terintegrasi Apache, PHP, MySQL, dan lainnya. Konfigurasinya menurut gw cukup mudah, semuanya telah ‘ready to use’.


Pada saat pelatihan, CMS yang digunakan adalah Mambo, kini gw mencoba menginstal dan menjalankan Wordpress diatasnya. Ternyata tak jauh berbeda dengan instalasi Mambo, bahkan instalasi Wordpress lebih simpel dan mudah.
Diawali dengan membuat database MySQL yang akan digunakan oleh Wordpress, kemudian mengedit dan menyesuaikan file wp-config.php yakni mengisikan nama database yang akan digunakan oleh Wordpress, username MySQL, dan password. Langkah selanjutnya adalah mengupload file-file Wordpress ke direktori www dan menjalankan wp-admin/install.php. Instalasi hanya terdiri dari dua tahap mudah dan selesai ![]()


Yup, saatnya mengkonfigurasi instalasi Wordpress tadi. Yang pertama gw konfigurasi adalah theme-nya lalu Widgets dan Blogroll. Gw upload theme bluegreen yang telah gw modifikasi sedikit. Kemudian untuk meningkatkan kemampuan blog offline ini gw menambahkan plugin-plugin yang menurut gw penting dan menarik, termasuk LC-Status Line buatan ‘pak ketua wongkito.net‘ :). Gw juga berencana merubah total lirik Hello Dolly pada plugin Hello Dolly dengan lirik lagu laen/kata-kata bijak/kata-kata gw sendiri, tanya kenapa??? Karena kata-kata ‘Dolly’ itu loh, identik dengan ’sebuah tempat yang ehem’ yang berada di Kota Pahlawan, perasaan gw jadi gimana gitu…
Konfigurasi telah selesai. Coba posting dan komentar aah…
Posting dan komentar berhasil…
Offline blog succesfully installed and working…

Insya Allah bulan Januari ntar gw bakal sewa hosting (rencananya sih di Limosin Server) dan domain sendiri (maunya sih .com) lalu tinggal mengupload Wordpress offline ini dan memberikannya kebebasan di alam maya
bertepatan dengan ultah gw yang ke-21…
Selain proyek blog pribadi, gw juga kepingin membangun (atau setidaknya berkontribusi dalam) portal Citizen Journalism kota Palembang dan Lampung, seperti panyingkul.com yang berbasis di Makassar…

Jika sulit, maka patut dicoba
— Unknown
art arts balada belajar cdma cul de sac Curhatan dirgahayu filosofi imaging indonesia ingin Internet irfanview kost kuliah labirin labyrinth liburan Linux love lyric maaf modem Music pengusiran photo Photos poetry Programming puasa Puisi Ga Jelas ramadhan skripsi Stupid Thought (?!) sweetheart team teamwork terbang thought tips n trick ubuntu visual basic Windows Software wordpress
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.